Kampung Tihi-Tihi Bontang, Permukiman Laut dengan Wisata Bahari Berbasis Warga Lokal

Nasya Syafira • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:23 WIB
Permukiman Kampung Tihi-Tihi Bontang berdiri di atas laut dengan perahu warga dan aktivitas bahari masyarakat pesisir.
Permukiman Kampung Tihi-Tihi Bontang berdiri di atas laut dengan perahu warga dan aktivitas bahari masyarakat pesisir.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Kampung Tihi-Tihi Bontang menawarkan pengalaman wisata bahari, kehidupan nelayan, keramba, dan permukiman terapung.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kampung Nelayan Tihi-Tihi di Bontang, Kalimantan Timur, menawarkan wisata bahari berbasis masyarakat dengan permukiman di atas laut dan aktivitas pesisir.

Buat yang mencari suasana berbeda dari wisata kota, Tihi-Tihi punya pengalaman bahari yang dekat dengan kehidupan warga. Simak aktivitas, akses, fasilitas, hingga catatan penting sebelum berangkat.

Kampung Tihi-Tihi dan Kehidupan di Atas Laut

Kampung Tihi-Tihi berada di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang.

Kawasan ini merupakan permukiman masyarakat pesisir yang aktivitas hariannya sangat berkaitan dengan laut.

Pemerintah Kota Bontang juga memasukkan Tihi-Tihi sebagai salah satu potensi wisata bahari berbasis marinkultur dan budaya masyarakat.

Kehidupan kampung terlihat dari rumah-rumah yang berdiri di atas perairan, fasilitas umum, serta aktivitas nelayan yang berlangsung di sekitarnya.

Video eksplorasi kanal Mr X Name memperlihatkan perjalanan dari Samarinda menuju Bontang sekitar tiga jam melalui jalur darat.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kapal kayu dari Bontang menuju Tihi-Tihi dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Perjalanan laut menjadi bagian penting dari pengalaman karena pengunjung langsung melihat karakter kawasan pesisir sebelum tiba di permukiman.

Baca Juga: Pantai Kenyamukan Sangatta, Hidden Gem dengan Suasana Pesisir yang Menenangkan

Mengapa Tihi-Tihi Menarik untuk Wisata Bahari?

Daya tarik Tihi-Tihi bukan sekadar pemandangan laut, tetapi pengalaman melihat kehidupan masyarakat pesisir secara langsung.

Perairan di sekitar kampung dalam video terlihat jernih, dengan aktivitas warga yang berlangsung dekat dengan kawasan permukiman.

Pengunjung dapat menikmati kegiatan seperti memancing, berenang, melihat ikan, serta menjelajahi perairan menggunakan perahu ketinting.

Spot memancing berada di sekitar perairan Tihi-Tihi, termasuk kawasan yang disebut berada dekat Pulau Beras Basah.

Aktivitas tersebut memberikan gambaran bahwa wisata di kampung ini berkaitan erat dengan keseharian masyarakat, bukan sekadar fasilitas rekreasi.

Dalam rencana pembangunan pariwisata Kota Bontang, Tihi-Tihi juga diarahkan untuk mendukung wisata rekreasi dan pendidikan.

Konsep tersebut membuat pengalaman berkunjung terasa berbeda karena wisatawan dapat mengenal lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat pesisir.

Dari Sekolah hingga Keramba, Fasilitasnya Menyatu dengan Kehidupan Warga

Video eksplorasi menunjukkan keberadaan sejumlah fasilitas umum di kawasan permukiman.

Di antaranya terdapat masjid, sekolah, lapangan, serta toilet umum yang menunjang kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk pendidikan, kondisi Tihi-Tihi memiliki tantangan tersendiri karena fasilitas sekolah yang tersedia berada pada jenjang dasar.

Data pendidikan pemerintah saat ini mencatat SD Negeri 016 Bontang Selatan di Jalan Tihi-Tihi RT 17 sebagai sekolah negeri yang berada di kawasan tersebut.

Pada 2026, Pemerintah Kota Bontang masih mencatat kawasan pesisir seperti Tihi-Tihi sebagai wilayah yang menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan lanjutan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Tihi-Tihi bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tetapi ruang hidup masyarakat yang memiliki kebutuhan pembangunan.

Kehidupan ekonomi warga juga mulai mendapat perhatian melalui pengembangan budidaya rumput laut.

Pada Juni 2026, program intensifikasi budidaya rumput laut dilakukan di Tihi-Tihi untuk meningkatkan kualitas produksi masyarakat dan membuka peluang pasar lebih luas.

Keramba dan Aktivitas Laut Menjadi Bagian Pengalaman

Salah satu bagian menarik dalam eksplorasi adalah keberadaan keramba budidaya milik masyarakat.

Keramba tersebut digunakan untuk memelihara ikan dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Video menyebut keramba terapung berbahan Fiber Reinforced Plastic sebagai bantuan untuk masyarakat Kampung Tihi-Tihi.

Kreator menjelaskan, “Ini keramba yang diperbantukan oleh PT Badak LNG untuk masyarakat di Kampung Tihi-Tihi ini.”

Dalam konteks pengembangan kawasan, fasilitas seperti keramba memperlihatkan hubungan antara kegiatan ekonomi dan potensi wisata bahari.

Pengunjung juga dapat melihat ikan yang dipelihara di keramba serta memahami kegiatan budidaya yang berlangsung di sekitar kampung.

Anak-anak setempat dalam video turut terlihat mengenal lingkungan laut melalui aktivitas menangkap ikan hias.

Salah satu momen memperlihatkan seorang anak bernama Aril menemukan ikan Nemo di sekitar kerang.

Kreator kemudian menyebut ikan tersebut sebagai ikan Nemo yang dikenal melalui film Finding Nemo.

Aktivitas tersebut menunjukkan bagaimana lingkungan laut menjadi bagian dari keseharian anak-anak di Tihi-Tihi.

Perahu kayu menjadi transportasi utama menuju Kampung Tihi-Tihi dari kawasan pesisir Kota Bontang.
Perahu kayu menjadi transportasi utama menuju Kampung Tihi-Tihi dari kawasan pesisir Kota Bontang.

Apa Saja yang Bisa Dilakukan Pengunjung?

Memancing menjadi salah satu kegiatan yang paling menonjol dalam perjalanan menuju kawasan Tihi-Tihi.

Dalam video, umpan yang digunakan untuk memancing antara lain bagian daging kelomang setelah cangkangnya dipecahkan.

Perahu ketinting dapat digunakan untuk menuju lokasi memancing di sekitar perairan kampung.

Hasil tangkapan juga dapat dimanfaatkan untuk memberi makan ikan besar yang berada di keramba budidaya.

Selain memancing, pengunjung dapat menikmati suasana permukiman, melihat aktivitas nelayan, serta mengamati perairan sekitar.

Video juga memperlihatkan aktivitas berenang dan melihat ikan di kawasan perairan yang dianggap menarik untuk kegiatan bahari.

Namun, aktivitas di laut tetap perlu menyesuaikan kondisi cuaca, kemampuan berenang, serta arahan warga atau pengelola setempat.

Pengunjung sebaiknya tidak mengambil ikan, biota laut, atau bagian lingkungan tanpa izin karena kawasan tersebut merupakan ruang hidup masyarakat.

Tihi-Tihi Sedang Dipersiapkan sebagai Destinasi Wisata Bahari

Potensi wisata Tihi-Tihi mulai mendapatkan perhatian lebih serius dari Pemerintah Kota Bontang.

Pada Maret 2026, pemerintah daerah menyampaikan rencana pengembangan Tihi-Tihi sebagai destinasi wisata bahari berbasis masyarakat.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut potensi kawasan mencakup kampung terapung, kuliner laut, dan aktivitas penyelaman.

Tihi-Tihi juga disebut memiliki potensi sebagai kawasan budidaya rumput laut dan teripang yang dikelola masyarakat setempat.

Artinya, pengembangan pariwisata kawasan ini tidak hanya bertumpu pada panorama laut.

Kegiatan ekonomi masyarakat, budaya pesisir, budidaya perikanan, dan pengalaman wisata dapat menjadi satu kesatuan.

Bagi wisatawan, pendekatan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat sisi lain Bontang yang tidak ditemui dalam wisata perkotaan.

Bagi warga, pengembangan wisata dapat membuka ruang bagi jasa transportasi, kuliner, pemanduan, hingga kegiatan ekonomi berbasis hasil laut.

Baca Juga: Pulau Kumala Tenggarong Menyimpan Jejak Wisata Lama di Tengah Sungai Mahakam

Akses, Biaya, dan Hal yang Perlu Disiapkan

Akses menuju Tihi-Tihi membutuhkan perjalanan darat dan laut sehingga perencanaan waktu menjadi penting.

Berdasarkan video eksplorasi, perjalanan dari Samarinda menuju Bontang berlangsung sekitar tiga jam.

Setelah tiba di Bontang, perjalanan diteruskan menggunakan kapal kayu sekitar 30 menit menuju Tihi-Tihi.

Karena perjalanan laut menjadi bagian utama akses, kondisi cuaca perlu diperhatikan sebelum berangkat.

Untuk biaya perjalanan, belum tersedia informasi tarif resmi yang dapat dipastikan dari bahan yang digunakan dalam artikel ini.

Karena itu, tarif kapal, sewa perahu ketinting, aktivitas memancing, atau paket wisata sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pengelola maupun warga setempat sebelum perjalanan.

Jangan berangkat dengan asumsi tarif yang ditemukan dari unggahan lama masih berlaku.

Yang Sebaiknya Dibawa

Pengunjung dapat menyiapkan pakaian yang nyaman untuk aktivitas luar ruangan, perlindungan dari matahari, air minum, serta perlengkapan pribadi.

Peralatan elektronik juga sebaiknya diamankan karena sebagian besar perjalanan berlangsung di atas perairan.

Pengalaman dalam video bahkan menunjukkan ponsel salah satu peserta sempat jatuh ke laut.

Karena itu, membawa pelindung antiair untuk perangkat elektronik menjadi pilihan praktis ketika menjelajahi kawasan pesisir.

Warga Tihi-Tihi memanfaatkan perairan sekitar kampung untuk menangkap ikan dan menjalankan aktivitas nelayan.
Warga Tihi-Tihi memanfaatkan perairan sekitar kampung untuk menangkap ikan dan menjalankan aktivitas nelayan.

Tihi-Tihi Bukan Sekadar Tempat Foto

Nilai utama Tihi-Tihi justru muncul ketika wisatawan melihat hubungan antara laut dan kehidupan masyarakat.

Rumah, sekolah, fasilitas umum, keramba, perahu, hingga kegiatan mencari ikan berada dalam ruang kehidupan yang sama.

Kondisi tersebut membuat wisatawan dapat memahami bahwa kawasan pesisir memiliki cerita pembangunan yang tidak hanya berkaitan dengan pariwisata.

Pemerintah Kota Bontang sendiri mencatat permukiman laut seperti Tihi-Tihi sebagai bagian dari potensi pariwisata bahari kota.

Pengembangan wisata tetap membutuhkan keseimbangan antara pengalaman pengunjung, kebutuhan warga, dan keberlanjutan lingkungan.

Kampung yang menjadi tujuan wisata tetap merupakan rumah bagi masyarakat.

Karena itu, wisatawan perlu menjaga privasi, kebersihan, fasilitas umum, serta tidak mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga: Goa Tapak Raja Dekat IKN, Menyusuri Lorong Karst dengan Stalaktit Berbentuk Tapak Kaki

Poin Penting:

Insight Redaksi

Tihi-Tihi menunjukkan bahwa wisata bahari tidak harus memisahkan wisatawan dari kehidupan warga. Kampung terapung, keramba, sekolah, perahu, dan budidaya laut justru menjadi kekuatan ceritanya. Bagi pembaca BTV, destinasi seperti ini menarik karena menghadirkan wajah Bontang dari sisi pesisir. Yang paling penting, pengembangan wisata mesti memberi ruang bagi warga sebagai pelaku utama, bukan sekadar latar perjalanan. Ini yang patut dijaga, Ces!

Kalau mau menjelajah Tihi-Tihi, siapkan waktu cukup, cek cuaca, lalu utamakan kenyamanan warga dan lingkungan sekitar.

Kalau artikel ini berguna, bagikan ke teman seperjalanan yang lagi cari pengalaman bahari di Kalimantan Timur tanpa mengabaikan kehidupan warga lokal.

Mau tahu sisi lain Kalimantan Timur yang jarang masuk daftar liburan? Pantau terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi Kampung Tihi-Tihi?

Kampung Tihi-Tihi berada di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

2. Berapa lama perjalanan menuju Tihi-Tihi?

Dalam video eksplorasi, perjalanan Samarinda menuju Bontang sekitar tiga jam, kemudian dilanjutkan kapal sekitar 30 menit.

3. Apa aktivitas wisata yang tersedia?

Aktivitas yang ditampilkan antara lain memancing, berenang, melihat ikan, memberi makan ikan keramba, dan menjelajah menggunakan perahu.

4. Apakah Tihi-Tihi sudah menjadi destinasi wisata resmi?

Pemerintah Kota Bontang sedang mendorong pengembangan Tihi-Tihi sebagai destinasi wisata bahari berbasis masyarakat.

5. Berapa biaya wisata ke Tihi-Tihi?

Tarif kapal, perahu, atau aktivitas wisata belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia sehingga perlu dikonfirmasi sebelum berangkat.

Sumber Informasi: Video kanal YouTube Mr X Name, KAMPUNG TERAPUNG DI ATAS LAUT | KAMPUNG NELAYAN TIHI-TIHI BONTANG | LET'S EXPLORE.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Kampung Tihi-Tihi Tihi-Tihi Bontang Wisata Kalimantan Timur Wisata Bontang