Pulau Kumala Tenggarong Menyimpan Jejak Wisata Lama di Tengah Sungai Mahakam

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:31 WIB
Pulau Kumala Tenggarong di tengah Sungai Mahakam dengan jejak fasilitas wisata lama yang khas.
Pulau Kumala Tenggarong di tengah Sungai Mahakam dengan jejak fasilitas wisata lama yang khas.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Pulau Kumala di Tenggarong menyimpan sejarah wisata, jejak budaya, fasilitas lama, serta cerita misteri yang menarik dilihat dari sisi berbeda.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pulau Kumala di Tenggarong menjadi sorotan setelah penelusuran malam memperlihatkan kawasan wisata lama, fasilitas terbengkalai, dan cerita mistis di tengah Sungai Mahakam.

Bukan sekadar soal suasana malam, Pulau Kumala menyimpan perjalanan panjang pariwisata Kutai Kartanegara yang menarik dipahami dari sejarah hingga kondisinya kini.

Pulau Kumala Berawal dari Kawasan yang Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata

Pulau Kumala berada di kawasan delta Sungai Mahakam, tepat di sebelah barat Kota Tenggarong. Pengembangan kawasan wisata mulai dilakukan sekitar 2000 dan dibuka sebagai destinasi pada 2002.

Penelitian sejarah pariwisata mencatat kawasan ini sebelumnya berupa hutan tidak berpenghuni yang juga dimanfaatkan masyarakat untuk berkebun. Perubahan tersebut kemudian menghadirkan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

Pada masa pengembangannya, Pulau Kumala dirancang sebagai taman rekreasi yang memadukan unsur budaya tradisional dan fasilitas hiburan modern. Konsep tersebut membuatnya menjadi salah satu ikon wisata Tenggarong.

Kini, sejumlah fasilitas lama menjadi bagian dari cerita perjalanan Pulau Kumala. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan tantangan mempertahankan destinasi wisata setelah fase kejayaannya berlalu.

Baca Juga: Museum Mulawarman Ungkap Jejak Kesultanan Kutai dan Warisan Sejarah Kaltim Kini

Dari Rumah Lamin hingga Resor, Apa yang Tersisa?

Dalam penelusuran Bucin TV, kawasan Pulau Kumala memperlihatkan sejumlah bangunan lama yang dahulu mendukung aktivitas wisata. Rumah Lamin, vila, restoran, dan kompleks resor menjadi bagian yang disorot.

Penelitian dan publikasi arsitektur terbaru mencatat pengelolaan Pulau Kumala sempat mengalami persoalan sehingga sebagian fasilitas kurang terawat. Kondisi tersebut turut membuat minat kunjungan mengalami penurunan.

Rekaman malam Bucin TV memperlihatkan ruangan resor yang masih menyisakan sejumlah perlengkapan, termasuk tempat tidur, sofa, meja, telepon, serta area kolam.

Jembatan kayu, bangunan bertingkat, dan kawasan yang dipenuhi pepohonan menciptakan suasana berbeda ketika dilihat setelah malam. Namun, kondisi bangunan lama juga perlu dipahami sebagai faktor keselamatan.

Kompleks resor lama Pulau Kumala yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan wisata Tenggarong.
Kompleks resor lama Pulau Kumala yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan wisata Tenggarong.

Cerita Mistis Pulau Kumala Berasal dari Mana?

Cerita mengenai Pulau Kumala memiliki beberapa versi di tengah masyarakat. Salah satu legenda menyebut pulau tersebut berkaitan dengan kapal Belanda yang karam dan kemudian berubah menjadi daratan.

Versi lain mengaitkannya dengan kisah Putri Karang Melenu, Lembuswana, serta Naga Erau dalam tradisi cerita yang berkembang di lingkungan Kutai. Cerita tersebut merupakan bagian dari legenda, bukan fakta sejarah yang telah terbukti.

Dalam video Bucin TV, David menyampaikan cerita mengenai keberadaan penjaga gaib dan siluman ular yang dipercaya sebagian orang. Pernyataan tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai mitos atau kepercayaan masyarakat.

Suara aneh, bayangan, atau pengalaman mistis yang muncul dalam penelusuran juga merupakan pengalaman individu. Kadada bukti yang cukup untuk menjadikannya fakta tentang kondisi Pulau Kumala.

Mengapa Pulau Kumala Penting bagi Pariwisata Kutai Kartanegara?

Pulau Kumala memiliki nilai wisata karena berada di tengah Sungai Mahakam sekaligus membawa identitas budaya Kutai dan Kalimantan Timur. Ikon Lembuswana menjadi salah satu elemen visual yang kuat.

Sejumlah publikasi mencatat keberadaan fasilitas budaya seperti Lamin dan Pura Pasak, sementara patung Lembuswana menjadi salah satu penanda kawasan.

Penelitian mengenai dinamika wisata Pulau Kumala juga menunjukkan keberadaan destinasi tersebut pernah memberikan dampak ekonomi melalui peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Potensi itu membuat revitalisasi kawasan memiliki nilai sosial selain pariwisata.

Pada 2026, kajian perencanaan kawasan bahkan kembali menempatkan Pulau Kumala sebagai lokasi potensial untuk wisata budaya yang menggabungkan rekreasi, edukasi, dan pelestarian budaya.

Wisatawan Perlu Melihat Pulau Kumala dari Sisi Berbeda

Penelusuran malam memperlihatkan sisi Pulau Kumala yang berbeda dari citra taman rekreasi pada masa sebelumnya. Namun, bangunan terbengkalai bukan berarti otomatis menjadi ruang wisata yang aman untuk dimasuki.

Data kunjungan, harga tiket, jam operasional, dan fasilitas dapat berubah sehingga perlu dikonfirmasi kepada pengelola sebelum perjalanan. Informasi lama mengenai tarif atau wahana sebaiknya jangan dijadikan patokan saat berkunjung.

Bagi wisatawan, nilai Pulau Kumala justru terletak pada perpaduan lanskap Sungai Mahakam, sejarah pariwisata, budaya Kutai, dan cerita masyarakat. Tempat ini menawarkan konteks yang lebih luas daripada sekadar lokasi foto.

Kawasan lama juga mengingatkan bahwa destinasi wisata membutuhkan perawatan berkelanjutan. Ikam boleh penasaran, tetapi keselamatan dan penghormatan terhadap kawasan tetap paling utama.

Baca Juga: Vaksin Rabies PPU Tinggal 1.000 Dosis, Stok Turun Separuh dari Tahun Lalu

Poin Penting

Insight Redaksi

Pulau Kumala bukan sekadar cerita bangunan lama atau pengalaman mistis. Nilai terbesarnya justru ada pada sejarah pengembangan wisata, budaya Kutai, dan peluang menghidupkan kembali ruang publik beridentitas lokal. Kalau dikelola serius, kawasan ini masih punya cerita kuat untuk Kaltim.

Kawasan lama perlu ditata dulu sebelum diburu sebagai spot wisata. Jangan sampai rasa penasaran malah mengorbankan keselamatan dan kelestarian tempat.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengenal sejarah Pulau Kumala dari sisi yang lebih lengkap.

Ingin terus mengikuti cerita wisata, budaya, dan tempat menarik di Kalimantan Timur yang punya kisah berbeda? Pantau terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi Pulau Kumala?

Pulau Kumala berada di kawasan delta Sungai Mahakam, sebelah barat Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara.

2. Kapan Pulau Kumala mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata?

Pengembangan kawasan mulai dilakukan sekitar 2000 dan destinasi tersebut dibuka untuk umum pada 2002.

3. Apakah cerita mistis Pulau Kumala merupakan fakta?

Cerita mengenai penjaga gaib, siluman ular, dan legenda asal-usul pulau termasuk cerita masyarakat atau mitos yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

4. Apa yang menjadi daya tarik Pulau Kumala?

Daya tariknya mencakup lokasi di Sungai Mahakam, unsur budaya Kutai, bangunan tradisional, ikon Lembuswana, serta sejarah kawasan wisata.

5. Apakah fasilitas lama Pulau Kumala masih seluruhnya berfungsi?

Belum tentu. Sejumlah kajian terbaru mencatat adanya fasilitas yang kurang terawat sehingga kondisi setiap bagian kawasan perlu diperiksa secara langsung dan resmi.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Bucin TV, dengan judul "HORROR! PULAU KUMALA TENGGARONG". Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
tenggarong Wisata Kalimantan Timur Pulau Kumala Kutai Kartanegara