Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Di Balik Keindahan Air Terjun Nokanayan, Ada Pantangan Adat yang Selamatkan Nyawa Pendaki

Wafiq Azizah Amru • Selasa, 14 Juli 2026 | 15:34 WIB
Pemandangan megah Air Terjun Nokanayan yang menjulang tinggi di tengah rimbunnya hutan belantara Kalimantan yang hijau dan asri. (BTV/Ai)
Pemandangan megah Air Terjun Nokanayan yang menjulang
tinggi di tengah rimbunnya hutan belantara Kalimantan yang hijau dan asri. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Eksplorasi keindahan alam serta kearifan lokal di Air Terjun Nokanayan Kalimantan

Ikhtisar: Perjalanan menantang menuju Air Terjun Nokanayan mengungkap pesona alam liar Kalimantan sekaligus pentingnya menghormati hukum adat demi keselamatan selama ekspedisi di hutan sakral.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Jalur ekspedisi menuju belantara hulu sungai Kalimantan menyajikan petualangan fisik yang luar biasa sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga keselarasan dengan aturan adat leluhur setempat demi keselamatan jiwa.

Penasaran bagaimana rasanya menembus batas lelah demi melihat surga tersembunyi di pedalaman pulau kita? Simak perjuangan menantang ini sampai habis, dijamin bikin ikam makin kagum sama kekayaan bumi Borneo, Ces!

Mengapa Jalur Menuju Nokanayan Begitu Disegani?

Perjalanan menembus jantung hutan Kalimantan untuk mencapai Air Terjun Nokanayan memerlukan fisik yang tangguh. Jalur ini tidak hanya menguji ketahanan tubuh melainkan juga keteguhan mental dalam menghormati kearifan lokal masyarakat setempat. Melewati hulu sungai yang dangkal memaksa para petualang untuk sering turun menyeret perahu demi terus bergerak maju.

Keadaan alam yang liar menuntut kewaspadaan tinggi pada setiap langkah kaki pendaki. Rasa lelah yang merayap di persendian kaki menjadi teman setia sepanjang perjalanan darat yang memakan waktu berjam-jam. Di sinilah letak ujian sesungguhnya, di mana batas kemampuan fisik manusia benar-benar diuji oleh alam bebas.

Kehadiran lintah hutan yang tiba-tiba menempel pada kulit menjadi bumbu pelengkap yang tidak terhindarkan. Namun, semua rintangan fisik tersebut seolah menjadi syarat mutlak yang harus dibayar untuk menyaksikan kemegahan alam yang masih perawan.

Pesona megah Air Terjun Nokanayan menjulang tinggi di tengah rimbunnya hutan belantara hijau Kalimantan. (BTV/Ai)
Pesona megah Air Terjun Nokanayan menjulang tinggi di tengah rimbunnya hutan belantara hijau Kalimantan. (BTV/Ai)

 Baca Juga: Taman Nasional Danau Sentarum, Surga Ekowisata yang Kaya Keanekaragaman Hayati

Bagaimana Aturan Adat Melindungi Keselamatan Pendaki?

Satu hal yang paling memikat dari jalur pendakian ini adalah keberadaan tanjakan ekstrem yang diselimuti sumpah adat peninggalan leluhur. Ketika melewati tanjakan yang sangat curam ini, para pendaki dilarang keras untuk duduk beristirahat atau menoleh ke arah belakang. Aturan tersebut wajib dipatuhi oleh siapa saja, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melintasi jalur sakral tersebut.

Secara logika praktis, aturan adat ini memiliki fungsi yang sangat masuk akal untuk menjaga keselamatan para pendaki di medan ekstrem. Menghindari melihat ke arah belakang mencegah timbulnya rasa takut atau vertigo akibat melihat ketinggian yang dapat mengacaukan keseimbangan. Selain itu, tetap berdiri saat beristirahat menjaga momentum otot kaki agar tidak kehilangan motivasi untuk kembali mendaki.

Andrew Kalaweit (Bertanya kepada warga/pemandu lokal): "Berhenti berdiri gitu saja ya Pak ya?"

Warga Lokal (Menjelaskan aturan adat): "Iya, berhenti berdiri gitu saja. Di situ tanjakan itu sudah ada sumpahnya dari moyang kita dulu Pak. Jadi nenek moyang kita dulu tuh ada kejadian dulu tuh."

Andrew Kalaweit (Bertanya kepada rekan pendaki): "Sudah berapa kali ke atas Bang?"

Rekan Pendaki (Menjawab): "Sudah empat kali. Iya, jalan enggak boleh berhenti dan enggak boleh nembak (menoleh) ke belakang."

"Kalau menurut keyakinan aku, kenapa peraturan itu dibuat? Agar orang tidak merasa takut pada saat melihat ke bawah. Dan kalau mereka berhenti (duduk), biasanya akan malas untuk mulai lanjut lagi. Untuk mendapatkan motivasi itu lebih susah. Jadi makanya kita tidak boleh berhenti dan tidak boleh duduk." — Andrew Kalaweit (Kreator Konten/Petualang)

Apa Saja Tantangan Ekstrem di Balik Keindahan Nokanayan?

Sesampainya di atas tebing, pemandangan celah ngarai raksasa yang membentang luas menyajikan kepuasan batin yang tidak ternilai bagi tim. Namun, tantangan belum selesai karena mereka harus menyeberangi aliran sungai berarus deras yang memiliki kedalaman hingga sepinggang orang dewasa. Penyeberangan ini menuntut fokus penuh karena posisi sungai yang berada tepat di atas tebing air terjun setinggi 180 meter.

Kelalaian kecil saat menyeberang dapat berakibat fatal karena tarikan arus yang kuat bisa menyeret siapa saja langsung menuju tepi jurang. Setelah melewati penyeberangan yang menegangkan tersebut, tim akhirnya tiba di kawasan Air Terjun Nokanayan yang diselimuti kabut air yang sejuk. Di area ini berdiri dua pondok kayu yang dibangun warga lokal untuk keperluan ritual adat tertentu.

Menghabiskan malam di tengah gemuruh air terjun raksasa memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh anggota ekspedisi. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan tempat tersebut, setiap pengunjung diwajibkan untuk mengenakan gelang adat khusus selama berada di sana. Hal ini menjadi pengingat bahwa manusia hanyalah tamu di tengah keagungan alam Borneo.

Pemandangan megah Air Terjun Nokanayan yang menjulang tinggi di tengah rimbunnya hutan belantara Kalimantan. (BTV/Ai)
Pemandangan megah Air Terjun Nokanayan yang menjulang tinggi di tengah rimbunnya hutan belantara Kalimantan. (BTV/Ai)

Baca Juga: Liburan di Balikpapan: Rahasia Kehidupan Liar yang Menakjubkan, Kuliner Legendaris hingga Hutan Tropis

Poin Penting:

Insight Redaksi: Menjelajahi belantara Borneo itu kada sekadar modal nekat atau fisik yang kuat saja, Ces. Kearifan lokal yang diwariskan leluhur lewat pantangan adat terbukti memiliki fungsi logis untuk menyelamatkan jiwa di tengah medan ekstrem. Penghormatan terhadap alam dan budaya setempat adalah kunci utama agar kita bisa pulang dengan selamat. Jadi, kalau ikam handak berpetualang, persiapkan semua sejak awal dan selalu hormati aturan adat setempat, jalani dengan hati yang tulus, kadapapa pang prosesnya berat yang penting semua selamat sampai rumah. Bagikan jua informasi berharga ini ke kawalan ikam supaya mereka makin peduli dengan kelestarian alam kita! Yuk, pantau terus kisah petualangan seru lainnya dan selalu update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

Baca Juga: Menembus Belantara Berau Menuju Teluk Sumbang, Surga Pesisir Buntu di Ujung Timur Kalimantan yang Bikin Takjub

FAQ

1. Di mana letak Air Terjun Nokanayan berada? Air Terjun Nokanayan berada di pedalaman hutan Kalimantan, dengan akses perjalanan yang harus melewati Desa Demek di hulu sungai.

2. Apa saja pantangan adat yang harus ditaati saat mendaki menuju Air Terjun Nokanayan? Saat melewati tanjakan curam menuju lokasi, pendaki dilarang keras untuk duduk beristirahat atau menoleh ke arah belakang.

3. Mengapa kawasan Air Terjun Nokanayan dianggap sakral oleh masyarakat setempat? Kawasan tersebut dianggap sakral karena terdapat pondok khusus yang digunakan warga lokal untuk melakukan ritual adat atau persembahan pada hari-hari tertentu.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @Andrew Kalaweit, dengan judul "Air Terjun Tertinggi Di Tengah Hutan Kalimantan!". Di-publikasikan kembali berupa artikel dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Andrew Kalaweit #Air Terjun Nokanayan #kalimantan