Perjalanan Ekstrem Di Perbatasan Krayan Kaltara: Dari Mobil 4x4 Sampai Garam Gunung Unik

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:15 WIB
Pemandangan memukau puncak Gunung Harun dari atas menyajikan hamparan alam hijau yang begitu mempesona. (BTV/Ai)
Pemandangan memukau puncak Gunung Harun dari atas menyajikan hamparan alam hijau yang begitu mempesona. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Perjalanan Ekstrem Menembus Perbatasan Krayan Kalimantan Utara Dan Misteri Budaya Lokal

Ikhtisar: Artikel ini menyajikan gambaran ekspedisi menembus perbatasan Krayan, mengungkap fenomena kendaraan off-road, komoditas unik garam gunung, serta kearifan lokal masyarakat perbatasan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ekspedisi penjelajahan menuju Gunung Harun di perbatasan Krayan, Kalimantan Utara, memperlihatkan realitas kehidupan masyarakat perbatasan yang penuh tantangan geografis sekaligus kaya akan kearifan lokal yang unik.

Musisi sekaligus petualang Fiersa Besari bersama tim pendaki membagikan perjalanan menembus jalur terpencil Kalimantan Utara, mulai dari penerbangan pesawat perintis berkapasitas 12 orang hingga melintasi medan lumpur ekstrem menggunakan kendaraan khusus 4x4.

Perjalanan ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga membongkar keunikan komoditas lokal seperti garam gunung dan beras kualitas tinggi khas perbatasan, Ces.

Penasaran dengan lika-liku menembus rimba perbatasan Krayan yang penuh kejutan ini? Simak ulasan lengkapnya sampai tuntas, Ces!

Baca Juga: Ancaman Abrasi Pantai Pulau Derawan, Garis Pantai Kian Terkikis Laut!

Mengapa Akses Transportasi Menuju Krayan Sangat Ekstrem Dan Penuh Tantangan?

Menjangkau wilayah perbatasan Krayan di Kalimantan Utara membutuhkan moda transportasi udara khusus berupa pesawat perintis kecil berkapasitas 12 penumpang dari Nunukan. Ketatnya pembatasan bobot bagasi membuat calon penumpang harus memperhitungkan barang bawaan secara cermat agar penerbangan berjalan aman.

Keunikan sistem layanan transportasi perbatasan ini terlihat dari tiket penerbangan yang masih ditulis tangan secara manual oleh petugas bandara. Penerbangan berdurasi 45 menit ini melintasi ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut sebelum mendarat di Airport Yuvai Semaring.

Setibanya di darat, perjalanan berlanjut melintasi medan tanah berlumpur yang hanya bisa ditaklukkan oleh kendaraan penggerak empat roda. Ketangguhan armada moda darat menjadi penentu utama agar rombongan bisa sampai ke titik pemukiman.

Mengapa Mobil Off-Road Tua Dan Mewah Menjadi Kendaraan Utama Di Perbatasan?

Pemandangan unik terlihat di sepanjang jalan pedalaman Krayan dengan maraknya penggunaan mobil jenis Land Cruiser tua hingga kendaraan bertipe off-road berukuran raksasa. Kendaraan tersebut dibeli dari wilayah Malaysia dengan harga terjangkau untuk menunjang aktivitas harian warga lokal.

Kondisi jalur tanah yang dipenuhi kubangan lumpur dalam serta lekukan curam menjadikan mobil raksasa ini pilihan paling rasional, bukan sekadar gaya hidup. Fungsi utama kendaraan benar-benar diuji untuk menerjang medan terisolasi yang sulit dilalui mobil biasa.

Perjalanan menuju titik terjauh seperti Desa Pak Raye bahkan membutuhkan mobil double cabin yang dimodifikasi khusus menggunakan suspensi per daun dan ban berdiameter tinggi. Penyesuaian tekanan angin ban serta keterampilan pengemudi menjadi faktor krusial saat mobil terjebak di kubangan lumpur.

Baca Juga: Menembus Tebing Kars Ekstrem Demi Menemukan Makam Kuno Dayak Ga'ai!

Apa Saja Keunikan Budaya Dan Komoditas Lokal Di Dataran Tinggi Krayan?

Wilayah Krayan menyimpan potensi komoditas unik berupa sumur air asin yang terletak di kawasan pegunungan pada ketinggian seribu meter di atas permukaan laut. Air asin dari sumur tersebut diolah oleh warga lokal melalui tiga tahapan perebusan dalam drum hingga menghasilkan kristal garam gunung.

Selain garam alami, wilayah ini terkenal sebagai daerah penghasil beras unggulan ber-kualitas tinggi yang kerap disebut sebagai Beras Krayan atau beras Sultan. Komoditas pangan ini memiliki reputasi tinggi hingga diminati oleh konsumen dari luar negeri.

Masyarakat lokal Krayan juga memegang teguh aturan adat, seperti larangan merokok di area terbuka luar rumah guna menjaga keasrian lingkungan desa. Kehangatan warga perbatasan disempurnakan dengan seni pertunjukan budaya Dayak Lundayeh yang dipimpin oleh seniman lokal Pak Elias.

"Bertualang berarti siap menghadapi marabahaya dan siap menemui tempat-tempat yang tidak banyak didatangi orang lain. Tidak hanya mengikuti apa yang sudah ramai, tapi berani membuat jalur untuk sesuatu yang baru." — Aidil Putra / Fiersa Besari (Kreator / Petualang)

"Kapan lagi coba merasakan naik pesawat sekecil ini... Tiketnya saja unik sekali, semuanya ditulis tangan manual tanpa dicetak." — Rifki / Uwais (Anggota Tim Pendakian IMPA UB)

"Garam di sini diambil langsung dari sumur pegunungan. Melalui tiga tahapan perebusan dan penyaringan dalam drum hingga mengering menjadi garam kristal." — Pemilik Ladang Garam Gunung Krayan (Warga Lokal Krayan)

Baca Juga: Mengintip Surga Tersembunyi Berau: Pesona Maratua, Kakaban, dan Derawan yang Mendunia

Poin Penting:

Insight Redaksi: Ekspedisi Fiersa Besari membuka mata bahwa kawasan perbatasan Krayan punya potensi luar biasa sekaligus tantangan infrastruktur yang riil. Penggunaan mobil 4x4 dan pesawat kecil di sana kada sekadar sarana hiburan, tapi urat nadi kehidupan masyarakat. Kekayaan seperti garam gunung dan Beras Krayan membuktikan daya tahan ekonomi warga lokal yang mandiri. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin paham realitas perbatasan Kaltara.

Ikam yang mau paham kehidupan perbatasan kada perlu bingung, persiapkan pemahaman ikam soal akses geografis lokal. Pikirkan jua betapa berharganya perjuangan warga di sana, pahamlah ikam.

Biar ikam kada ketinggalan berita penjelajahan dan info daerah paling mutakhir, pantau terus pembaruannya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Moda transportasi apa yang digunakan untuk sampai ke Krayan? Perjalanan menggunakan pesawat perintis berkapasitas 12 penumpang dari Nunukan menuju Airport Yuvai Semaring di Krayan.

  2. Mengapa banyak mobil Land Cruiser tua digunakan di kawasan Krayan? Mobil tersebut digunakan karena medan jalanan berupa tanah berlumpur dan curam, serta dibeli dari Malaysia dengan harga terjangkau.

  3. Bagaimana proses pembuatan garam gunung di Krayan? Garam dihasilkan dari air sumur asin pegunungan yang melewati tiga tahapan perebusan dan penyaringan dalam drum hingga mengering.

  4. Apa keunikan aturan adat yang ditemui di desa perbatasan Krayan? Terdapat aturan adat desa yang melarang warga maupun pendatang merokok di area terbuka luar rumah.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @Fiersa Besari, dengan judul "GUNUNG HARUN - Atap Negeri Kalimantan Utara #2". Di-publikasikan kembali berupa artikel melelui sudut pandang balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Fiersa Besari Garam Gunung krayan