Durasi Baca: 5 Menit
Topik: Penjelajahan rute perintasan pedalaman Kalimantan Tengah dari Muara Teweh ke Palangka Raya
Ikhtisar: Petualangan lintas darat dan sungai menembus rute belantara Kalimantan Tengah, melintasi penyeberangan Feri tradisional Montalat hingga memotong waktu tempuh menuju ibu kota provinsi.
Balikpapan TV - Hai Ces! Rombongan penjelajah lokal melintasi rute perintasan hutan belantara sepanjang 300 kilometer dari Muara Teweh menuju Palangka Raya untuk memangkas durasi perjalanan. Ekspedisi yang dipimpin petualang Waway Barito ini berhasil membuktikan efisiensi rute darat dan sungai via Montalat serta Tumpung Laung. Penasaran bagaimana keseruan melintasi perbatasan tiga kabupaten di tengah belantara rimba? Intip jalur alternatif seru ini Ces!
Bagaimana Awal Perjalanan Jalur Alternatif Menembus Rimba Kalimantan?
Ekspedisi darat dimulai dari kawasan Muara Teweh tepat pukul enam pagi melintasi rute lintas barat. Persinggahan pertama dilakukan di Pasar Kandui untuk mengisi perbekalan kuliner lokal khas Kalimantan Tengah.
Aneka wadai tradisional berhasil dibeli sebagai bekal perjalanan darat yang panjang. Pilihan kudapan jatuh pada pais waluh, olahan jawau, pisang, hingga risoles hangat penambah energi.
Perjalanan berlanjut menuju arah Montalat melintasi pemukiman warga Dayak Tewoyan di Kecamatan Gunung Timang. Beberapa desa yang terlintasi antara lain Desa Majangkan, Baliti, Walur, Ketapang, Rarawa, hingga Malungai.
Mengapa Penyeberangan Sungai Barito Menjadi Titik Transit Krusial?
Setibanya di Kelurahan Montalat Tua, rombongan disuguhkan suasana pemukiman warga Dayak Bakumpai yang hidup berdampingan dengan aliran Sungai Barito. Desa ini dikenal sebagai kawasan penghasil ikan sungai yang sangat melimpah.
Kendaraan roda dua milik rombongan kemudian diangkut menggunakan kapal perahu tradisional atau Feri kelotok. Penyeberangan melintasi lebarnya aliran Sungai Barito menuju Teluk Siwak memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
Mendarat di Tumpung Laung, keharmonisan antarumat beragama begitu terasa. Bangunan Balai Basarah Kaharingan, gereja, makam Muslim, dan masjid tampak berdiri berdampingan secara damai di ibu kota Kecamatan Montalat tersebut.
Satu di antara warga lokal Tumpung Laung yang dikenal sebagai penangkap ikan sungai, Bang Oleh Solihin, membagikan pengalamannya saat mendampingi rombongan serta memperlihatkan alat tangkap tradisional:
"Ini namanya haup. Targetnya ukuran tiga jari ke atas."
Bagaimana Kondisi Medan Belantara Penghubung Tiga Kabupaten?
Selepas menyantap hidangan udang sungai dan ikan segar di rumah warga, rombongan bergegas menembus trek perintasan. Perjalanan diawali jalan berpasir padat sepanjang 10 kilometer dari Tumpung Laung menuju pos lintas perusahaan.
Titik pos tersebut menjadi penanda batas administratif yang mempertemukan tiga wilayah sekaligus, yaitu Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Kapuas, serta Kabupaten Barito Selatan.
Waway Barito membagikan kesannya saat berhasil mencapai titik persimpangan perbatasan antar-kabupaten tersebut:
"Di pos tadi Tumpung Laung, itu wilayah Batara (Barito Utara), ini wilayah Kapuas, dan ini wilayah Barito Selatan."
Trek dilanjutkan melintasi rute Simpang Pendang dengan dominasi permukaan perbukitan dan hamparan pasir rimba. Walaupun sempat diguyur hujan lebat di jalan, medan tanah pasir keras relatif aman dan tetap lancar untuk dilintasi kendaraan.
Berapa Lama Total Waktu Tempuh Hingga Tiba di Palangka Raya?
Memasuki kawasan Kabupaten Kapuas, rombongan melintasi Jembatan Timpah yang membentang gagah di atas Sungai Kapuas. Struktur jembatan berkerangka besi ini terlihat unik karena berdiri di area yang relatif lengang dari pemukiman.
Perjalanan dilanjutkan melintasi kawasan Lungkuh Layang hingga akhirnya memasuki gerbang Kota Palangka Raya. Sambutan megah Jembatan Kahayan dan Bundaran Besar menandai berahirnya perjalanan lintas belantara tersebut.
Total jarak tempuh menembus angka 300 kilometer lebih dengan durasi sekitar 11 hingga 12 jam. Waktu tempuh ini sudah memperhitungkan durasi istirahat, penyeberangan Feri, serta kendala hujan deras di sepanjang jalan.
Waway Barito menyampaikan evaluasi mengenai potensi jalur perintasan belantara ini bagi para pengguna jalan:
"Kali ini kita akan mengikuti jalan belantara yang katanya lebih mempersingkat waktu dan juga jarak menuju ke arah sana."
Waway Barito kembali menambahkan keterangan terkait fleksibilitas durasi tempuh rute tersebut:
"Sebenarnya sih bisa saja ditempuh sekitar 5 atau 6 jam perjalanan, tapi karena singgah-singgah dan hujan lebat akhirnya kita sampainya pukul 5.00 sore."
-
Tips Menembus Rute Alternatif Pedalaman Kalimantan:
-
Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan rem dan ban dalam kondisi prima untuk menghadapi medan berpasir dan perbukitan.
-
Siapkan Perbekalan: Beli kudapan tradisional di pasar transit seperti Pasar Kandui karena warung makan cukup jarang di dalam hutan.
-
Perhatikan Jadwal Feri: Atur waktu kedatangan di Montalat agar tidak tertahan antrean penyeberangan kelotok Sungai Barito.
Baca Juga: Festival Adat Nondoi Kembali Hadir di Penajam, Dorong Budaya dan Pariwisata Lokal.
Poin Penting:
-
Perjalanan Muara Teweh menuju Palangka Raya melintasi jalur belantara Montalat mampu memangkas jarak tempuh secara signifikan.
-
Transit penyeberangan Sungai Barito menggunakan Feri tradisional dari Montalat Tua ke Teluk Siwak memakan waktu 15–20 menit.
-
Jalur ini melewati pos perbatasan tiga kabupaten sekaligus: Barito Utara, Kapuas, dan Barito Selatan.
-
Total jarak yang ditempuh mencapai lebih dari 300 kilometer dengan pemandangan pemukiman Dayak Tewoyan dan Bakumpai.
Insight Redaksi: Menembus jalan belantara pedalaman Kalimantan Kalteng itu kada cuma soal cepat sampai tujuan, tapi jua menikmati keharmonisan warga lokal di sepanjang aliran Sungai Barito. Pengalaman menyeberang kelotok sampai santap udang sungai bikin perjalanan makin berkesan. Lamun ikam handak coba rute baru ini kada masalah, tapi pang siapkan kendaraan ikam dengan matang biar kada ada kendala di tengah hutan rimba. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham rute alternatif seru ini! Selalu update informasi perjalanan dan gaya hidup terkini hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Rute mana saja yang dilewati dari Muara Teweh menuju Palangka Raya via jalur belantara ini?
Rute melewati Kandui, melintasi desa-desa di Gunung Timang, Montalat Tua, menyeberang sungai ke Tumpung Laung, Simpang Pendang, Timpah, hingga tiba di Palangka Raya.
2. Berapa lama waktu penyeberangan Feri tradisional di Sungai Barito?
Penyeberangan Feri tradisional dari Montalat Tua menuju Teluk Siwak di Tumpung Laung membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
3. Wilayah kabupaten apa saja yang berbatasan di jalur perintasan hutan ini?
Titik pos perintasan tersebut mempertemukan tiga wilayah kabupaten, yaitu Barito Utara, Kapuas, dan Barito Selatan.
Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @WAWAY BARITO, dengan judul "12 JAM MENEMBUS PEDALAMAN KALIMANTAN | Jalur Sepi Muara Teweh – Palangka Raya". Di-publikasikan kembali berupa artikel dengan angle dan style balikpapantv.id.