Balikpapan TV – Selasa, 09 Desember 2025, Hai Cess! Taman Bekapai resmi tampil dengan wajah baru sebagai zona kuliner halal dan higienis. Area yang dulunya sekadar jadi tempat nongkrong bubuhan Balikpapan ini kini naik kelas, mengusung standar halal, keamanan pangan, sampai kebersihan ruang publik.
Transformasi ini digarap bareng Pemkot Balikpapan, KPw BI Balikpapan, dan Kementerian Agama, menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih tertata dan ramah pengunjung. Perubahan yang pelan-pelan terasa, lalu tiba-tiba jadi rapi dan menyenangkan Cess.
Zona ini bukan cuma soal label halal, tapi menyentuh ekosistemnya: pedagang, fasilitas, bahan baku, sampai sistem pembayaran yang serba digital. Semuanya dipoles dan diperkuat supaya tiap orang yang datang merasa nyaman, aman, dan pastinya senang makan di tengah jantung kota.
Apa yang membuat Taman Bekapai resmi jadi zona kuliner halal Cess?
Taman Bekapai kini berstatus zona kuliner halal setelah seluruh pedagangnya mendapatkan sertifikat halal, hasil kolaborasi Pemkot Balikpapan, KPw BI Balikpapan, dan Kementerian Agama. Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa bukan hanya sertifikasi yang diberlakukan, tetapi juga penjaminan bahan baku, terutama daging ayam, yang harus berasal dari tempat pemotongan bersertifikat dan ditangani juru sembelih halal (juleha). “Semua pedagang sudah menerima sertifikat halal. Ayamnya pun berasal dari tempat potong unggas yang sudah mendapat sertifikasi juleha. Jadi selain tersertifikasi halal, bahan bakunya juga halal,” ucapnya.
Langkah ini menandai keseriusan pemerintah memperkuat ekosistem kuliner berbasis nilai keislaman tanpa membuat suasana jadi kaku. Pengunjung bisa menikmati jajanan favorit mereka tanpa rasa ragu. Nuansanya tetap santai, seperti biasa bubuhan Balikpapan menikmati sore, tapi dengan lapisan keamanan pangan yang lebih solid. Ikam tinggal pilih makanan yang cocok, makan santai, dan merasa lebih yakin Cess.
Zona halal ini juga menjadikan Taman Bekapai sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan. Banyak tamu luar kota yang selama ini bingung cari kuliner halal cepat dan aman kini punya titik baru yang mudah dijangkau. Pusat kota, terbuka, ramah semua pengunjung—mantap untuk santai tanpa banyak pikiran.
Bagaimana pedagang di Taman Bekapai menerapkan standar kebersihan dan higienitas
Transformasi ini tidak hanya menyasar produk kuliner, tetapi seluruh lingkungan taman. Robi menegaskan pentingnya sanitasi, kenyamanan, serta kualitas fasilitas umum sebagai elemen pendukung utama. “Dengan fasilitas yang terawat dan bersih, kawasan ini sangat layak dikunjungi oleh siapa saja yang datang berkunjung ke Balikpapan,” katanya. Toilet dan wastafel dipantau secara rutin, memastikan pengalaman kuliner yang bebas dari kesan semrawut atau jorok.
Pengelolaan fasilitas ini terasa langsung oleh pengunjung. Area makan lebih tertata, bau-bauan liar terkendali, dan pedagang lebih disiplin mengelola limbah. Kondisi seperti ini membuat orang betah duduk lebih lama, menikmati angin pesisir sambil melihat aktivitas kota yang padat. Standar higienis ini seolah membangun budaya baru—bahwa makan di ruang publik bukan berarti harus menerima situasi seadanya Cess.
Di sisi pedagang, edukasi diberikan mengenai cara penanganan makanan yang benar, mulai penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian. Ada pula penataan ulang area masak, penggunaan peralatan yang layak, serta himbauan pelapisan meja agar tetap bersih. Saat ini, suasana kios terlihat jauh lebih rapi, tidak lagi terkesan asal jadi.
Peningkatan ini membuat pedagang lebih percaya diri menawarkan makanan mereka. Beberapa bahkan mulai menata ulang branding lapak dengan tampilan lebih modern.
Mengapa QRIS kini jadi standar pembayaran di kawasan ini
Taman Bekapai kini nyaris sepenuhnya digital dalam urusan transaksi. Hampir semua pedagang menggunakan QRIS, sistem pembayaran yang dianggap cepat, praktis, dan efisien. Robi menyebut digitalisasi ini bagian dari modernisasi UMKM agar mampu bersaing dan lebih mudah memproses transaksi. “Hampir semua pedagang sudah pakai QRIS. Ke depan, kawasan kuliner halal lainnya pasti ada QRIS,” ujarnya.
Adanya QRIS mempersingkat antrian. Pengunjung tidak perlu lagi mencari uang kecil atau menunggu kembalian. Situasi ini sangat memudahkan wisatawan yang jarang memegang uang tunai. Selain itu, pelacakan transaksi jadi lebih jelas bagi pedagang sendiri, mempermudah mereka mengatur pemasukan harian. Transaksi digital juga mengurangi potensi kesalahan hitung—hal kecil, tapi krusial bagi pelaku usaha Cess.
Digitalisasi ini juga membuka peluang bagi pedagang untuk ikut program pembinaan UMKM. Data transaksi membantu pemetaan kebutuhan modal, evaluasi menu yang paling laku, sampai merancang strategi penjualan. Perlahan, konsep taman kuliner ini bukan lagi sekadar tempat makan, tapi laboratorium kecil perkembangan UMKM lokal.
Bagaimana zona kuliner KHAS ini mendukung ekonomi lokal dan UMKM
Asisten II Pemkot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, menyampaikan bahwa pembentukan zona kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) ini sejalan dengan karakter masyarakat Balikpapan dan kebutuhan wisatawan. Industri kuliner dianggap bukan lagi sektor sampingan, melainkan penopang pariwisata daerah. “Industri kuliner saat ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan pengelolaan serta strategi promosi yang baik, industri kuliner dapat menjadi penopang yang kuat bagi pariwisata suatu daerah,” ujarnya.
Zona ini memberi ruang baru bagi UMKM untuk berkembang. Dengan standar halal dan kebersihan yang lebih tinggi, pedagang lebih mudah diterima wisatawan dan memiliki citra usaha yang kuat. Sistem pembayaran digital membantu mereka bertransisi ke pola usaha yang lebih modern. Semua ini membentuk ekosistem kuliner yang lebih kaya dan kompetitif Cess.
Untuk UMKM baru, taman ini menjadi tempat belajar yang ideal. Mereka bisa melihat langsung bagaimana produk yang baik bukan hanya soal rasa, tetapi keteraturan, konsistensi, dan pelayanan. Kehadiran regulasi ringan, tapi efektif, membuat iklim usaha lebih sehat. Hal-hal kecil seperti keseragaman tampilan lapak, standar alat masak, dan pengelolaan antrian memberi kesan profesional.
Apakah Taman Bekapai siap bersaing sebagai destinasi kuliner nasional
Pemerintah melihat langkah ini sebagai strategi jangka panjang agar Balikpapan bisa bersaing dengan kota lain dalam sektor pariwisata kuliner. Andi Yusri menegaskan zona ini bukan sekadar ruang makan, tapi etalase komitmen untuk menjaga kualitas makanan dan layanan publik. “Ini bukan sekadar kawasan kuliner biasa, namun sebuah etalase komitmen kita dalam menyediakan produk yang halal, terjamin keamanannya, dan menjaga higienitas bagi masyarakat dan wisatawan,” kata Andi.
Dengan penguatan ekosistem halal, peningkatan standar pelayanan, dan kenyamanan lingkungan, Taman Bekapai berpeluang menjadi rujukan wisata kuliner berbasis nilai. Pengunjung lokal merasakan manfaat langsung, sementara wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman dan bersih. “Kami berharap kawasan seperti ini tidak hanya berdampak bagi UMKM lokal, tetapi juga menjadi wajah baru Balikpapan di mata wisatawan,” tutup Andi.
Potensi ini besar. Balikpapan memiliki karakter urban yang rapi, konsumtif, dan terbuka terhadap inovasi. Jika terus dirawat, Taman Bekapai bisa tumbuh sebagai ikon kuliner yang bukan hanya enak dinikmati, tapi juga mencerminkan identitas kota yang ramah dan tertib Cess.
Taman Bekapai kini tampil semakin tertata sebagai zona kuliner halal, higienis, dan modern. Mulai sertifikasi halal pedagang, bahan baku yang dijamin aman, fasilitas publik bersih, hingga sistem pembayaran digital, semuanya disiapkan untuk memperkuat ekosistem UMKM dan menarik wisatawan.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang tahu soal perubahan positif ini Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya
FAQ
Apa semua pedagang di Taman Bekapai sudah bersertifikat halal
Iya, seluruh pedagang sudah menerima sertifikat halal yang divalidasi oleh pihak terkait.
Apakah bahan baku seperti ayam sudah terjamin kehalalannya
Semua ayam berasal dari tempat pemotongan bersertifikat dan ditangani juru sembelih halal.
Apakah semua pedagang menerima pembayaran digital QRIS
Hampir semua pedagang telah menggunakan QRIS sebagai alat transaksi.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.