Menyusuri Karst Sangkulirang, Jejak Cap Tangan Prasejarah Tersembunyi di Gua Kalimantan Timur

Nasya Syafira • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Dinding gua Liang Tebo menyimpan jejak cap tangan prasejarah di kawasan karst Sangkulirang. (BTV/AI)
Dinding gua Liang Tebo menyimpan jejak cap tangan prasejarah di kawasan karst Sangkulirang. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Ekspedisi Anak Pedalaman di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat menemukan sedikitnya lima gambar telapak tangan yang diduga merupakan hand stencil negatif di sekitar Liang Tebo.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur menyimpan ribuan lukisan cadas prasejarah, termasuk temuan cap tangan yang didokumentasikan dalam ekspedisi Anak Pedalaman.

Dalam video Exploring karst Sangkulirang - SALAH SATU LUKISAN TERTUA DI DUNIA - ADA DI KALIMANTAN #6, tim ekspedisi menyusuri kawasan Liang Tebo untuk mencari gua dan peninggalan prasejarah.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa bentangan karst di Kalimantan Timur bukan hanya menarik dari sisi geologi, tetapi juga menyimpan jejak aktivitas manusia masa lampau, Ces!

Di Mana Tim Menemukan Jejak Prasejarah Ini?

Eksplorasi dilakukan di bentangan karst Sangkulirang-Mangkalihat, tepatnya di kawasan dataran Liang Tebo.

Pada hari kedelapan ekspedisi, tim memusatkan penyisiran pada sisi selatan Liang Tebo.

Medan karst menjadi bagian dari tantangan perjalanan karena tim harus menyusuri kawasan berbatu untuk menemukan gua-gua yang berpotensi menyimpan peninggalan prasejarah.

Dalam perjalanan tersebut, anggota ekspedisi menemukan sebuah celah yang mengarah ke gua.

Pemeriksaan kemudian dilakukan untuk melihat apakah terdapat tanda-tanda aktivitas manusia masa lampau di dalamnya.

Dari pengamatan tersebut, tim menemukan bercak pigmen yang diduga berkaitan dengan gambar cap tangan negatif.

Baca Juga: Ladaya Tenggarong, Wisata Ramah Lingkungan dengan Rumah Kayu Unik

Apa yang Dimaksud Hand Stencil Negatif?

Hand stencil negatif merupakan bentuk seni cadas yang menghasilkan gambar menyerupai siluet tangan pada permukaan batu.

Tekniknya dilakukan dengan meninggalkan pigmen di sekitar tangan sehingga bagian yang tertutup tangan membentuk pola negatif.

Dalam video Anak Pedalaman, tim menemukan beberapa bentuk yang diduga merupakan cap tangan dengan ukuran berbeda.

Setidaknya lima titik gambar berhasil diidentifikasi oleh anggota ekspedisi.

Sebagian gambar terlihat lebih jelas dibandingkan bagian lainnya.

Kondisi tersebut membuat dokumentasi menjadi penting agar jejak yang mulai pudar tetap dapat dipelajari.

Bagaimana Tim Memperjelas Lukisan yang Pudar?

Gambar yang ditemukan tidak seluruhnya terlihat jelas secara langsung.

Pigmen pada permukaan gua telah mengalami perubahan akibat kondisi alam dan cuaca.

Tim kemudian mengabadikan gambar menggunakan kamera untuk mendokumentasikan temuan.

Mereka juga memanfaatkan aplikasi DStretch untuk membantu memperjelas keberadaan pigmen yang sulit terlihat oleh mata.

Teknologi tersebut membantu menonjolkan perbedaan warna pada permukaan batu sehingga pola yang samar dapat diamati dengan lebih baik.

Dalam video, proses tersebut digunakan untuk membantu melihat kembali bentuk cap tangan yang ditemukan di dalam gua.

Apakah Sangkulirang-Mangkalihat Memang Menyimpan Banyak Lukisan Prasejarah?

Ya. Sangkulirang-Mangkalihat merupakan salah satu kawasan penting seni cadas prasejarah di Kalimantan Timur.

UNESCO mencatat kawasan tersebut memiliki ribuan lukisan cadas berwarna merah dan sejumlah situs dengan ukiran yang tersebar pada puluhan lokasi di berbagai kawasan karst.

UNESCO juga mencatat keberadaan banyak motif berupa cap tangan, figur manusia, aktivitas berburu, kehidupan sosial dan ritual.

Kekayaan tersebut membuat kawasan Sangkulirang-Mangkalihat memiliki nilai penting untuk memahami kehidupan masyarakat pemburu-peramu pada masa prasejarah.

Karena nilai tersebut, Sangkulirang-Mangkalihat telah masuk Tentative List UNESCO World Heritage Indonesia sejak 2015 dengan kategori warisan budaya.

Namun, status Tentative List berbeda dengan status sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Artinya, kawasan ini masih berada dalam daftar nominasi yang dapat dipertimbangkan untuk proses pencalonan lebih lanjut.

Apakah Cap Tangan di Sangkulirang Termasuk yang Tertua di Dunia?

Klaim tersebut harus disampaikan secara hati-hati.

Video Anak Pedalaman menggunakan judul yang mengaitkan eksplorasi dengan lukisan tertua di dunia, tetapi temuan lima cap tangan yang ditampilkan dalam video belum dapat langsung disebut sebagai salah satu lukisan tertua di dunia.

UNESCO mencatat penelitian penanggalan seni cadas Sangkulirang-Mangkalihat masih berkembang.

Dokumen UNESCO juga menyebut sejumlah penelitian awal menunjukkan adanya seni cadas yang berusia ribuan tahun, sementara penelitian lebih lanjut berpotensi mengungkap usia yang lebih tua.

Sebagai pembanding, UNESCO mencatat cap tangan di Leang Timpuseng, Sulawesi, sebagai contoh hand stencil tertua yang telah diketahui dengan penanggalan sekitar 37.900 SM.

Karena itu, temuan di Liang Tebo lebih tepat disebut sebagai jejak seni cadas prasejarah yang penting, bukan langsung diberi label sebagai lukisan tertua dunia.

Kenapa Temuan Lima Cap Tangan Ini Penting?

Nilai temuan bukan hanya terletak pada jumlah gambarnya.

Cap tangan merupakan salah satu bentuk seni cadas yang membantu peneliti memahami aktivitas dan ekspresi manusia masa lampau.

UNESCO menyebut seni cadas Sangkulirang-Mangkalihat memberikan gambaran mengenai kehidupan, simbol, ritual dan hubungan masyarakat pemburu-peramu dengan lingkungan.

Gambar yang ditemukan di dalam gua juga memperlihatkan bagaimana kawasan karst dapat berfungsi sebagai ruang penting bagi manusia pada masa lalu.

Bagi Kalimantan Timur, keberadaan situs semacam ini menambah dimensi lain dalam cerita tentang kekayaan wilayah.

Kawasan karst bukan hanya menyimpan formasi batuan, tetapi juga arsip visual yang bertahan selama ribuan tahun.

Mengapa Kondisi Gua Perlu Dijaga?

Lukisan cadas merupakan peninggalan yang sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.

Video ekspedisi menunjukkan sebagian pigmen yang ditemukan sudah tidak berada dalam kondisi sempurna.

Faktor alam dan cuaca disebut menjadi salah satu penyebab gambar mengalami perubahan.

Karena itu, dokumentasi menjadi bagian penting dalam proses eksplorasi.

Keberadaan kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat dalam Tentative List UNESCO juga memperlihatkan nilai penting kawasan tersebut sebagai warisan budaya.

Pengunjung maupun pihak yang melakukan kegiatan di kawasan semacam ini perlu memperhatikan kelestarian permukaan batu dan lingkungan gua.

Baca Juga: Bukit Steling Samarinda, Wisata Ketinggian dengan Panorama Kota dan Cerita Sejarah

Poin Penting:

Insight Redaksi

Sangkulirang-Mangkalihat menunjukkan bahwa Kalimantan Timur memiliki warisan yang jauh lebih tua dari cerita wisata alam biasa. Di balik dinding karst, terdapat jejak manusia yang masih dapat dilihat hingga sekarang. Ces, cap tangan yang tampak sederhana justru membuka cerita besar tentang manusia masa lampau dan hubungan mereka dengan lingkungan. Menjaga kawasan ini berarti menjaga arsip sejarah yang tidak bisa dibuat kembali.

Kalau cerita tentang jejak manusia prasejarah di Kaltim ini menarik, bagikan jua ke kawalan supaya makin banyak yang mengenal kekayaan Sangkulirang-Mangkalihat.

Ikuti terus cerita wisata, sejarah, budaya, dan tempat unik Kalimantan Timur hanya di Balikpapan TV!

FAQ

1. Di mana kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat berada?

Kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat berada di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat.

2. Apa yang ditemukan dalam ekspedisi Anak Pedalaman?

Tim menemukan sedikitnya lima gambar telapak tangan yang diduga merupakan hand stencil negatif pada sebuah gua di sekitar Liang Tebo.

3. Apa itu hand stencil negatif?

Hand stencil negatif adalah gambar berbentuk siluet tangan yang terbentuk ketika pigmen disemprotkan atau ditempatkan di sekitar tangan pada permukaan batu.

4. Mengapa tim menggunakan DStretch?

DStretch digunakan dalam dokumentasi untuk membantu memperjelas pigmen atau pola warna yang sudah samar pada permukaan batu.

5. Apakah Sangkulirang-Mangkalihat sudah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO?

Belum. Kawasan Sangkulirang-Mangkalihat tercatat dalam Tentative List UNESCO, bukan daftar Situs Warisan Dunia yang telah ditetapkan.

6. Apakah lukisan di Liang Tebo sudah terbukti sebagai salah satu yang tertua di dunia?

Belum dapat dipastikan berdasarkan transkrip video tersebut. Penentuan usia memerlukan bukti penanggalan ilmiah pada situs atau lukisan yang dimaksud.

Sumber Informasi: Video YouTube kanal Anak Pedalaman, Exploring karst Sangkulirang - SALAH SATU LUKISAN TERTUA DI DUNIA - ADA DI KALIMANTAN #6; UNESCO World Heritage Centre, Sangkulirang–Mangkalihat Karts: Prehistoric Rock Art Area.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Sangkulirang Mangkalihat Liang Tebo karst Kalimantan Timur lukisan prasejarah Kalimantan hand stencil Sangkulirang