Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Sertifikasi Pemandu Ekowisata IKN Siapkan Warga Lokal Sambut Lonjakan Wisatawan

AdminBTV • Selasa, 19 Mei 2026 | 17:34 WIB
Sertifikasi pemandu ekowisata IKN mendorong warga lokal berperan aktif dalam pengembangan wisata berkelanjutan Nusantara. (BTV/AI)
Sertifikasi pemandu ekowisata IKN mendorong warga lokal berperan aktif dalam pengembangan wisata berkelanjutan Nusantara. (BTV/AI)

Topik: Sertifikasi Pemandu Ekowisata IKN Dorong Warga Lokal Jadi Garda Wisata Nusantara

Ikhtisar: Otorita IKN melatih dan mensertifikasi pemandu ekowisata lokal agar wisata Nusantara berjalan profesional, terarah, dan tetap melibatkan masyarakat sekitar sebagai pelaku utama.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Otorita Ibu Kota Nusantara mulai menyiapkan wajah depan pariwisata IKN lewat sertifikasi pemandu ekowisata untuk warga lokal. Program yang berlangsung 3–5 Februari 2026 di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara itu diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan wisata berbasis alam yang makin ramai dikunjungi masyarakat.

Lonjakan kunjungan ke Nusantara membuat kebutuhan pemandu wisata kompeten makin terasa. Jadi kada cuma soal mendampingi tamu jalan-jalan, tapi juga memahami lingkungan, komunikasi, sampai cara mengenalkan identitas kawasan dengan tepat. Simak terus sampai habis, karena arah pengembangan wisata IKN mulai terlihat jelas dari program ini, Ces!

Kenapa Otorita IKN fokus pada sertifikasi pemandu ekowisata?

Sertifikasi dipilih sebagai langkah awal membangun standar pelayanan wisata di kawasan Nusantara. Otorita IKN ingin masyarakat lokal punya kompetensi resmi sekaligus kesempatan mengambil peran langsung di sektor pariwisata.

Program ini juga dibuat bukan sekadar kelas teori. Peserta menjalani pembekalan lapangan hingga praktik memandu pengunjung secara langsung di kawasan KIPP Nusantara.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menegaskan kegiatan ini menitikberatkan kesiapan nyata peserta di lapangan.

“Tentu kegiatan sertifikasi ini sangat penting, bukan hanya sekadar materi, tetapi kita juga melakukan praktik langsung bersama para pengunjung sebagai pemandu wisata, termasuk di wilayah KIPP. Saya berharap peserta workshop sertifikasi mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya dapat menjadi pemandu ekowisata yang profesional dan dapat mengambil peran dalam pembangunan IKN di sektor pariwisata.”

Pernyataan itu memperlihatkan satu arah penting. Pemandu lokal bukan ditempatkan sebagai pelengkap acara wisata, tapi justru jadi wajah pertama yang ditemui pengunjung saat datang ke Nusantara, nah itu sudah pang, arahnya kada main-main Ces!

Baca Juga: Pantai Serumpun Balikpapan Diam-Diam Jadi Spot Healing Murah, Camping Gratis, dan Sunrise Favorit Anak Muda

Siapa peserta yang ikut sertifikasi pemandu wisata IKN?

Sebanyak 20 peserta ikut dalam kegiatan ini. Separuh berasal dari Kelompok Sadar Wisata Hutan Adat Balik Sepaku, sementara sisanya merupakan pemandu wisata binaan Otorita IKN.

Komposisi peserta ini memperlihatkan fokus besar pada masyarakat sekitar kawasan pembangunan IKN. Mereka yang selama ini sudah aktif mendampingi aktivitas wisata diberi penguatan kompetensi secara resmi.

Peserta juga menjalani uji kompetensi yang menilai kemampuan komunikasi, pemahaman kawasan, hingga sikap profesional saat menghadapi pengunjung. Jadi prosesnya kada sekadar hadir lalu pulang membawa sertifikat.

Mengapa sertifikasi dianggap penting dalam ekowisata Nusantara?

Sertifikasi dipandang sebagai standar dasar profesionalisme di sektor wisata berbasis alam. Dalam praktiknya, pemandu wisata harus mampu menjaga kualitas layanan sekaligus memahami karakter lingkungan yang mereka dampingi.

Direktur Lembaga Sertifikasi Pariwisata Jana Dharma Indonesia, Hairullah Gazali, menilai kompetensi harus terus diasah agar pemandu tetap relevan dengan perkembangan wisata eco-tourism.

“Ending kegiatan ini adalah kompeten, karena kompeten itu merupakan bekal. Sesuai dengan perundang-undangan bahwa pemandu wisata itu harus memiliki sertifikasi. Sertifikasi ini akan berlaku sampai dengan tiga tahun, yang berarti kompetensi itu harus selalu diasah, jangan sampai tumpul, apalagi dalam sektor eco-tourism.”

Dari sini terlihat bahwa sertifikasi bukan titik akhir. Justru jadi awal proses belajar yang terus berjalan. Apalagi kawasan Nusantara diproyeksikan menerima pengunjung dalam jumlah besar dari berbagai daerah.

Bagaimana kolaborasi lembaga mendukung wisata IKN?

Program ini dijalankan bersama Otorita IKN, Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia, dan LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan pengembangan wisata IKN kada dikerjakan sendirian.

Wakil Kepala SKB BI, Dhony Iwan Kristanto, turut menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap kawasan Nusantara. Menurutnya, angka kunjungan ke IKN saat momentum Natal dan Tahun Baru menunjukkan daya tarik kawasan ini terus meningkat.

“Ketika saya pertama kali ke Ibu Kota Nusantara, begitu saya masuk, saya amazed, ini benar-benar kota yang dibangun oleh orang Indonesia sendiri, dengan karakter Indonesia. Kemarin Nataru itu ada 270 ribu masyarakat yang datang ke IKN, ke depan pasti akan lebih banyak lagi masyarakat yang berkunjung ke sini.”

Pengembangan destinasi seperti Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, hingga kawasan KIPP Nusantara pun mulai diarahkan agar didampingi pemandu lokal yang sudah kompeten. Jadi pengunjung kada cuma datang foto-foto, tapi juga mendapat pengalaman yang terarah dan informatif, Ces!

Baca Juga: Gong Pew River, Sungai Jernih di Tabang yang Jadi Pilihan Wisata Alam Warga Kutai Kartanegara

Apa dampaknya bagi masyarakat lokal di sekitar IKN?

Program ini membuka ruang keterlibatan masyarakat secara langsung di sektor wisata. Warga lokal diberi posisi strategis sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton pembangunan.

Dengan kompetensi yang diakui resmi, peluang kerja dan keterlibatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata juga makin terbuka. Ini penting karena pertumbuhan wisata tanpa sumber daya manusia lokal biasanya sulit bertahan lama.

Poin Penting:

  • Otorita IKN menggelar sertifikasi pemandu ekowisata pada 3–5 Februari 2026
  • Kegiatan berlangsung di Multifunction Hall Kantor Bersama 3 KIPP Nusantara
  • Sebanyak 20 peserta mengikuti program sertifikasi dan uji kompetensi
  • Peserta berasal dari Pokdarwis Hutan Adat Balik Sepaku dan pemandu binaan Otorita IKN
  • Sertifikasi berlaku selama tiga tahun dan wajib terus diasah
  • Destinasi wisata IKN diarahkan dikelola pemandu lokal kompeten

Insight: Pengembangan wisata Nusantara mulai bergerak ke pola yang kada cuma mengejar jumlah pengunjung. Fokusnya mulai masuk ke kualitas pengalaman dan kesiapan warga lokal. Ini penting pang, sebab wisata berbasis alam cepat turun kualitasnya kalau pemandunya kada paham lingkungan dan pelayanan. Otorita IKN terlihat mulai membangun fondasi jangka panjang lewat SDM lokal yang terlatih. Kalau pola ini konsisten, kawasan wisata di IKN bisa punya identitas sendiri, bukan sekadar tempat singgah orang datang lalu pulang.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah pengembangan wisata Nusantara ke depan, Ces!

Ikuti terus kabar pembangunan, wisata, dan gerak baru Nusantara hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Apa tujuan sertifikasi pemandu ekowisata di IKN?
    Meningkatkan kompetensi pemandu wisata lokal agar pelayanan wisata Nusantara berjalan profesional dan terarah.
  2. Berapa peserta yang mengikuti program sertifikasi ini?
    Sebanyak 20 peserta dari Pokdarwis Hutan Adat Balik Sepaku dan pemandu binaan Otorita IKN.
  3. Berapa lama masa berlaku sertifikasi pemandu wisata?
    Sertifikasi berlaku selama tiga tahun dan kompetensinya perlu terus diasah.
  4. Apa saja lokasi wisata yang ikut didorong dalam program ini?
    Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan kawasan KIPP Nusantara.
  5. Siapa saja lembaga yang terlibat dalam program sertifikasi?
    Otorita IKN, Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia, dan LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#sertifikasi pemandu ekowisata #Otorita IKN #KIPP Nusantara