Balikpapan TV - Hai Cess! Sungai Batu di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, tiba-tiba mencuri perhatian. Lokasi ini ternyata menyimpan potensi wisata alam tersembunyi yang mulai diburu warga lokal. Fenomena yang muncul organik, hanya dari kabar yang berpindah dari satu mulut ke mulut lainnya.
Apa yang terjadi? Ada aliran sungai batu mirip pesona Loksado, Kalimantan Selatan, dan kini menjadi target eksplorasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara. Siapa yang menemukan? Apa yang membuatnya menarik? Bagaimana aksesnya? Dan apa dampaknya nanti bagi wajah wisata PPU?
Kalau penasaran sama cerita lengkapnya, lanjut baca ya Cess. Lokasinya masih misterius, infonya setengah-setengah, tapi justru di situlah daya tariknya—sebuah petualangan yang lagi menunggu untuk dibuka sepenuhnya.
Apa yang membuat Sungai Batu di Riko mulai mencuri perhatian warga?
Sungai Batu mendadak menjadi topik hangat karena keunikan formasi batunya. Warga yang sempat melihatnya menyebut karakter alirannya “beda dari sungai biasa,” lalu menyamakan dengan sungai batu yang sudah terkenal di Loksado. Cerita singkat seperti itu langsung memantik rasa penasaran banyak orang.
Popularitas yang tiba-tiba ini muncul tanpa publikasi resmi. Hanya dari obrolan santai, foto di ponsel, dan deskripsi singkat dari warga yang pernah lewat. Makin ke sini, makin banyak warga yang ingin membuktikan sendiri. Hidden gem-nya pelan-pelan muncul ke permukaan.
Bagaimana respons Disbudpar PPU soal potensi baru ini?
Kabid Pariwisata dan Pemasaran Wisata Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman, mengaku sudah mengetahui titik itu dan justru makin tertarik memastikan langsung kondisinya. Ia menilai keberadaan sungai batu seperti ini jarang, apalagi untuk wilayah PPU.
“Itu rencana mau ke sana mau melihat. Kita di sini kan nggak pernah punya sungai batu, kayak di Loksado, Kalsel. Cuma kita belum lihat sepenuhnya,” ujarnya Selasa 2 Desember 2025.
Pernyataan itu menandakan Disbudpar mulai menaruh perhatian serius. Eksplorasi bukan hanya sebagai wisata alam baru, tetapi juga peluang branding daerah.
Benarkah lokasi Sungai Batu ini sulit ditemukan?
Kenyataannya, tim Disbudpar sempat tersesat saat mencoba menuju lokasi. Minim informasi jalur menjadi kendala utama. Tidak ada penanda, tidak ada peta, dan tidak ada warga yang benar-benar tahu titik pastinya.
“Rencana mau eksplorasi tapi tersesat. Karena user-nya (pemberi informasi) nggak tahu juga, cuma sebatas informasi. Jadi kami keluar kembali,” sambung Juzlizar.
Ini sekaligus menguatkan gambaran bahwa Sungai Batu masih perawan secara destinasi. Belum tersentuh, belum terpetakan, dan masih menunggu “penemunya” secara resmi.
Apa saja potensi lain di sekitar kawasan Sungai Batu?
Info awal dari warga menyebut area di atas Silkar, hingga mengarah ke Melak Bongan, memang memiliki karakter bebatuan alami yang unik. Lanskapnya berupa formasi sungai batu memanjang yang terbentuk akibat aliran air dalam waktu sangat lama.
Selain Sungai Batu itu sendiri, wilayah ini diketahui menyimpan riam air terjun yang disebut sudah pasti keberadaannya. Air jernih, aliran tidak terlalu deras, dan suara gemercik yang menenangkan jadi daya tarik tambahan bagi para penjelajah.
Kawasan ini bukan hanya soal geologi dan air. Ini juga rumah bagi satwa liar khas Kalimantan. Salah satunya Burung Enggang—ikon fauna yang sangat dijaga.
Apakah ada kekhawatiran dampak pembangunan terhadap keanekaragaman hayati?
Juzlizar menegaskan bahwa pembangunan, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara, bukan berarti menghilangkan keindahan alam PPU. Optimisme itu muncul karena masih banyak kawasan yang tetap mempertahankan tutupan hutan dan habitat satwa.
“Seiring dengan pembangunan dan kehadiran IKN, keindahan alam dan keanekaragaman hayati, seperti populasi burung enggang, tidak akan menghilang,” ungkapnya.
Artinya, pengembangan wisata akan diarahkan untuk tetap menjaga unsur ekologis. Wisata bisa tumbuh, alam tetap lestari.
Tips singkat jika ingin eksplorasi awal Sungai Batu
Meski belum dibuka resmi, beberapa hal penting patut diperhatikan:
– Pastikan bareng warga yang mengenal daerah hutan sekitar Riko.
– Gunakan perangkat GPS sederhana untuk meminimalkan risiko tersesat.
– Bawa logistik secukupnya karena belum ada fasilitas apa pun.
– Jangan merusak batuan, vegetasi, atau sarang satwa. Lokasinya masih sangat sensitif.
Eksplorasi yang dilakukan dengan hormat terhadap alam akan membuat wisata yang lahir nanti lebih berkualitas.
Sungai Batu di Kelurahan Riko kini menjadi sorotan sebagai calon destinasi alam baru di PPU. Keunikannya menyerupai sungai batu Loksado, meskipun aksesnya masih sulit dan informasinya terbatas.
Disbudpar telah menaruh perhatian, bahkan berencana meninjau langsung dan memetakan potensi. Kawasan ini juga kaya riam air terjun dan habitat satwa, termasuk Burung Enggang. Wilayah ini berpeluang menjadi hidden gem baru yang mengangkat citra wisata PPU ke level berbeda.
Bagikan artikel ini biar makin banyak warga tahu potensi wisata lokal yang masih tersembunyi.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'Satya
FAQ
Apakah Sungai Batu di Riko sudah dibuka sebagai destinasi wisata?
Belum. Lokasinya masih dalam tahap eksplorasi awal oleh Disbudpar PPU.
Apakah akses menuju Sungai Batu sudah tersedia?
Belum ada jalur pasti. Informasi yang beredar masih sebatas dari warga.
Apakah kawasan Sungai Batu aman untuk dikunjungi?
Masih perlu pendampingan warga lokal karena rute belum jelas dan tidak ada fasilitas keamanan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.