Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Gunung Parung, Puncak Tertinggi Dekat IKN dengan Panorama Dramatis

AdminBTV • Senin, 1 Desember 2025 | 18:30 WIB

Panorama Gunung Parung IKN dengan hamparan hutan hijau dan horizon Teluk Balikpapan — visual dramatis dari puncak tertinggi sekitar Nusantara.
Panorama Gunung Parung IKN dengan hamparan hutan hijau dan horizon Teluk Balikpapan — visual dramatis dari puncak tertinggi sekitar Nusantara.

Balikpapan TV - Hai Cess! Gunung Parung IKN kian mencuri perhatian sebagai destinasi alam paling dekat dari jantung Nusantara. Dalam beberapa tahun terakhir, nama Gunung Parung melesat karena lokasinya strategis, panoramanya dramatis, serta akses yang relatif mudah bagi warga PPU, Balikpapan, hingga Samarinda. Terus naiknya minat wisata menjadi bukti bahwa kawasan ini mulai jadi ruang pelarian baru bagi para penjelajah alam.

Sebagai puncak tertinggi di sekitar kawasan IKN, Gunung Parung menghadirkan lanskap hutan alami, udara segar, serta pengalaman mendaki yang cukup menantang untuk siapa pun yang ingin menepi sejenak dari rutinitas. Penasaran kenapa banyak orang menyebutnya “spot healing baru” di IKN? Yuk simak cerita selengkapnya di bawah ini, Cess.

Baca Juga: HeHa Sky View Suguhkan Visual Modern di Tengah Panorama Jogja, Apa Yang Membuat HeHa Sky View Jadi Primadona Jogja?

Apa yang membuat Gunung Parung jadi ikon wisata baru di sekitar IKN?

Gunung Parung berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Posisinya tidak jauh dari pusat IKN, hanya sekitar 23–25 km menurut sejumlah sumber. Dari Balikpapan, jarak tempuh sekitar 88 km, sementara dari Samarinda sekitar 150 km. Lokasi ini membuatnya mudah dijangkau sekaligus tetap menyimpan ketenangan khas kawasan hutan alam.

Keistimewaan Gunung Parung terletak pada ketinggiannya yang mencapai sekitar 1.200 mdpl. Sejumlah liputan menyebut puncaknya menjadi yang tertinggi di sekitar IKN dan menawarkan bentang alam yang tampak luas: hamparan hutan hijau, sungai, dan panorama Teluk Balikpapan nun jauh di sana. Saat cuaca cerah, langit menghadirkan warna spektakuler, apalagi ketika matahari terbit atau terbenam.

Bagaimana pengalaman trekking dan aktivitas outdoor di Gunung Parung?

Gunung Parung menawarkan jalur mendaki yang dimulai dari Desa Wonosari atau Sukaraja. Trek menuju puncak memakan waktu sekitar 2–3 jam, dengan medan yang bervariasi mulai dari tanah alami hingga bebatuan. Jalurnya cukup menantang, tapi tetap ramah untuk pendaki pemula yang siap mental dan fisik.

Banyak pengunjung memilih camping untuk menikmati suasana malam. Panorama lampu kota dari kejauhan, udara hening, dan suhu dingin jadi kombinasi yang menghadirkan pengalaman mendalam. “Malam di Parung itu suasananya bikin adem pikiran,” ujar seorang pendaki yang ditemui tim lapangan Balikpapan TV. Healing alami terasa jelas di kawasan ini.

Apa kekayaan ekosistem hutan Gunung Parung?

Hutan di sekitar Gunung Parung adalah hutan alam, bukan hutan produksi. Flora khas Kalimantan seperti pohon bengkirai dan meranti tumbuh di beberapa sudut kawasan. Karakter hutannya menghadirkan nuansa teduh yang memperkuat suasana alami selama pendakian.

Tak hanya flora, fauna khas Kalimantan juga hidup di sekitar kawasan ini. Burung endemik dan satwa liar tertentu beberapa kali terlihat oleh pendaki. Karena itulah Gunung Parung dipandang sebagai lokasi bernilai konservasi tinggi, berpotensi menjadi koridor satwa dan ruang riset sesuai arah pembangunan IKN yang menonjolkan keberlanjutan lingkungan.

Apa peran Gunung Parung dalam pariwisata dan masa depan IKN?

Gunung Parung kini masuk daftar destinasi wisata resmi di sekitar IKN. Banyak pihak menyebut kawasan ini cocok untuk pengembangan ekowisata, bukan sekadar pendakian. Karakter hutan alam, ketinggian puncak, dan akses yang relatif mudah menjadikannya simbol keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Sejak pembangunan IKN bergerak, minat masyarakat untuk mengunjungi kawasan Parung meningkat. Tidak hanya warga lokal, tetapi juga pendatang dan pekerja proyek IKN yang ingin mengisi waktu libur. Tren ini menunjukkan bahwa Gunung Parung berpotensi menjadi ruang wisata dengan nilai edukasi dan rekreasi yang berjalan beriringan.

Gunung Parung bukan hanya tentang puncak tinggi, tapi juga tentang perjalanan, pengalaman, dan ruang hening yang menenangkan.

Dengan akses dekat dari pusat IKN, kawasan ini semakin relevan sebagai destinasi alam yang memberi ruang jeda bagi banyak orang.

Jika kamu merasa artikel ini informatif, bagikan ke teman-temanmu ya Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)

 

FAQ

1. Apakah Gunung Parung cocok untuk pemula?
Ya, asal mempersiapkan fisik dasar dan mengikuti jalur resmi pendakian.

2. Berapa lama waktu tempuh ke puncak?
Sekitar 2–3 jam dari desa awal pendakian.

3. Apakah aman untuk camping?
Aman selama mengikuti aturan dan menjaga kondisi alam sekitar.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Ekowisata Nusantara #Trekking PPU #Gunung Parung