Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Derawan, Surga Penyu Hijau dan Keindahan Bawah Laut Indonesia

AdminBTV • Kamis, 6 November 2025 | 16:58 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyimpan surga biru yang rasanya susah ditandingi. Dari Pulau Maratua yang tenang, Kakaban yang penuh keajaiban, sampai Derawan yang memesona — tiga destinasi ini jadi bukti kalau keindahan Indonesia Timur bukan cuma cerita.

Petualangan tim Potret yang terekam dalam video perjalanan mereka jadi jendela kecil menuju keajaiban alam bawah laut dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut.

Kisah ini bukan sekadar tentang liburan. Tapi tentang harmoni — antara manusia, laut, dan ekonomi lokal yang terus tumbuh. Yuk lanjut baca, karena cerita dari timur Indonesia ini bukan cuma indah di mata, tapi juga hangat di hati. 

Bagaimana Perjalanan Menuju Pulau Maratua Dimulai?

Petualangan menuju Maratua dimulai dari Tanjung Redep, pusat Kabupaten Berau. Dari sini, tim Potret menyeberang menggunakan speedboat sekitar tiga jam perjalanan — tiketnya sekitar Rp310.000 per orang. Meski menempuh lautan luas, perjalanan ini terasa cepat karena disuguhi pemandangan air biru jernih dan gugusan pulau yang menggoda mata.

Menariknya, kini Maratua juga bisa diakses lewat udara dari Bandara Kalimarau Berau, bahkan langsung dari Balikpapan, Samarinda, dan Tarakan. Akses yang makin terbuka ini bikin wisata bahari di ujung Kalimantan Timur semakin mudah dijangkau, apalagi buat traveler muda yang haus petualangan dan konten epic untuk dibagikan.

Seperti Apa Kehidupan di Pulau Maratua yang Hangat dan Bersahaja?

Begitu tiba di sore hari, tim disambut di Kampung Teluk Harapan — pelabuhan utama sekaligus jantung aktivitas Maratua. Mereka bermalam di rumah keluarga warga lokal. “Kami senang bisa terima tamu dari luar, supaya makin banyak orang tahu keindahan Maratua,” kata salah satu warga dengan senyum ramah.

Malamnya, suasana di sekitar pelabuhan terasa hidup. Lampu-lampu warung menyala, aroma ikan bakar tercium, dan tawa anak-anak berbaur dengan suara ombak. Di sini, wisata bukan sekadar hiburan, tapi juga sumber penghidupan. Dari kuliner, penginapan, sampai budidaya rumput laut di Kampung Bohesilian yang kembali bangkit pada 2024, semua bergerak bersama. Komoditas rumput laut ini bahkan sudah menembus pasar Surabaya hingga diekspor ke Tiongkok.

Baca Juga: Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong, Tempat Alam dan Budaya Bertemu

Apa yang Membuat Pulau Kakaban Begitu Unik dan Langka di Dunia?

Dari Maratua, tim melanjutkan perjalanan satu hari ke Pulau Kakaban. Di sinilah letak Danau Ubur-Ubur Tanpa Sengat — fenomena alam langka yang cuma ada dua di dunia: satu di Palau, satu lagi di sini. Di danau air asin yang dikelilingi tebing karang ini, ribuan ubur-ubur jinak menari lembut di air, menciptakan pemandangan yang sulit dipercaya mata.

Namun, keindahan itu sempat terancam. Pada 2023, populasi ubur-ubur menurun akibat wisata yang tidak terkendali, hingga pemerintah sempat menutup sementara kawasan ini untuk pemulihan ekosistem. Kini, berkat pengelolaan yang lebih bijak, Kakaban kembali hidup dan siap menyambut wisatawan dengan aturan konservasi yang ketat. Sambil di sana, jangan lewatkan Laguna Kehe Daing — tempat ideal untuk bermain kano di atas air biru tosca sebening kaca.

Mengapa Pulau Derawan Jadi Ikon Kebanggaan Berau?

Perjalanan ditutup di Pulau Derawan, si bintang utama wisata bahari Kalimantan Timur. Tak heran kalau pemandangan laut Derawan terpampang di uang kertas Rp20.000 — simbol kebanggaan sekaligus pengakuan akan keindahan alamnya.

Di sinilah penyu hijau terbesar di Indonesia bertelur setiap tahun. Pengunjung bisa menyaksikan momen langka itu sambil menikmati penginapan yang berdiri di atas laut. Dari homestay sederhana hingga resort modern, semua menyatu dengan panorama senja yang menawan. Derawan juga jadi spot favorit untuk snorkeling, diving, hingga sekadar duduk di tepi dermaga sambil menyesap kelapa muda — karena kadang, bahagia sesederhana itu, Cess.

Bagaimana Potensi Wisata Ini Mendorong Ekonomi dan Pelestarian Alam?

Kepulauan Derawan bukan hanya surga untuk traveler, tapi juga ladang harapan bagi masyarakat lokal. Dari hasil laut, budidaya rumput laut, hingga sektor pariwisata, semua membentuk ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Pemerintah pun mendukung lewat event besar seperti Maratua Run 2025, ajang lari lintas pulau yang diikuti peserta nasional dan internasional. Tujuannya bukan cuma olahraga, tapi juga memperkenalkan potensi wisata bahari ke dunia.

Ke depan, jika dikelola dengan hati-hati dan berkelanjutan, kepulauan ini bisa jadi model wisata ramah lingkungan di Indonesia Timur. Sebab keindahan laut tidak akan berarti tanpa keseimbangan antara alam dan manusia.

Tips Singkat Buat Kamu yang Mau ke Maratua, Kakaban, atau Derawan

  1. Pilih waktu terbaik: Mei–September, cuaca cerah dan laut tenang.

  2. Jaga ekosistem: Jangan menyentuh ubur-ubur atau menginjak karang.

  3. Bawa uang tunai: ATM masih terbatas di area pulau.

  4. Nikmati interaksi lokal: Menginap di rumah warga bisa memberi pengalaman otentik.

  5. Jangan terburu-buru: Luangkan waktu minimal 3 hari supaya puas menikmati tiga pulau eksotis ini.

Maratua, Kakaban, dan Derawan bukan sekadar destinasi wisata — tapi cerminan harmoni antara alam, budaya, dan ekonomi lokal. Dari keindahan ubur-ubur tanpa sengat, ramahnya warga Teluk Harapan, hingga semangat pelestarian penyu di Derawan, semuanya menegaskan satu hal: surga itu nyata, dan letaknya di Berau, Kalimantan Timur.

Yuk bagikan cerita ini biar makin banyak orang tahu pesona timur Indonesia yang luar biasa.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

1. Kapan waktu terbaik berkunjung ke Maratua, Kakaban, dan Derawan?
Antara Mei hingga September, saat cuaca cerah dan laut relatif tenang.

2. Apakah Danau Ubur-Ubur di Kakaban aman untuk berenang?
Ya, aman, tapi dilarang menyentuh ubur-ubur untuk menjaga ekosistemnya.

3. Apakah ada penginapan di Pulau Derawan?
Banyak pilihan, dari homestay tepi pantai hingga resort terapung di atas laut.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Keindahan Pulau Maratua
Keindahan Pulau Maratua

Editor : Arya Kusuma
#wisata maratua #berau #pulau derawan