Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Perjalanan menuju Danau Nyadeng melewati Sungai Lesan, trekking hutan, hingga menikmati kejernihan danau karst.
Balikpapan TV - Hai Ces! Danau Nyadeng di Kampung Merabu, Berau, Kalimantan Timur, menawarkan perjalanan wisata alam melalui sungai, hutan, dan danau karst yang jernih.
Bukan sekadar sampai di lokasi, perjalanan menuju Danau Nyadeng justru menjadi bagian menarik dari pengalaman wisata. Penasaran seperti apa rutenya? Simak sampai akhir, Ces!
Bagaimana perjalanan menuju Kampung Merabu dimulai?
Perjalanan menuju Danau Nyadeng dalam video kanal YouTube Andito Nasir dimulai dari wilayah Berau, Kalimantan Timur.
Rombongan menyusuri jalan berliku dengan kondisi sekitar didominasi hamparan perkebunan kelapa sawit. Perjalanan berlangsung di bawah cuaca yang terik sebelum akhirnya memasuki kawasan Kampung Ekowisata Merabu.
Sesampainya di kawasan tujuan, rombongan menuju pos pendaftaran. Beberapa papan informasi terlihat di lokasi tersebut dan memuat berbagai objek wisata yang tersedia di kawasan ekowisata.
Memasuki gapura Kampung Merabu, suasana permukiman mulai terlihat. Rumah-rumah warga yang masih mempertahankan bentuk rumah panggung menjadi bagian dari pemandangan awal sebelum perjalanan menuju danau dilanjutkan.
Kampung Merabu menjadi titik penting karena perjalanan menuju Danau Nyadeng kemudian berpindah dari jalur darat menuju jalur sungai.
Baca Juga: Lamin Etam Ambors Balikpapan, Wisata Alam dengan Kolam Renang, Satwa hingga Wahana Dino Ride
Sungai Lesan menjadi jalur menuju Danau Nyadeng
Untuk mencapai Danau Nyadeng, rombongan menggunakan perahu kayu bermesin yang dikenal masyarakat setempat sebagai ketinting.
Dalam video tersebut, perahu ketinting membawa sekitar dua hingga tiga penumpang. Rombongan bergerak menuju arah timur Kampung Merabu melalui Sungai Lesan.
“Untuk menuju Danau Nyadeng, kita akan melakukan perjalanan menyusuri Sungai Lesan menggunakan perahu kayu bermesin yang biasa disebut warga setempat ketinting.”
Perjalanan sungai berlangsung sekitar 30 menit dari dermaga. Durasi tersebut juga disebutkan dalam percakapan antara pengunjung dan pemandu dalam perjalanan.
Sepanjang Sungai Lesan, kawasan hutan lebat terlihat di sisi kiri dan kanan. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju danau terasa sebagai bagian penting dari pengalaman menjelajah kawasan alam Merabu.
Rombongan juga berkesempatan melihat kumpulan monyet yang bermain di antara pepohonan sepanjang perjalanan. Momen tersebut menambah pengalaman pengunjung sebelum mencapai titik pemberhentian perahu.
Setelah perjalanan sekitar setengah jam, rombongan tiba di tepi sungai untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Trekking 1,5 kilometer mengantar rombongan ke danau
Perjalanan menuju Danau Nyadeng belum selesai ketika perahu mencapai tepian sungai. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan trekking menembus kawasan hutan.
Jarak perjalanan darat yang ditempuh sekitar 1,5 kilometer. Medan tersebut menjadi tahap berikutnya sebelum rombongan mencapai danau yang berada di kawasan hutan karst.
Perjalanan trekking memberikan perubahan suasana setelah sebelumnya rombongan bergerak menggunakan perahu. Dari jalur sungai, perjalanan berlanjut melalui kawasan belukar hingga akhirnya lokasi Danau Nyadeng mulai terlihat.
Dalam narasinya, presenter menyebut perjalanan tersebut sebagai pengalaman menuju danau yang sebelumnya hanya dikenal melalui cerita mengenai keindahannya.
“Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 KM, akhirnya rombongan sampai ke lokasi Danau Nyadeng yang selama ini hanya mendengar cerita tentang keindahan danau di tengah hutan Kars yang luasnya sekitar 1 hektar.”
Setibanya di lokasi, perjalanan panjang melalui jalur sungai dan hutan terbayar dengan pemandangan permukaan air danau yang jernih.
Apa yang membuat air Danau Nyadeng menarik?
Danau Nyadeng dalam video digambarkan memiliki luas sekitar 1 hektar dan berada di tengah kawasan hutan karst.
Daya tarik utamanya terlihat dari kejernihan air. Dasar danau dapat diamati dengan cukup jelas sehingga ikan, bebatuan, serta pepohonan yang tumbang terlihat dari permukaan.
Kejernihan tersebut membuat pengalaman berada di Danau Nyadeng terasa berbeda dibandingkan perjalanan menuju lokasinya. Pengunjung bukan hanya menikmati lanskap, tetapi juga dapat melihat kehidupan di bawah permukaan air.
Salah satu ikan yang terlihat adalah ikan sapan. Dalam narasi video, ikan tersebut disebut sebagai salah satu komoditas unggulan.
Kondisi air yang jernih juga menjadi alasan rombongan memanfaatkan waktu di danau untuk berenang. Beberapa anggota rombongan terlihat menggunakan pelampung saat menikmati air.
Aktivitas lainnya adalah melompat ke danau dari bagian tepian tertentu. Pengalaman tersebut memperlihatkan sisi rekreatif Danau Nyadeng setelah perjalanan panjang melalui sungai dan hutan.
Perjalanan menuju Danau Nyadeng justru menjadi daya tariknya
Wisata ke Danau Nyadeng menawarkan pengalaman yang berlangsung bertahap. Pengunjung memulai perjalanan dari Kampung Merabu, kemudian menggunakan ketinting menyusuri Sungai Lesan.
Setelah sekitar 30 menit di sungai, perjalanan berlanjut melalui jalur darat sejauh kurang lebih 1,5 kilometer. Dua moda perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman sebelum tiba di danau.
Bagi pengunjung, kondisi ini membuat perjalanan menuju Danau Nyadeng bukan sekadar perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain.
Setiap tahap menghadirkan pemandangan berbeda. Jalur darat memperlihatkan kawasan hutan, sementara perjalanan sungai memberikan kesempatan menikmati lanskap pepohonan dari atas perahu.
Sesampainya di tujuan, kejernihan air menjadi pengalaman utama. Ikan dan struktur dasar danau dapat terlihat dari permukaan, sementara pengunjung dapat menikmati air dengan menggunakan pelampung.
Perjalanan seperti ini membutuhkan kesiapan fisik karena terdapat perpindahan moda transportasi dan trekking sebelum mencapai lokasi.
Bagi pencinta wisata alam, justru rangkaian perjalanan tersebut yang membuat kunjungan terasa lengkap.
Baca Juga: Desa Melintang di Atas Air di Kutai Kartanegara, Begini Kehidupan Warga yang Bergantung pada Danau
Poin Penting
-
Danau Nyadeng berada di kawasan Kampung Ekowisata Merabu, Berau, Kalimantan Timur.
-
Perjalanan menuju danau menggunakan perahu ketinting melalui Sungai Lesan.
-
Perjalanan dari dermaga menuju lokasi melalui sungai berlangsung sekitar 30 menit.
-
Setelah turun dari perahu, rombongan melanjutkan trekking sekitar 1,5 kilometer.
-
Danau Nyadeng berada di kawasan hutan karst dengan luas sekitar 1 hektar.
-
Air danau sangat jernih hingga ikan, bebatuan, dan pepohonan tumbang dapat terlihat.
-
Ikan sapan disebut dalam video sebagai salah satu komoditas unggulan.
-
Aktivitas rombongan di danau meliputi berenang dan melompat menggunakan pelampung.
Insight Redaksi
Danau Nyadeng menunjukkan bahwa perjalanan wisata alam bisa menjadi bagian dari daya tarik utama. Dari Sungai Lesan hingga trekking hutan, pengalaman terasa lengkap. Kada cuma soal sampai tujuan, Ces. Jalurnya sendiri sudah menawarkan cerita.
Kalau ikam handak berkunjung, siapkan fisik dan perlengkapan aktivitas air sejak dari Kampung Merabu supaya perjalanan terasa nyaman.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang suka petualangan alam, siapa tahu Danau Nyadeng masuk daftar perjalanan berikutnya.
Ikuti terus informasi wisata dan cerita menarik dari Kalimantan Timur, hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana lokasi Danau Nyadeng?
Danau Nyadeng berada di kawasan Kampung Ekowisata Merabu, Berau, Kalimantan Timur.
2. Berapa lama perjalanan menggunakan perahu ketinting?
Perjalanan menyusuri Sungai Lesan dari dermaga menuju titik pemberhentian berlangsung sekitar 30 menit.
3. Berapa jauh trekking menuju Danau Nyadeng?
Setelah turun dari perahu, rombongan menempuh perjalanan darat sekitar 1,5 kilometer.
4. Seberapa luas Danau Nyadeng?
Dalam narasi video, Danau Nyadeng disebut memiliki luas sekitar 1 hektar.
5. Apa yang dapat dilihat dari permukaan danau?
Air yang jernih memungkinkan pengunjung melihat ikan, termasuk ikan sapan, bebatuan, serta pepohonan yang tumbang di dasar danau.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @AnditoNasir, dengan judul “Danau Nyadeng - Surga Tersembunyi dI Tengah Hutan Kampung Merabu, Kalimantan Timur”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.