Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Mengapa Hutan Mangrove Margomulyo Jadi Ruang Hijau Favorit di Balikpapan

AdminBTV • Selasa, 18 November 2025 | 15:36 WIB

Hamparan mangrove hijau dengan jembatan kayu panjang—visual alami yang langsung memancing rasa eksplorasi.
Hamparan mangrove hijau dengan jembatan kayu panjang—visual alami yang langsung memancing rasa eksplorasi.

Balikpapan TV – Hai Cess! Hutan Mangrove Margomulyo jadi salah satu ruang hijau ikonis di Balikpapan yang memadukan wisata alam, edukasi, dan konservasi dalam satu kawasan. Terletak di Margomulyo, Balikpapan Barat, area seluas sekitar 16,8 hektare ini dikelilingi teluk dan dikelola bersama masyarakat serta Balai Lingkungan Hidup. Di sini pengunjung bisa menyusuri jembatan kayu, menikmati udara segar pesisir, hingga berjumpa satwa unik seperti bekantan. Kawasan mangrove ini menawarkan pengalaman wisata yang menenangkan, informatif, dan ramah kantong.

Suasana rindang, suara riak air, dan hamparan mangrove membuat tempat ini jadi destinasi favorit banyak warga. Rasanya seperti “healing” tanpa perlu jauh-jauh keluar kota. Ada perahu, gazebo, menara pandang, dan jalur edukasi yang dirancang untuk semua kalangan—dari keluarga, pelajar, hingga traveler muda. Nah, penasaran apa saja yang bisa Cess temukan di sini? Yuk teruskan bacaannya!

Baca Juga: Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi 2025 Resmi Dimulai di KaltimBaca Juga: Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi 2025 Resmi Dimulai di Kaltim

Apa yang membuat Hutan Mangrove Margomulyo jadi ruang hijau istimewa?

Kawasan ini mengusung fungsi konservasi penting sebagai pelindung pantai, penahan gelombang, dan habitat alami ekosistem pesisir. Vegetasi bakau tumbuh rapat dengan lebih dari 10 jenis, seperti Avicennia alba, Sonneratia alba, dan Rhizophora.

Selain itu, sejak 2016 ribuan bibit baru ditanam melalui program penghijauan yang dikelola Kelompok Tani Tepian Lestari bersama Balai Lingkungan Hidup. Upaya ini memperkuat ekosistem dan menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Balikpapan.

Apa saja flora dan fauna yang bisa ditemui di dalam kawasan?

Hutan ini bukan hanya tempat jalan santai, tetapi juga laboratorium alam yang hidup. Pengunjung bisa menjumpai burung, ikan, kepiting, hingga bekantan—primata hidung panjang khas Kalimantan yang cukup pemalu.
Fasilitas menara pandang (“watch tower”) memberikan spot ideal untuk mengamati satwa dari ketinggian tanpa mengganggu habitatnya, sekaligus jadi titik favorit penggemar fotografi.

Fasilitas apa yang disiapkan untuk pengunjung?

Daya tarik utama kawasan ini adalah jembatan kayu sepanjang kurang lebih 800 meter yang membelah hutan mangrove. Jalur ini memudahkan pengunjung menikmati pemandangan hijau dari awal hingga akhir.
Di sepanjang jembatan tersedia gazebo dan area duduk, serta toilet untuk kebutuhan dasar. Tersedia juga perahu yang bisa disewa sekitar Rp150.000 untuk menyusuri muara mangrove dan menikmati panorama sunset dari air.

Aktivitas apa yang paling disukai pengunjung?

Mayoritas datang untuk berjalan santai, menikmati angin pesisir, dan menyapa alam. Banyak pula yang datang untuk memotret suasana senja karena cahaya sore memantul indah di sela bakau.
Bagi pelajar, kawasan ini jadi ruang belajar ekologis yang hidup. Sekolah seperti SMAN 8 Balikpapan rutin terlibat dalam kegiatan konservasi bersama pengelola. Edukasi lingkungan jadi fokus utama yang terus digalakkan.

Bagaimana akses dan biaya berkunjung?

Akses menuju lokasi bisa ditempuh dengan motor atau mobil. Jalannya agak sempit di beberapa titik, tetapi masih mudah dilalui.
Menurut Balikpapan TV, kawasan ini tidak memungut tiket masuk. Pengunjung hanya membayar parkir sekitar Rp5.000 (motor) dan Rp10.000 (mobil). Untuk penyewaan perahu dikenakan biaya sekitar Rp150.000 per perjalanan. Meski demikian, beberapa sumber lama pernah mencatat tiket masuk Rp10.000 dewasa dan Rp5.000 anak, sehingga informasi bisa berbeda tergantung kebijakan terakhir pengelola.

Hutan Mangrove Margomulyo adalah destinasi yang memberi ruang bagi siapa pun yang ingin menikmati alam pesisir, belajar soal konservasi, dan menghirup udara segar tanpa keluar kota.

Semua fasilitas disiapkan untuk membuat kunjungan terasa aman, nyaman, dan bermakna. Yuk bagikan artikel ini biar teman-temanmu juga tahu surga hijau di tengah kota ini.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)

 

 

FAQ

1. Apakah di Hutan Mangrove Margomulyo bisa melihat bekantan setiap hari?
Tidak selalu. Bekantan adalah satwa liar, jadi kemunculannya bergantung kondisi alam dan waktu.

2. Apakah area ini cocok untuk anak-anak?
Sangat cocok, apalagi untuk kegiatan edukasi lingkungan dan pengenalan ekosistem pesisir.

3. Apakah boleh membawa makanan?
Boleh, tetapi wajib menjaga kebersihan dan dilarang memberi makan satwa.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Konservasi mangrove #Mangrove Margomulyo #Bekantan Balikpapan