Durasi Baca: 8 menit
Topik: Perjalanan Ekstrem Menyusuri Habitat Buaya Kalimantan Timur
Ikhtisar: Perjalanan Roadtrip Indonesia mengungkap jalur terpencil Kutai Timur, penyeberangan sungai, habitat buaya, dan pesan menjaga alam.
Balikpapan TV - Hai Ces! Tim Roadtrip Indonesia menjelajahi jalur darat terpencil dari Biduk-Biduk menuju Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, melewati perkebunan sawit, Sungai Pelawan, serta kawasan habitat buaya muara yang dikenal warga setempat.
Perjalanan ini bukan sekadar mencari rute baru, tapi melihat sisi lain Bumi Etam yang masih liar dan penuh cerita. Banyak kejadian menarik di perjalanan ini, Ces!
Bagaimana perjalanan menuju Sangatta membuka sisi lain Kalimantan Timur?
Perjalanan Roadtrip Indonesia dalam video berjudul “BUAYA PALING BANYAK DI INDONESIA ADA DISINI || KUTAI TIMUR, KALTIM” dimulai dari jalur alternatif Talisayan menuju Sangkulirang hingga Bengalon.
Rute tersebut dipilih untuk memotong perjalanan menuju Sangatta tanpa harus memutar jauh melalui wilayah Berau. Namun, jalur yang dilewati bukan jalan biasa.
Sebagian besar perjalanan berada di jalan tanah kawasan perkebunan kelapa sawit yang panjang dan minim fasilitas pendukung.
Sebelum masuk jalur tersebut, tim memastikan kendaraan dalam kondisi siap, termasuk mengisi penuh bahan bakar karena perjalanan akan melewati wilayah yang jauh dari permukiman.
Kondisi jalan yang sepi membuat pengendara harus mengandalkan kemampuan kendaraan dan persiapan matang.
Tidak banyak kendaraan melintas. Sinyal telepon seluler pun sulit ditemukan.
Bagi masyarakat yang belum mengenal kawasan tersebut, perjalanan malam hari sangat berisiko karena banyak persimpangan dengan bentuk jalan yang hampir serupa.
Baca Juga: Menguak Pesona 14 Surga Tersembunyi di Berau yang Bikin Betah Liburan
Mengapa jalur perkebunan sawit Kutai Timur menjadi tantangan tersendiri?
Saat memasuki kawasan perkebunan kelapa sawit, tim menghadapi medan seperti labirin besar. Banyak cabang jalan tanah terlihat mirip satu sama lain.
Peta digital tidak dapat digunakan secara optimal di kawasan tersebut. Kondisi itu membuat petunjuk arah dari perusahaan perkebunan menjadi sangat membantu perjalanan.
Tanpa tanda jalan yang jelas, pengendara bisa kehilangan arah di tengah luasnya kawasan perkebunan.
Di tengah perjalanan, suasana hutan masih terasa kuat. Bahkan seekor beruk berukuran besar sempat melintas dan mengejutkan rombongan.
Setelah melewati perjalanan sekitar lima jam, tim akhirnya tiba di Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Desa Pelawan, lokasi penyeberangan Sungai Pelawan yang menjadi jalur penting menuju wilayah berikutnya.
Apa cerita Sungai Pelawan yang disebut memiliki banyak buaya muara?
Di tepian Sungai Pelawan, tim Roadtrip Indonesia mendapatkan cerita dari warga lokal mengenai keberadaan buaya muara yang menghuni kawasan tersebut.
Dalam percakapan bersama warga dan petugas penyeberangan, Bang Den dari Roadtrip Indonesia menanyakan kondisi sungai tersebut.
“Sungai Pelawan ini ada buayanya gak?”
Warga menjawab, “Banyak Pak, banyak. Banyak buaya di sini.”
Menurut keterangan warga dalam video, pernah terjadi korban akibat serangan buaya di kawasan tersebut. Peristiwa itu disebut terjadi sekitar satu bulan sebelum perjalanan dilakukan.
Warga menceritakan seorang warga yang sedang membersihkan kapal di pinggir sungai tiba-tiba disambar buaya.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Tempat Wisata Hits di Bontang untuk Liburan Akhir Pekan Keluarga
“Ada, baru aja satu bulan yang lalu. Dia habis dari dok kapal, bersihkan kapal, basuh-basuh di pinggir gini kan, langsung disambar. Dua hari baru ketemu.”
Warga juga menjelaskan bahwa kawasan tersebut menjadi habitat buaya karena berada dekat wilayah muara Sungai Sangkulirang.
Percakapan itu menjadi pengingat bahwa kawasan sungai alami memiliki karakter tersendiri yang perlu dihormati.
Apa yang membuat penyeberangan Sungai Pelawan penting bagi perjalanan warga?
Untuk melanjutkan perjalanan, kendaraan diseberangkan menggunakan kapal ponton atau feri tradisional dari Desa Pelawan menuju Pelabuhan GM di Desa Sepayau.
Penyeberangan ini menjadi jalur penghubung yang membantu memperpendek perjalanan menuju Sangatta, Samarinda, hingga Balikpapan.
Tanpa jalur tersebut, perjalanan harus mengambil rute yang lebih jauh.
Setelah menyeberang, tim melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Kaubun untuk beristirahat dan makan siang sebelum bergerak menuju Sangatta.
Dalam perjalanan menuju kota, tim juga melewati kawasan pertambangan Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu kawasan tambang batu bara terbuka besar di dunia.
Selain melihat aktivitas industri, perjalanan tersebut juga menghadirkan pesan lingkungan.
Saat melihat kendaraan lain membuang sampah seperti botol mineral, tisu, dan bungkus makanan ke jalan, pembawa acara mengingatkan pentingnya membawa kantong sampah di dalam kendaraan.
Hal kecil seperti membawa tempat sampah sederhana bisa menjaga kawasan perjalanan tetap bersih.
Bagaimana sambutan masyarakat Sangatta terhadap perjalanan Roadtrip Indonesia?
Setibanya di Sangatta, tim Roadtrip Indonesia mendapat sambutan hangat dari komunitas lokal dan sahabat RTI di Kutai Timur.
Salah satunya datang dari Om Daeng bersama keluarga besar CVI Kutai Timur.
Pertemuan tersebut berlangsung santai melalui kegiatan makan bersama, berbincang mengenai perjalanan, serta penjualan kaus resmi Roadtrip Indonesia.
Om Daeng mengapresiasi konsistensi perjalanan Roadtrip Indonesia yang telah berlangsung hampir memasuki tahun kesembilan.
“Perjalanan selama ini dari udah mau masuk ke tahun kesembilan ya Bang ya, saya pikir luar biasa karena betul-betul survive ya di jalan seperti apa. Masuk di wilayah yang daerahnya bagus, kadang-kadang dapat wilayah-wilayah yang pelosok-pelosok. Luar biasa itu bisa bertahan... Yang bikin saya salut lagi, untuk blusukan itu kan butuh biaya tuh Bang, ternyata dibarengin usaha-usaha ya, enggak harus menunggu (dana bantuan) ke sini ke situ lah istilahnya.”
Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa eksplorasi wilayah bukan hanya tentang menemukan tempat baru, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat yang ditemui sepanjang jalan.
Baca Juga: Penasaran dengan Pulau Spongebob di Dunia Nyata? Ternyata Ada di Kalimantan Timur, Ces!
Apa pelajaran penting dari perjalanan melintasi alam Kalimantan Timur?
Perjalanan menuju Sangatta menunjukkan bahwa Kalimantan Timur memiliki wilayah dengan karakter alam yang beragam.
Ada kawasan hutan, perkebunan, sungai, industri, hingga permukiman yang saling berdampingan.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jauh, persiapan menjadi bagian penting agar perjalanan berjalan aman.
Beberapa hal yang bisa diperhatikan saat melewati jalur terpencil:
-
Pastikan kendaraan siap sebelum perjalanan jauh
Kondisi bahan bakar, mesin, dan perlengkapan kendaraan perlu diperiksa sebelum memasuki jalur minim fasilitas. -
Siapkan perlengkapan navigasi alternatif
Jangan hanya bergantung pada peta digital karena beberapa wilayah terpencil memiliki keterbatasan jaringan. -
Hormati kawasan habitat satwa liar
Sungai dan hutan memiliki ekosistem yang perlu dijaga, termasuk wilayah yang menjadi habitat buaya. -
Bawa kantong sampah pribadi
Kebiasaan kecil selama perjalanan membantu menjaga lingkungan tetap bersih. -
Kenali kondisi wilayah sebelum berangkat
Informasi dari warga lokal sering menjadi panduan penting saat melewati kawasan yang belum banyak dikenal.
Poin Penting:
-
Roadtrip Indonesia melewati jalur terpencil menuju Sangatta, Kutai Timur.
-
Sungai Pelawan disebut warga sebagai kawasan yang memiliki banyak buaya muara.
-
Penyeberangan Sungai Pelawan membantu memperpendek perjalanan menuju wilayah kota.
-
Perjalanan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan saat bepergian.
-
Masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam perjalanan eksplorasi Kalimantan Timur.
Insight Redaksi: Perjalanan menuju Sangatta memperlihatkan wajah Kalimantan Timur yang kada hanya soal kota dan industri, tetapi juga sungai serta hutan yang masih kuat. Sungai Pelawan menjadi contoh bahwa alam dan aktivitas manusia harus berjalan seimbang. Ikam yang suka menjelajah wilayah Bumi Etam, pang jangan cuma cari tempatnya, tapi pahami jua karakter alamnya. Kada semua jalur harus ditaklukkan, ada yang harus dihormati, Ces.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham tentang perjalanan, alam, dan cerita unik Kalimantan Timur.
Penasaran dengan sisi lain Kalimantan Timur yang jarang terlihat? Ikuti terus cerita perjalanan dan informasi menarik hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
-
Di mana lokasi Sungai Pelawan yang dikunjungi Roadtrip Indonesia?
Sungai Pelawan berada di Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. -
Mengapa jalur menuju Sangatta disebut menantang?
Karena melewati jalan tanah perkebunan sawit yang sepi, minim sinyal, dan banyak persimpangan. -
Apa kendaraan yang digunakan tim Roadtrip Indonesia?
Tim menggunakan kendaraan bernama “Seruling Senja” untuk perjalanan tersebut. -
Mengapa penyeberangan Sungai Pelawan penting?
Penyeberangan membantu mempersingkat perjalanan menuju Sangatta, Samarinda, dan Balikpapan.
Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @Roadtrip Indonesia, dengan judul “BUAYA PALING BANYAK DI INDONESIA ADA DISINI || KUTAI TIMUR, KALTIM”. Di-publikasikan kembali berupa artikel dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma