Durasi Baca: 7 Menit
Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan bukan sekadar kawasan hutan di tengah perkembangan kota. Kawasan ini menyimpan pohon-pohon besar, sekitar 1.000 spesies tumbuhan asli Kalimantan, sembilan jenis primata, beruang madu, kucing hutan, serta beragam burung rangkong.
Ikhtisar: Penelusuran TVRI Nasional bersama penikmat alam Halif Sardi memperlihatkan kekayaan Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan. Dari sejarah kawasan, tumbuhan obat, teknologi barcode pada pohon, hingga keberadaan berbagai satwa, HLSW menjadi ruang penting untuk edukasi dan pelestarian alam.
Balikpapan TV – Hai Ces! Di tengah perkembangan kawasan perkotaan Balikpapan, masih ada bentang hutan yang menyimpan pohon berusia puluhan hingga ratusan tahun serta menjadi rumah bagi beragam satwa Kalimantan.
Tempat itu adalah Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dalam tayangan Amazing Indonesia Kalimantan Timur dari TVRI Nasional, penikmat alam Halif Sardi bersama pengawas hutan Agus Din menelusuri kawasan tersebut sekaligus membahas kekayaan hayati yang tersimpan di dalamnya.
Yang menarik, ukuran kawasan hutan ini tidak menghalanginya untuk menyimpan keanekaragaman satwa dan tumbuhan yang cukup tinggi.
Bubuhan mungkin sering melewati kawasan sekitar Jalan Soekarno-Hatta, tetapi belum tentu tahu apa yang tersimpan di balik bentang hijau Sungai Wain, Ces!
Seperti apa sebenarnya Hutan Lindung Sungai Wain?
Hutan Lindung Sungai Wain merupakan kawasan yang memadukan ekosistem hutan dan sungai.
Kawasan tersebut terdiri atas hutan primer serta hutan sekunder yang menjadi tutupan hutan pengganti setelah kebakaran besar pada 1997–1998.
Dalam penelusuran TVRI Nasional, masih ditemukan pohon-pohon berukuran besar yang menunjukkan usia puluhan hingga ratusan tahun.
Jenis pohon seperti bengkirai, meranti, dan ulin menjadi bagian dari kekayaan vegetasi kawasan tersebut.
Keberadaan pohon-pohon besar membuat HLSW memiliki karakter berbeda dibandingkan ruang hijau biasa di kawasan perkotaan.
Hutan ini juga dikembangkan sebagai tempat edukasi lingkungan hidup.
Salah satu bentuk edukasi tersebut terlihat dari pemasangan QR Code pada sejumlah pohon.
Pengunjung dapat memindai kode menggunakan telepon seluler untuk memperoleh informasi mengenai jenis pohon dan manfaatnya.
Baca Juga: Menjelajahi Pulau Beras Basah, Taman Mangrove, dan Bontang Kuala dalam Satu Perjalanan Wisata
Kenapa nama Sungai Wain sudah dikenal sejak 1934?
Nama Sungai Wain ternyata memiliki cerita sejarah yang panjang.
Agus Din menjelaskan dalam tayangan bahwa nama Wain diambil dari nama pemukim pertama atau penduduk asli yang dijumpai di sekitar kawasan hutan tersebut.
Nama Sungai Wain kemudian tercantum dalam Surat Keputusan Sultan Kutai mengenai kawasan Hutan Tutupan pada 1934.
Dokumen tersebut disebut menggunakan bahasa Belanda dan bahasa Indonesia dengan ejaan lama.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa gagasan menjaga kawasan hutan di sekitar Sungai Wain sudah memiliki sejarah panjang.
Bagi kawasan yang kini berada dekat dengan perkembangan Balikpapan, sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas HLSW.
Ada apa saja di dalam Hutan Lindung Sungai Wain?
Keanekaragaman satwa menjadi salah satu bagian paling menarik dari HLSW.
Dalam tayangan, Agus Din menyebut kawasan tersebut memiliki sembilan jenis primata.
Jenis yang disebut antara lain lutung dahi putih, lutung merah, wa-wa, bekantan, tarsius, dan kukang.
Orangutan juga telah berkembang biak di kawasan tersebut, meskipun menurut keterangan dalam video, orangutan bukan satwa yang secara alami berasal dari kawasan HLSW.
Selain primata, terdapat pula beruang madu dan lima jenis kucing hutan.
Beberapa jenis kucing yang disebut dalam tayangan antara lain macan dahan, kucing batu, dan kucing kuwuk.
Kawasan ini juga menjadi habitat kancil atau pelanduk kerdil serta lima jenis burung enggang atau rangkong yang disebut hidup menetap.
Keberagaman tersebut menjadi semakin menarik karena HLSW berada relatif dekat dengan kawasan perkotaan Balikpapan.
Berapa banyak tumbuhan yang tersimpan di Hutan Lindung Sungai Wain?
Kekayaan HLSW tidak berhenti pada satwa.
Dalam penjelasan Agus Din, hasil inventarisasi peneliti asing mencatat sekitar 1.000 spesies tumbuhan asli Kalimantan dari 80 familia.
Keragaman tersebut membuat hutan memiliki sumber pakan alami bagi berbagai satwa, terutama ketika musim buah tiba.
Beberapa buah hutan yang disebut dalam tayangan antara lain asam putaran atau mangga hutan serta berbagai jenis durian hutan.
Jenis durian yang disebut termasuk lahung dan gantungan.
Ketika musim buah berlangsung, kawasan hutan dapat menjadi tempat melimpahnya sumber makanan bagi satwa yang hidup di dalamnya.
Bagaimana dengan tumbuhan obat dan akar bajakah?
Penelusuran juga membahas tumbuhan yang secara lokal dikenal sebagai bajakah.
Agus Din menjelaskan bahwa terdapat sekitar enam spesies akar-akaran yang disebut masyarakat sebagai bajakah di kawasan tersebut.
Ia menekankan bahwa identifikasi tumbuhan perlu dilakukan dengan hati-hati karena tidak semua jenis memiliki karakter yang sama.
Dalam tayangan, Agus Din juga menyebut adanya jenis dengan ciri getah berbeda dan memperingatkan bahwa terdapat jenis yang berbahaya.
Karena itu, informasi tersebut tidak dapat dijadikan panduan untuk mengambil atau mengonsumsi tumbuhan secara mandiri.
Pengambilan spesimen tumbuhan obat di kawasan hutan lindung, menurut penjelasan Agus Din, juga memiliki batasan dan harus mengikuti izin serta rekomendasi dari instansi kehutanan yang berwenang.
Artinya, kekayaan tumbuhan di HLSW bukan berarti bebas diambil oleh pengunjung.
Mengapa pohon-pohon di HLSW diberi QR Code?
Teknologi ternyata ikut digunakan dalam kegiatan edukasi di Hutan Lindung Sungai Wain.
Sejumlah pohon dipasangi QR Code yang dapat dipindai menggunakan ponsel.
Setelah dipindai, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai jenis pohon dan manfaatnya.
Menurut Agus Din, sistem tersebut dirancang untuk membantu pendidikan lingkungan hidup, terutama bagi anak-anak sekolah yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Cara ini membuat pengenalan pohon tidak hanya mengandalkan penjelasan pemandu.
Pengunjung dapat melihat informasi secara langsung melalui perangkat yang sudah akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi kawasan edukasi, pendekatan tersebut membuat pengenalan keanekaragaman hayati terasa lebih dekat dengan generasi muda.
Apa tantangan menjaga Hutan Lindung Sungai Wain?
Keberadaan HLSW tidak terlepas dari tekanan terhadap kawasan hutan.
Dalam tayangan disebutkan adanya ancaman seperti kebakaran hutan, perambahan, dan penebangan liar.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan hutan di dekat wilayah berkembang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Hutan Lindung Sungai Wain juga memiliki posisi penting karena berada di kawasan yang terus berkembang.
Halif Sardi dalam tayangan menekankan bahwa pembangunan, termasuk program pembangunan IKN, tetap perlu berjalan tanpa mengabaikan kelestarian kekayaan alam.
Persoalan tersebut membuat HLSW tidak hanya relevan sebagai tempat wisata alam.
Kawasan ini juga memiliki fungsi edukasi, konservasi, dan ruang untuk memperkenalkan kekayaan hayati Kalimantan Timur kepada masyarakat.
Dari pohon raksasa sampai primata, semuanya menunjukkan bahwa ruang hijau di Balikpapan menyimpan kehidupan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar hamparan pepohonan.
Buat bubuhan Balikpapan, Hutan Lindung Sungai Wain menjadi pengingat bahwa kekayaan alam bisa berada sangat dekat dengan aktivitas kota. Menjaganya berarti menjaga cerita Kalimantan tetap hidup, Ces!
Baca Juga: Jelajahi Wisata Bontang, Hidden Gem Kalimantan Timur dengan Pantai, Mangrove, dan Pulau Eksotis
Poin Penting
-
Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) berada di Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Kalimantan Timur.
-
HLSW terdiri atas hutan primer dan hutan sekunder.
-
Kawasan ini masih memiliki pohon berukuran besar seperti bengkirai, meranti, dan ulin.
-
Nama Sungai Wain disebut telah tercantum dalam SK Sultan Kutai mengenai Hutan Tutupan pada 1934.
-
Terdapat sekitar sembilan jenis primata yang disebut dalam penelusuran.
-
Satwa lain yang disebut meliputi beruang madu, lima jenis kucing hutan, kancil, serta lima jenis burung enggang atau rangkong.
-
Inventarisasi yang disebut dalam tayangan mencatat sekitar 1.000 spesies tumbuhan asli Kalimantan dari 80 familia.
-
HLSW menggunakan QR Code pada pohon sebagai sarana edukasi lingkungan.
-
Kawasan ini menghadapi tantangan berupa kebakaran hutan, perambahan, dan penebangan liar.
-
Pengambilan tumbuhan dari kawasan hutan lindung tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus mengikuti ketentuan serta izin pihak berwenang.
Insight Redaksi
Hutan Lindung Sungai Wain menunjukkan bahwa Balikpapan memiliki kekayaan ekologis yang jauh lebih besar daripada yang terlihat dari kawasan perkotaannya. Keberadaan ratusan hingga ribuan jenis tumbuhan dan beragam satwa menjadi aset penting Kalimantan Timur. Bagi BTV, cerita HLSW menarik karena mempertemukan sejarah, teknologi, wisata edukasi, dan konservasi dalam satu kawasan. Hutan ini bukan sekadar destinasi, tetapi ruang hidup yang membutuhkan perlindungan bersama.
Kalau bubuhan baru tahu Hutan Lindung Sungai Wain menyimpan sebanyak itu kekayaan hayati, bagikan artikel ini agar makin banyak yang mengenal sisi hijau Balikpapan, Ces!
FAQ
1. Di mana Hutan Lindung Sungai Wain berada?
Hutan Lindung Sungai Wain berada di Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Kalimantan Timur.
2. Apa saja satwa yang terdapat di Hutan Lindung Sungai Wain?
Dalam tayangan disebutkan terdapat sembilan jenis primata, beruang madu, lima jenis kucing hutan, kancil atau pelanduk kerdil, serta lima jenis burung enggang atau rangkong.
3. Berapa jumlah tumbuhan yang tercatat di Hutan Lindung Sungai Wain?
Dalam penjelasan Agus Din, inventarisasi yang disebut dalam tayangan mencatat sekitar 1.000 spesies tumbuhan asli Kalimantan dari 80 familia.
4. Mengapa pohon di Hutan Lindung Sungai Wain diberi QR Code?
QR Code digunakan sebagai sarana edukasi agar pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai jenis dan manfaat pohon melalui ponsel.
5. Apakah pengunjung boleh mengambil tumbuhan obat dari HLSW?
Dalam tayangan dijelaskan bahwa pengambilan tumbuhan obat atau spesimen memiliki batasan, harus dikontrol, serta memerlukan izin atau rekomendasi dari instansi kehutanan yang berwenang.
6. Mengapa Hutan Lindung Sungai Wain penting bagi Balikpapan?
Kawasan ini berfungsi sebagai ruang konservasi dan edukasi lingkungan sekaligus menyimpan keanekaragaman flora dan fauna di tengah perkembangan wilayah perkotaan.
Sumber Informasi: TVRI Nasional, Amazing Indonesia Kalimantan Timur – Keanekaragaman Hayati Hutan Lindung Sungai Wain.