Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Berenang dengan Ubur-Ubur Tanpa Sengat di Berau, Pengalaman Langka yang Hanya Ada di Tiga Tempat Dunia

istikhomah • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43 WIB
Wisatawan snorkeling bersama ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (BTV/AI)
Wisatawan snorkeling bersama ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (BTV/AI)
Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Mengenal keunikan Danau Kakaban dan pengalaman berenang bersama ubur-ubur purba

Ikhtisar: Artikel ini membahas perjalanan menuju Pulau Kakaban, keunikan ekosistem danau, serta pengalaman menikmati salah satu fenomena alam langka di dunia.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Danau Kakaban di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menarik perhatian wisatawan setelah pengalaman seorang vlogger memperlihatkan perjalanan menuju pulau tersebut dan sensasi berenang bersama ribuan ubur-ubur tanpa sengat, salah satu fenomena alam paling langka di dunia yang hanya ditemukan di tiga lokasi berbeda.

Bukan sekadar destinasi wisata biasa, tempat ini menyimpan kisah evolusi jutaan tahun yang masih hidup hingga sekarang. Menarik, unik, sekaligus bikin penasaran, Ces!

Perjalanan menuju Pulau Kakaban dimulai sejak pagi dari kawasan Kepulauan Derawan menggunakan perahu bersama masyarakat suku Bajangki. Ombak laut yang relatif tenang mengiringi perjalanan selama kurang lebih satu jam menuju salah satu ikon wisata alam Kalimantan Timur tersebut.

Kepulauan Derawan sendiri sudah lama dikenal sebagai surganya pecinta dunia bawah laut. Gugusan pulau seperti Sangalaki, Maratua, hingga Kakaban menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara yang mencari pengalaman berbeda di wilayah pesisir Berau.

Hamparan laut biru, terumbu karang, hingga keberagaman biota laut menjadi alasan mengapa kawasan ini masuk dalam daftar destinasi favorit wisata bahari Indonesia.

Apakah yang membuat perjalanan ke Kakaban terasa berbeda dari pulau lainnya?

Berbeda dari sebagian besar pulau wisata tropis, Pulau Kakaban menyimpan sebuah danau purba di bagian tengah pulau. Danau tersebut terisolasi dari laut selama jutaan tahun sehingga menciptakan ekosistem unik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Namun sebelum mencapai danau, rombongan terlebih dahulu melakukan snorkeling di kawasan pesisir Pulau Kakaban yang dikenal dengan nama Meditation Wall.

Lokasi ini terkenal di kalangan penyelam karena memiliki kedalaman mencapai sekitar 40 meter. Dinding bawah laut yang menjulang vertikal menjadi rumah bagi berbagai jenis biota laut, termasuk hiu yang kerap terlihat melintas di area tersebut.

Air laut yang jernih membuat aktivitas snorkeling di lokasi ini terasa seperti melihat akuarium raksasa di habitat aslinya.

Meditation Wall juga menjadi salah satu titik favorit penyelam profesional yang datang ke Kepulauan Derawan karena kekayaan karang dan populasi ikan yang masih terjaga.

Setelah menikmati pemandangan bawah laut, perjalanan kemudian berlanjut menuju dermaga utama Pulau Kakaban.

Perjalanan perahu dari Kepulauan Derawan menuju Pulau Kakaban ditemani pemandangan laut biru Berau (BTV/AI)
Perjalanan perahu dari Kepulauan Derawan menuju Pulau Kakaban ditemani pemandangan laut biru Berau (BTV/AI)

Bagaimana cara menuju Danau Kakaban di tengah pulau?

Setibanya di dermaga, pengunjung yang ingin memasuki kawasan Danau Kakaban dikenakan tiket masuk sebesar Rp20 ribu per orang.

Perjalanan belum selesai sampai di sana.

Pengunjung masih harus menaiki tangga kayu setinggi kurang lebih 30 meter yang membelah kawasan hutan tropis di pulau tersebut. Jalur ini memerlukan waktu sekitar lima menit berjalan kaki sebelum akhirnya sampai di tepi danau.

Begitu tiba di atas, suasana langsung berubah drastis.

Jika sebelumnya wisatawan disambut suara ombak laut, di kawasan danau suasananya jauh lebih tenyap dengan air berwarna kehijauan yang dikelilingi pepohonan lebat.

Danau ini berada tepat di tengah Pulau Kakaban dan menjadi rumah bagi salah satu penghuni paling unik di planet ini.

Bukan ikan besar. Bukan pula terumbu karang.

Melainkan ribuan ubur-ubur yang tidak memiliki kemampuan menyengat manusia.

Mengapa ubur-ubur di Kakaban tidak menyengat?

Danau Kakaban dikenal sebagai salah satu dari hanya tiga lokasi di dunia yang memiliki populasi ubur-ubur tanpa sengat atau stingless jellyfish.

Para peneliti menjelaskan bahwa ubur-ubur tersebut terjebak di dalam danau sejak jutaan tahun lalu ketika kawasan tersebut terpisah dari laut terbuka.

Karena hidup dalam lingkungan yang hampir tidak memiliki predator alami, kemampuan menyengat yang sebelumnya dibutuhkan untuk bertahan hidup perlahan menghilang melalui proses evolusi panjang.

Hasilnya adalah populasi ubur-ubur unik yang dapat berenang berdampingan dengan manusia tanpa menimbulkan rasa sakit.

Fenomena ini membuat Danau Kakaban menjadi laboratorium alam yang sangat penting bagi penelitian evolusi dan keanekaragaman hayati.

Keunikan tersebut pula yang menjadikan Kakaban dikenal luas hingga mancanegara sebagai salah satu destinasi wisata ilmiah dan ekowisata terbaik di Indonesia.

Apa saja jenis ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban?

Sedikitnya terdapat empat jenis ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban.

Masing-masing memiliki bentuk dan perilaku yang berbeda sehingga wisatawan dapat melihat variasi kehidupan yang cukup menarik dalam satu kawasan kecil.

Jenis pertama berukuran cukup besar dengan warna kemerahan yang paling mudah dikenali saat berenang di permukaan air.

Kemudian terdapat jenis ubur-ubur terbalik yang lebih sering ditemukan berada di dasar danau dengan posisi tubuh menghadap ke bawah.

Ada pula ubur-ubur transparan yang terdiri dari ukuran besar maupun kecil sehingga sering kali sulit terlihat jika tidak diperhatikan dengan saksama.

Jenis terakhir memiliki ukuran paling kecil dengan kaki-kaki tipis yang membuat bentuknya menyerupai serangga air.

Keempat spesies tersebut hidup berdampingan di ekosistem yang relatif stabil selama ribuan hingga jutaan tahun.

Pengunjung biasanya menghabiskan waktu cukup lama untuk snorkeling sambil mengikuti pergerakan ubur-ubur yang bergerak perlahan di sekitar tubuh mereka.

Pengalaman seperti ini hampir sulit ditemukan di tempat lain.

Bagaimana suasana setelah aktivitas di Danau Kakaban selesai?

Setelah puas berenang bersama ubur-ubur, rombongan kembali menuju dermaga untuk beristirahat dan menikmati makan siang sederhana sambil memandangi laut lepas.

Tidak lama kemudian suasana mulai berubah.

Beberapa kapal wisata mulai berdatangan sehingga kawasan dermaga menjadi semakin ramai dibandingkan saat pagi hari.

Di kejauhan terlihat awan gelap mulai berkumpul di atas laut.

Cuaca di wilayah pesisir Berau memang dikenal cepat berubah, terutama ketika memasuki musim peralihan.

Dalam perjalanan pulang menuju Pulau Derawan, rombongan bahkan sempat menyaksikan hujan deras disertai pusaran angin menyerupai puting beliung di laut lepas.

Beruntung perjalanan kembali berlangsung aman hingga akhirnya seluruh rombongan tiba kembali di Pulau Derawan dengan selamat.

Bagi sebagian wisatawan, pengalaman tersebut mungkin hanya menjadi bagian dari perjalanan liburan.

Namun bagi banyak orang, berenang bersama makhluk purba yang telah berevolusi selama jutaan tahun menjadi pengalaman yang sulit dilupakan seumur hidup.

Tips singkat sebelum berkunjung ke Danau Kakaban:

  1. Gunakan pelampung dan perlengkapan snorkeling yang nyaman.
  2. Hindari menyentuh ubur-ubur untuk menjaga ekosistem tetap alami.
  3. Datang pada pagi hari untuk menikmati suasana yang lebih tenang.
  4. Persiapkan kondisi fisik karena terdapat jalur tangga menuju area danau.
  5. Selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat dari Derawan.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Keunikan Danau Kakaban menunjukkan bahwa Kalimantan Timur kada hanya dikenal lewat hutan dan sumber daya alamnya. Wisata berbasis konservasi justru memiliki daya tarik yang panjang dan berkelanjutan. Tantangannya kini berada pada pengelolaan jumlah pengunjung agar ekosistem langka ini tetap terjaga. Kakaban pang bukan sekadar destinasi foto, tetapi ruang hidup bagi sejarah evolusi yang masih bertahan sampai hari ini, Ces.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal kekayaan wisata Berau yang mendunia. Siapa tahu perjalanan berikutnya mengarah ke sana, Ces!

Ingin tahu sisi lain Kalimantan Timur yang kadada di tempat lain? Ikuti terus perkembangan wisata dan cerita menarik hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa lama perjalanan dari Derawan menuju Pulau Kakaban?
Perjalanan menggunakan perahu memerlukan waktu sekitar satu jam.

2. Berapa harga tiket masuk ke Danau Kakaban?
Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp20 ribu per orang.

3. Mengapa ubur-ubur di Kakaban tidak menyengat?
Karena berevolusi selama jutaan tahun di lingkungan yang hampir tidak memiliki predator alami.

4. Ada berapa jenis ubur-ubur di Danau Kakaban?
Terdapat empat spesies ubur-ubur dengan bentuk dan karakteristik berbeda.

5. Apa nama lokasi snorkeling sebelum masuk ke Danau Kakaban?
Lokasi tersebut bernama Meditation Wall yang memiliki kedalaman sekitar 40 meter.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Danau Kakaban berau kalimantan timur Pulau Kakaban Kepulauan Derawan