Desa Jantur di Tepi Danau Jempang, Kampung Perairan yang Menyimpan Potensi Wisata dan Perikanan

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:54 WIB
Permukiman Desa Jantur di Kutai Kartanegara yang berada di kawasan perairan dan terhubung dengan Danau Jempang.
Permukiman Desa Jantur di Kutai Kartanegara yang berada di kawasan perairan dan terhubung dengan Danau Jempang.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Desa Jantur di Muara Muntai, Kutai Kartanegara, berada di kawasan perairan yang terhubung dengan Danau Jempang dan dikenal sebagai sentra ikan air tawar.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ada desa di Kutai Kartanegara yang kehidupan masyarakatnya begitu dekat dengan air. Desa Jantur berkembang di atas kawasan genangan Sungai Jantur yang menjadi muara Danau Jempang.

Kondisi geografis tersebut bukan sekadar membentuk pemandangan unik. Di balik permukiman yang dikelilingi rawa dan perairan, tersimpan aktivitas perikanan, kehidupan sosial, serta peluang wisata berbasis pengalaman yang menarik untuk dikembangkan.

Mengapa Desa Jantur memiliki karakter berbeda dari desa lainnya?

Desa Jantur awalnya merupakan satu kesatuan wilayah. Kini kawasan tersebut telah dimekarkan menjadi tiga desa, yakni Jantur Induk, Jantur Selatan, dan Jantur Baru.

Ketiganya berada di Kecamatan Muara Muntai. Berdasarkan keterangan dalam video ARIAN CHANNEL, keseluruhan kawasan Jantur memiliki jumlah penduduk sekitar 15 ribu jiwa.

Permukiman masyarakat berada di kawasan yang sangat dipengaruhi keberadaan air. Sungai Jantur menjadi bagian penting karena merupakan aliran yang bermuara ke Danau Jempang.

Suasana tersebut terlihat dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Bahkan perjalanan pulang siswa sekolah menjadi bagian dari gambaran kehidupan sosial desa yang berada di kawasan perairan.

Bagi wisatawan, karakter seperti ini justru menawarkan pengalaman berbeda. Desa tidak hanya menjadi tempat untuk melihat pemandangan, tetapi ruang untuk memahami kehidupan masyarakatnya.

Baca Juga: Danau Nyadeng di Merabu, Pesona Air Jernih yang Dicapai Lewat Sungai dan Hutan

1. Menikmati Lanskap Permukiman di Atas Kawasan Perairan

Desa Jantur memiliki lanskap yang terbentuk dari hubungan erat antara permukiman, sungai, rawa, dan danau. Kondisi ini menjadi identitas visual yang kuat bagi kawasan.

Rumah dan fasilitas masyarakat berada dalam lingkungan yang sepanjang tahun dipengaruhi genangan air. Bagi pengunjung dari wilayah perkotaan, suasana tersebut menawarkan pengalaman yang jarang ditemui.

Karakter geografis itu juga menjelaskan mengapa aktivitas warga sangat dekat dengan perairan. Sungai bukan sekadar bentang alam, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis pengalaman. Pengunjung bisa mengenal bagaimana masyarakat beraktivitas dan beradaptasi dengan lingkungan perairan.

2. Mengenal Tiga Desa dalam Kawasan Jantur

Pemekaran Jantur menjadi Jantur Induk, Jantur Selatan, dan Jantur Baru membuat kawasan ini memiliki beberapa titik kehidupan masyarakat yang saling terhubung.

Jembatan menjadi salah satu infrastruktur penting untuk menghubungkan wilayah tersebut. Dalam video, terlihat jembatan yang menghubungkan Jantur Induk dengan Jantur Baru.

Jembatan tersebut berukuran sekitar 4 x 69 meter dan dibangun pada 2018 menggunakan Dana Desa. Kehadirannya memperkuat konektivitas antarwilayah masyarakat.

Jalur penghubung seperti ini juga memiliki nilai wisata. Wisatawan dapat berjalan menyusuri kawasan sambil melihat aktivitas warga dan karakter permukiman.

Jembatan penghubung Desa Jantur menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan perairan.
Jembatan penghubung Desa Jantur menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan perairan.

Bagaimana perikanan menjadi kekuatan ekonomi Desa Jantur?

Perairan yang mengelilingi kawasan Jantur memberikan sumber daya penting bagi masyarakat. Tiga desa tersebut disebut sebagai salah satu penghasil ikan air tawar di Kutai Kartanegara.

Kegiatan perikanan bahkan menjadi salah satu potensi utama kawasan. Hasil perairan darat tidak hanya ditangkap, tetapi juga diolah sehingga menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi tersebut membuat Jantur memiliki identitas sebagai kawasan pengolahan hasil ikan perairan darat. Potensi ini dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

Wisatawan tidak hanya melihat hasil akhirnya. Mereka dapat diperkenalkan pada aktivitas masyarakat, pengolahan ikan, hingga kehidupan sosial yang tumbuh dari lingkungan perairan.

“Desa Jantur Induk, Jantur Selatan, dan Jantur Baru merupakan salah satu penghasil ikan air tawar yang ada di Kutai Kartanegara dan di sinilah lumbung pengolahan hasil ikan perairan darat.”

Arian, Kreator dan Presenter ARIAN CHANNEL

Apa yang membuat Jantur menarik sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman?

Konsep experience tourism menjadi salah satu gagasan yang muncul dalam video perjalanan tersebut. Konsep ini menempatkan kehidupan masyarakat sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Pengunjung dapat berinteraksi dengan warga, mengamati aktivitas sehari-hari, serta mengenal potensi perikanan yang menjadi kekuatan lokal. Pengalaman tersebut terasa lebih personal dibandingkan sekadar berkunjung ke objek wisata.

Kondisi geografis Jantur juga memberikan keunggulan tersendiri. Rawa, sungai, genangan air, dan keterhubungan dengan Danau Jempang membentuk lanskap yang khas.

Potensi wisata semacam ini perlu dikembangkan secara hati-hati. Identitas masyarakat sebaiknya tetap menjadi pusat pengalaman, bukan sekadar dijadikan latar untuk aktivitas wisata.

Apa saja yang bisa dieksplorasi wisatawan di Desa Jantur?

Perjalanan menyusuri Jantur memperlihatkan banyak hal sederhana yang justru menarik. Aktivitas warga, pedagang kecil, fasilitas umum, hingga jembatan penghubung dapat menjadi bagian dari cerita perjalanan.

Masjid Jami'atul Awwalin di Jantur Baru menjadi salah satu fasilitas penting bagi masyarakat tiga desa. Masjid tersebut menjadi pusat aktivitas keagamaan warga di kawasan tersebut.

Perjalanan menuju masjid juga memperlihatkan hubungan antarkawasan melalui jalan dan jembatan. Infrastruktur tersebut membuat mobilitas masyarakat menjadi bagian yang menarik untuk diamati.

Wisatawan juga dapat mengenal kehidupan perairan melalui perspektif masyarakat setempat. Inilah kekuatan wisata berbasis pengalaman: pengunjung pulang membawa cerita, bukan hanya foto.

Mengapa rawa dan Danau Jempang penting bagi karakter Jantur?

Secara geografis, kawasan Desa Jantur dikelilingi rawa dan genangan air sepanjang tahun. Rawa-rawa tersebut terhubung langsung dengan Danau Jempang yang berbatasan dengan wilayah Kutai Barat.

Kondisi ini menjadikan air sebagai elemen utama pembentuk lanskap desa. Lingkungan tersebut sekaligus memengaruhi aktivitas ekonomi dan pola kehidupan masyarakat.

Hubungan antara rawa, sungai, dan danau juga memperlihatkan bagaimana ekosistem perairan saling berkaitan. Karena itu, pengembangan wisata perlu mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Jika potensi tersebut dikelola dengan baik, Jantur dapat menawarkan pengalaman wisata yang khas. Pengunjung bisa memahami hubungan antara manusia, perikanan, dan lingkungan perairan.

Aktivitas masyarakat Desa Jantur mencerminkan kuatnya kehidupan sosial dan ekonomi berbasis perikanan air tawar.
Aktivitas masyarakat Desa Jantur mencerminkan kuatnya kehidupan sosial dan ekonomi berbasis perikanan air tawar.

Apa yang perlu diperhatikan jika Jantur dikembangkan sebagai destinasi?

Pengembangan wisata sebaiknya tidak mengubah karakter asli desa secara berlebihan. Kekuatan utama Jantur justru terletak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan perairannya.

Konsep wisata berbasis pengalaman dapat menjadi pilihan karena masyarakat ditempatkan sebagai bagian penting dari aktivitas wisata. Warga dapat terlibat melalui pengenalan kuliner, perikanan, kerajinan, maupun cerita kehidupan desa.

Kebersihan perairan juga harus menjadi perhatian. Ketergantungan masyarakat terhadap sungai, rawa, dan danau membuat kualitas lingkungan memiliki hubungan langsung dengan keberlanjutan ekonomi.

Infrastruktur wisata juga perlu berkembang mengikuti kebutuhan tanpa menghilangkan karakter lokal. Dengan pendekatan tersebut, wisata dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga identitas Jantur.

Baca Juga: Telaga Biru Tulung Ni Lenggo, Danau Jernih di Berau yang Bikin Betah Berlama-lama

Poin Penting

Insight Redaksi

Jantur mengingatkan kita bahwa destinasi wisata tidak selalu harus berupa tempat dengan fasilitas megah. Kadang, kehidupan masyarakat itu sendiri sudah menjadi daya tarik.

Kekuatan Jantur berada pada hubungan antara manusia dan air. Perikanan, sungai, rawa, jembatan, permukiman, serta aktivitas warga membentuk satu cerita yang sulit dipisahkan.

Kalau dikelola secara tepat, konsep experience tourism bisa menjadi jalan untuk memperkenalkan Jantur tanpa menghilangkan identitasnya. Wisatawan datang untuk melihat, berinteraksi, dan memahami.

Jadi, Ces, kalau suatu saat mencari pengalaman wisata yang berbeda di Kutai Kartanegara, Jantur layak masuk daftar eksplorasi.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang suka menjelajah desa-desa unik di Kalimantan Timur.

Penasaran dengan potensi desa-desa di Kalimantan Timur? Ikuti terus Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana Desa Jantur berada?

Desa Jantur berada di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

2. Apa saja desa yang termasuk kawasan Jantur?

Kawasan tersebut terdiri atas Jantur Induk, Jantur Selatan, dan Jantur Baru.

3. Apa potensi ekonomi utama masyarakat Jantur?

Perikanan air tawar menjadi salah satu potensi utama. Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat pengolahan hasil ikan perairan darat.

4. Apa hubungan Desa Jantur dengan Danau Jempang?

Kawasan Jantur memiliki Sungai Jantur yang menjadi muara dari Danau Jempang. Rawa dan genangan di sekitar desa juga terhubung dengan sistem perairan tersebut.

5. Mengapa Jantur berpotensi menjadi destinasi wisata?

Karakter geografisnya unik, sementara kehidupan masyarakat, aktivitas perikanan, dan lingkungan perairan dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis pengalaman.

6. Apa infrastruktur penting yang terlihat dalam perjalanan?

Salah satunya jembatan berukuran sekitar 4 x 69 meter yang menghubungkan Jantur Induk dan Jantur Baru. Jembatan tersebut dibangun pada 2018 menggunakan Dana Desa.

Sumber Informasi: Informasi utama artikel ini berasal dari video YouTube ARIAN CHANNEL berjudul “Indahnya Desa Jantur Di Tepi Danau JEMPANG, Terluas Di Kalimantan Timur”, berdasarkan transkrip yang diberikan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Desa Jantur Jantur Kutai Kartanegara Danau Jempang