Balikpapan TV - Hai Cess! Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, hadir dalam Sarasehan Pariwisata bertajuk “Ngobrol pariBareng Bupati” yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU pada Selasa, 30 September 2025.
Acara yang berlangsung hangat dan terbuka ini mempertemukan pemerintah daerah dengan para pelaku wisata serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari berbagai kecamatan.
Tujuannya jelas: menyamakan arah langkah dan visi bersama dalam mengembangkan potensi wisata PPU menjelang era Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah semangat pembangunan nasional, momen ini jadi simbol kolaborasi baru antara pemerintah dan masyarakat lokal. Yuk, lanjut baca, Cess!
Apa yang Dibahas dalam Sarasehan “Ngobrol Bareng Bupati” Ini?
Sarasehan ini jadi ruang dialog dua arah — pemerintah bukan cuma menyampaikan program, tapi juga mendengar langsung aspirasi para pelaku wisata di lapangan.
Mulai dari penguatan destinasi unggulan, perbaikan infrastruktur wisata, hingga strategi digitalisasi promosi, semua dibahas santai tapi berbobot.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Abdul Waris Muin, anggota Komisi II DPRD PPU Tohirun, dan Kepala Disbudpar Andi Israwati Latief, bersama jajaran pejabat daerah lainnya.
Suasana guyub terasa di ruangan, di mana semua pihak sepakat: pariwisata PPU harus tumbuh dengan karakter lokal yang kuat dan keberlanjutan jangka panjang.
Baca Juga: Pertukaran Jenazah Israel-Hamas Buntu, Netanyahu: Bukan Sandera yang Kami Cari!
Bagaimana Pemerintah Menyikapi Momentum IKN bagi PPU?
Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa kejelasan status IKN sebagai pusat pemerintahan baru membuka peluang besar bagi Kabupaten PPU.
“Hal itu membawa kejelasan status IKN yang sebelumnya sempat berada di ambang ketidakjelasan. Dan tentu saja, dampak dari Perpres yang disebutkan oleh Pak Prabowo sangat besar bagi kita sebagai kabupaten yang menjadi gerbang atau pintu masuk ibu kota baru,” ujarnya.
Menurutnya, arus pembangunan dan masuknya sumber daya manusia ke wilayah IKN akan membawa efek domino positif bagi sektor pariwisata. Ia ingin agar PPU tidak sekadar menjadi penonton, tapi turut menjadi pelaku penting dalam geliat wisata di kawasan penyangga IKN.
Apa Tantangan dan Harapan dari Bupati untuk Sektor Wisata?
Bupati menyoroti bahwa PPU sebenarnya sudah punya sejumlah destinasi potensial, dari wisata pantai hingga wisata alam berbasis budaya lokal.
Namun, tantangan terbesar ada pada kesiapan fasilitas dan infrastruktur. “Dengan adanya Perpres ini, kita berharap ke depannya dapat menyiapkan sarana dan prasarana pariwisata untuk meningkatkan sektor pariwisata yang ada di Kabupaten PPU,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dan Pokdarwis menjalin sinergi berkelanjutan — bukan sekadar acara seremonial, tapi kerja nyata yang bisa memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Apa Peran Pokdarwis dalam Pengembangan Wisata ke Depan?
Pokdarwis menjadi garda terdepan penggerak wisata lokal. Dalam sarasehan ini, mereka didorong untuk lebih aktif mengembangkan potensi di daerah masing-masing — mulai dari susur sungai, wisata mangrove, hingga paket wisata budaya.
Pemerintah pun berkomitmen menjadikan Pokdarwis sebagai mitra strategis dalam menciptakan destinasi wisata berdaya saing.
Dialog ini menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada semangat gotong royong dan inovasi masyarakat lokal.
Tips Bermanfaat Buat Pelaku Wisata Lokal
-
Manfaatkan momentum IKN. Ciptakan ide wisata unik yang berhubungan dengan nuansa ibu kota baru.
-
Perkuat identitas lokal. Jadikan budaya dan keramahan khas Penajam sebagai nilai jual utama.
-
Jaga lingkungan. Pariwisata berkelanjutan dimulai dari kebersihan dan kelestarian alam sekitar.
Sarasehan “Ngobrol Bareng Bupati” bukan cuma ajang tatap muka, tapi langkah nyata menuju transformasi wisata PPU.
Dengan keterlibatan langsung masyarakat, komitmen pemerintah, dan peluang besar dari IKN, pariwisata Penajam punya masa depan yang cerah.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” Satya
FAQ
1. Apa tujuan utama Sarasehan “Ngobrol Bareng Bupati”?
Menjadi wadah dialog antara pemerintah dan pelaku wisata untuk menyusun arah strategis pengembangan destinasi di PPU.
2. Mengapa acara ini penting menjelang pembangunan IKN?
Karena PPU menjadi wilayah penyangga utama, sehingga sektor pariwisata bisa berkembang pesat mengikuti arus pembangunan nasional.
3. Siapa saja yang hadir dalam kegiatan ini?
Bupati dan Wakil Bupati PPU, anggota DPRD, pejabat Disbudpar, serta perwakilan Pokdarwis dari berbagai kecamatan.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.