Gunung Rambutan Paser, Rest Area Jalur Ekstrem dengan Air Terjun Jernih

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:47 WIB
Jalur Gunung Rambutan di Paser memperlihatkan jalan berkelok dengan lanskap perbukitan khas Kalimantan Timur.
Jalur Gunung Rambutan di Paser memperlihatkan jalan berkelok dengan lanskap perbukitan khas Kalimantan Timur.

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Gunung Rambutan di Paser menjadi tempat singgah perjalanan dengan jalur berkelok, warung, musala, serta aliran air terjun jernih.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pernah melewati jalur Kalimantan Timur menuju Kalimantan Selatan dan melihat kawasan perbukitan yang berkelok? Salah satu titik yang menarik perhatian adalah Gunung Rambutan di Kabupaten Paser.

Dalam video kanal YouTube Abdul Gapur Dayak, kawasan ini diperlihatkan bukan hanya sebagai jalur perjalanan dengan tanjakan dan tikungan, tetapi juga tempat pengendara beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Gunung Rambutan Berada di Jalur Perjalanan Paser

Gunung Rambutan disebut berada di Desa Sungai Terik, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Lokasinya berada pada jalur lintasan yang menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan. Dari video tersebut, perjalanan melewati kawasan ini memperlihatkan karakter jalan yang menanjak, berkelok, dan berada di antara bentang alam perbukitan.

Kondisi tersebut membuat perjalanan di kawasan Gunung Rambutan terasa berbeda dibandingkan jalan yang berada di kawasan perkotaan.

Namun, jalur yang menantang itu sekaligus menghadirkan pemandangan alam yang menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Air Terjun Batu Dinding Kampar Kiri, Pesona Tersembunyi di Tengah Hutan Rimbang Baling Riau

Jalur Berkelok Membawa Pengendara ke Kawasan Perbukitan

Dalam video, Gunung Rambutan digambarkan memiliki bagian jalan yang cukup ekstrem dan meliuk-liuk.

Bagi pengendara yang melakukan perjalanan jauh, kondisi jalan seperti ini membuat keberadaan tempat singgah menjadi penting. Pengemudi dapat berhenti sejenak untuk mengurangi rasa lelah sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Di kawasan tersebut terdapat area yang digunakan masyarakat dan pelintas sebagai tempat beristirahat.

Jadi, Gunung Rambutan tidak hanya dilewati begitu saja. Ada ruang bagi pengendara untuk berhenti, makan, minum, hingga menunaikan ibadah.

Rest Area Dipenuhi Warung untuk Pelintas

Salah satu sisi menarik Gunung Rambutan adalah keberadaan sejumlah warung di sekitar area peristirahatan.

Pengunjung dapat berhenti untuk membeli makanan atau sekadar menikmati minuman hangat. Dalam video, Abdul Gapur Dayak juga terlihat memesan kopi hitam panas sambil beristirahat.

Suasana seperti ini memperlihatkan fungsi kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan sederhana bagi orang-orang yang menempuh perjalanan jauh.

Keberadaan warung juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar karena aktivitas perjalanan menciptakan kebutuhan terhadap makanan, minuman, dan fasilitas istirahat.

Area rest area Gunung Rambutan menjadi tempat pelintas beristirahat sambil menikmati suasana alam Paser.
Area rest area Gunung Rambutan menjadi tempat pelintas beristirahat sambil menikmati suasana alam Paser.

Ada Musala dan Kamar Kecil untuk Pengunjung

Fasilitas di kawasan Gunung Rambutan tidak hanya berupa warung.

Video tersebut juga memperlihatkan keberadaan musala atau Langgar Musafir serta kamar kecil yang dapat digunakan pelintas.

Fasilitas semacam ini cukup penting untuk jalur perjalanan antardaerah. Pengendara tidak harus mencari tempat ibadah atau fasilitas dasar jauh dari jalur utama ketika waktu istirahat tiba.

Dalam video, Abdul Gapur Dayak memilih berhenti hingga menjelang waktu Magrib sebelum melanjutkan perjalanan menuju arah Tanjung, Tabalong.

Air Terjun Jernih Menjadi Daya Tarik Alami

Selain jalan berkelok dan area warung, Gunung Rambutan memiliki sisi lain yang menarik perhatian, yaitu aliran air dari kawasan perbukitan.

Dalam video terlihat air mengalir dari bagian atas menuju bawah dengan kondisi yang tampak jernih.

Aliran tersebut bahkan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan memasang sejumlah selang untuk mengalirkan air menuju area tertentu, termasuk warung dan rumah warga.

Pemandangan air yang mengalir di kawasan perbukitan membuat lokasi ini memiliki daya tarik visual tersendiri.

Pengunjung juga memanfaatkan kawasan tersebut untuk berfoto sebelum meneruskan perjalanan.

Aliran air jernih di kawasan Gunung Rambutan menjadi daya tarik alami bagi pengunjung yang singgah.
Aliran air jernih di kawasan Gunung Rambutan menjadi daya tarik alami bagi pengunjung yang singgah.

Gunung Rambutan Bukan Sekadar Tempat Berhenti

Jika dilihat lebih jauh, daya tarik Gunung Rambutan justru terletak pada kombinasi beberapa fungsi sekaligus.

Ada jalur perbukitan yang menjadi bagian perjalanan antardaerah, tempat istirahat, warung masyarakat, fasilitas ibadah, serta aliran air alami.

Kombinasi tersebut membuat kawasan ini memiliki karakter sebagai rest area berbasis lingkungan alami.

Bagi pelintas, tempat seperti ini memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak. Sementara bagi masyarakat sekitar, aktivitas para pengendara dapat mendukung kegiatan ekonomi lokal.

Pesan Sederhana di Tengah Jalur Perjalanan

Ada pula sebuah pesan yang ditampilkan di kawasan rest area tersebut:

“Jika Anda tidak mau ada masalah, jangan cari masalah.”

Kalimat singkat itu menjadi pengingat bagi siapa pun yang berhenti maupun melintas agar tetap menjaga perilaku selama berada di kawasan tersebut.

Terlebih, lokasi berada di jalur perjalanan dengan aktivitas masyarakat dan pengendara yang cukup beragam.

Baca Juga: 24 Jam di Danau Habitat Buaya Kalimantan, Andrew Kalaweit Soroti Pentingnya Menjaga Hutan

Gunung Rambutan Bisa Jadi Titik Singgah Menarik di Paser

Keberadaan Gunung Rambutan menunjukkan bahwa perjalanan darat di Kalimantan Timur tidak selalu hanya soal mencapai tujuan.

Di sepanjang perjalanan, terdapat titik-titik persinggahan yang menawarkan pengalaman berbeda. Gunung Rambutan menjadi salah satunya karena menyatukan perjalanan, aktivitas ekonomi warga, fasilitas dasar, dan lanskap perbukitan.

Bagi pelintas jalur Paser menuju arah Kalimantan Selatan maupun sebaliknya, kawasan seperti ini dapat menjadi tempat untuk mengistirahatkan tubuh sekaligus menikmati suasana alam.

Poin Penting

Insight Redaksi

Gunung Rambutan menarik bukan karena kemewahan fasilitasnya, tapi karena fungsi lokalnya berjalan alami: warung hidup, pelintas berhenti, air dimanfaatkan, dan perjalanan terasa lebih manusiawi. Jalurnya menantang, namun justru itu karakter kawasan yang patut dijaga, jangan sampai rusak oleh aktivitas yang berlebihan.

Kalau lewat sini, istirahatlah secukupnya, jaga kebersihan, dan hormati warga sekitar.

Temukan cerita wisata dan sudut menarik Kalimantan lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi Gunung Rambutan?

Gunung Rambutan disebut berada di Desa Sungai Terik, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

2. Apa yang menarik dari Gunung Rambutan?

Selain jalur perbukitan yang berkelok, terdapat area istirahat, warung, musala, kamar kecil, serta aliran air yang tampak jernih.

3. Apakah Gunung Rambutan merupakan tempat wisata?

Dalam video yang menjadi sumber tulisan, kawasan tersebut lebih banyak diperlihatkan sebagai tempat singgah atau rest area di jalur perjalanan. Namun, pemandangan alam dan aliran airnya menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

4. Apa saja fasilitas yang terlihat?

Beberapa fasilitas yang disebut dalam video antara lain warung, musala atau Langgar Musafir, serta kamar kecil.

5. Siapa yang membuat video tentang Gunung Rambutan?

Video tersebut berasal dari kanal YouTube Abdul Gapur Dayak dengan judul GUNUNG RAMBUTAN || JALUR EKSTRIM DI JALAN DARI TANJUNG KE BALIKPAPAN || KALIMANTAN TIMUR.

Sumber Informasi: Informasi utama artikel berasal dari video YouTube Abdul Gapur Dayak dan ringkasan transkrip yang diberikan. Penyusunan artikel ditransformasikan menjadi produk editorial baru dengan mempertahankan fakta, lokasi, fasilitas, serta konteks yang terdapat dalam sumber.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Gunung Rambutan Sungai Terik paser Batu Sopang