Rahasia Daya Tarik Pulau Kakaban Terungkap! Berenang Bersama Ubur-Ubur Tidak Menyengat yang Langka di Dunia

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:17 WIB
Pulau Kakaban menawarkan snorkeling dan pengalaman bertemu ubur-ubur tidak menyengat di danau purba. (Sumber: YouTube Bang Jago)
Pulau Kakaban menawarkan snorkeling dan pengalaman bertemu ubur-ubur tidak menyengat di danau purba. (Sumber: YouTube Bang Jago)

Durasi Baca: 6 Menit

Wisata Pulau Kakaban dan pengalaman bertemu ubur-ubur tidak menyengat di Kepulauan Derawan

Ikhtisar: Artikel ini membahas perjalanan menuju Pulau Kakaban, keindahan bawah lautnya, pengalaman snorkeling, serta keunikan Danau Kakaban yang menjadi habitat ubur-ubur tidak menyengat dan dikenal sebagai salah satu lokasi langka di dunia.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menawarkan pengalaman berbeda. Selain memiliki panorama bawah laut yang memikat, pulau ini menyimpan Danau Kakaban yang menjadi habitat ubur-ubur tidak menyengat, sebuah fenomena alam yang hanya ditemukan di sedikit lokasi di dunia berdasarkan penjelasan dalam video perjalanan Bang Jago.

Perjalanan menuju pulau ini bukan sekadar menikmati pemandangan laut. Wisatawan juga diajak mengenal kekayaan ekosistem laut, lokasi penyelaman terkenal, hingga proses evolusi ubur-ubur yang hidup terisolasi selama jutaan tahun. Menarik. Penasaran? Simak sampai selesai, Ces!

Apa yang membuat Pulau Kakaban menjadi tujuan wisata favorit di Kepulauan Derawan?

Kawasan Kepulauan Derawan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kalimantan Timur. Dalam perjalanan yang dibagikan kanal YouTube Bang Jago, kawasan ini diperlihatkan memiliki sejumlah pulau yang menawarkan karakter wisata berbeda, mulai dari Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, hingga Pulau Maratua.

Perjalanan menuju Pulau Kakaban ditempuh menggunakan perahu milik Suku Bajau dengan waktu sekitar satu jam dari kawasan Derawan. Selama perjalanan, hamparan laut berwarna biru jernih menjadi pemandangan utama yang mengiringi rombongan menuju lokasi wisata.

Video juga menampilkan perkembangan infrastruktur di Pulau Maratua. Di pulau tersebut telah tersedia bandara, sementara sejumlah resor masih terus dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Derawan.

Keberadaan berbagai pulau dengan karakter berbeda membuat kawasan ini menjadi pilihan wisata bagi pencinta alam maupun penyelam yang ingin menikmati kekayaan bawah laut Indonesia.

Bagaimana pengalaman snorkeling di sekitar Pantai Kakaban?

Setelah tiba di kawasan Pulau Kakaban, aktivitas pertama yang dilakukan rombongan adalah snorkeling di sekitar pantai. Air laut yang tenang membuat lokasi tersebut nyaman untuk menikmati pemandangan bawah laut.

Terumbu karang yang masih alami dipadukan dengan perairan jernih menghadirkan panorama yang menjadi daya tarik utama kawasan ini. Di beberapa titik juga terlihat pantai tersembunyi yang masih relatif alami.

Baca Juga: Lapangan Merdeka Balikpapan Tetap Jadi Tempat Favorit Warga untuk Olahraga dan Bersantai

Salah satu lokasi penyelaman yang diperkenalkan dalam video ialah Barracuda Point atau Meditation Wall. Titik penyelaman ini memiliki kedalaman hingga sekitar 40 meter dan dikenal sebagai habitat berbagai jenis hiu.

Meski demikian, lokasi tersebut lebih sering dikunjungi penyelam berpengalaman karena karakteristik kedalamannya membutuhkan kemampuan menyelam yang memadai.

Pulau Kakaban menawarkan snorkeling dan pengalaman bertemu ubur-ubur tidak menyengat di danau purba. (Sumber: YouTube Bang Jago)
Barracuda Point menawarkan panorama bawah laut, terumbu karang alami, dan habitat hiu bagi penyelam berpengalaman. (Sumber: YouTube Bang Jago)

Mengapa Danau Kakaban menjadi salah satu danau paling unik di dunia?

Usai menikmati keindahan laut, perjalanan dilanjutkan menuju Danau Kakaban yang berada di bagian tengah pulau. Untuk mencapainya, wisatawan harus menaiki tangga kayu dengan ketinggian sekitar 30 meter sebelum berjalan kaki santai kurang lebih lima menit.

Danau ini menjadi daya tarik utama Pulau Kakaban karena dihuni ubur-ubur yang tidak menyengat atau stingless jellyfish. Keunikan tersebut menjadikan kawasan ini berbeda dibanding destinasi wisata bahari lainnya.

Dalam video tersebut, kreator konten Bang Jago menjelaskan bahwa Danau Kakaban merupakan salah satu dari tiga lokasi di dunia yang memiliki habitat ubur-ubur tidak menyengat dengan empat spesies berbeda.

Bang Jago – Kreator Konten/Vlogger: "Ini satu dari tiga lokasi di dunia dan di dalam sini paling banyak ada empat spesiesnya. Mereka terperangkap di sini jutaan tahun yang lalu dan berevolusi karena tidak ada predator, jadi tidak menyengat."

Penjelasan tersebut menggambarkan bagaimana kondisi lingkungan yang terisolasi selama jutaan tahun membentuk karakter unik ubur-ubur di Danau Kakaban tanpa mengubah kronologi maupun isi kutipan dari sumber video.

Bagaimana empat spesies ubur-ubur tidak menyengat hidup di Danau Kakaban?

Daya tarik utama Danau Kakaban bukan hanya airnya yang tenang, tetapi juga keberadaan empat spesies ubur-ubur yang dapat diamati langsung saat snorkeling. Wisatawan dapat berenang bersama hewan tersebut tanpa khawatir terkena sengatan seperti ubur-ubur yang hidup di laut terbuka.

Dalam video perjalanan itu, Bang Jago memperlihatkan spesies pertama, yaitu Mastigias, yang memiliki ukuran relatif besar dengan warna kemerahan. Jenis ini menjadi salah satu yang paling mudah dijumpai karena berenang dalam jumlah cukup banyak di perairan danau.

Spesies berikutnya adalah Cassiopea atau ubur-ubur terbalik. Berbeda dari jenis lainnya, Cassiopea lebih banyak berada di dasar danau dengan posisi tubuh yang khas menghadap ke bawah sehingga terlihat unik ketika diamati dari permukaan.

Selain itu terdapat Aurelia, ubur-ubur berwarna transparan yang memiliki bentuk lebih sederhana. Ada pula spesies berukuran kecil dengan rumbai-rumbai halus yang turut melengkapi keanekaragaman hayati di Danau Kakaban.

Keberadaan empat spesies tersebut menjadi bukti bahwa danau ini memiliki ekosistem yang sangat khas. Kondisi lingkungan yang terisolasi selama jutaan tahun membuat organisme di dalamnya berkembang dengan karakter yang berbeda dibanding ubur-ubur di lautan terbuka.

Baca Juga: Sensasi Menjelajah Danau Halo Tabung Maratua, Danau Biru Tersembunyi dengan Air Tawar Sejernih Kristal

Mengapa pengalaman snorkeling di Danau Kakaban berbeda dari lokasi lain?

Snorkeling di Danau Kakaban menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Wisatawan dapat mengamati ubur-ubur dari jarak dekat sambil tetap menjaga kelestarian habitatnya.

Air danau yang tenang membantu pengunjung menikmati setiap momen tanpa gangguan ombak besar. Situasi tersebut membuat aktivitas berenang terasa lebih nyaman sekaligus memberikan kesempatan mengamati perilaku ubur-ubur secara alami.

Meski ubur-ubur di danau ini dikenal tidak menyengat, wisatawan tetap dianjurkan menjaga etika selama berada di dalam air. Menghindari sentuhan berlebihan dan tidak mengganggu kehidupan satwa menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Pengalaman tersebut menjadi alasan mengapa Danau Kakaban sering disebut sebagai salah satu destinasi wisata alam paling unik di Indonesia. Bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga kesempatan mempelajari proses evolusi yang berlangsung selama jutaan tahun melalui spesies yang masih bertahan hingga sekarang.

Setelah puas menikmati keunikan Danau Kakaban, rombongan mengakhiri kegiatan dengan makan siang di kawasan dermaga sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju Pulau Derawan. Momen tersebut sekaligus menutup rangkaian wisata yang memperlihatkan pesona laut, pantai, dan danau purba dalam satu destinasi.

Poin Penting

Insight Redaksi

Pulau Kakaban menunjukkan bahwa wisata alam tidak hanya menawarkan panorama indah, tetapi juga menjadi ruang belajar mengenai keunikan ekosistem yang terbentuk selama jutaan tahun. Kehadiran ubur-ubur tidak menyengat menjadi nilai ilmiah sekaligus daya tarik wisata yang perlu dijaga bersama. Wisata berkelanjutan menjadi kunci agar pesona alam ini tetap dapat dinikmati generasi berikutnya. Kada cukup datang lalu berfoto, pahami juga pentingnya menjaga kelestarian habitatnya, Ces. Pengelolaan wisata yang mengutamakan konservasi dapat menjaga keseimbangan antara kunjungan wisatawan dan keberlangsungan ekosistem Pulau Kakaban.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal salah satu kekayaan wisata alam Kalimantan Timur sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestariannya.

Masih banyak kisah menarik dari berbagai destinasi wisata Kalimantan Timur yang layak dijelajahi. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana letak Pulau Kakaban?

Pulau Kakaban berada di kawasan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

2. Apa daya tarik utama Pulau Kakaban?

Daya tarik utamanya adalah Danau Kakaban yang dihuni ubur-ubur tidak menyengat serta keindahan bawah laut di sekitar pulau.

3. Berapa lama perjalanan menuju Pulau Kakaban?

Berdasarkan video Bang Jago, perjalanan menggunakan perahu dari kawasan Derawan menuju Pulau Kakaban memerlukan waktu sekitar satu jam.

4. Apa saja spesies ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban?

Empat spesies yang diperkenalkan dalam video ialah Mastigias, Cassiopea, Aurelia, dan satu spesies ubur-ubur kecil dengan rumbai-rumbai halus.

5. Bagaimana cara mencapai Danau Kakaban?

Pengunjung perlu menaiki tangga kayu setinggi sekitar 30 meter, kemudian berjalan kaki santai sekitar lima menit menuju kawasan danau.

Sumber Informasi

Informasi ini telah tayang sebelumnya di media YouTube @Bang Jago, dengan judul "Jago 134 | Indahnya Kakaban dan Stingless Jellyfish". Dipublikasikan kembali dengan angle dan gaya artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Danau Ubur-Ubur Kakaban Wisata Kepulauan Derawan Pulau Kakaban