Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Gua Halo Tabung atau Gua Haji Mangku di Maratua menawarkan air payau yang jernih, suasana unik, dan pengalaman freediving.
Balikpapan TV - Hai Ces! Gua Halo Tabung atau Gua Haji Mangku di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, menarik perhatian lewat air payau yang sangat jernih dan pengalaman menyelam di dalam gua.
Destinasi ini menjadi salah satu bagian perjalanan Mom Ireztia saat menjelajahi Maratua hingga Pulau Derawan. Selain gua, perjalanan tersebut juga memperlihatkan pengalaman bertemu penyu di sekitar dermaga Derawan.
Kalau biasanya wisata bahari identik dengan laut terbuka, tempat satu ini justru menawarkan pengalaman berbeda di balik dinding gua, Ces!
Apa yang Membuat Gua Halo Tabung Berbeda?
Gua Halo Tabung, yang juga dikenal sebagai Gua Haji Mangku, berada di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan.
Keunikan tempat ini terlihat dari kolam air yang berada di dalam kawasan gua. Airnya merupakan air payau, sehingga memiliki karakter berbeda dari air laut maupun air tawar.
Dalam video Mom Ireztia, kejernihan air menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian. Dasar kolam bahkan dapat terlihat dari permukaan.
Warna air di dalam gua juga memberikan suasana khas ketika terkena cahaya. Kondisi tersebut membuat kawasan ini memiliki karakter visual yang kuat untuk dinikmati maupun diabadikan.
Baca Juga: Gusung Sanggalau di Derawan, Hamparan Pasir Putih yang Muncul Saat Air Surut
Bagaimana Rasanya Freediving di Dalam Gua?
Aktivitas freediving menjadi pengalaman utama yang ditampilkan ketika rombongan berada di Gua Halo Tabung.
Sebelum masuk ke air, peserta mendapatkan arahan teknis mengenai cara turun dan melompat ke dalam kolam.
Arahan tersebut mencakup posisi kaki ketika berada di tangga, cara menjatuhkan tubuh ke air, hingga menjaga keseimbangan setelah berada di dalamnya.
Air yang terasa dingin menjadi salah satu tantangan selama aktivitas berlangsung. Namun, pengalaman berenang di antara dinding gua memberikan sensasi berbeda.
Dari dalam air, bentuk dinding gua dan kejernihan kolam menciptakan pemandangan yang menarik. Aktivitas freediving juga memungkinkan pengambilan gambar bawah air.
Meski begitu, kegiatan di lingkungan gua dan air tetap membutuhkan perhatian terhadap kondisi sekitar serta kemampuan berenang masing-masing peserta.
Mengapa Gua Ini Sempat Membuat Takut?
Kedalaman dan kondisi gelap di bagian tertentu gua sempat menghadirkan rasa takut ketika dilihat dari permukaan.
Mom Ireztia kemudian membagikan refleksi bahwa sesuatu yang terlihat menakutkan dari kejauhan belum tentu terasa sama setelah dijalani.
“Terkadang orang takut kalau melihatnya dari atas, tapi kalau dijalani ya jalanin aja.”
Pesan tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan karena pengalaman wisata tidak hanya berbicara mengenai pemandangan, tetapi juga keberanian mencoba sesuatu yang baru.
Setelah menikmati kolam dan suasana Gua Halo Tabung, perjalanan kemudian berlanjut menuju destinasi berikutnya.
Apa yang Terjadi Setelah Perjalanan dari Maratua?
Memasuki hari keempat perjalanan, rombongan meninggalkan Maratua dan menuju Pulau Derawan melalui jalur laut.
Perjalanan menuju Derawan berlangsung sekitar satu jam. Sebelum berangkat, rombongan sempat menghadapi hujan deras dan harus mencari tempat berteduh.
Sesampainya di Derawan, mereka beristirahat sambil menikmati kelapa segar yang dibawa dari Maratua.
Pulau Derawan kemudian menghadirkan pengalaman berbeda. Jika Maratua memberikan pengalaman menjelajah gua, Derawan memperlihatkan kehidupan laut yang dapat dijumpai lebih dekat.
Mengapa Penyu Menjadi Daya Tarik Pulau Derawan?
Salah satu pengalaman yang paling menarik dalam perjalanan tersebut adalah melihat penyu di sekitar dermaga Pulau Derawan.
Penyu dapat terlihat berenang di sekitar kawasan perairan dekat dermaga. Pengunjung bahkan tidak harus melakukan diving atau snorkeling untuk melihatnya.
Dalam video, penyu yang dijumpai terlihat terbiasa dengan keberadaan manusia. Rombongan dapat mengamati penyu dari sekitar dermaga maupun ketika berada di air dangkal.
Mom Ireztia juga menyebut adanya penyu berukuran besar yang diperkirakan berusia sekitar 40 hingga 50 tahun.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa daya tarik Derawan tidak hanya berada di bawah laut. Kehidupan satwa yang dapat diamati dari kawasan dermaga juga menjadi pengalaman tersendiri.
Namun, pengunjung tetap perlu menjaga jarak dan tidak mengganggu satwa ketika melakukan pengamatan.
Gua Halo Tabung dan Derawan Punya Pengalaman Berbeda
Perjalanan Mom Ireztia memperlihatkan dua karakter wisata bahari dalam satu kawasan Kepulauan Derawan.
Gua Halo Tabung menawarkan pengalaman menjelajah kolam air payau yang berada di dalam gua. Kejernihan air dan bentuk ruang gua menjadi daya tarik utamanya.
Sementara itu, Pulau Derawan menawarkan pengalaman melihat penyu serta menikmati suasana kawasan pesisir.
Perbedaan tersebut membuat perjalanan di Kepulauan Derawan tidak hanya berpusat pada aktivitas laut terbuka.
Bagi pencinta wisata alam, perpaduan antara gua, perairan jernih, perjalanan laut, dan kehidupan satwa memberikan pengalaman yang lebih beragam.
Baca Juga: Desa Jantur di Tepi Danau Jempang, Kampung Perairan yang Menyimpan Potensi Wisata dan Perikanan
Poin Penting:
-
Gua Halo Tabung dikenal juga sebagai Gua Haji Mangku.
-
Lokasinya berada di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan.
-
Air di dalam gua merupakan air payau dan sangat jernih.
-
Freediving menjadi aktivitas yang ditampilkan dalam perjalanan Mom Ireztia.
-
Perjalanan kemudian berlanjut dari Maratua menuju Pulau Derawan.
-
Penyu dapat dijumpai di sekitar dermaga Derawan.
-
Pengunjung perlu memperhatikan keselamatan dan menjaga satwa serta lingkungan.
Insight Redaksi
Gua Halo Tabung memperlihatkan sisi lain wisata Kepulauan Derawan yang tidak hanya mengandalkan panorama laut. Air payau yang jernih, dinding gua, dan pengalaman freediving memberikan karakter berbeda. Sementara Derawan memperkuat daya tarik kawasan melalui keberadaan penyu di sekitar dermaga. Potensi wisata seperti ini layak dijaga melalui aktivitas yang bertanggung jawab agar pengalaman alam tetap nyaman bagi pengunjung dan satwa.
Kalau ada kawalan yang lagi cari destinasi Kalimantan Timur dengan pengalaman berbeda, bagikan artikel ini supaya makin banyak yang mengenal pesona Maratua dan Derawan, Ces!
Dari dinding gua sampai penyu di dermaga, perjalanan Kepulauan Derawan selalu punya cerita. Pantau terus Balikpapan TV untuk cerita wisata Kalimantan lainnya!
FAQ
1. Apa nama lain Gua Halo Tabung?
Gua Halo Tabung dikenal juga sebagai Gua Haji Mangku yang berada di Pulau Maratua.
2. Bagaimana kondisi air di Gua Halo Tabung?
Airnya merupakan air payau, terasa dingin, dan sangat jernih hingga bagian dasar dapat terlihat dari permukaan.
3. Aktivitas apa yang dilakukan di Gua Halo Tabung?
Dalam video Mom Ireztia, aktivitas yang dilakukan adalah berenang dan freediving di dalam kawasan gua.
4. Berapa lama perjalanan dari Maratua menuju Derawan?
Perjalanan laut dari Maratua menuju Pulau Derawan dalam video berlangsung sekitar satu jam.
5. Apakah penyu dapat dilihat tanpa diving atau snorkeling di Derawan?
Ya. Dalam video tersebut, penyu dapat diamati di sekitar dermaga sehingga pengunjung tidak harus melakukan diving atau snorkeling.
Sumber Informasi: Informasi utama artikel bersumber dari video kanal YouTube Mom Ireztia berjudul “JALAN DI DINDING GOA HALO TABUNG (Goa Haji Mangku) | FREEDIVING | Maratua, Kepulauan Derawan”.