Mengintip Surga Tersembunyi Berau: Pesona Maratua, Kakaban, dan Derawan yang Mendunia

AdminBTV • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:45 WIB
Potensi wisata dan ekonomi kreatif Kepulauan Berau terus berkembang, mendorong kunjungan wisatawan serta pemberdayaan masyarakat lokal. (BTV/AI)
Potensi wisata dan ekonomi kreatif Kepulauan Berau terus berkembang, mendorong kunjungan wisatawan serta pemberdayaan masyarakat lokal. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Potensi Wisata Dan Ekonomi Kreatif Tersembunyi Di Kepulauan Berau Kalimantan Timur

Ikhtisar: Artikel ini mengulas pesona wisata eksotis Pulau Maratua, Kakaban, dan Derawan di Berau, sekaligus menggali kebangkitan ekonomi lokal melalui budidaya rumput laut dan ajang olahraga internasional.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini semakin memikat dunia lewat perpaduan pesona alam bawah laut yang eksotis dan geliat ekonomi kreatif masyarakat lokal yang terus berkembang. Mau tahu bagaimana serunya menjelajahi serpihan surga di ujung Kaltim ini? Simak terus ulasannya sampai habis, Ces!

Bagaimana Akses dan Suasana Kehangatan Lokal di Pulau Maratua?

Perjalanan menuju Pulau Maratua dapat ditempuh dari pelabuhan di Tanjung Redeb menggunakan perahu motor selama tiga jam dengan biaya tiket Rp310.000 per orang. Opsi jalur udara kini juga tersedia melalui Bandara Kalimarau maupun penerbangan langsung dari Balikpapan, Samarinda, dan Tarakan.

Pusat keramaian utama pulau ini berada di Kampung Teluk Harapan yang menjadi lokasi pelabuhan utama. Saat malam tiba, kawasan pesisir langsung berubah menjadi pusat kuliner malam yang hidup, dipenuhi oleh pelaku UMKM yang menjajakan produk lokal. Wisatawan biasanya berkumpul di sini untuk menikmati embusan angin laut yang sejuk.

Interaksi yang terjalin dengan penduduk setempat terasa begitu hangat karena mereka sangat ramah kepada pendatang. Banyak penginapan dikelola langsung oleh warga lokal dengan pemandangan menghadap pantai. Kehadiran fasilitas penunjang tersebut membuat agenda bermalam di pulau terluar ini terasa sangat berkesan.

Baca Juga: Menembus Jalur Tambang Kalimantan, Kisah Perjalanan Panjang Roadtrip Indonesia

Mengapa Maratuaran 2025 Menjadi Magnet Wisata Baru?

Sektor pariwisata Maratua kini semakin bervariasi dengan hadirnya ajang olahraga berskala internasional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menginisiasi acara lomba lari bertajuk Maratuaran 2025 sebagai strategi segar untuk memperkenalkan potensi tersembunyi pulau ini ke mata dunia.

Kompetisi lari ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni rute sejauh 5 kilometer dan 10 kilometer. Sebanyak 300 peserta yang terdiri dari pelari lokal, atlet nasional, hingga pelari mancanegara antusias memadati garis start untuk menembus rute eksotis pulau.

Euforia yang tercipta di garis finish tidak hanya membawa gairah berolahraga, tetapi juga mendongkrak perekonomian warga. Sektor pariwisata yang sempat sepi kini kembali bergeliat berkat kunjungan ratusan peserta dan wisatawan yang memadati pulau selama acara berlangsung.

Maratuaran 2025 mendorong promosi wisata Maratua sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif melalui kunjungan pelari dan wisatawan. (BTV/AI)
Maratuaran 2025 mendorong promosi wisata Maratua sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif melalui kunjungan pelari dan wisatawan. (BTV/AI)

Bagaimana Geliat Rumput Laut Bohesilian Menopang Ekonomi Warga?

Beralih ke Desa Bohesilian, wilayah ini menyimpan potensi ekonomi komoditas bahari yang menjanjikan melalui budidaya rumput laut. Usaha komoditas ini sejatinya telah dirintis sejak tahun 2017, namun aktivitas produksinya sempat mengalami masa redup sebelum akhirnya bangkit kembali pada tahun 2024.

Proses pengolahan pascapanen dilakukan secara tradisional oleh para petani dengan menjemur rumput laut di bawah terik matahari selama satu minggu. Rumput laut yang siap jual akan mengalami perubahan warna menjadi pucat putih kekuning-kuningan sebelum dikemas.

Meskipun harga jual di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram, jangkauan pasarnya sudah menembus kota besar seperti Surabaya hingga diekspor ke Tiongkok. Aktivitas budidaya ini dipelopori oleh salah satu tokoh masyarakat setempat yang sukses menggerakkan roda ekonomi warga.

Komoditas ini dinilai sangat potensial untuk jangka panjang karena mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal di dalam kampung. Kelompok ibu-ibu rumah tangga kini memiliki penghidupan mandiri dengan terlibat aktif dalam proses pembersihan dan penjemuran rumput laut.

Budidaya rumput laut Desa Bohesilian menggerakkan ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, hingga menembus pasar ekspor internasional. (BTV/AI)
Budidaya rumput laut Desa Bohesilian menggerakkan ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, hingga menembus pasar ekspor internasional. (BTV/AI)

Baca Juga: Menguak Pesona 14 Surga Tersembunyi di Berau yang Bikin Betah Liburan

Apa Saja Daya Tarik Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi?

Bagi pencinta petualangan air, Kampung Payung-payung menawarkan objek wisata unik bernama Goa Halo Tabung. Tempat yang dikelola bersama oleh warga dan pemerintah kampung selama 15 tahun ini mengenakan tarif masuk sebesar Rp30.000 per orang.

Goa Halo Tabung berbentuk lubang vertikal sedalam 20 meter yang bagian dasarnya dipenuhi air laut jernih berwarna biru kehijauan. Keunikan struktur batuan dan jernihnya air menjadikan tempat ini sebagai lokasi favorit bagi para penyelam bebas untuk mengeksplorasi lorong bawah air.

Perjalanan satu hari dilanjutkan menuju Pulau Kakaban yang berjarak sekitar 30 menit menggunakan perahu motor dari Maratua. Sepanjang jalur laut, penyu hijau yang menjadi maskot kebanggaan Kabupaten Berau sering muncul di permukaan karena kawasan ini merupakan habitat bertelur terbesar di Indonesia.

Pulau Kakaban sangat unik karena memiliki danau air laut di tengah pulau yang dihuni oleh spesies Casiopea Ornata atau ubur-ubur terbalik tanpa sengat. Ekosistem langka ini hanya ada dua di dunia, sehingga kelestariannya dijaga ketat melalui kebijakan konservasi dari Pemerintah Kabupaten Berau.

Tepat di sebelah danau, pengunjung bisa mampir ke Laguna Kehe Daing dengan tiket masuk Rp30.000 untuk bermain kano. Destinasi terakhir adalah Pulau Derawan yang keindahannya diabadikan pada uang kertas Rp20.000, menawarkan fasilitas staycation tepi pantai yang lengkap dan taman bawah laut memikat.

Numbered Lists Tips Berkunjung ke Kepulauan Berau:

Poin Penting:

Insight Redaksi: Potensi wisata Berau ini membuktikan kalau Kaltim punya segudang surga tersembunyi yang tidak kalah dengan daerah lain. Kuncinya ada di sinergi warga lokal dan pemda, seperti keberhasilan menghidupkan kembali sektor ekonomi rumput laut dan mengelola objek wisata secara mandiri. Kita yang di Balikpapan harus bangga dan ikut menjaga kelestarian alam ini kalau liburan ke sana. Jangan cuma tahu jalannya saja, tapi bantu juga UMKM lokalnya, Ces!

Yuk, bagikan artikel ini ke grup WhatsApp keluarga atau teman nongkrong kalian supaya makin banyak yang tahu keindahan wisata asli Kalimantan Timur! Jangan sampai kita orang lokal malah belum pernah menginjakkan kaki di surga dunia ini. Mau selalu tahu perkembangan tempat hits dan info seru lainnya di Kaltim? Pastikan kalian selalu Update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa harga tiket perahu motor menuju Pulau Maratua dari Tanjung Redeb?

Harga tiket perahu motor menuju Pulau Maratua dari Tanjung Redeb adalah sebesar Rp310.000 per orang dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

2. Di mana lokasi budidaya rumput laut yang produknya berhasil diekspor hingga ke Tiongkok?

Aktivitas budidaya rumput laut tersebut berpusat di Desa Bohesilian, Pulau Maratua.

3. Apa nama spesies ubur-ubur unik yang ada di Danau Kakaban?

Spesies ubur-ubur yang hidup di danau tersebut adalah Casiopea Ornata atau dikenal sebagai ubur-ubur terbalik tanpa sengat.

4. Berapa biaya tiket masuk untuk menikmati keindahan air di Goa Halo Tabung?

Biaya tiket masuk ke objek wisata Goa Halo Tabung adalah sebesar Rp30.000 per orang.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @Potret, dengan judul ["Wisata Paling Eksotis di Indonesia, Derawan dan Maratua| POTRET"]. Di-publikasikan kembali berupa artikel dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
pulau derawan Pulau Kakaban Pulau Maratua