Laguna Kehe Daing Kakaban, Hidden Gem di Tepi Laut dengan Sarang Ikan Nemo

Nasya Syafira • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Laguna Kehe Daing di Pulau Kakaban menampilkan air laut jernih dikelilingi hutan alami Kepulauan Derawan.
Laguna Kehe Daing di Pulau Kakaban menampilkan air laut jernih dikelilingi hutan alami Kepulauan Derawan.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Laguna Kehe Daing di Pulau Kakaban menawarkan air laut jernih, akses melalui gua, hutan alami, dan spot snorkeling ikan Nemo.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Laguna Kehe Daing di Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, menyimpan laguna air asin jernih dengan akses unik melalui terowongan karang dan ekosistem bawah laut.

Lokasinya berada di bagian belakang Danau Kakaban yang sudah lebih dulu dikenal wisatawan. Namun, Kehe Daing menghadirkan pengalaman berbeda dengan suasana laguna yang masih sangat alami.

Kalau ada destinasi yang akses masuknya saja sudah terasa seperti petualangan, tempat ini salah satunya, Ces!

Apa Arti Kehe Daing dan di Mana Lokasinya?

Kehe Daing merupakan sebutan yang berarti “lubang ikan”. Laguna ini berada di Pulau Kakaban, bagian dari kawasan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Lokasinya berada di belakang kawasan Danau Kakaban. Berbeda dari danau yang menjadi ikon Pulau Kakaban, Laguna Kehe Daing memiliki hubungan langsung dengan laut.

Air laguna terasa asin dan sangat jernih. Koneksi dengan laut terbuka terjadi melalui sebuah terowongan yang berada di kawasan karang.

Lingkungan di sekelilingnya juga masih berupa hutan alami dan tidak dihuni masyarakat. Kondisi tersebut membuat suasana Laguna Kehe Daing terasa jauh dari keramaian.

Video Jee and Kim memperlihatkan perjalanan menuju laguna sekaligus aktivitas snorkeling di kawasan perairannya.

Baca Juga: Lembah Bajuin Tanah Laut, Destinasi Camping Keluarga dengan Sungai Jernih dan Air Terjun Tersembunyi

Bagaimana Cara Masuk ke Laguna Kehe Daing?

Ada dua pilihan akses yang disebutkan dalam video, yakni melalui tangga di area tebing atau melewati terowongan mulut gua alami.

Rute terowongan menjadi pilihan tim ketika kondisi air laut sedang surut. Kondisi pasang surut menjadi faktor penting karena jalur tersebut terhubung dengan kawasan laut.

Perjalanan melewati terowongan berlangsung sekitar lima menit. Bagian langit-langitnya relatif rendah sehingga pengunjung perlu menyesuaikan posisi tubuh selama melewati jalur tersebut.

Area sekitar jalur juga memiliki karang yang tajam. Karena itu, alas kaki yang aman menjadi perlengkapan penting ketika melewati akses tersebut.

Setelah mencapai bagian dalam, pengunjung akan menemukan laguna dengan air yang jernih dan lingkungan hutan di sekelilingnya.

Terowongan karang menjadi akses unik menuju Laguna Kehe Daing saat kondisi air laut surut.
Terowongan karang menjadi akses unik menuju Laguna Kehe Daing saat kondisi air laut surut.

Seperti Apa Suasana di Laguna Kehe Daing?

Suasana Laguna Kehe Daing menjadi salah satu daya tarik yang paling kuat. Airnya yang jernih memperlihatkan bagian bawah perairan dari permukaan.

Warna air berpadu dengan formasi karang dan pepohonan yang mengelilingi laguna. Lingkungan tersebut memberikan kesan alami yang kuat.

Tidak banyak aktivitas manusia di kawasan ini. Dalam video, tempat tersebut disebut lebih sering dimanfaatkan nelayan lokal sebagai lokasi berteduh atau beristirahat.

Kondisi tersebut turut menjaga karakter Laguna Kehe Daing sebagai kawasan yang masih alami.

Bagi pencinta wisata bahari, suasana seperti ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi pesisir yang sudah dipenuhi fasilitas wisata.

Kenapa Laguna Kehe Daing Disebut Sarang Ikan Nemo?

Daya tarik bawah laut menjadi alasan lain untuk memasukkan Laguna Kehe Daing ke daftar destinasi wisata bahari.

Aktivitas yang direkomendasikan dalam video adalah snorkeling. Air yang jernih memungkinkan pengunjung mengamati ekosistem bawah air dengan lebih mudah.

Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan ikan Nemo atau anemonefish. Ikan tersebut dapat ditemukan di sekitar habitat anemon laut.

Pemandangan ikan Nemo di habitat alaminya menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang menyukai aktivitas bawah air.

Namun, keindahan ekosistem tersebut tetap perlu dinikmati dengan cara yang bertanggung jawab. Pengunjung sebaiknya tidak menyentuh, mengambil, atau merusak biota laut selama snorkeling.

Ikan Nemo berenang di habitat anemon laut dalam perairan jernih Laguna Kehe Daing Kakaban.
Ikan Nemo berenang di habitat anemon laut dalam perairan jernih Laguna Kehe Daing Kakaban.

Apa yang Bisa Dilihat Setelah Keluar dari Laguna?

Setelah selesai berenang dan snorkeling, perjalanan dilanjutkan melalui jalur keluar di area tebing.

Rombongan kemudian menaiki tangga menuju bagian atas tebing. Dari ketinggian, pemandangan Pulau Kakaban terlihat lebih luas.

Hamparan pepohonan kelapa menjadi salah satu bagian yang terlihat dari atas. Pemandangan tersebut memperlihatkan perpaduan antara hutan, tebing, dan kawasan perairan.

Perjalanan pulang akhirnya menjadi kesempatan untuk menikmati Pulau Kakaban dari sudut pandang berbeda.

Jika perjalanan masuk menawarkan pengalaman melewati terowongan, perjalanan keluar memberikan panorama dari ketinggian.

Mengapa Laguna Kehe Daing Layak Masuk Daftar Wisata Derawan?

Laguna Kehe Daing memiliki kombinasi daya tarik yang cukup lengkap untuk pencinta petualangan.

Akses melalui terowongan karang memberikan pengalaman eksplorasi. Air asin yang jernih menawarkan kesempatan snorkeling, sedangkan keberadaan ikan Nemo menjadi daya tarik bawah laut.

Di atas permukaan, hutan alami dan pemandangan Pulau Kakaban melengkapi pengalaman perjalanan.

Karakter tersebut membuat Kehe Daing bukan sekadar tempat untuk berenang. Perjalanan menuju lokasi, kondisi alam, hingga ekosistem bawah air menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Bagi pembaca yang berencana berkunjung, kondisi pasang surut juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, terutama bila memilih akses melalui terowongan.

Baca Juga: Gusung Sanggalau di Derawan, Hamparan Pasir Putih yang Muncul Saat Air Surut

Poin Penting:

Insight Redaksi

Kehe Daing memperlihatkan bahwa pesona Kepulauan Derawan tidak berhenti pada destinasi yang sudah populer. Laguna ini menawarkan kombinasi akses petualangan, air laut jernih, hutan alami, dan ekosistem ikan Nemo. Daya tarik tersebut justru semakin kuat karena kawasan masih minim aktivitas manusia. Potensi wisata alam seperti ini perlu dinikmati dengan cara bertanggung jawab agar keasrian Pulau Kakaban tetap terjaga.

Kalau ada kawalan yang suka snorkeling sekaligus petualangan, bagikan artikel ini. Siapa tahu Laguna Kehe Daing masuk daftar perjalanan berikutnya, Ces!

Dari terowongan karang sampai ikan Nemo di bawah air, Kakaban menyimpan cerita yang tidak kalah menarik. Pantau terus Balikpapan TV untuk eksplorasi wisata Kalimantan lainnya!

FAQ

1. Di mana Laguna Kehe Daing berada?

Laguna Kehe Daing berada di Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, di bagian belakang kawasan Danau Kakaban.

2. Apa arti nama Kehe Daing?

Kehe Daing berarti “lubang ikan”.

3. Bagaimana cara menuju Laguna Kehe Daing?

Terdapat dua akses yang disebutkan dalam video, yaitu melalui tangga tebing dan terowongan mulut gua alami.

4. Kapan terowongan menuju laguna dapat dilewati?

Terowongan dapat dilewati ketika kondisi air laut sedang surut.

5. Apa aktivitas yang menarik dilakukan di Laguna Kehe Daing?

Snorkeling menjadi salah satu aktivitas utama karena pengunjung dapat menikmati air jernih dan melihat ikan Nemo atau anemonefish.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Jee and Kim, dengan judul “Laguna Kehe Daing Kepulauan Derawan; Danau Hidden Gems di Tepi Laut Kaltim; tempatnya sarang nemo”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel balikpapantv.id. Format sumber YouTube ini mengikuti ketentuan BTV-EOS.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Laguna Kehe Daing Kehe Daing Pulau Kakaban Wisata Kalimantan Timur Kepulauan Derawan