Telaga Batu Arang Sangatta, Bekas Tambang yang Disulap Jadi Wisata Alam

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:36 WIB
Telaga Batu Arang Sangatta membentang di kawasan reklamasi bekas tambang dengan lanskap hijau di sekelilingnya.
Telaga Batu Arang Sangatta membentang di kawasan reklamasi bekas tambang dengan lanskap hijau di sekelilingnya.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Telaga Batu Arang Sangatta merupakan kawasan reklamasi bekas tambang yang dikembangkan menjadi wisata alam dan edukasi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Siapa sangka kawasan bekas tambang batu bara di Sangatta, Kutai Timur, kini berubah menjadi telaga dengan lanskap hijau dan potensi wisata alam.

Kalau selama ini bekas tambang identik dengan lubang galian, Telaga Batu Arang justru menawarkan cerita berbeda. Kawasan ini memperlihatkan bagaimana lahan pascatambang dapat dipulihkan dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

Bagaimana Asal-Usul Telaga Batu Arang?

Telaga Batu Arang berada di kawasan bekas tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Kawasan tersebut dahulu merupakan Pit Surya, salah satu lokasi awal kegiatan pertambangan KPC. Setelah kegiatan tambang berakhir, area tersebut masuk dalam proses reklamasi dan pemanfaatan pascatambang.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), reklamasi Telaga Batu Arang telah dimulai sejak 2001.

Kawasan keseluruhannya disebut mencapai sekitar 270 hektare, sedangkan luas telaganya sekitar 12,43 hektare.

Nama Batu Arang sendiri berkaitan dengan sejarah kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi penggalian batu bara.

Transformasi tersebut membuat kawasan yang sebelumnya berkaitan dengan aktivitas pertambangan memiliki fungsi baru berupa ruang konservasi, wisata, edukasi, serta berbagai kegiatan pemanfaatan lainnya.

KPC sendiri mencatat Telaga Batu Arang sebagai bagian dari pemanfaatan lahan pascatambang untuk wisata alam.

Baca Juga: Pantai Kenyamukan Sangatta, Hidden Gem dengan Suasana Pesisir yang Menenangkan

Seperti Apa Karakter Kawasan Telaga Batu Arang?

Daya tarik utama Telaga Batu Arang berada pada bentang alam berupa telaga luas yang dikelilingi kawasan hijau hasil reklamasi.

Kedalaman telaga mencapai sekitar 35 meter berdasarkan informasi KPC dan pemerintah daerah.

Vegetasi di sekitar kawasan juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan lingkungan.

Kementerian ESDM mencatat rehabilitasi kawasan tersebut turut menciptakan habitat yang menarik berbagai satwa.

Area Telaga Batu Arang kemudian dikembangkan dengan konsep eco tourism, yaitu pendekatan wisata yang menggabungkan pengalaman rekreasi dengan perhatian terhadap lingkungan.

Salah satu lokasi yang menarik adalah Bukit Pandang.

Dari titik tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama kawasan sekitar, termasuk bentang Taman Nasional Kutai, Sungai Sangatta, area pertambangan KPC, serta telaga.

Pemandangan tersebut membuat Telaga Batu Arang memiliki karakter berbeda dari wisata danau alami pada umumnya.

Di sini, cerita utamanya justru terletak pada perubahan sebuah kawasan pascatambang menjadi lanskap yang lebih hijau dan produktif.

Apa Saja Potensi Wisata yang Ada?

Telaga Batu Arang tidak hanya menawarkan pemandangan air dan pepohonan.

Kawasan ini dikembangkan sebagai wisata alam berbasis komunitas dan termasuk dalam program konservasi alam serta budaya KPC.

Sejumlah aktivitas dan potensi wisata telah muncul di kawasan tersebut.

Bukit Pandang dapat menjadi lokasi menikmati panorama, sedangkan kawasan telaga berpotensi digunakan untuk aktivitas olahraga air tertentu.

Pada 2025, Telaga Batu Arang menjadi lokasi Crocodile Boat Race dalam rangkaian Green Olympic memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan tersebut diikuti 127 tim dengan total 798 peserta, menggunakan lintasan sepanjang 540 meter.

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa telaga memiliki potensi untuk kegiatan olahraga air, meski penggunaannya tetap mengikuti pengelolaan dan ketentuan kawasan.

Penelitian mengenai perencanaan wisata alam di Telaga Batu Arang juga mencatat sejumlah potensi seperti wisata lanskap, aktivitas di kawasan telaga, pengamatan burung, serta kawasan penangkaran rusa.

Dengan begitu, daya tariknya dapat berkembang dari sekadar melihat telaga menjadi pengalaman wisata berbasis alam dan edukasi.

Kawasan Telaga Batu Arang menghadirkan pemandangan air tenang dengan pepohonan menghijau di sekelilingnya.
Kawasan Telaga Batu Arang menghadirkan pemandangan air tenang dengan pepohonan menghijau di sekelilingnya.

Bagaimana Kondisi Telaga Batu Arang Sekarang?

Status Telaga Batu Arang perlu dilihat secara hati-hati karena kawasan ini belum dapat disamakan dengan destinasi wisata umum yang bebas dikunjungi kapan saja.

Kementerian ESDM sebelumnya menyebut kawasan tersebut masih dalam tahap penyiapan infrastruktur dan uji coba objek wisata sehingga penggunaannya masih terbatas.

Informasi yang lebih baru menunjukkan pemanfaatannya terus berkembang.

Pada 2025, pemerintah daerah dan KPC membahas pemanfaatan telaga sebagai salah satu alternatif sumber air baku bagi Perumdam Tirta Tuah Benua.

Hasil pengujian independen yang disampaikan KPC menunjukkan pH air berada di atas 7. Namun, pemanfaatan sebagai sumber air tetap membutuhkan kajian teknis dan proses pengakuan dari otoritas lingkungan.

Pada tahun yang sama, telaga juga dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan.

KPC bersama Lanal Sangatta dan PT Nusa Tambang Pratama melakukan panen ikan lele dan nila dari kolam pascatambang tersebut.

Kemudian pada Mei 2026, kawasan Telaga Batu Arang menjadi lokasi penanaman ribuan bibit pohon sebagai bagian dari kegiatan pemulihan ekosistem pascatambang.

Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa fungsi kawasan terus berkembang, tidak hanya sebagai calon destinasi wisata.

Baca Juga: Pulau Kumala Tenggarong Menyimpan Jejak Wisata Lama di Tengah Sungai Mahakam

Bagaimana dengan Air Telaganya?

Kualitas air menjadi salah satu aspek yang membuat Telaga Batu Arang mendapat perhatian.

Kementerian ESDM pada 2020 menyebut air telaga dikategorikan kelas A berdasarkan informasi yang disampaikan saat itu, sehingga memiliki potensi sebagai air baku.

Namun, informasi tersebut tidak berarti pengunjung dapat langsung meminum air telaga.

Pada 2025, pemanfaatan Telaga Batu Arang sebagai sumber air baku masih menjadi objek kajian dan membutuhkan proses teknis serta regulasi lebih lanjut.

Karena itu, klaim mengenai air telaga harus dibedakan dari izin pemanfaatannya sebagai air minum.

Pengunjung juga tidak sebaiknya berenang atau mengambil air tanpa izin karena terdapat fungsi lain yang sedang dikembangkan di kawasan tersebut.

Apa yang Membuatnya Menarik untuk Wisata Edukasi?

Telaga Batu Arang memiliki cerita yang kuat untuk wisata berbasis edukasi lingkungan.

Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana kawasan bekas aktivitas pertambangan dipulihkan melalui reklamasi dan penghijauan.

Vegetasi yang berkembang juga menjadi bagian dari pemulihan habitat.

Kawasan tersebut dilaporkan menjadi ruang bagi berbagai fauna, termasuk burung, rusa, kupu-kupu, dan satwa lainnya.

Konsep seperti ini dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan karena objek yang dilihat bukan hanya telaga.

Ada cerita tentang pertambangan, reklamasi, konservasi, pemanfaatan air, budidaya ikan, hingga potensi ekonomi masyarakat.

Buat Ces yang tertarik dengan wisata yang punya cerita, sisi edukasi Telaga Batu Arang justru menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Apakah Telaga Batu Arang Sudah Bisa Dikunjungi Bebas?

Bagian ini penting sebelum memasukkan Telaga Batu Arang ke daftar tujuan liburan.

Sumber resmi KPC menyebut kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai wisata berbasis komunitas.

Namun, sumber lain yang lebih baru masih menggambarkan kawasan sebagai area yang dikembangkan dan memiliki sejumlah fungsi khusus.

Karena itu, belum tepat menyebut Telaga Batu Arang sebagai objek wisata umum dengan akses bebas setiap hari tanpa konfirmasi.

Informasi mengenai tiket masuk, jam operasional wisata reguler, tarif parkir, maupun paket kunjungan juga belum ditemukan dalam sumber resmi yang cukup kuat untuk dicantumkan sebagai tarif berlaku.

Jika ingin berkunjung, akses dan izin sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola atau pihak terkait.

BTV tidak menyarankan pembaca langsung menuju kawasan tanpa memastikan status aksesnya.

Bagaimana dengan Fasilitas di Kawasan?

Fasilitas Telaga Batu Arang berkembang mengikuti pemanfaatan kawasan.

Dokumen profil yang beredar mencatat keberadaan sejumlah fasilitas seperti gazebo, balai pertemuan, jetty, perahu, area parkir, keramba, dan jalur jogging.

Namun, karena status dan penggunaan fasilitas dapat berubah, informasi tersebut tidak otomatis berarti seluruh fasilitas tersedia untuk wisatawan umum setiap hari.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya area dengan fungsi khusus.

Pengunjung harus mengikuti rambu, arahan petugas, serta zona yang diperbolehkan untuk dimasuki.

BTV-EOS juga menekankan agar kondisi fasilitas seperti akses, keamanan, toilet, parkir, tempat istirahat, dan fasilitas wisata disampaikan berdasarkan data terbaru, bukan asumsi.

Baca Juga: Pulau Kumala Tenggarong Menyimpan Jejak Wisata Lama di Tengah Sungai Mahakam

Berapa Biaya Wisata ke Telaga Batu Arang?

Belum ada tarif wisata umum yang dapat dipastikan dari sumber resmi yang tersedia.

Karena itu, artikel ini tidak mencantumkan angka tiket masuk atau biaya aktivitas sebagai fakta.

Kebutuhan Keterangan Estimasi Harga Catatan
Tiket masuk Belum ditemukan tarif publik yang terverifikasi Belum tersedia Konfirmasi pengelola
Parkir Belum tersedia tarif resmi Belum tersedia Konfirmasi sebelum berangkat
Pemandu Belum tersedia informasi tarif Belum tersedia Tergantung akses kegiatan
Aktivitas air Tidak ada tarif wisata umum terverifikasi Belum tersedia Tidak semua kegiatan terbuka untuk umum

Pemisahan antara biaya wajib dan biaya tambahan penting agar pembaca tidak memperoleh angka yang keliru.

Lanskap Telaga Batu Arang memperlihatkan pemanfaatan kawasan pascatambang untuk fungsi lingkungan dan wisata.
Lanskap Telaga Batu Arang memperlihatkan pemanfaatan kawasan pascatambang untuk fungsi lingkungan dan wisata.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Berkunjung?

Telaga Batu Arang merupakan kawasan bekas tambang dengan kedalaman telaga yang mencapai puluhan meter.

Karena itu, pengunjung harus menganggap kawasan ini sebagai lingkungan yang membutuhkan kehati-hatian, bukan sekadar tempat bermain air.

Jangan berenang atau melakukan aktivitas di telaga tanpa izin dan pengawasan yang sesuai.

Hindari memasuki area terbatas, mendekati fasilitas operasional, atau keluar dari jalur yang diperbolehkan.

Bawa perlengkapan pribadi secukupnya dan ikuti arahan petugas selama berada di kawasan.

Yang tidak kalah penting, jangan meninggalkan sampah karena kawasan reklamasi membutuhkan pemeliharaan agar fungsi ekologisnya tetap terjaga.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Mengapa Telaga Batu Arang Layak Diperhatikan?

Telaga Batu Arang menawarkan cerita yang cukup kuat untuk perkembangan pariwisata Kutai Timur.

Kawasan ini memperlihatkan bagaimana lahan pascatambang dapat diarahkan menuju fungsi baru yang mencakup lingkungan, wisata, olahraga, budidaya, dan potensi sumber air.

Pemerintah Kutai Timur juga terus mendorong agar kawasan bekas tambang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada 2025, pemerintah daerah bahkan membahas pemanfaatan Telaga Batu Arang untuk kebutuhan air bersih sekaligus potensi wisata dan olahraga dayung.

Pada 2026, aktivitas penghijauan kembali dilakukan di area Telaga Batu Arang melalui penanaman ribuan bibit pohon.

Jadi, cerita Telaga Batu Arang belum selesai.

Kawasan ini masih terus berkembang dan menunjukkan bahwa lahan bekas tambang dapat memiliki fungsi baru ketika dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Baca Juga: Goa Tapak Raja Dekat IKN, Menyusuri Lorong Karst dengan Stalaktit Berbentuk Tapak Kaki

Poin Penting:

Insight Redaksi

Telaga Batu Arang menarik bukan karena sekadar memiliki telaga luas, tetapi karena menyimpan cerita perubahan kawasan pascatambang menjadi ruang yang punya banyak fungsi. Dari reklamasi, penghijauan, budidaya ikan, olahraga air, sampai potensi wisata, semuanya menunjukkan satu hal: lahan bekas tambang masih bisa punya masa depan. Bagi Kutai Timur, cerita seperti ini layak dirawat sebagai bagian dari wisata edukasi lingkungan.

Masih banyak cerita wisata Kalimantan Timur yang punya sisi berbeda. Pantau terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Telaga Batu Arang berada di mana?

Telaga Batu Arang berada di kawasan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

2. Apakah Telaga Batu Arang merupakan danau alami?

Bukan. Telaga Batu Arang merupakan telaga yang terbentuk dari kawasan bekas tambang dan kemudian direklamasi.

3. Sejak kapan kawasan Telaga Batu Arang direklamasi?

Reklamasi kawasan tersebut telah dimulai sejak 2001.

4. Seberapa luas Telaga Batu Arang?

Kawasan keseluruhan disebut sekitar 270 hektare, sedangkan luas telaganya sekitar 12,43 hektare.

5. Apakah Telaga Batu Arang sudah terbuka untuk wisata umum?

Status akses perlu dikonfirmasi terlebih dahulu karena kawasan masih memiliki fungsi dan pengembangan khusus.

6. Apakah boleh berenang di Telaga Batu Arang?

Tidak disarankan berenang tanpa izin dan pengawasan. Kedalaman telaga mencapai sekitar 35 meter dan kawasan memiliki fungsi lain.

7. Berapa harga tiket masuknya?

Belum tersedia tarif wisata umum yang dapat diverifikasi dari sumber resmi yang cukup kuat.

Sumber Informasi: Video kanal YouTube Bakrie Group, TEMPAT WISATA INI DULUNYA BEKAS LAHAN TAMBANG!

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Redaksi BTV
Telaga Batu Arang Wisata Telaga Batu Arang wisata kutai timur Wisata Sangatta