Balikpapan TV - Hai Cess! Kadang, makna cantik itu nggak cuma dari wajah, tapi dari niat dan tindakan nyata yang lahir dari hati. Seperti gadis muda satu ini — Esther Veronika, putri asal Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Di usianya yang baru 18 tahun, Esther berhasil menyandang gelar Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2025. Tapi yang bikin kagum, bukan cuma prestasinya… melainkan langkah kecilnya yang penuh makna.
Apa arti mahkota itu buat Esther sebenarnya?
Bagi Esther, mahkota di kepalanya bukan lambang kemewahan. Ia memaknainya sebagai amanah.
“Sebagai Putri Pariwisata, saya harus menjalankan tiga peran utama, yaitu sebagai edukator, promotor, dan inisiator,” ujarnya lembut, tapi mantap.
Gadis berambut hitam itu bicara dengan mata berbinar, seolah benar-benar tahu apa yang sedang ia perjuangkan. Baginya, menjadi Putri Pariwisata bukan soal tampil di panggung dengan senyum manis, tapi soal bagaimana bisa berbuat sesuatu untuk orang banyak. Dari situlah niatnya muncul: membangun wisata di kampung sendiri.
Kenapa harus di Tabang?
Esther memilih memulai langkahnya dari Air Terjun Gongpel River, salah satu sudut paling asri di Kecamatan Tabang. Perjalanan ke sana tidak mudah, sekitar empat hingga lima jam dari Tenggarong, melewati jalan berliku dan hutan yang masih rimbun. Tapi, menurutnya, justru di situlah keindahan dimulai.
“Karena itu, saya membangun salah satu destinasi wisata di Kecamatan Tabang, yaitu Air Terjun Gongpel River,” katanya.
Di sana, ia ikut menggerakkan warga untuk membuat fasilitas sederhana seperti gazebo, toilet umum, dan tempat istirahat bagi pengunjung. Bukan tempat wisata mewah, tapi punya ruh gotong royong dan cinta pada alam.
“Dengan wisata berbasis alam ini, saya ingin agar masyarakat sekitar bisa turut merasakan dampak ekonomi dari pariwisata,” lanjutnya.
Baca Juga: Menyapa Senja di Pantai Sepinggan, Surga Tenang di Balikpapan Selatan,Keindahan Sore di Pantai Sepinggan yang Tak Terlupakan
Dari kampung ke layar digital: bagaimana Esther memanfaatkan media sosial?
Zaman sekarang, promosi nggak harus pakai baliho besar atau brosur tebal. Esther tahu betul itu. Ia paham bahwa kekuatan paling besar hari ini ada di ujung jari.
“Sekitar 85% masyarakat Kalimantan Timur aktif di media sosial. Ini peluang besar untuk mempromosikan wisata lokal dengan cepat dan efektif,” katanya sambil tersenyum.
Baginya, media sosial bukan cuma tempat memamerkan keindahan, tapi wadah untuk menumbuhkan kesadaran.
“Melalui program ini, saya ingin masyarakat memahami bahwa menjaga alam adalah bagian penting dari pariwisata. Kita harus mendidik warga agar sadar kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Esther.
Kalimatnya sederhana, tapi terasa jujur. Mungkin karena ia memang melakukannya, bukan sekadar bicara.
Apa visi besar di balik langkah kecil itu?
Esther percaya bahwa pariwisata bukan sekadar tentang tempat indah, tapi tentang kehidupan orang-orang di sekitarnya. Ia ingin wisata menjadi penggerak ekonomi, terutama bagi masyarakat lokal.
“Pariwisata bukan hanya tentang keindahan alam, tapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkan potensi itu untuk kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif lokal — dari kerajinan tangan, kuliner khas, sampai produk olahan warga. Semua bisa jadi bagian dari cerita wisata.
“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan muda juga bisa menjadi agen perubahan. Dengan menjaga alam dan mengembangkan ekonomi kreatif, kita bisa menjadikan Kalimantan Timur sebagai provinsi yang maju dan berdaya saing di sektor pariwisata,” ucapnya.
Siapa sosok di balik semua ini?
Esther lahir di Tenggarong, 20 Agustus 2007. Masih muda, tapi sudah punya tujuan yang jelas. Lulusan SMK Negeri 1 Tenggarong ini aktif di banyak kegiatan — voli, menari, bernyanyi, hingga modeling. Ia tumbuh dari keluarga sederhana, tapi penuh semangat. Inspirasi terbesarnya datang dari ibunya dan dari sosok Putri Indonesia Pendidikan 2025 yang ia kagumi.
Ada satu kalimat yang selalu ia pegang sebagai pegangan hidup:
“Setinggi apapun jabatanmu dan sebanyak apapun prestasimu, semua akan percuma jika tidak memiliki hati yang tulus dan rasa menghargai kepada orang lain.”
Dan mungkin, kalimat itu yang membentuk kepribadian Esther hingga seperti sekarang.
Esther dan mimpi-mimpi kecil yang terus tumbuh
Sebelum dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kaltim 2025, Esther sudah menorehkan banyak prestasi. Ia pernah jadi Putri Pariwisata Kutai Kartanegara 2024, juara 3 POPDA 2022, dan beberapa kali menjuarai lomba menyanyi tingkat kabupaten hingga provinsi.
Tapi yang menarik, cita-citanya bukan jadi model atau selebritas. Ia justru ingin menjadi Polwan berjiwa pariwisata — melindungi masyarakat, sekaligus mengenalkan keindahan Kalimantan Timur pada dunia.
“Pariwisata merupakan elemen penting dalam memajukan suatu daerah. Pariwisata membawa dampak baik dalam berbagai aspek, mulai dari seni, budaya, hingga ekonomi kreatif,” ujarnya penuh keyakinan.
Pesan Esther untuk anak muda Kaltim
Esther percaya, anak muda Kaltim punya potensi besar untuk mengubah wajah daerahnya. Ia sendiri jadi bukti bahwa langkah kecil bisa berdampak besar kalau dilakukan dengan hati.
“Beranilah keluar dari zona nyaman untuk mengambil pengalaman baru. Tekad dan kemauan kuat akan membawa kita pada pencapaian yang luar biasa,” pesannya.
Dalam setiap kata yang ia ucapkan, terasa tulus. Esther bukan bicara untuk didengar, tapi untuk menginspirasi.
Jadi, Cess...
Esther Veronika bukan hanya Putri Pariwisata. Ia adalah cerminan semangat muda yang percaya bahwa kecantikan sejati lahir dari kepedulian dan aksi nyata. Dari kampung kecil di Tabang, ia menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana.
Dukung terus generasi muda yang berani berbuat dan mencintai daerahnya.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Di mana letak wisata Gongpel River?
Gongpel River berada di Kecamatan Tabang, Kukar, sekitar 4–5 jam dari Tenggarong. Dikelilingi alam yang masih sangat alami.
2. Apa yang dimaksud pariwisata berkelanjutan?
Konsep wisata yang tetap menjaga alam sambil memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
3. Bagaimana cara kita ikut dukung pariwisata lokal?
Mulai dari hal kecil: jangan buang sampah sembarangan, beli produk lokal, dan promosikan wisata daerah lewat media sosial.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk merapikan struktur dan ejaan sesuai PUEBI. Semua isi, narasi, dan gaya bahasa disusun, diverifikasi, dan divalidasi oleh tim redaksi manusia Balikpapan TV. Teknologi AI hanya berperan sebagai alat bantu produktivitas, bukan pengganti jurnalis manusia.