Durasi Baca: 6 Menit
Topik: Perjalanan Dennis Lat dari Sarawak menuju Kalimantan Barat menghadiri Festival Keling Kumang sekaligus mengenal budaya Dayak dan Bukit Kelam.
Ikhtisar: Perjalanan lintas negara ini memperlihatkan keindahan Kalimantan Barat, reuni setelah 20 tahun, pelestarian tenun Dayak Iban, legenda Bukit Kelam, hingga kemeriahan Festival Keling Kumang 2026.
Balikpapan TV - Hai Ces! Perjalanan kreator konten sekaligus penyanyi asal Sarawak, Dennis Lat, menuju Kalimantan Barat bukan hanya menghadiri sebuah festival budaya. Perjalanan lintas negara itu juga menjadi kesempatan untuk kembali bertemu sahabat lama setelah 20 tahun, mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Dayak Iban, hingga menikmati keindahan Bukit Kelam, salah satu ikon wisata alam Kabupaten Sintang.
Selama beberapa hari berada di Kalimantan Barat, Dennis mendokumentasikan perjalanan dari perbatasan Entikong, mengunjungi Rumah Panjang Said Panjang, hingga tampil sebagai pengisi acara pada malam puncak Festival Keling Kumang 2026.
Perjalanan ini memperlihatkan bahwa budaya menjadi jembatan yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia di wilayah Pulau Kalimantan.
Perjalanan Dimulai dari Perbatasan Entikong
Dennis Lat memulai perjalanan dari Sarawak, Malaysia, menuju Pos Lintas Batas Negara Entikong sebelum memasuki wilayah Kalimantan Barat. Bersama rombongan, ia melanjutkan perjalanan darat melewati Balai Karangan, Sekadau, hingga Kabupaten Sintang.
Sepanjang perjalanan, pemandangan khas pedalaman Kalimantan mendominasi. Jalan yang berkelok, permukiman warga di sepanjang sungai, serta hamparan hutan tropis menjadi panorama yang menemani perjalanan selama beberapa jam.
Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang terlihat di sepanjang rute menjadi gambaran pentingnya sungai sebagai jalur transportasi sekaligus sumber kehidupan masyarakat setempat.
Reuni Mengharukan Setelah Dua Dekade
Sesampainya di Sekadau, Dennis Lat bertemu kembali dengan Pak Riki, sosok yang pernah mengundangnya ke Kalimantan Barat sekitar dua puluh tahun lalu.
Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh nostalgia. Dennis mengenang kunjungan pertamanya ketika anaknya masih kecil, sementara kini telah menempuh pendidikan di bangku kuliah.
"Saya 20 tahun sudah tidak ketemu Pak Riki. Waktu saya pertama ke sini anak saya masih kecil, sekarang sudah kuliah. 20 tahun tak terasa."
— Dennis Lat, Kreator Konten dan Penyanyi asal Sarawak
Pak Riki pun mengingat kembali pertemuan mereka di Sintang pada tahun 2006 sebelum membahas persiapan penampilan Dennis pada Festival Keling Kumang.
Rumah Panjang dan Tenun Dayak yang Terus Dijaga
Perjalanan berikutnya membawa Dennis menuju Rumah Panjang Said Panjang di kawasan kaki Bukit Kelam. Rumah adat tersebut masih menjadi pusat aktivitas budaya masyarakat Dayak Iban.
Di lokasi ini, Dennis berbincang langsung dengan para pengrajin kain tenun tradisional mengenai proses pembuatan hingga upaya mempertahankan warisan budaya.
Saat ditanya mengenai lama proses pembuatan, salah seorang pengrajin menjelaskan bahwa satu kain tenun dapat diselesaikan sekitar satu bulan, tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya.
"Prosesnya cukup lama, sekitar satu bulan. Kami terus menenun agar generasi muda bisa meneruskan tradisi ini."
— Ibu Pengrajin Tenun Tradisional, Rumah Panjang Said Panjang
Menurut para pengrajin, masih ada generasi muda yang belajar menenun sehingga tradisi tersebut tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: Ekspedisi Gunung Harun Dimulai, Fiersa Besari Ungkap Beratnya Akses Menuju Krayan
Legenda Bukit Kelam yang Masih Dikenang
Dalam perjalanan menuju kawasan Bukit Kelam, pemandu lokal bernama Joni menceritakan legenda yang telah lama hidup di tengah masyarakat Dayak.
Menurut cerita rakyat tersebut, Bukit Kelam berasal dari batu raksasa yang dibawa oleh sosok bernama Bujang Beji. Batu itu disebut hendak digunakan untuk membendung Sungai Melawi agar lebih mudah menangkap ikan.
Namun, di tengah perjalanan, tali pengikat batu terlepas sehingga batu raksasa tersebut jatuh dan menetap di lokasi yang kini dikenal sebagai Bukit Kelam.
Hingga sekarang, legenda tersebut masih menjadi bagian dari kekayaan cerita rakyat yang melengkapi daya tarik wisata alam Bukit Kelam.
Festival Keling Kumang Berlangsung Meriah
Pada malam puncak Festival Keling Kumang 2026, Dennis Lat tampil menghibur ribuan masyarakat yang memadati arena kegiatan.
Acara diawali dengan prosesi penobatan Bujang Keling dan Dara Kumang 2026, dilanjutkan penyerahan mahkota dan tongkat kepemimpinan dari pemenang sebelumnya.
Di hadapan para pengunjung, Dennis menyampaikan apresiasi kepada panitia serta doa bagi seluruh masyarakat yang hadir.
"Terima kasih kepada pihak penganjur Keling Kumang dari peringkat atas sampai ke peringkat bawah yang sudi mengundang saya. Semoga kita semua panjang umur, murah rezeki, sehat selalu, serta sukses dalam setiap usaha."
— Dennis Lat, Penyanyi dan Pengisi Acara Utama
Ketua Pengawas Keling Kumang, Stefanus Masiun, juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan melestarikan budaya Dayak melalui momentum Hari Gawai.
Malam puncak kemudian ditutup dengan pertunjukan musik, tarian tradisional, dan lagu-lagu Dayak Iban yang berlangsung hingga larut malam.
Baca Juga: Naik Bus Air Sungai Mahakam Samarinda–Melak, Perjalanan 20 Jam yang Masih Jadi Andalan Warga
Poin Penting
-
Dennis Lat melakukan perjalanan dari Sarawak, Malaysia, menuju Kalimantan Barat untuk menghadiri Festival Keling Kumang 2026.
-
Perjalanan melintasi Pos Lintas Batas Negara Entikong, Balai Karangan, Sekadau, hingga Kabupaten Sintang.
-
Momen reuni Dennis Lat dengan Pak Riki menjadi salah satu bagian paling emosional setelah keduanya tidak bertemu selama sekitar 20 tahun.
-
Rumah Panjang Said Panjang masih menjadi pusat pelestarian budaya Dayak Iban, khususnya tradisi menenun kain.
-
Bukit Kelam tetap menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Sintang yang kaya akan nilai sejarah dan legenda masyarakat Dayak.
-
Festival Keling Kumang menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan masyarakat Dayak dari berbagai daerah, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Insight Redaksi
Perjalanan Dennis Lat menunjukkan bahwa sebuah festival budaya bukan hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan lintas negara yang memiliki akar budaya sama. Reuni setelah dua dekade, kunjungan ke rumah panjang, hingga dialog bersama para penenun memberikan gambaran bahwa warisan budaya akan tetap hidup ketika terus dikenalkan kepada generasi muda dan dipromosikan melalui media digital. Budaya seperti ini kada cukup hanya dipertontonkan saat festival, tetapi juga perlu menjadi bagian dari aktivitas wisata dan edukasi sepanjang tahun. Bagi daerah yang memiliki kekayaan budaya serupa, kolaborasi dengan kreator konten dapat menjadi langkah realistis untuk memperluas promosi sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Bagikan juga artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang mengenal kekayaan budaya Dayak dan destinasi wisata di Kalimantan Barat.
Penasaran dengan kisah budaya, wisata, dan peristiwa menarik lainnya di Kalimantan? Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa Dennis Lat?
Dennis Lat merupakan kreator konten sekaligus penyanyi asal Sarawak, Malaysia, yang aktif membagikan dokumentasi perjalanan, budaya, dan kegiatan masyarakat di Pulau Kalimantan melalui kanal YouTube miliknya.
2. Apa tujuan Dennis Lat datang ke Kalimantan Barat?
Ia memenuhi undangan sebagai pengisi acara pada malam puncak Festival Keling Kumang 2026 sekaligus mendokumentasikan perjalanan budaya di Kabupaten Sintang dan Sekadau.
3. Apa yang menarik dari Rumah Panjang Said Panjang?
Rumah Panjang Said Panjang menjadi salah satu pusat pelestarian budaya Dayak Iban, termasuk aktivitas menenun kain tradisional yang masih dilakukan hingga saat ini.
4. Apa legenda yang melatarbelakangi Bukit Kelam?
Menurut cerita rakyat yang disampaikan dalam perjalanan, Bukit Kelam berasal dari batu raksasa yang dibawa Bujang Beji untuk membendung Sungai Melawi. Batu tersebut kemudian jatuh dan menetap di lokasi yang kini dikenal sebagai Bukit Kelam.
5. Apa itu Festival Keling Kumang?
Festival Keling Kumang merupakan ajang budaya masyarakat Dayak yang menghadirkan pemilihan Bujang Keling dan Dara Kumang, pertunjukan seni, musik, tarian tradisional, serta berbagai kegiatan pelestarian budaya.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di media YouTube @Dennis Lat, dengan judul "Bukit Kelam Sintang/Perjalanan dari Sarawak Malaysia ke Kalimantan Barat Indonesia". Artikel dipublikasikan kembali dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma