Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Perjalanan menuju Saranjana menelusuri sejarah, lokasi, mitos, serta misteri kota gaib di Pulau Laut.
Balikpapan TV - Hai Ces! Perjalanan Anak Pedalaman menuju kawasan Saranjana di Kabupaten Kotabaru mengangkat kembali kisah kota gaib yang dipercaya masyarakat, sekaligus menelusuri jejak namanya dalam catatan lama.
Nama Saranjana sudah lama menjadi cerita turun-temurun. Namun, ketika lokasi tersebut dicari secara langsung, pertanyaan tentang keberadaannya justru semakin menarik untuk ditelusuri.
Dari Catatan Lama hingga Kisah Kota Gaib
Nama Saranjana disebut dalam catatan Salomon Muller, seorang naturalis berkebangsaan Jerman, pada 1845. Dalam peta berjudul wilayah pesisir dan pedalaman Borneo, tercantum nama Tanjung Hook Saranjana.
Lokasinya disebut berada di sebelah selatan Pulau Laut, berbatasan dengan Pulau Kijang dan Pulau Kerumputan. Catatan tersebut kemudian disebut kembali dalam kamus bahasa Belanda terbitan 1869 karya Johan N.
Dalam kamus itu, Saranjana dijelaskan sebagai tanjung di sisi selatan Pulau Laut, sebuah pulau yang berada di bagian tenggara Kalimantan.
Catatan tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat cerita Saranjana terus diperbincangkan hingga sekarang.
Mengapa Saranjana Disebut Kota Gaib?
Cerita yang berkembang di masyarakat menggambarkan Saranjana sebagai kota yang tidak terlihat secara kasatmata.
Kota tersebut dipercaya memiliki peradaban modern dan dihuni bangsa jin. Sebagian versi cerita bahkan menyebut penduduknya merupakan manusia yang telah menghilang secara gaib.
Kisah Saranjana juga dikaitkan dengan legenda Kerajaan Pulau Halimun. Namun, keberadaan kota tersebut sampai kini masih menjadi misteri dan belum dapat dibuktikan secara langsung.
Anak Pedalaman menyampaikan pandangannya mengenai cerita tersebut.
“Banyak yang mention ke aku tentang kota gaib Saranjana. Ya tertarik sih pengen ke sana, cuma yang namanya kota gaib, kita ya percaya enggak percaya. Kalau aku sih Allahualam ya. Kalau gaib sih percaya, dan juga itu punya cerita yang sudah turun-temurun dengan banyak versi. Mau membuktikannya juga bagaimana, sampai sekarang tidak ada yang benar-benar bisa membuktikan kalau kota itu ada.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi perjalanan ini bukan sebagai pembuktian keberadaan Saranjana, melainkan eksplorasi terhadap lokasi dan cerita yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga: Air Terjun Tangga Bidadari Kutai Timur, Pesona Batu Berundak di Desa Selangkau
Perjalanan Dimulai dari Goa Liang Udut
Eksplorasi dimulai dari Goa Liang Udut di Desa Bungkukan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Goa tersebut berada di bentang alam karst Pegunungan Meratus. Lokasi ini menjadi titik awal perjalanan lintas provinsi setelah perjalanan dimulai dari Tanah Grogot, Kalimantan Timur.
Setelah mengeksplorasi Goa Liang Udut, perjalanan berlanjut menuju Pelabuhan Feri Tarjun.
Dari pelabuhan tersebut, perjalanan diteruskan menggunakan kapal feri menuju Stagen di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.
Penyeberangan berlangsung sekitar 30 menit. Dalam perjalanan yang ditampilkan, tarif sepeda motor tercatat Rp25.000.
Setibanya di Pulau Laut, perjalanan kemudian mengarah ke Bukit Bapake di Desa Sarang Tiung sebagai lokasi berkemah.
Lokasi tersebut berada tidak jauh dari Bukit Mamake dan Gunung Sebatung, sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Kotabaru.
Bukit Mamake dan Foto Gedung yang Pernah Viral
Bukit Mamake menjadi salah satu lokasi yang ikut dikaitkan dengan cerita Saranjana.
Beberapa tahun sebelumnya, sempat beredar foto yang memperlihatkan bentuk menyerupai gedung-gedung pencakar langit di kawasan tersebut.
Padahal, menurut narasi perjalanan, latar belakang lokasi merupakan lautan dan dataran Kalimantan tanpa gedung tinggi seperti yang tampak pada foto.
Anak Pedalaman kembali menceritakan fenomena tersebut.
“Di Bukit Mamake ini ada ceritanya. Dulu beberapa tahun yang lalu sempat viral foto gedung-gedung pencakar langit, padahal di belakangnya itu cuma lautan dan dataran Kalimantan, tidak ada gedung tinggi. Tapi di foto itu—entah cacat hasil foto atau setting saat pengambilan—masyarakat di sini percaya dan mengaitkannya dengan kota gaib Saranjana.”
Foto tersebut kemudian menjadi bagian dari cerita yang memperkuat mitos Saranjana di tengah masyarakat.
Namun, dalam perjalanan ini, penyebab munculnya bentuk gedung pada foto tersebut belum dapat dipastikan.
Baca Juga: Laguna Kehe Daing Kakaban, Hidden Gem di Tepi Laut dengan Sarang Ikan Nemo
Saranjana Masih Berada di Antara Mitos dan Misteri
Berbagai versi cerita membuat Saranjana memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan para penjelajah.
Ada yang mengaitkannya dengan bangsa jin Islam. Ada pula cerita yang menyebut kota tersebut dihuni manusia yang telah menggaib.
Anak Pedalaman menyampaikan pandangannya dengan tetap menempatkan cerita tersebut sebagai sesuatu yang belum terbukti.
“Konon disebutkan kota ini dihuni oleh bangsa jin Islam, dan ada juga yang menduga penduduknya adalah manusia yang telah menggaib. Ya percaya enggak percaya sih, cuma kalau aku ya Allahualam. Mungkin saja di dunia ini ada dimensi lain.”
Bagi penjelajah tersebut, keberadaan Saranjana masih terbuka sebagai sebuah misteri.
“Terlepas dari itu semua, sampai saat ini Saranjana masih menjadi misteri. Dengan adanya beberapa saksi dan cerita, Saranjana bisa saja ada, bisa juga tidak, tergantung dari sisi mana kita melihatnya.”
Cerita Saranjana pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai kota yang dipercaya tidak terlihat. Kisah ini juga mempertemukan catatan sejarah, perjalanan, lanskap Pulau Laut, serta kepercayaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tips Jika Ingin Menelusuri Jejak Saranjana
Bagi pembaca yang tertarik mengikuti perjalanan serupa, beberapa lokasi yang disebut dalam sumber dapat menjadi bagian dari rute eksplorasi.
-
Goa Liang Udut di Desa Bungkukan menjadi titik awal eksplorasi.
-
Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Feri Tarjun.
-
Penyeberangan feri menghubungkan perjalanan menuju Stagen di Pulau Laut.
-
Bukit Bapake di Desa Sarang Tiung menjadi lokasi berkemah.
-
Bukit Mamake menjadi salah satu lokasi yang dikaitkan dengan cerita Saranjana.
Poin Penting
-
Saranjana disebut dalam catatan Salomon Muller pada 1845.
-
Nama Tanjung Hook Saranjana tercantum dalam peta wilayah Borneo.
-
Saranjana juga disebut dalam kamus bahasa Belanda terbitan 1869.
-
Masyarakat mengenal Saranjana sebagai kota gaib dengan berbagai versi cerita.
-
Perjalanan Anak Pedalaman dimulai dari Goa Liang Udut.
-
Rute kemudian berlanjut melalui Pelabuhan Feri Tarjun menuju Pulau Laut.
-
Bukit Mamake menjadi salah satu lokasi yang dikaitkan dengan mitos Saranjana.
-
Keberadaan kota Saranjana dalam sumber ini masih disebut sebagai misteri.
Insight Redaksi
Saranjana menarik bukan semata karena kisah gaibnya, tetapi karena pertemuan catatan lama, lanskap Kotabaru, dan cerita masyarakat. Kada semua misteri harus dipaksa terbukti. Kadang, jejak sejarah dan perjalanan lapangan justru membuat pertanyaan makin menarik.
Kalau handak menelusuri cerita serupa, cek dulu rute, kondisi lokasi, dan kebutuhan perjalanan supaya eksplorasi tetap nyaman.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang suka cerita misteri dan petualangan Kalimantan.
Penasaran dengan kisah Saranjana dan jejak perjalanannya di Pulau Laut? Ikuti terus informasi menarik dari Kalimantan hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana lokasi Saranjana yang disebut dalam cerita?
Saranjana dalam sumber ini disebut berkaitan dengan wilayah selatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
2. Siapa yang mencatat nama Saranjana pada 1845?
Nama Saranjana disebut dalam catatan Salomon Muller, naturalis berkebangsaan Jerman.
3. Apa yang dimaksud dengan Tanjung Hook Saranjana?
Tanjung Hook Saranjana merupakan nama yang disebut tercantum dalam peta wilayah pesisir dan pedalaman Borneo tahun 1845.
4. Apakah keberadaan kota Saranjana sudah terbukti?
Sumber perjalanan menyebut keberadaan kota tersebut masih menjadi misteri dan belum dapat dibuktikan secara langsung.
5. Apa saja lokasi yang dikunjungi dalam perjalanan?
Perjalanan mencakup Goa Liang Udut, Pelabuhan Feri Tarjun, Stagen, Bukit Bapake, serta kawasan Bukit Mamake di Pulau Laut.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Anak Pedalaman, dengan judul “PERJALANAN MENCARI KOTA GAIB SARANJANA - KOTA BARU KALIMANTAN SELATAN”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma