Mahakam Lampion Garden dan Marimar Samarinda, Kawasan Wisata untuk Menikmati Senja hingga Kuliner

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Mahakam Lampion Garden Samarinda menghadirkan aneka lampion dan wahana rekreasi di tepian Sungai Mahakam.
Mahakam Lampion Garden Samarinda menghadirkan aneka lampion dan wahana rekreasi di tepian Sungai Mahakam.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Mahakam Lampion Garden (MLG) dan Mahakam Riverside Market (Marimar) menjadi dua destinasi yang dapat dipadukan dalam satu kunjungan di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda. MLG menawarkan taman lampion dan berbagai wahana rekreasi, sementara Marimar menghadirkan kawasan kuliner terbuka dengan panorama Sungai Mahakam.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau mencari destinasi di Samarinda yang bisa dikunjungi mulai sore hingga malam, kawasan Mahakam Lampion Garden (MLG) dan Mahakam Riverside Market (Marimar) menarik untuk masuk daftar.

Keduanya berada di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, dan menawarkan pengalaman yang berbeda tetapi saling melengkapi. MLG lebih menonjolkan rekreasi keluarga, lampion, wahana, serta spot foto, sedangkan Marimar menghadirkan pengalaman kuliner di tepian Sungai Mahakam.

Informasi dalam video kanal alan saputra memperlihatkan pengalaman kunjungan pada akhir pekan, termasuk harga tiket dan biaya sejumlah wahana. Untuk melengkapi informasi tersebut, data Sistem Informasi Pariwisata Nasional (Sisparnas) Kementerian Pariwisata mencatat MLG sebagai taman rekreasi di Jalan Slamet Riyadi No.75, Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Data tersebut mencatat jam operasional setiap hari pukul 16.00–23.00 WITA serta tiket Rp15.000 pada Senin–Jumat dan Rp20.000 pada Sabtu–Minggu.

MLG Menghidupkan Suasana Sore di Tepian Mahakam

Perjalanan dalam video dimulai dengan menyusuri Jalan Slamet Riyadi menuju kawasan wisata tepian Sungai Mahakam.

Begitu memasuki Mahakam Lampion Garden, pengunjung langsung menemukan berbagai dekorasi lampion dengan bentuk dan warna yang beragam. Area tersebut juga dimanfaatkan sebagai lokasi berswafoto.

Salah satu daya tariknya adalah posisi kawasan yang berdekatan dengan Sungai Mahakam. Dari jembatan yang berada di area wisata, pengunjung dapat melihat bentang sungai sambil menikmati perubahan suasana dari sore menuju malam.

Bagi keluarga, pengalaman tersebut membuat MLG tidak hanya mengandalkan dekorasi lampion. Terdapat pula berbagai aktivitas permainan yang dapat menambah pilihan kegiatan selama berada di kawasan.

Baca Juga: Museum Mulawarman Ungkap Jejak Kesultanan Kutai dan Warisan Sejarah Kaltim Kini

Harga Tiket MLG dan Jam Operasional

Dalam video alan saputra, harga tiket masuk yang disebutkan adalah Rp15.000 pada weekday dan Rp20.000 pada weekend.

Angka tersebut ternyata sejalan dengan data Sisparnas Kementerian Pariwisata yang mencatat tarif Rp15.000 untuk Senin–Jumat dan Rp20.000 untuk Sabtu–Minggu. Sisparnas juga mencatat jam operasional MLG setiap hari pukul 16.00–23.00 WITA.

Artinya, pengunjung yang datang sekitar sore memiliki kesempatan menikmati dua karakter suasana sekaligus: kondisi kawasan ketika cahaya matahari masih terlihat dan atmosfer lampion ketika malam mulai tiba.

Tetap perlu diperhatikan bahwa harga dan jam operasional merupakan informasi yang dapat berubah. Pengunjung sebaiknya melakukan pengecekan ulang sebelum berangkat.

Lampion Mulai Menjadi Daya Tarik Ketika Malam

Jika sore memberikan pengalaman menikmati pemandangan Sungai Mahakam, malam menghadirkan sisi berbeda dari MLG.

Lampion yang sebelumnya menjadi dekorasi mulai terlihat lebih menonjol setelah menyala. Dalam video, salah satu spot yang menarik perhatian adalah tulisan “I Love Samarinda”.

Perubahan suasana ini menjadi salah satu alasan kawasan tersebut lebih menarik dikunjungi menjelang petang. Pengunjung tidak harus memilih antara wisata sore atau wisata malam karena keduanya dapat diperoleh dalam satu kunjungan.

MLG sendiri tercatat dalam Sisparnas sebagai taman rekreasi/wisata buatan, dengan fasilitas yang mencakup tempat ibadah, pusat informasi, sanitasi, jalur evakuasi, serta fasilitas makanan dan minuman.

Lampion warna-warni menerangi kawasan MLG Samarinda saat suasana malam mulai menyelimuti tepian Mahakam.
Lampion warna-warni menerangi kawasan MLG Samarinda saat suasana malam mulai menyelimuti tepian Mahakam.

Wahana Anak hingga Aktivitas Santai

Video alan saputra juga memperlihatkan sejumlah aktivitas berbayar di luar tiket masuk.

Di antaranya mobil-mobilan anak, area memberi makan kelinci, penyewaan sepeda listrik roda tiga, permainan ketangkasan, serta aktivitas seperti mewarnai dan memancing.

Harga yang disampaikan dalam video antara lain:

Aktivitas Harga dalam video
Mobil-mobilan anak Rp20.000
Memberi makan kelinci Rp15.000
Sepeda listrik roda tiga Rp40.000
Permainan lempar berhadiah Rp20.000
Aktivitas mewarnai/memancing Rp20.000

Catatan: Harga di atas merupakan tarif yang disebutkan dalam video dan bukan daftar harga resmi terbaru seluruh wahana. Tarif dapat berubah sesuai kebijakan pengelola.

Karena sebagian aktivitas ditujukan untuk anak-anak, pendamping tetap perlu memperhatikan aturan penggunaan wahana dan kondisi masing-masing fasilitas.

Dari MLG Bisa Lanjut Kulineran di Marimar

Setelah berkeliling MLG, wisatawan tidak perlu pergi jauh untuk mencari makanan.

Mahakam Riverside Market atau Marimar berada berdampingan dengan MLG. Konsepnya berbeda: jika MLG berfokus pada rekreasi, Marimar lebih menonjolkan aktivitas kuliner dan nongkrong di kawasan tepian sungai.

Dalam video, Alan Saputra menyebut pengunjung yang hanya ingin datang ke Marimar tidak perlu membayar tiket masuk.

“Jika tidak ke Mahakam Lampion Garden dan hanya ke Marimar, masuknya free ya teman-teman.”
Alan Saputra, kreator kanal alan saputra

Marimar bukan sekadar tempat makan yang muncul sebagai pelengkap MLG. Kajian mengenai kawasan tersebut menunjukkan bahwa Marimar memang dikembangkan sebagai wadah bagi pelaku usaha dan memiliki berbagai bentuk aktivitas, mulai dari makanan tradisional, street food, kedai kopi, hingga kegiatan hiburan.

Marimar dan Peran UMKM Samarinda

Keberadaan Marimar juga mempunyai sisi ekonomi yang menarik.

Pemerintah Kota Samarinda pernah mencatat adanya 72 pedagang yang terdata di Marimar dalam laporan rapat dengar pendapat bersama pelaku UMKM pada 2022. Saat itu, para pelaku usaha menyampaikan sejumlah persoalan mengenai keberlanjutan usaha dan fasilitas tempat duduk.

Sementara itu, penelitian yang diterbitkan pada 2026 menyimpulkan bahwa Marimar memiliki potensi sebagai wisata kuliner halal dan memberikan dampak positif melalui peluang kerja serta pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Samarinda. Penelitian tersebut juga mencatat masih terdapat tantangan, termasuk aspek sertifikasi halal dan dukungan program pemerintah.

Dengan demikian, aktivitas makan di Marimar juga dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas: wisatawan turut berinteraksi dengan ekosistem UMKM lokal.

Menikmati Kuliner dengan Panorama Sungai Mahakam

Daya tarik Marimar tidak hanya berada pada pilihan makanan.

Lokasinya di tepian Sungai Mahakam memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pusat kuliner yang berada di dalam ruangan. Kajian mengenai Marimar mencatat bahwa pengunjung dapat bersantai sambil menikmati panorama Sungai Mahakam dan Jembatan Mahakam.

Konsep tersebut membuat sore hingga malam menjadi waktu yang menarik untuk menikmati kawasan.

Pengunjung dapat terlebih dahulu menikmati lampion dan wahana di MLG, kemudian melanjutkan perjalanan kuliner di Marimar ketika suasana mulai malam.

Baca Juga: Jantur Inar, Air Terjun di Tengah Hutan Kutai Barat yang Makin Dikenal Wisatawan

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?

Tidak ada durasi kunjungan yang wajib. Namun, berdasarkan karakter kedua tempat, wisatawan dapat mengalokasikan beberapa jam agar pengalaman tidak terburu-buru.

Datang sekitar sore memungkinkan pengunjung menikmati suasana MLG sebelum lampion menyala. Setelah berkeliling dan mencoba wahana yang diminati, perjalanan dapat dilanjutkan dengan makan malam di Marimar.

Pola seperti ini juga lebih efisien bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman rekreasi dan kuliner dalam satu kawasan.

Informasi Praktis Sebelum Berkunjung

Lokasi MLG: Jl. Slamet Riyadi No.75, Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Jam operasional MLG: 16.00–23.00 WITA berdasarkan data Sisparnas. 

Tiket MLG: Rp15.000 Senin–Jumat dan Rp20.000 Sabtu–Minggu berdasarkan data Sisparnas.

Marimar: Kawasan kuliner yang berada berdampingan dengan MLG. Informasi pihak ketiga yang diperbarui pada 2026 mencatat jam operasional sekitar sore hingga malam, tetapi jam operasional dapat berbeda menurut tenant.

Akses: Kedua lokasi berada di Jalan Slamet Riyadi sehingga dapat dipadukan dalam satu agenda perjalanan.

Untuk biaya wahana, pengunjung sebaiknya menyiapkan anggaran terpisah dari tiket masuk karena sejumlah aktivitas memiliki tarif tambahan.

Tips Berkunjung ke MLG dan Marimar

  1. Datang menjelang sore jika ingin menikmati suasana MLG sebelum malam.

  2. Siapkan uang tambahan untuk wahana yang ingin dicoba.

  3. Perhatikan batas usia atau ketentuan penggunaan setiap wahana.

  4. Gunakan alas kaki yang nyaman karena kawasan dapat dijelajahi dengan berjalan kaki.

  5. Bawa perlengkapan pribadi yang diperlukan untuk aktivitas luar ruang.

  6. Jika membawa anak, dampingi ketika menggunakan fasilitas permainan.

  7. Sisihkan waktu untuk menikmati pemandangan Sungai Mahakam.

  8. Setelah dari MLG, lanjutkan agenda kuliner di Marimar.

  9. Pilih makanan sesuai kebutuhan dan anggaran.

  10. Tetap jaga kebersihan kawasan dan jangan membuang sampah ke lingkungan sungai.

MLG dan Marimar Menawarkan Dua Pengalaman dalam Satu Perjalanan

Kekuatan utama kawasan ini adalah kemudahan menggabungkan dua jenis aktivitas.

MLG memberikan pengalaman rekreasi dan visual melalui lampion, permainan, jembatan, serta panorama Sungai Mahakam. Sementara Marimar memberikan pengalaman kuliner dan ruang berkumpul dengan latar tepian sungai.

Kombinasi tersebut membuat kawasan Jalan Slamet Riyadi memiliki karakter wisata yang cukup lengkap untuk kunjungan sore hingga malam.

Lebih dari itu, keberadaan Marimar menunjukkan bahwa wisata kota juga dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Penelitian 2026 mengenai Marimar menempatkan aspek UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu bagian penting dari potensi pengembangannya.

Baca Juga: Pantai Pelangi Karawang: 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Liburan Keluarga

Insight Redaksi

MLG dan Marimar bukan hanya destinasi untuk mencari spot foto atau makan malam. Keduanya memperlihatkan bagaimana tepian Sungai Mahakam dapat dikembangkan menjadi ruang rekreasi sekaligus ruang ekonomi masyarakat.

Bagi wisatawan dari Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, maupun daerah lain di Kalimantan Timur, kombinasi dua destinasi ini bisa menjadi pilihan ketika ingin menikmati wisata kota Samarinda tanpa harus berpindah jauh dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Namun, pengembangan destinasi tetap perlu memperhatikan kenyamanan pengunjung, keberlanjutan UMKM, kebersihan kawasan, keamanan fasilitas, dan kualitas informasi wisata.

Sumber informasi: Video YouTube kanal alan saputra, “Mahakam Lampion Garden (MLG) & Mahakam Riverside Market (Marimar) | Wisata Samarinda”. Artikel ini menambahkan konteks dari data Sisparnas Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kota Samarinda, serta penelitian mengenai Marimar.

FAQ

1. Di mana lokasi Mahakam Lampion Garden?

Mahakam Lampion Garden berada di Jl. Slamet Riyadi No.75, Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

2. Berapa harga tiket masuk MLG?

Data Sisparnas mencatat Rp15.000 pada Senin–Jumat dan Rp20.000 pada Sabtu–Minggu.

3. Kapan MLG buka?

Data Sisparnas mencatat jam operasional setiap hari pukul 16.00–23.00 WITA

4. Apa saja yang bisa dilakukan di MLG?

Pengunjung dapat menikmati lampion, berfoto, melihat panorama Sungai Mahakam, bersantai, serta mencoba berbagai wahana permainan dengan biaya tambahan tertentu.

5. Apakah Marimar harus membayar tiket masuk?

Dalam video alan saputra disebutkan pengunjung yang hanya memasuki kawasan Marimar tidak dikenakan tiket masuk.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Marimar Samarinda Mahakam Lampion Garden Sungai Mahakam Wisata Samarinda