Durasi Baca: 5 menit
Topik: Eksplorasi keindahan pesisir Biduk-Biduk dan pesona mistis Pulau Manimbora Kalimantan Timur
Ikhtisar: Perjalanan Overland Borneo menyusuri pesisir Biduk-Biduk hingga menyeberangi Pulau Manimbora, menyingkap keindahan alam yang syahdu sekaligus penghormatan mendalam pada makam leluhur suku Bajau.
Balikpapan TV - Hai Ces! Langkah kaki melambat penuh takzim saat tim dokumenter Overland Borneo @URROFI menapakkan kaki di Pulau Manimbora, sebuah pulau mini tak berpenghuni di lepas pantai Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tempat peristirahatan terakhir yang sakral bagi para leluhur suku laut.
Menatap hamparan pasir putih bersih yang dikelilingi laut biru tenang, ingatan kita seketika melayang pada pulau fiktif dalam kartun Spongebob. Tidak heran bila banyak orang menyebut tempat elok ini sebagai Pulau Spongebob di dunia nyata, Ces!
Mengapa Pesisir Biduk-Biduk Begitu Memikat Sanubari?
Sebelum mencapai riak ombak Pulau Manimbora, petualangan panjang sejauh ribuan kilometer dari Jakarta harus melewati jalanan darat berliku selama 7 jam dari Tanjung Redeb menuju Kecamatan Biduk-Biduk. Lintas jalan yang menantang emosi dan fisik tersebut menyuguhkan lanskap hutan lebat, perkebunan kelapa sawit yang luas, hingga deretan pohon kelapa khas wilayah pesisir. Rasa lelah yang mendera selama perjalanan seolah menguap begitu saja saat aroma laut yang segar mulai menyapa indra penciuman.
Deburan ombak di Pantai Lamin Guntur menjadi persinggahan pertama yang sangat menenangkan bagi tim @URROFI. Di pantai berpasir lembut ini, mereka mendirikan tenda untuk sekadar menikmati angin sepoi-sepoi dan beristirahat sejenak di tengah padatnya jadwal dokumentasi. Menariknya, saat air laut mulai surut, keindahan formasi batu berdiri di tepi pantai kian terpancar jelas. Keheningan alam pesisir ini memberikan ruang bagi siapa saja untuk merenung dan mensyukuri kebesaran Sang Pencipta.
Kejutan visual tidak berhenti sampai di situ saja karena saat drone diterbangkan tinggi ke angkasa, tampak puluhan penyu berenang bebas di sekitar perairan dangkal Pantai Lamin Guntur. Kawasan pesisir ini memang menjadi habitat yang ramah bagi satwa dilindungi tersebut. Kejernihan air laut Sulawesi yang membentang di sisi timur pulau ini bahkan tetap menampakkan warna biru pekat yang memesona, meskipun kondisi cuaca di langit kala itu sedang mendung berawan.
Bagaimana Kisah di Balik Misteri Pulau Spongebob?
Setelah memulihkan energi di wilayah daratan utama Borneo, perjalanan berlanjut ke arah utara menuju Pelabuhan Batu Putih untuk menyewa kapal nelayan lokal. Dengan biaya sewa sekitar Rp1,3 juta untuk perjalanan pulang pergi, kapal kayu bermotor tersebut membawa tim membelah lautan selama 1,5 jam menuju Pulau Manimbora. Ukuran pulau ini sangat kecil, bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit berjalan kaki santai untuk mengitari seluruh daratan berpasir putihnya.
Baca Juga: Goa Toluliang Penajam Paser Utara: Eksplorasi Formasi Batuan Purba di Desa Labangka
Di balik keindahan pemandangan pohon kelapa menjulang yang mirip dengan kartun populer, Pulau Manimbora menyimpan sisi historis dan spiritual yang sangat kuat. Pulau kecil ini merupakan area pemakaman kuno bagi para pelaut dan leluhur dari suku Bajau. Suku Bajau yang dikenal tangguh mengarungi lautan lepas sejak zaman dahulu menjadikan pulau sunyi ini sebagai tempat peristirahatan terakhir yang damai bagi kerabat mereka yang berpulang.
Beberapa makam tampak masih berdiri kokoh di bagian tengah pulau dengan nisan kayu khas yang dirawat seadanya. Namun, beberapa makam lain yang berada dekat dengan garis pantai perlahan mulai terkikis oleh hantaman ombak laut Sulawesi yang dinamis selama bertahun-tahun. Keberadaan makam-makam tersebut menghadirkan suasana magis yang menuntut setiap pengunjung untuk menjaga sopan santun dan tata krama selama berada di sana.
Poin Penting:
-
Akses Perjalanan: Perjalanan darat dari Tanjung Redeb ke Biduk-Biduk membutuhkan waktu sekitar 7 jam melewati jalur hutan dan pesisir.
-
Pesona Lamin Guntur: Pantai syahdu yang menawarkan pemandangan batu berdiri dan menjadi tempat pengamatan kawanan penyu liar yang melimpah.
-
Pulau Manimbora: Dikenal sebagai Pulau Spongebob karena bentuknya yang mini dengan beberapa pohon kelapa di tengah laut.
-
Makam Suku Bajau: Pulau Manimbora menyimpan situs pemakaman kuno leluhur suku Bajau yang sangat dihormati oleh warga sekitar.
-
Kearifan Lokal: Wisatawan yang berkunjung ke pesisir Berau diimbau menjaga adab kesopanan demi menghormati warisan leluhur.
Insight Redaksi: Menjelajahi ujung timur Borneo kada sekadar soal berburu foto estetik di media sosial, Ces. Ada nilai spiritual mendalam yang tertinggal di tanah berbatu dan pasir putih Manimbora. Keberadaan makam leluhur suku Bajau di pulau seindah itu menjadi pengingat tegas bahwa alam dan manusia pernah hidup berdampingan dalam harmoni yang sunyi. Jagalah adab di mana pun kaki berpijak. Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya banyak yang semakin peduli dengan kelestarian alam kita!
Penasaran kenapa tempat sunyi ini bisa membuat hati bergetar hebat? Baca kisah lengkapnya sampai tuntas, Ces! Update terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana letak Pulau Manimbora yang dijuluki Pulau Spongebob?
Pulau Manimbora terletak di wilayah perairan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dan dapat diakses menggunakan kapal nelayan melalui Pelabuhan Batu Putih di dekat kawasan Biduk-Biduk.
2. Mengapa Pulau Manimbora dianggap keramat?
Sebab pulau kecil tak berpenghuni tersebut merupakan situs pemakaman kuno bagi para pelaut dan leluhur dari suku Bajau yang bermigrasi di laut Sulawesi.
3. Berapa lama waktu tempuh dari Tanjung Redeb menuju Biduk-Biduk?
Perjalanan darat dari kota Tanjung Redeb menuju Kecamatan Biduk-Biduk memerlukan waktu tempuh sekitar 7 jam berkendara.
4. Satwa unik apa yang bisa ditemui di sekitar Pantai Lamin Guntur?
Di pantai ini, wisatawan dapat melihat langsung puluhan penyu liar yang berenang bebas di air laut yang jernih saat dipantau dari udara.
Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @URROFI, dengan judul "SURGA KECIL di KALIMANTAN Bikin Kita TERHARU! // #OverlandBorneo EP. 15". Di-publikasikan kembali berupa artikel dengan angle dan style balikpapantv.id.