Ladaya Tenggarong, Wisata Ramah Lingkungan dengan Rumah Kayu Unik

Nasya Syafira • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:37 WIB
Ladaya Tenggarong menghadirkan rumah kayu, pepohonan hijau, dan berbagai wahana wisata dalam satu kawasan. (BTV/AI)
Ladaya Tenggarong menghadirkan rumah kayu, pepohonan hijau, dan berbagai wahana wisata dalam satu kawasan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Ladaya Tenggarong menawarkan pengalaman wisata yang memadukan alam, budaya, penginapan unik, dan wahana outbound dengan konsep pembangunan yang berupaya mempertahankan pepohonan di kawasan wisata.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau biasanya tempat wisata dibangun dengan mengubah banyak bagian dari lingkungan sekitarnya, Ladang Budaya atau Ladaya Tenggarong justru memiliki konsep yang berbeda.

Destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ini mengusung konsep yang berupaya menyatukan bangunan dengan kondisi alam yang sudah ada.

Pepohonan menjadi bagian dari kawasan wisata. Bangunan dan fasilitas yang tersedia disesuaikan dengan posisi pohon sehingga kawasan tetap memiliki suasana hijau.

Tidak hanya menawarkan tempat untuk bersantai, Ladaya juga memiliki rumah kayu tradisional, rumah pohon, area outbound, mini zoo, paintball, hingga fasilitas untuk kegiatan bersama.

Ladaya Tenggarong, Wisata dengan Suasana Alam

Ladaya menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi pengunjung yang ingin mencari suasana berbeda di Tenggarong.

Kawasan wisata ini tidak hanya mengandalkan bangunan atau wahana permainan. Lingkungan hijau justru menjadi bagian penting dari pengalaman berkunjung.

Konsep tersebut terlihat dari cara kawasan ini dikembangkan.

Berdasarkan informasi dalam video Pudul TV, pembangunan Ladaya dilakukan dengan prinsip tidak menebang pohon yang sudah ada. Posisi bangunan kemudian menyesuaikan keberadaan pepohonan.

Dengan pendekatan tersebut, pengunjung masih dapat merasakan suasana kawasan yang dikelilingi pepohonan.

Baca Juga: Goa Losan Paser Bikin Penjelajah Berbalik Arah, Lorong Gelap hingga Hawa Panas Jadi Tantangan

Tidak Menebang Pohon Jadi Konsep Utama

Salah satu daya tarik yang paling menonjol dari Ladaya adalah konsep pembangunannya.

Alih-alih membersihkan lahan terlebih dahulu kemudian mendirikan bangunan, tata letak kawasan justru mengikuti kondisi alam yang sudah tersedia.

Pepohonan yang telah tumbuh menjadi bagian dari pertimbangan ketika menentukan posisi bangunan.

Konsep tersebut membuat Ladaya memiliki karakter yang berbeda dari tempat wisata yang sepenuhnya didominasi bangunan modern.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana hijau sambil melakukan berbagai aktivitas wisata, pendekatan tersebut menjadi salah satu nilai tambah.

Rumah Odah Rehat Jadi Daya Tarik

Salah satu fasilitas yang cukup menarik perhatian di Ladaya adalah Rumah Odah Rehat.

Bangunan penginapan ini mengadopsi karakter rumah tradisional khas Kutai dengan bentuk yang unik. Bagian atapnya dibuat menjuntai sehingga memberikan tampilan berbeda dari penginapan pada umumnya.

Dalam informasi yang disampaikan melalui video Pudul TV, terdapat sekitar 22 unit Rumah Odah Rehat.

Pengunjung dapat menggunakan rumah tersebut untuk beristirahat maupun menginap.

Menariknya, bagian depan setiap rumah diberi nama yang berkaitan dengan kecamatan atau daerah di Kutai Kartanegara, seperti Senipah, Anggana, dan Kembang Janggut.

Hal tersebut membuat fasilitas penginapan tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga membawa unsur identitas daerah.

Bisa untuk Istirahat atau Menginap

Rumah Odah Rehat dapat digunakan untuk day use maupun menginap.

Berdasarkan informasi dalam video, tarif day use berada pada kisaran Rp200.000 hingga Rp250.000.

Sementara itu, tarif menginap disebut berada pada kisaran Rp300.000 hingga Rp350.000 per malam.

Fasilitas yang disebutkan mencakup toilet dan sarapan. Setiap unit juga dapat menampung hingga empat orang.

Dengan pilihan tersebut, Ladaya tidak hanya cocok untuk kunjungan singkat. Pengunjung juga dapat menghabiskan waktu lebih lama dengan suasana yang lebih tenang.

Rumah Pohon dengan Nama Daerah Kukar

Selain Rumah Odah Rehat, kawasan Ladaya juga memiliki konsep penginapan berupa rumah pohon dan rumah kayu tradisional.

Penamaan unit penginapan menggunakan nama berbagai wilayah di Kutai Kartanegara menjadi salah satu detail yang menarik.

Nama seperti Senipah, Anggana, dan Kembang Janggut membuat pengunjung seolah diajak mengenal kembali nama-nama daerah yang berada di wilayah Kutai Kartanegara.

Konsep ini memperkuat unsur budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas Ladaya.

Outbound untuk Pengunjung yang Suka Tantangan

Daya tarik Ladaya tidak berhenti pada suasana alam dan penginapan.

Pengunjung yang menyukai aktivitas menantang juga dapat mencoba berbagai wahana outbound.

Dalam video Pudul TV, beberapa aktivitas yang disebutkan antara lain flying fox, berjalan di atas papan kayu pada ketinggian sekitar empat meter, serta melewati jalur menggunakan tali baja.

Wahana tersebut memberikan pilihan aktivitas bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu dengan kegiatan yang lebih aktif.

Area outbound juga dapat menjadi pilihan bagi keluarga maupun pengunjung yang datang bersama kelompok.

Ada Mini Zoo dan Paintball

Ladaya juga memiliki sejumlah fasilitas rekreasi lainnya.

Di kawasan ini terdapat mini zoo yang memberikan pilihan aktivitas berbeda bagi pengunjung.

Selain itu, terdapat pula area paintball yang dapat digunakan untuk aktivitas permainan kelompok.

Kehadiran beberapa jenis fasilitas tersebut membuat Ladaya tidak hanya mengandalkan satu atraksi.

Pengunjung dapat memilih menikmati suasana alam, mencoba wahana, menjelajahi kawasan, atau beristirahat di rumah kayu.

Baca Juga: Pantai Risalo Kotabaru, Wisata Bahari dengan Labirin Mangrove dan Wahana Seru untuk Keluarga

Panggung Seni Menambah Unsur Budaya

Nama Ladang Budaya juga memperlihatkan adanya unsur seni dan budaya dalam konsep kawasan.

Menurut informasi dalam video, pembangunan kawasan wisata ini dipadukan dengan panggung-panggung seni pertunjukan.

Dengan demikian, kawasan wisata tidak hanya diarahkan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memiliki ruang yang dapat mendukung kegiatan seni dan budaya.

Konsep tersebut cukup relevan dengan karakter Tenggarong yang memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang berkaitan dengan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Ladaya dan Identitas Kutai Kartanegara

Ladaya berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, daerah yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara.

Kawasan Kutai Kartanegara sendiri memiliki banyak destinasi yang berkaitan dengan sejarah, budaya, museum, hingga berbagai bangunan ikonik.

Karena itu, keberadaan Ladaya memberikan alternatif pengalaman wisata.

Pengunjung tidak harus selalu mengunjungi museum atau situs sejarah untuk mengenal karakter daerah. Melalui arsitektur rumah kayu, penamaan penginapan, serta konsep ruang seni, unsur lokal juga dapat ditemukan dalam kawasan Ladaya.

Tiket Masuk Terjangkau

Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati kawasan wisata, tiket masuk Ladaya tergolong terjangkau berdasarkan informasi dalam video.

Tiket anak-anak disebut sebesar Rp10.000 per orang, sedangkan tiket dewasa sebesar Rp15.000 per orang.

Jika ingin mencoba wahana outbound, pengunjung perlu membayar biaya tambahan secara terpisah.

Dengan sistem tersebut, pengunjung dapat memilih aktivitas sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.

Jam Operasional Ladaya

Dalam video Pudul TV, Ladaya disebut beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA.

Kawasan ini berada di Jalan Haji Wahid Saiman RT 12, Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ladaya sendiri disebut telah dibuka untuk umum sejak 2015 dan dikelola oleh Yayasan Lanjong.

Cocok untuk Healing dan Liburan Keluarga

Kombinasi alam, penginapan, serta wahana membuat Ladaya memiliki daya tarik untuk berbagai jenis kunjungan.

Bagi pengunjung yang ingin sekadar bersantai, pepohonan dan suasana hijau dapat menjadi bagian dari pengalaman.

Bagi keluarga, tersedia sejumlah fasilitas rekreasi.

Sementara itu, pengunjung yang menyukai aktivitas menantang dapat mencoba area outbound.

Jika ingin tinggal lebih lama, Rumah Odah Rehat menawarkan pengalaman menginap dengan nuansa rumah kayu.

Dengan pilihan tersebut, satu kawasan dapat menawarkan beberapa jenis pengalaman sekaligus.

Wisata yang Mengikuti Bentuk Alam

Salah satu hal paling menarik dari Ladaya bukan sekadar jumlah fasilitasnya.

Konsep pembangunan yang menyesuaikan posisi pepohonan menunjukkan pendekatan berbeda dalam mengembangkan kawasan wisata.

Bangunan tidak harus selalu menjadi elemen paling dominan.

Pepohonan dan kondisi lingkungan justru dipertahankan sebagai bagian dari karakter tempat.

Pendekatan seperti ini membuat Ladaya menarik untuk diperhatikan, terutama ketika wisatawan semakin mencari tempat rekreasi yang menawarkan suasana alami.

Baca Juga: Wisata Taman Nasional Tanjung Puting: Pengalaman 4 Hari Melihat Orangutan di Habitat Aslinya

Poin Penting

Insight Redaksi

Ladaya Tenggarong menunjukkan bahwa konsep wisata ramah lingkungan dapat diterapkan dengan cara yang sederhana.

Salah satu prinsip yang menonjol adalah mempertahankan pohon yang telah ada dan menyesuaikan bangunan dengan kondisi lingkungan.

Di sisi lain, unsur budaya juga tetap hadir melalui arsitektur rumah kayu, penamaan penginapan berdasarkan wilayah Kutai Kartanegara, serta keberadaan panggung seni.

Perpaduan alam, rekreasi, dan budaya inilah yang membuat Ladaya memiliki karakter berbeda.

Bukan sekadar tempat untuk datang dan berfoto, Ladaya menawarkan pengalaman menikmati suasana hijau sambil mengenal sedikit bagian dari identitas Kutai Kartanegara.

Ingin mengenal lebih banyak destinasi wisata unik di Kalimantan Timur? Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Ladaya Tenggarong?

Ladaya merupakan singkatan dari Ladang Budaya, sebuah destinasi wisata di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

2. Apa daya tarik utama Ladaya?

Daya tarik Ladaya antara lain suasana alam yang hijau, konsep pembangunan yang mempertahankan pepohonan, Rumah Odah Rehat, rumah pohon, outbound, mini zoo, paintball, dan fasilitas seni.

3. Berapa tiket masuk Ladaya?

Berdasarkan informasi dalam video Pudul TV, tiket anak-anak sebesar Rp10.000 dan dewasa Rp15.000. Wahana outbound dikenakan biaya tambahan.

4. Apa itu Rumah Odah Rehat?

Rumah Odah Rehat merupakan fasilitas penginapan berbentuk rumah kayu yang mengadopsi karakter arsitektur tradisional Kutai.

5. Berapa harga menginap di Rumah Odah Rehat?

Dalam video disebutkan tarif day use sekitar Rp200.000–Rp250.000, sedangkan menginap sekitar Rp300.000–Rp350.000 per malam.

6. Apa saja fasilitas wisata di Ladaya?

Fasilitas yang disebut dalam video antara lain area outbound, mini zoo, paintball, aula, rumah pohon, Rumah Odah Rehat, serta panggung seni.

7. Apakah Ladaya cocok untuk keluarga?

Ya. Berdasarkan fasilitas yang tersedia, Ladaya menawarkan aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung anak-anak maupun dewasa, termasuk area rekreasi dan outbound.

8. Apa konsep lingkungan yang diterapkan di Ladaya?

Menurut informasi dalam video, pembangunan Ladaya dilakukan dengan prinsip tidak menebang pohon yang sudah ada. Tata letak bangunan disesuaikan dengan posisi pepohonan di kawasan.

Sumber Informasi: Video kanal YouTube Pudul TV, “Wisata Ladang Budaya /Ladaya Tenggarong, Healing yang Ramah Lingkungan”, berdasarkan transkrip yang diberikan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Wisata Kutai Kartanegara Rumah Odah Rehat Ladang Budaya Tenggarong Ladaya Tenggarong Wisata Tenggarong