Waduk Panji Sukarame Tenggarong, Dari Telaga Pengairan hingga Ruang Rekreasi Warga

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:23 WIB
Waduk Panji Sukarame Tenggarong menjadi ruang rekreasi warga dengan suasana perairan dan pepohonan.
Waduk Panji Sukarame Tenggarong menjadi ruang rekreasi warga dengan suasana perairan dan pepohonan.

Durasi Baca: 8 menit

Ikhtisar: Waduk Panji Sukarame di Tenggarong bukan hanya ruang terbuka untuk olahraga. Kawasan ini berawal dari telaga yang dimanfaatkan masyarakat untuk pengairan, kemudian berkembang menjadi kawasan rekreasi dengan sejumlah fasilitas wisata. Cerita tentang kapal tua dan kisah mistis di sekitarnya juga menjadi bagian dari cerita masyarakat yang berkembang di lokasi tersebut.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau mencari tempat wisata di Tenggarong yang punya cerita panjang, Waduk Panji Sukarame layak dilihat dari sisi yang lebih luas.

Berdasarkan penelusuran kanal YouTube JEJAK SI BHOE, kawasan ini bukan sekadar tempat untuk menikmati suasana sore. Di balik ruang terbuka, waduk, jembatan, dan fasilitas rekreasinya terdapat sejarah pemanfaatan kawasan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Hal menarik lainnya adalah keberadaan kapal tua yang disebut dalam video sebagai bagian dari sejarah kawasan, sekaligus munculnya cerita misteri yang berkembang di kalangan masyarakat.

Namun, antara sejarah dan cerita mistis perlu dibedakan. Informasi mengenai legenda atau pengalaman supranatural sebaiknya ditempatkan sebagai cerita masyarakat, bukan fakta yang telah terbukti. Pendekatan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam penulisan pariwisata BTV agar informasi tetap menarik tanpa mengubah mitos menjadi fakta.

Berawal dari Telaga yang Dimanfaatkan untuk Pengairan

Dalam video JEJAK SI BHOE, kreator menjelaskan bahwa kawasan Waduk Panji Sukarame pada awalnya merupakan telaga.

Telaga tersebut kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk membantu mengairi lahan pertanian, khususnya sawah. Pemanfaatan yang berlangsung dari waktu ke waktu membuat kawasan tersebut berkembang hingga dikenal sebagai Waduk Panji Sukarame.

"Waduk ini dulunya adalah sebuah Telaga... dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengairi tanah mereka yang menanam padi, berselang waktu terus-menerus dimanfaatkan sehingga menjadi besar... Sekitar 32 hektar luasnya."
Jejak, kreator/presenter JEJAK SI BHOE

Angka luas sekitar 32 hektare tersebut merupakan informasi yang disampaikan dalam video, sehingga sebaiknya dipahami sebagai keterangan dari sumber video dan bukan sebagai angka resmi terbaru yang telah diverifikasi pemerintah.

Perjalanan dari kawasan yang awalnya memiliki fungsi pengairan menjadi ruang rekreasi menunjukkan bagaimana sebuah bentang alam dapat mengalami perubahan fungsi mengikuti kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Sumbar Kirim 2,12 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, Bukan Logistik Biasa Darurat

Waduk Panji Sukarame Kini Menjadi Ruang Rekreasi Warga

Dalam rekaman tersebut, suasana sore di Waduk Panji Sukarame terlihat cukup aktif. Warga datang untuk melakukan berbagai aktivitas, salah satunya olahraga dan jogging.

Kehadiran masyarakat pada sore hari memperlihatkan fungsi waduk yang tidak hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga menjadi ruang publik.

Di kawasan tersebut, video memperlihatkan sejumlah fasilitas seperti gazebo, jembatan penghubung, menara pandang, serta Taman Anggrek.

Taman Anggrek disebut memiliki sekitar 43 jenis tanaman anggrek dalam narasi video. Angka tersebut juga perlu dibaca sebagai informasi berdasarkan penuturan kreator karena belum disertai data inventaris resmi yang dapat diverifikasi dalam sumber yang diberikan.

Bagi wisatawan, keberadaan fasilitas semacam ini membuat kunjungan tidak hanya berorientasi pada pemandangan waduk. Kawasan dapat dimanfaatkan untuk bersantai, berjalan-jalan, berolahraga, menikmati ruang terbuka, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga.

Fasilitas jembatan dan ruang terbuka menjadi bagian kawasan wisata Waduk Panji Sukarame Tenggarong.
Fasilitas jembatan dan ruang terbuka menjadi bagian kawasan wisata Waduk Panji Sukarame Tenggarong.

Kapal Tua Menjadi Bagian Menarik dari Cerita Waduk

Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam video adalah keberadaan sebuah kapal tua di kawasan Waduk Panji Sukarame.

Kreator menyebut kapal tersebut berkaitan dengan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara dan mengaitkannya dengan Ratu Belanda serta Raja Kutai Kartanegara.

"Ini salah satu kapal sejarahnya... kapal Belanda atau Ratu Belanda diserahkan kepada Raja kita, Raja Kutai Kartanegara. Tapi kalau kita tarik ke misterinya, setiap orang lewat di jalan ini kalau melewati kapal ini mereka sering melihat sosok hitam tinggi besar."
Jejak, kreator/presenter JEJAK SI BHOE

Keterangan tersebut memuat dua hal berbeda: cerita mengenai asal-usul kapal dan cerita mistis yang berkembang di sekitarnya.

Untuk kepentingan jurnalistik, keduanya tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai satu fakta sejarah. Asal-usul kapal membutuhkan sumber sejarah atau dokumen yang dapat diverifikasi, sementara kisah mengenai sosok hitam tinggi besar masuk dalam ranah kesaksian atau cerita masyarakat.

Cerita Mistis di Sekitar Kapal Tua

Menurut narasi dalam video, sebagian warga memiliki cerita mengenai penampakan sosok berukuran tinggi dan besar di sekitar kapal tua.

Cerita seperti ini memang dapat menjadi bagian dari daya tarik budaya suatu tempat. Namun, pengalaman seseorang tidak otomatis menggambarkan kondisi seluruh kawasan.

BTV-EOS juga menekankan bahwa cerita misteri harus dijelaskan berdasarkan siapa yang menceritakannya, bagaimana cerita berkembang, serta apakah terdapat bukti yang dapat memverifikasinya.

Karena itu, pembaca sebaiknya memandang kisah tersebut sebagai folklor atau cerita lokal yang berkembang di sekitar Waduk Panji Sukarame, bukan alasan untuk memastikan adanya keberadaan makhluk tertentu.

Lapangan yang Menjadi Ruang Olahraga dan Kegiatan Pramuka

Penelusuran JEJAK SI BHOE kemudian berlanjut ke area lapangan.

Menurut video, kawasan ini digunakan untuk aktivitas olahraga seperti sepak bola dan kegiatan perkemahan anak-anak Pramuka.

Kreator juga menceritakan adanya pengalaman kerasukan massal yang disebut pernah terjadi ketika kegiatan Pramuka berlangsung di kawasan tersebut.

Keterangan tersebut merupakan cerita yang disampaikan dalam video. Tidak terdapat informasi tambahan dalam materi yang diberikan yang memungkinkan peristiwa tersebut diverifikasi secara independen.

Dengan demikian, kisah itu lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari cerita atau pengalaman yang berkembang di lokasi.

Baca Juga: PLTS 100 GW Diburu dalam Tiga Tahun, Pembiayaan Jadi Penentu Investasi Energi

Seperti Apa Pengalaman Berkunjung ke Waduk Panji Sukarame?

Dari materi video, suasana Waduk Panji Sukarame memiliki karakter yang cukup berbeda antara sore dan malam.

Pada sore hari, kawasan terlihat dimanfaatkan warga untuk aktivitas luar ruang. Sementara itu, area yang lebih rimbun dan minim pencahayaan memberikan suasana berbeda ketika hari mulai gelap.

Bagi wisatawan yang datang untuk rekreasi, waktu sore tampak lebih relevan berdasarkan suasana yang diperlihatkan dalam video. Selain cuaca yang relatif lebih nyaman untuk aktivitas luar ruang, pengunjung juga dapat melihat aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.

Sebaliknya, eksplorasi area yang gelap atau bangunan yang tidak diperuntukkan bagi pengunjung sebaiknya tidak dilakukan tanpa izin dan informasi keselamatan dari pengelola.

Informasi Praktis yang Perlu Diperhatikan

Materi video yang diberikan belum mencantumkan tarif tiket masuk, tarif parkir, jam operasional resmi, alamat administratif lengkap, maupun biaya fasilitas secara terverifikasi.

Karena harga tiket dan fasilitas dapat berubah, informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi kepada pengelola atau kanal resmi pemerintah daerah sebelum perjalanan. BTV-EOS juga mensyaratkan agar biaya wisata tidak ditulis sebagai angka pasti jika belum memiliki sumber yang relevan.

Begitu pula dengan kondisi toilet, tempat makan, jaringan komunikasi, area parkir, serta fasilitas untuk kelompok tertentu. Informasi tersebut belum cukup tersedia dalam materi sumber yang diberikan sehingga tidak sebaiknya ditebak atau diisi berdasarkan asumsi.

Perkiraan kebutuhan sebelum berkunjung

Kebutuhan Keterangan
Transportasi Sesuaikan dengan titik keberangkatan
Tiket masuk Belum tersedia dalam sumber
Parkir Belum tersedia dalam sumber
Makanan/minuman Sebaiknya disiapkan sesuai kebutuhan
Perlengkapan Alas kaki nyaman, air minum, dan perlindungan dari cuaca
Waktu kunjungan Sore berdasarkan suasana dalam video

Catatan: Tabel tersebut bukan daftar tarif resmi. Informasi biaya perlu dikonfirmasi sebelum perjalanan.

Waduk Panji Sukarame Punya Nilai Lebih dari Sekadar Tempat Wisata

Yang menarik dari Waduk Panji Sukarame adalah perubahan fungsinya.

Kawasan yang dalam narasi video disebut berawal dari telaga untuk mendukung pengairan sawah kemudian berkembang menjadi ruang rekreasi. Perubahan tersebut memperlihatkan hubungan antara lingkungan, kebutuhan masyarakat, dan aktivitas wisata.

Dalam konteks pariwisata Kutai Kartanegara, cerita seperti ini penting karena destinasi tidak hanya perlu dilihat berdasarkan fasilitas yang tersedia saat ini. Sejarah tempat, hubungan masyarakat dengan lingkungan, serta perubahan fungsi kawasan juga menjadi bagian dari identitas destinasi.

Cerita Misteri Jangan Mengalahkan Sejarah Kawasan

Cerita tentang kapal tua, sosok hitam, dan pengalaman mistis memang membuat Waduk Panji Sukarame memiliki narasi yang menarik.

Namun, daya tarik tersebut sebaiknya tidak menutupi cerita yang lebih nyata: bagaimana sebuah kawasan yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat kemudian berkembang menjadi ruang rekreasi.

Pendekatan seperti ini membuat wisatawan tidak hanya datang untuk mencari suasana misterius, tetapi juga memahami perjalanan sebuah kawasan di Tenggarong.

Tips Berkunjung ke Waduk Panji Sukarame

  1. Datang pada waktu yang nyaman untuk aktivitas luar ruang, terutama sore berdasarkan suasana yang ditampilkan dalam video.

  2. Gunakan alas kaki yang nyaman jika ingin berjalan mengelilingi kawasan.

  3. Bawa air minum dan perlengkapan pribadi yang diperlukan.

  4. Jangan memasuki bangunan atau area yang ditutup tanpa izin.

  5. Jangan merusak fasilitas, termasuk bangunan, tanaman, dan fasilitas publik.

  6. Jangan membuang sampah sembarangan.

  7. Jika membawa anak-anak, awasi aktivitas mereka di sekitar area perairan.

  8. Untuk kunjungan malam, pastikan kondisi kawasan, akses, pencahayaan, dan izin kunjungan sudah diketahui.

  9. Jangan menjadikan cerita mistis sebagai alasan untuk melakukan tindakan berisiko.

  10. Konfirmasi tiket, jam operasional, dan kondisi fasilitas terbaru sebelum berangkat.

Prinsip tersebut sejalan dengan standar pariwisata BTV yang mengharuskan artikel memberikan informasi mengenai risiko, larangan, dan etika berwisata, bukan hanya mempromosikan destinasi.

Baca Juga: Museum Mulawarman Ungkap Jejak Kesultanan Kutai dan Warisan Sejarah Kaltim Kini

Poin Penting

Insight Redaksi

Waduk Panji Sukarame menarik bukan hanya karena cerita misterinya, tetapi karena memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dapat berkembang menjadi ruang rekreasi.

Bagi pariwisata Kutai Kartanegara, cerita mengenai asal-usul kawasan justru dapat menjadi modal penting untuk memperkuat identitas destinasi. Sejarah pemanfaatan telaga, aktivitas masyarakat, fasilitas wisata, hingga cerita lokal dapat dikemas sebagai pengalaman wisata yang lebih edukatif.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan fasilitas dan informasi wisata tetap terawat serta mudah diakses publik. Destinasi tidak cukup hanya memiliki cerita; wisatawan juga membutuhkan keamanan, akses yang jelas, kebersihan, dan informasi yang dapat dipercaya.

FAQ

1. Di mana Waduk Panji Sukarame berada?

Waduk Panji Sukarame berada di kawasan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

2. Apa asal-usul Waduk Panji Sukarame?

Menurut penuturan dalam video JEJAK SI BHOE, kawasan tersebut awalnya merupakan telaga yang dimanfaatkan masyarakat untuk membantu mengairi sawah.

3. Berapa luas Waduk Panji Sukarame?

Video menyebut luas kawasan sekitar 32 hektare. Angka tersebut merupakan keterangan dari video dan belum diposisikan sebagai data resmi terbaru.

4. Apa saja fasilitas yang ada di Waduk Panji Sukarame?

Video memperlihatkan gazebo, jembatan penghubung, menara pandang, area lapangan, dan Taman Anggrek.

5. Apa yang menarik dari Waduk Panji Sukarame?

Selain suasana waduk, kawasan ini memiliki sejarah pemanfaatan telaga, ruang aktivitas warga, fasilitas rekreasi, serta cerita lokal mengenai kapal tua.

Sumber informasi: Video YouTube kanal JEJAK SI BHOE, “WADUK PANJI SUKARAME TENGGARONG”. Informasi mengenai sejarah kapal, kisah mistis, luas kawasan, dan jumlah koleksi anggrek dalam artikel ini secara khusus ditandai sebagai keterangan dari materi video apabila belum tersedia verifikasi independen.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Waduk Panji Sukarame tenggarong Wisata Kalimantan Timur Kutai Kartanegara