Desa Wisata Pela, Pesona Danau Semayang dan Rumah Pesut Mahakam di Kutai Kartanegara

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:31 WIB
Desa Wisata Pela menawarkan panorama perairan Danau Semayang dan kehidupan masyarakat di Kutai Kartanegara. (BTV/AI)
Desa Wisata Pela menawarkan panorama perairan Danau Semayang dan kehidupan masyarakat di Kutai Kartanegara. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Desa Wisata Pela di Kutai Kartanegara menawarkan wisata perairan, susur sungai dan Danau Semayang, budaya masyarakat, homestay, kuliner, hingga peluang melihat Pesut Mahakam.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Di tepian perairan Kutai Kartanegara, Desa Wisata Pela menawarkan pengalaman menyusuri sungai, menikmati Danau Semayang dan mengenal habitat Pesut Mahakam.

Desa Pela berada di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan telah ditetapkan sebagai desa wisata berbasis sungai serta danau.

Nama Pela juga masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2022, bahkan meraih posisi ketiga kategori Kelembagaan Desa Wisata.

Buat yang mencari destinasi Kaltim dengan nuansa perairan dan kehidupan desa, tempat ini punya cerita yang lebih panjang dari sekadar pemandangan, Ces!

Apa yang Membuat Desa Wisata Pela Berbeda?

Desa Wisata Pela memiliki karakter yang kuat karena kehidupan masyarakatnya sangat berkaitan dengan lingkungan perairan.

Data resmi Jadesta menyebut sebagian besar penduduk Desa Pela bekerja sebagai nelayan air tawar.

Desa ini juga memiliki karakter demografis yang menarik karena menjadi satu-satunya desa dengan mayoritas penduduk etnis Banjar di antara 12 desa di Kecamatan Kota Bangun yang mayoritas penduduknya beretnis Kutai.

Posisinya berada di kawasan Sungai Mahakam dan terhubung dengan lanskap perairan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Karakter tersebut kemudian dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang melibatkan alam, budaya dan kehidupan warga.

Bukan sekadar datang untuk melihat pemandangan, pengunjung juga dapat mengenal aktivitas masyarakat yang hidup berdampingan dengan perairan.

Baca Juga: Pulau Manimbora, Pesona Pulau Tak Berpenghuni di Berau yang Bikin Betah

Bagaimana Pengunjung Menikmati Danau Semayang?

Salah satu aktivitas yang tersedia adalah susur sungai dan danau menggunakan perahu.

Jadesta mencatat wisatawan dapat menggunakan kapal feri wisata, perahu longboat maupun perahu nelayan untuk menyusuri kawasan perairan Desa Pela.

Selama perjalanan, pengunjung dapat melihat rumah panggung dan rumah apung yang berada di sekitar bantaran Sungai Pela.

Pemandangan tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan sungai.

Perjalanan juga dapat dilanjutkan menuju Danau Semayang.

Hamparan air dan panorama matahari terbenam menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan dalam atraksi susur sungai dan danau Desa Wisata Pela.

Jadesta juga mencantumkan tarif atraksi berdasarkan jenis perahu, sehingga wisatawan memiliki beberapa pilihan sesuai kapasitas rombongan.

Benarkah Pela Menjadi Habitat Pesut Mahakam?

Pesut Mahakam menjadi salah satu daya tarik paling penting Desa Wisata Pela.

Jadesta menyebut desa tersebut ditetapkan sebagai desa wisata berbasis sungai dan danau dengan ekosistem mamalia langka Pesut Mahakam atau lumba-lumba air tawar.

Dalam aktivitas susur sungai dan danau, wisatawan bahkan memiliki peluang melihat Pesut Mahakam apabila kondisi memungkinkan.

Namun, kemunculan satwa liar tidak dapat dijamin dalam setiap perjalanan.

Pesut Mahakam sendiri merupakan satwa yang memiliki nilai konservasi tinggi.

Pada Februari 2026, Kementerian Lingkungan Hidup menyebut Pesut Mahakam berstatus kritis dan menegaskan pentingnya perlindungan ekosistem Sungai Mahakam. Desa Pela juga disebut sebagai salah satu desa yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai desa konservasi Pesut Mahakam.

Karena itu, wisata perairan di Pela juga berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan tempat satwa tersebut hidup.

Apa Saja Aktivitas Wisata di Desa Pela?

Pengunjung tidak hanya diajak menyusuri sungai.

Video Kementerian Pariwisata yang menjadi sumber utama artikel ini menggambarkan Desa Wisata Pela sebagai destinasi yang menggabungkan wisata alam, budaya dan kehidupan masyarakat.

Pengunjung dapat menikmati berbagai atraksi yang dikembangkan warga desa.

Kegiatan budaya juga menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Dalam video tersebut, masyarakat digambarkan ikut menjaga seni dan budaya agar tetap diteruskan oleh generasi berikutnya.

Konsep wisata seperti ini membuat pengalaman berkunjung tidak berhenti pada menikmati panorama.

Pengunjung juga dapat melihat keseharian warga dan berinteraksi lebih dekat dengan kehidupan desa.

Apakah Ada Museum dan Informasi Digital?

Desa Wisata Pela juga memiliki fasilitas untuk mengenalkan sejarah desa kepada pengunjung.

Video Kementerian Pariwisata menampilkan museum sebagai tempat untuk mempelajari sejarah Desa Pela.

Selain museum, digitalisasi informasi juga menjadi bagian dari pengembangan pengalaman wisata.

Pengunjung dapat memanfaatkan informasi digital untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap selama perjalanan.

Kehadiran museum dan informasi digital membuat wisata tidak hanya berorientasi pada aktivitas rekreasi.

Ada unsur edukasi yang membantu pengunjung memahami sejarah dan perkembangan desa.

Bisa Menginap di Desa Pela?

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana desa lebih lama, tersedia pilihan homestay.

Video Kementerian Pariwisata menampilkan rumah warga yang dimanfaatkan sebagai tempat menginap bagi wisatawan.

Konsep homestay membuat pengunjung memiliki kesempatan merasakan suasana kehidupan masyarakat secara lebih dekat.

Jadesta juga mencantumkan fasilitas homestay sebagai bagian dari profil Desa Wisata Pela.

Selain tempat menginap, wisatawan dapat menikmati sajian kuliner dan membawa pulang produk suvenir yang tersedia di desa.

Dengan begitu, aktivitas wisata dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Apa yang Membuat Pela Layak Masuk Daftar Wisata Kaltim?

Pela memiliki kombinasi yang cukup lengkap antara alam, kehidupan masyarakat dan konservasi.

Danau Semayang memberikan lanskap perairan yang luas.

Sungai Pela menghadirkan pengalaman susur sungai dengan rumah panggung dan rumah apung di sepanjang bantaran.

Pesut Mahakam memberikan nilai konservasi yang membuat kawasan ini semakin penting.

Sementara budaya, museum, homestay, kuliner dan suvenir memperkuat pengalaman wisata berbasis masyarakat.

Pencapaian dalam ADWI 2022 juga menjadi bagian dari perjalanan pengembangan Desa Wisata Pela.

Dalam ajang tersebut, Pela masuk 50 desa wisata terbaik dan memperoleh peringkat ketiga kategori Kelembagaan Desa Wisata.

Artinya, kekuatan Pela bukan hanya pada lanskap alam, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam mengelola potensi desa.

Baca Juga: Bukit Steling Samarinda, Wisata Ketinggian dengan Panorama Kota dan Cerita Sejarah

Poin Penting:

Insight Redaksi

Desa Wisata Pela memperlihatkan wajah lain pariwisata Kalimantan Timur. Kekuatan utamanya bukan hanya Danau Semayang atau peluang melihat Pesut Mahakam, tetapi keterlibatan warga dalam menjaga alam dan mengembangkan pengalaman wisata. Ces, destinasi seperti Pela menarik karena perjalanan wisata sekaligus memperkenalkan kehidupan masyarakat, budaya, dan pentingnya menjaga ekosistem perairan Mahakam.

Kalau ada kawalan yang belum pernah menyusuri kawasan Danau Semayang, bagikan informasi ini jua supaya makin banyak yang mengenal wisata desa di Kutai Kartanegara.

Ikuti terus cerita wisata unik Kalimantan Timur dan destinasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV!

FAQ

1. Di mana Desa Wisata Pela berada?

Desa Wisata Pela berada di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

2. Apa daya tarik utama Desa Wisata Pela?

Daya tarik utamanya meliputi Sungai Pela, Danau Semayang, Pesut Mahakam, kehidupan masyarakat, budaya, museum dan aktivitas wisata berbasis desa.

3. Apakah bisa melihat Pesut Mahakam di Pela?

Pengunjung memiliki peluang melihat Pesut Mahakam ketika mengikuti aktivitas susur sungai dan danau, tetapi kemunculan satwa liar tidak dapat dipastikan.

4. Apakah tersedia tempat menginap?

Tersedia homestay sebagai salah satu fasilitas Desa Wisata Pela.

5. Apa saja aktivitas yang dapat dilakukan?

Aktivitasnya mencakup susur sungai dan danau, menikmati panorama Danau Semayang, mengenal budaya dan kehidupan masyarakat, mengunjungi museum, serta menikmati kuliner dan suvenir lokal.

6. Apakah Desa Wisata Pela pernah masuk ADWI?

Ya. Pela masuk 50 besar Desa Wisata Terbaik ADWI 2022 dan meraih peringkat ketiga kategori Kelembagaan Desa Wisata.

Sumber Informasi: Video Kementerian Pariwisata ADWI 2022 || Desa Wisata Pela Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur; Jadesta Kementerian Pariwisata; Sekretariat Kabinet Republik Indonesia; Kementerian Lingkungan Hidup.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Wisata Kutai Kartanegara wisata Pela Kutai Kartanegara Pesut Mahakam Desa Wisata Pela Danau Semayang