Air Terjun Mananggar Landak, Surga Alam dengan Jalur Ekstrem yang Memacu Adrenalin

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 05:28 WIB
Air Terjun Mananggar menawarkan petualangan alam dengan jalur ekstrem, camping, memancing, dan panorama hutan asri. (BTV/Ai)
Air Terjun Mananggar menawarkan petualangan alam dengan jalur ekstrem, camping, memancing, dan panorama hutan asri. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 Menit

Menjelajahi Air Terjun Mananggar, Destinasi Wisata Alam dengan Jalur Ekstrem di Kabupaten Landak

Ikhtisar: Artikel ini membahas pengalaman menjelajahi Air Terjun Mananggar, tantangan akses menuju lokasi, aktivitas camping dan memancing, hingga potensi wisata alam yang dimiliki kawasan tersebut.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Air Terjun Mananggar di Desa Melayu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menawarkan pengalaman wisata alam yang berbeda. Keindahan air terjun berpadu dengan perjalanan penuh tantangan menjadikan destinasi ini menarik bagi pecinta petualangan, camping, dan memancing.

Perjalanan menuju lokasi bukan sekadar wisata biasa. Medannya berat. Namun justru di situlah daya tariknya, Ces!

Apakah Air Terjun Mananggar Layak Masuk Daftar Destinasi Petualangan?

Air Terjun Mananggar dikenal sebagai salah satu air terjun besar di Kabupaten Landak. Lokasinya berada di Desa Melayu, Kecamatan Air Besar, kawasan yang masih dikelilingi hutan dan perbukitan alami.

Keasrian lingkungan membuat suasana di sekitar air terjun masih sangat alami. Gemuruh air berpadu dengan vegetasi lebat menghadirkan pengalaman yang berbeda dibanding objek wisata yang telah berkembang.

Video petualangan dari kanal YouTube Exturmindc memperlihatkan bagaimana perjalanan menuju lokasi menjadi bagian utama dari pengalaman wisata. Bukan hanya menikmati air terjun, tetapi juga menikmati proses menuju tempat tersebut.

Bagi penyuka kegiatan luar ruang, kawasan ini menawarkan kombinasi antara eksplorasi alam, camping, hingga memancing di sungai sekitar air terjun.

Mengapa Perjalanan Menuju Air Terjun Mananggar Sangat Menantang?

Tim memulai perjalanan dari Kota Ngabang menuju Desa Serimbu sebelum melanjutkan perjalanan sekitar 22 kilometer ke arah Desa Antangin dan Desa Melayu.

Walaupun jaraknya relatif tidak terlalu jauh, kondisi jalan membuat perjalanan menjadi jauh lebih lama dari perkiraan.

Hujan menyebabkan jalan berubah menjadi sangat licin, berlumpur, serta dipenuhi tanjakan dan turunan tajam.

Perjalanan yang semula diperkirakan berlangsung sekitar tiga jam akhirnya memakan waktu hingga enam sampai tujuh jam.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan mendapat bantuan dari seorang warga lokal bernama Bang Rahul yang membantu kendaraan melewati beberapa titik ekstrem.

Momen tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas wisata di kawasan pedalaman.

Salah satu pernyataan yang paling menarik dalam video adalah harapan kreator terhadap perbaikan akses jalan.

"Akses jalan kedua desa ini, Desa Antangin dan Desa Melayu, sangat luar biasa sulitnya. Tolong dong perhatiannya Bapak/Ibu yang berwenang."

Kutipan tersebut menggambarkan bahwa tantangan utama kawasan wisata ini bukan pada keindahan alamnya, melainkan akses menuju lokasi.

Baca Juga: Bukit Batu Daya Ketapang: Kisah Ekspedisi Panjat Tebing yang Penuh Tantangan

Apa Saja Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Air Terjun Mananggar?

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 17.30, rombongan langsung mendirikan area camping sambil mulai memancing di sekitar aliran sungai.

Malam hari dihabiskan dengan beristirahat di sebuah rumah kosong yang berada tidak jauh dari kawasan air terjun.

Keesokan paginya suasana berubah menjadi lebih santai. Tim menikmati kopi sambil mempersiapkan perlengkapan memancing.

Mereka kemudian bertemu warga setempat yang juga datang untuk mencari ikan baung.

Interaksi sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kawasan ini bukan hanya menjadi lokasi wisata, tetapi juga bagian dari aktivitas masyarakat sekitar.

Selain memancing, rombongan juga mengeksplorasi area air terjun serta gua alami yang berada di sekitarnya.

Aktivitas seperti ini membuat perjalanan terasa lebih lengkap karena menghadirkan kombinasi antara petualangan, relaksasi, dan eksplorasi alam.

Mengapa Rute Pulang Harus Memutar Lewat Entikong?

Setelah kegiatan selesai, hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Kondisi tersebut membuat jalur perbukitan yang sebelumnya dilewati dipastikan tidak aman bagi kendaraan.

Demi menghindari risiko terjebak di jalan berlumpur, rombongan akhirnya memilih jalur alternatif yang lebih jauh dengan memutar melalui kawasan Entikong di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Keputusan tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kondisi cuaca ketika merencanakan perjalanan ke kawasan wisata alam yang aksesnya masih terbatas.

Wisata petualangan memang menawarkan pengalaman berbeda, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Menyusuri Hutan Agatis di Desa Tujung, Menemukan Kantong Semar Alami di Kalimantan Utara

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkunjung ke Air Terjun Mananggar?

Perjalanan menuju Air Terjun Mananggar memerlukan persiapan yang matang.

Kondisi kendaraan harus dipastikan dalam keadaan prima karena sebagian besar jalur berupa tanah berbukit yang mudah berubah menjadi licin saat hujan.

Persediaan logistik juga perlu diperhitungkan sejak awal, mengingat fasilitas di sekitar lokasi masih terbatas.

Bagi yang ingin camping, perlengkapan tenda, makanan, penerangan, serta perlengkapan darurat menjadi kebutuhan penting.

Jika memungkinkan, perjalanan sebaiknya dilakukan bersama rombongan dan didampingi warga lokal yang memahami kondisi jalur.

Persiapan sederhana tersebut dapat membantu perjalanan menjadi lebih aman sekaligus nyaman.

Poin Penting

Insight Redaksi

Air Terjun Mananggar memperlihatkan bahwa pesona wisata alam kadang justru lahir dari kawasan yang masih minim sentuhan pembangunan. Namun akses yang sulit dapat membatasi potensi ekonomi masyarakat sekitar apabila tidak mendapat perhatian. Jadi begini, Ces, menjaga alam penting, tetapi akses yang aman juga kada kalah penting. Perbaikan infrastruktur yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dapat membuka peluang wisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal potensi wisata alam Kalimantan Barat.

Masih banyak destinasi alam menarik yang menyimpan cerita unik di Indonesia. Ikuti terus update terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi Air Terjun Mananggar?

Air Terjun Mananggar berada di Desa Melayu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

2. Berapa lama perjalanan menuju lokasi?

Dalam video, perjalanan memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam karena kondisi jalan yang licin akibat hujan.

3. Aktivitas apa saja yang dilakukan di lokasi?

Camping, memancing, menikmati pemandangan air terjun, serta mengeksplorasi gua di sekitar kawasan.

4. Mengapa rombongan pulang melalui Entikong?

Karena jalur utama tidak dapat dilalui setelah hujan deras sehingga dipilih rute alternatif yang lebih aman.

5. Apa tantangan utama menuju Air Terjun Mananggar?

Medan berbukit, jalan berlumpur, tanjakan curam, serta cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Sumber Informasi

Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media YouTube @Exturmindc, dengan judul "MANCING DAN CAMPING | AIR TERJUN MANANGGAR KALIMANTAN | EKSPLORASI DAN TRIP". Artikel ini disusun kembali dengan sudut pandang jurnalistik dan gaya penulisan Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Panorama Air Terjun jalan menuju air terjun memancing