Durasi Baca: 7 Menit
Topik: Tren wisata pengalaman di Balikpapan menghadirkan pilihan glamping dan camping bernuansa pantai
Ikhtisar: Artikel ini membahas berkembangnya wisata berbasis pengalaman di Balikpapan melalui konsep glamping dan camping pantai, fasilitas yang ditawarkan, serta alasan keduanya diminati wisatawan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Wisata berbasis pengalaman semakin diminati di Balikpapan. Kini, menikmati Pantai Manggar maupun kawasan pantai lain tidak lagi sekadar datang untuk bermain pasir atau melihat ombak, tetapi juga merasakan sensasi menginap dengan konsep glamping hingga camping lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang.
Masih mencari suasana liburan yang beda tanpa harus pergi jauh? Nah, dua destinasi ini patut masuk daftar. Simak dulu sampai tuntas, Ces!
Mengapa wisata berbasis pengalaman mulai diminati di Balikpapan?
Cara menikmati liburan perlahan berubah. Banyak wisatawan kini mencari pengalaman yang memberi kesan, bukan sekadar destinasi untuk dikunjungi beberapa jam.
Perubahan itu terlihat dari hadirnya Beach Glamping di kawasan Pantai Manggar. Tempat ini menawarkan konsep menginap menggunakan tenda dome yang menghadap langsung ke pantai sehingga tamu tetap bisa menikmati nuansa alam tanpa meninggalkan kenyamanan layaknya hotel.
Beach Glamping mulai beroperasi sejak April 2025. Konsep tersebut lahir karena adanya kebutuhan wisatawan yang ingin berkemah tanpa harus direpotkan dengan perlengkapan maupun kondisi alam yang kurang nyaman.
Pemilik Beach Glamping, Sipur, menjelaskan ide itu muncul dari kebiasaan teman-temannya yang menyukai camping tetapi menginginkan fasilitas yang praktis.
"Kami terinspirasi dari teman-teman yang suka camping, tetapi tidak ingin repot, tidak mau kepanasan, dan menginginkan toilet yang bersih serta privat. Saat itu di Balikpapan juga belum ada glamping dengan konsep tenda dome."
Konsep ini menghadirkan alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menikmati udara pantai tanpa harus memasang tenda sendiri ataupun membawa perlengkapan berkemah.
Baca Juga: Ekowisata Bambu Wanadesa Balikpapan Menyimpan Kisah Kampung yang Hilang
Apa yang membuat Beach Glamping berbeda dari camping biasa?
Perbedaan paling terasa adalah tingkat kenyamanan yang disediakan.
Bagian depan setiap tenda menggunakan material transparan sehingga panorama Pantai Manggar tetap dapat dinikmati langsung dari dalam ruangan. Pemandangan matahari terbit maupun senja menjadi salah satu pengalaman yang paling ditonjolkan.
Fasilitas yang tersedia juga jauh berbeda dibanding camping konvensional. Setiap unit telah dilengkapi:
- Tempat tidur queen size
- Pendingin ruangan (AC)
- Smart TV
- Kamar mandi pribadi di luar tenda
- Mini playground
- Sarapan untuk dua orang
Saat akhir pekan, pengalaman menginap dibuat semakin menarik melalui konsep sarapan piknik. Hidangan disajikan tepat di depan tenda sehingga tamu dapat menikmati makanan sambil memandang suasana pantai.
Tarif menginap dipatok sebesar Rp750 ribu pada hari kerja dan Rp850 ribu ketika akhir pekan.
Menurut Sipur, penggunaan AC menjadi salah satu pembeda dibanding sejumlah glamping lain yang umumnya hanya menyediakan kipas angin.
Bagi pengelola, kenyamanan menjadi bagian penting dari pengalaman yang ingin diberikan kepada setiap tamu.
Bagaimana keamanan dan aturan selama menginap di Beach Glamping?
Selain mengutamakan kenyamanan, aspek keamanan juga menjadi perhatian pengelola.
Beach Glamping menggunakan tenda semi permanen dengan rangka baja yang dirancang mampu menghadapi cuaca ekstrem sekaligus meminimalkan potensi kebocoran ketika hujan turun.
Pengelola juga menerapkan langkah antisipasi terhadap risiko paparan karbon monoksida.
Seluruh kamar mandi ditempatkan di luar area tenda. Pengunjung juga tidak diperbolehkan menggunakan tungku pembakaran di dalam kawasan glamping.
Sirkulasi udara tetap dijaga melalui ventilasi dan jendela yang dibuka secara berkala.
Tidak hanya itu, beberapa aturan diterapkan demi menjaga kenyamanan seluruh tamu. Pengunjung tidak diperkenankan membawa pengeras suara, kecuali menyewa seluruh area glamping.
Selain itu, tamu juga dilarang membawa hewan peliharaan maupun minuman beralkohol.
Bagi pasangan yang menginap, pengelola mewajibkan menunjukkan bukti pernikahan.
Menutup penjelasannya, Sipur menegaskan bahwa tujuan utama konsep tersebut bukan hanya menyediakan tempat bermalam.
"Kami ingin memberikan pengalaman menginap yang berbeda. Bukan hanya tempat bermalam, tetapi juga suasana dan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung."
Apakah Watu Beach menjadi pilihan baru bagi pencinta camping di Balikpapan?
Jika Beach Glamping menawarkan kenyamanan layaknya hotel di dalam tenda dome, Watu Beach hadir dengan pengalaman berkemah yang lebih dekat dengan suasana alam terbuka.
Destinasi wisata ini mengusung konsep camping di tepi pantai dengan hamparan pohon kelapa, area pantai yang bersih, serta panorama matahari terbit dan terbenam yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Sejak mulai beroperasi pada November 2023, Watu Beach terus menarik wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai bersama keluarga, teman, maupun komunitas.
Pengelola Watu Beach, Dedi Ardani, mengatakan keunggulan tempat tersebut bukan hanya berada pada lokasi pantainya, tetapi juga lingkungan yang tetap dijaga agar nyaman dinikmati seluruh pengunjung.
"Keunggulan kami ada pada keindahan alam, hamparan pohon kelapa, kebersihan pantai, serta panorama sunrise dan sunset yang menjadi favorit pengunjung."
Pemandangan matahari terbit dan tenggelam menjadi pengalaman yang banyak dicari wisatawan. Momen tersebut dapat dinikmati langsung dari area camping tanpa harus berpindah lokasi.
Baca Juga: Pulau Kakaban Kembali Trending Oleh Danau Ubur-Ubur Langka Kalimantan Timur
Fasilitas apa saja yang tersedia di Watu Beach?
Camping kini bukan lagi identik dengan fasilitas yang serba terbatas.
Untuk menunjang aktivitas wisata, Watu Beach menyediakan berbagai sarana yang dapat digunakan pengunjung selama berada di kawasan pantai.
Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain gazebo, musala, toilet umum, restoran, ruang serbaguna, hingga area terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan gathering, piknik, maupun berkemah.
Pilihan aktivitas juga cukup beragam sehingga pengunjung tidak hanya menghabiskan waktu di dalam tenda.
Wahana rekreasi yang tersedia meliputi:
- Sepeda listrik
- ATV
- Banana boat
- Kayak
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut membuat kawasan wisata ini dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia, mulai dari keluarga hingga komunitas yang ingin mengadakan kegiatan bersama.
Salah satu hal yang membedakan Watu Beach dengan sejumlah lokasi camping lain adalah fleksibilitas dalam memilih tempat mendirikan tenda.
Pengunjung tidak dibatasi pada satu zona tertentu. Mereka bebas menentukan lokasi camping di berbagai titik kawasan pantai sesuai keinginan.
Konsep tersebut memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk memilih sudut dengan pemandangan yang paling sesuai.
Berapa biaya camping di Watu Beach?
Pengunjung memiliki dua pilihan ketika ingin menikmati pengalaman bermalam di Watu Beach.
Pilihan pertama adalah membawa perlengkapan camping sendiri.
Untuk opsi tersebut, biaya camping dikenakan sebesar Rp125 ribu per orang.
Pilihan kedua adalah menggunakan paket camping yang telah disediakan pengelola.
Harga paket dimulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,8 juta, menyesuaikan jenis tenda dan fasilitas yang dipilih.
Beberapa pilihan paket yang tersedia meliputi:
- Onyx Tent untuk dua orang.
- Eclipta Tent dengan kapasitas tiga orang.
- Peak Villa yang dapat digunakan hingga empat orang serta dilengkapi kasur, peralatan memasak, dan air cooler.
Pengelola juga memastikan seluruh tenda baru dipasang ketika tamu datang.
Cara tersebut dilakukan agar kondisi tenda tetap bersih sekaligus siap digunakan setiap kali menerima pengunjung baru.
Tips memilih pengalaman wisata alam sesuai kebutuhan
Bagi yang sedang mempertimbangkan liburan di kawasan pantai Balikpapan, beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
1. Pilih glamping jika mengutamakan kenyamanan.
Beach Glamping cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai tanpa membawa perlengkapan camping sendiri.
2. Pilih camping jika ingin menikmati suasana alam secara lebih bebas.
Watu Beach memberikan keleluasaan memilih lokasi mendirikan tenda di area pantai.
3. Sesuaikan fasilitas dengan kebutuhan rombongan.
Wisata keluarga dapat mempertimbangkan paket tenda berkapasitas lebih besar, sedangkan pasangan atau dua orang dapat memilih paket yang lebih sederhana.
4. Perhatikan aturan yang berlaku di setiap lokasi.
Masing-masing destinasi memiliki ketentuan berbeda demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung.
Bagaimana Watu Beach menjaga keamanan pengunjung saat cuaca berubah?
Aktivitas berkemah di kawasan pantai tentu dipengaruhi kondisi cuaca. Karena itu, pengelola Watu Beach menyiapkan prosedur penanganan apabila terjadi perubahan cuaca yang berpotensi mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pengunjung.
Menurut pengelola, seluruh tamu akan diarahkan menuju aula terdekat apabila kondisi cuaca memburuk. Area tersebut menjadi lokasi evakuasi sementara hingga situasi kembali dinyatakan aman.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola menghadirkan pengalaman camping yang tetap nyaman tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Jika dibandingkan, Beach Glamping dan Watu Beach sebenarnya menawarkan karakter wisata yang berbeda, tetapi sama-sama mengangkat konsep experience tourism yang kini berkembang di Balikpapan.
Beach Glamping menyasar wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai dengan fasilitas menyerupai hotel. Sebaliknya, Watu Beach lebih mengedepankan kebebasan menikmati alam terbuka melalui aktivitas camping dengan berbagai pilihan paket maupun perlengkapan pribadi.
Keduanya menunjukkan bahwa wisata pantai kini tidak hanya soal menikmati pemandangan. Pengalaman bermalam, fasilitas yang tersedia, hingga suasana yang dirasakan menjadi nilai tambah yang dicari banyak wisatawan.
Poin Penting:
- Beach Glamping mulai beroperasi sejak April 2025 dengan konsep tenda dome menghadap langsung ke Pantai Manggar.
- Fasilitas Beach Glamping meliputi AC, smart TV, queen size bed, kamar mandi pribadi, mini playground, dan sarapan untuk dua orang.
- Tarif Beach Glamping sebesar Rp750 ribu pada hari kerja dan Rp850 ribu saat akhir pekan.
- Watu Beach beroperasi sejak November 2023 dengan konsep camping di kawasan pantai yang memiliki panorama matahari terbit dan terbenam.
- Paket camping di Watu Beach tersedia mulai Rp500 ribu hingga Rp1,8 juta, sedangkan pengunjung yang membawa tenda sendiri dikenakan biaya Rp125 ribu per orang.
- Kedua destinasi sama-sama menerapkan aturan dan prosedur keamanan untuk menjaga kenyamanan seluruh pengunjung.
Insight Redaksi: Tren wisata di Balikpapan mulai bergeser dari sekadar berkunjung menjadi mencari pengalaman yang membekas. Beach Glamping dan Watu Beach memperlihatkan bahwa kenyamanan dan keindahan alam dapat berjalan berdampingan tanpa mengubah karakter pantai itu sendiri. Ini menjadi sinyal positif bagi pariwisata lokal. Tinggal bagaimana kualitas layanan terus dijaga agar pengunjung datang bukan hanya sekali. Kada cukup viral sesaat, yang dicari wisatawan adalah pengalaman yang ingin diulang lagi, Ces.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang lagi mencari referensi liburan di Balikpapan supaya makin banyak yang tahu pilihan wisata yang sesuai kebutuhan.
Masih ingin mencari destinasi menarik lainnya di Balikpapan? Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan Beach Glamping mulai beroperasi?
Beach Glamping mulai menerima tamu sejak April 2025.
2. Berapa tarif menginap di Beach Glamping?
Rp750 ribu pada hari kerja dan Rp850 ribu saat akhir pekan.
3. Apa keunggulan utama Watu Beach?
Pantai yang bersih, hamparan pohon kelapa, serta panorama sunrise dan sunset yang dapat dinikmati langsung dari area camping.
4. Berapa biaya camping jika membawa tenda sendiri di Watu Beach?
Biaya camping sebesar Rp125 ribu per orang.
5. Bagaimana prosedur jika cuaca memburuk di Watu Beach?
Seluruh pengunjung akan diarahkan menuju aula terdekat hingga kondisi dinyatakan aman.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kaltim Post, dengan judul "Watu Beach Balikpapan Jadi Destinasi Favorit Camping, Suguhkan Panorama Sunrise, Sunset, dan Pantai Bersih" dan "Beach Glamping Balikpapan Hadirkan Pengalaman Menginap di Tepi Pantai Manggar dengan Tenda Dome Modern", oleh penulis Maulidya Dipita Anggreani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma