Menembus Belantara Bukit Raya: Sensasi Ekspedisi Seven Summits Di Kalimantan!

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:12 WIB
Pemandangan indah Gunung Bukit Raya dari atas diselimuti hijau pepohonan dan embun pagi segar. (BTV/Ai)
Pemandangan indah Gunung Bukit Raya dari atas diselimuti hijau pepohonan dan embun pagi segar. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Eksplorasi Jalur Dan Adat Pendakian Gunung Bukit Raya Ekspedisi Seven Summits Kalimantan

Ikhtisar: Artikel ini mengulas tantangan fisik, keanekaragaman hutan ekosistem Borneo, hingga sakralnya tradisi adat lokal yang melingkupi perjalanan pendakian menuju Puncak Hakam di Gunung Bukit Raya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gunung Bukit Raya di perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menyimpan pesona rimba liar sekaligus pengalaman spiritual bagi para pencinta alam Nusantara.

Meskipun ketinggiannya berada di angka 2.278 meter di atas permukaan laut, medan yang harus ditembus para pendaki terbilang sangat ekstrem. Penasaran bagaimana keseruan serta keunikan jalur ekspedisi di jantung Borneo ini Ces?

Mengapa Jalur Pendakian Bukit Raya Dikenal Sangat Menantang Fisik Dan Mental?

Menembus belantara Kalimantan untuk mencapai salah satu atap Seven Summits Indonesia ini membutuhkan daya tahan tubuh yang ekstra prima. Pendaki harus siap menghadapi kombinasi medan basah, arus sungai deras, serta vegetasi hutan yang sangat lebat.

Penjelajahan diawali dari kawasan pintu rimba menuju tempat perkemahan Dahiye. Guna memangkas jarak tempuh, rombongan sering memilih jalur terobosan yang mewajibkan mereka menyeberangi beberapa sungai berarus kencang secara langsung.

Tantangan tak berhenti pada basahnya pakaian dan barang bawaan. Jalur ini dikenal sebagai habitat bagi ratusan ekor pacet yang siap menembus celah sepatu maupun pakaian para pendaki sepanjang lintasan.

Baca Juga: Menembus Tebing Kars Ekstrem Demi Menemukan Makam Kuno Dayak Ga'ai!

Bagaimana Keanekaragaman Hutan Dan Rute Menuju Puncak Hakam?

Perjalanan berlanjut menyusuri aliran Sungai Samba menuju kawasan Tosah, wilayah yang bermakna sungai bercabang dua. Jarak tempuh antar pos berada di kisaran 8 hingga 10 kilometer setiap harinya.

Setelah melewati Tosah, vegetasi mulai bergeser ke kawasan Juatu Hatong atau yang dikenal warga sebagai Jalan Landak. Di tempat ini, deretan pohon raksasa yang tumbang serta guyuran hujan kerap menyapa para petualang.

Karakteristik hutan kawasan Bukit Raya bertransisi secara bertahap dari lowland forest (hutan dataran rendah) hingga elevasi 1.000 mdpl. Makin mendekati puncak, pemandangan berganti menjadi Hutan Lumut tebal yang dipenuhi hamparan vegetasi khas seperti bunga rhododendron.

Baca Juga: Mengintip Surga Tersembunyi Berau: Pesona Maratua, Kakaban, dan Derawan yang Mendunia

Mengapa Adat Dan Tradisi Penghormatan Sangat Dijaga Di Puncak Bukit Raya?

Selain menantang secara fisik, wilayah ini sarat akan nilai sejarah serta kepercayaan masyarakat lokal. Cerita rakyat setempat mencatat bahwa kawasan ini berkaitan erat dengan Pangeran Mangkubumi yang bertapa ratusan tahun lalu, sehingga lokasi tersebut dikenal pula sebagai Muko Raja.

Sesampainya di Puncak Hakam pada ketinggian 2.278 mdpl, terdapat sebuah bagunan kayu kecil bernama Tadjahan. Tempat ini difungsikan khusus sebagai tempat menaruh sesajen serta pelaksanaan ritual adat.

Setiap pengunjung yang berhasil menginjakkan kaki di puncak tertinggi dipersyaratkan mengikuti prosesi ritual penutup sebagai bentuk penghormatan. Tata cara ini dilakukan guna memohon keselamatan selama berada di wilayah sakral tersebut hingga kembali pulang.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Menaklukkan Puncak Hakam itu kada cuma soal adu fisik atau gengsi Seven Summits belaka, Ces. Di sana ada aturan adat serta rimba liar yang menuntut rasa hormat tinggi dari siapa pun yang datang. Kebanyakan orang cuma fokus sama tingginya mdpl, padahal tantangan terberatnya justru ada pada kegigihan menembus hutan lumut dan ganasnya rute pacet. Kalau ikam mengaku pendaki sejati, buktikan keberanian ikam di jalur Borneo ini! Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam biar makin banyak yang paham pesona rimba Kalteng-Kalbar.

Persiapkan fisik serta stamina dengan matang sebelum menjajal rute ekstrem ini. Jangan lupa kirim jua info ini ke kawalan ikam.

Supaya ikam kada ketinggalan berita ekspedisi dan destinasi alam terkini, terus pantau pembahasannya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Berapa tinggi Gunung Bukit Raya? Puncak Hakam di Gunung Bukit Raya memiliki ketinggian 2.278 meter di atas permukaan laut (mdpl).

  2. Apa saja jalur pendakian Gunung Bukit Raya? Terdapat dua rute utama, yaitu via Rantau Malam (Kalimantan Barat) dan via Desa Banghabangoi (Kalimantan Tengah).

  3. Apa itu Tadjahan yang ada di puncak? Tadjahan adalah bangunan kayu kecil media ritual tempat meletakkan sesajen sesuai tradisi adat setempat.

  4. Mengapa perjalanan ke Bukit Raya membutuhkan waktu lama? Selain jarak antar pos yang jauh (8–10 km per hari), pendaki harus menyeberangi banyak sungai berarus serta menembus hutan lebat.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @Anak Pedalaman, dengan judul "PENDAKIAN GUNUNG BUKIT RAYA 6 hari 5 malam di pedalaman kalimantan Ekspedisi 7 summit Indonesia 🇲🇨". Di-publikasikan kembali berupa artikel dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Anak Pedalaman Puncak Hakam Tadjahan