Balikpapan TV - Hai Cess! Desa Wisata Pela di Tenggarong jadi primadona baru ekowisata Kalimantan Timur. Di sini, pesut Mahakam bukan sekadar legenda sungai, tapi nyata hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.
Terletak di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Desa Pela menghadirkan harmoni antara alam, budaya, dan edukasi konservasi. Dari pesona sungai yang tenang hingga senyum ramah nelayan, semua berpadu dalam keseharian yang sederhana namun penuh makna. Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess — biar makin kenal sama desa yang jadi rumahnya pesut Mahakam ini!
Baca Juga: Ratusan Pelaku UMKM di Kaltim Resmi Terima KUR dari DPPKUKM, Dorong Usaha Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Rakyat
Apa yang Bikin Desa Pela Jadi Spesial di Tenggarong?
Desa Pela bukan sekadar destinasi wisata, tapi jantung ekowisata Kutai Kartanegara. Di sinilah pesut Mahakam, mamalia air langka yang cuma ada di Sungai Mahakam, bisa kamu temui langsung di habitat aslinya.
Warga Pela menjaga sungai bukan karena kewajiban, tapi karena cinta. Mereka tahu, kalau sungai kotor, pesut pun bisa pergi. Makanya, kebersihan dan kearifan lokal di sini dijaga turun-temurun.
Selain itu, panorama alamnya luar biasa. Bayangkan, kamu duduk di perahu kayu, menikmati angin sungai sambil melihat kilauan air yang sesekali muncul karena pesut bermain di kejauhan. Rasanya damai, menenangkan, dan... bikin enggan pulang.
Gimana Serunya Menyusuri Sungai Mahakam di Desa Pela?
Susur sungai di Desa Pela bukan cuma jalan-jalan, tapi pengalaman yang menyentuh hati. Dari atas perahu, kamu bisa melihat kehidupan nelayan yang akrab dengan alam — mulai dari menebar jaring, menyiangi ikan, hingga bercengkrama sambil menyeruput kopi di tepian.
Pemandu lokal juga siap berbagi cerita tentang pesut, budaya sungai, dan upaya pelestarian lingkungan yang mereka jalankan bersama komunitas warga.
Selain itu, wisatawan sering diajak mampir ke spot edukasi lingkungan. Di sana, anak-anak hingga dewasa bisa belajar bagaimana menjaga sungai tetap bersih, sekaligus memahami kenapa ekosistem Mahakam sangat penting bagi kehidupan masyarakat setempat.
Apa Saja Kegiatan dan Kuliner Khas di Desa Pela?
Setelah puas susur sungai, waktunya menjelajahi citarasa lokal! Di Desa Pela, kuliner sungai jadi bintang utamanya. Menu seperti ikan haruan bakar, patin asam manis, hingga udang sungai segar siap menggoda selera.
Masaknya masih tradisional, menggunakan bumbu rumahan khas Kutai yang aromanya bikin nagih. Sensasi makannya makin seru kalau sambil duduk di tepi sungai, di bawah rindangnya pepohonan, ditemani suara air yang tenang.
Tak cuma makan, kamu juga bisa ikut kegiatan budaya lokal seperti menenun, membuat perahu mini, atau sekadar ngobrol bareng warga yang ramahnya bukan main. Setiap percakapan terasa seperti membuka lembar kisah baru dari sungai yang hidup.
Kenapa Desa Pela Jadi Contoh Desa Wisata Ramah Lingkungan?
Desa Pela dikenal punya kesadaran ekologis yang tinggi. Warganya kompak menjaga kebersihan sungai dan melestarikan habitat pesut Mahakam. Bahkan, banyak di antara mereka yang terlibat langsung dalam kegiatan konservasi dan patroli sungai.
Nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan saling jaga menjadi napas kehidupan di sini. Itulah kenapa banyak wisatawan, peneliti, hingga pelajar datang bukan cuma untuk berwisata, tapi juga belajar.
Menurut salah satu warga Pela, “Pesut itu bukan cuma hewan bagi kami, tapi simbol kehidupan. Kalau pesut masih ada, berarti sungai kita masih sehat.”
Kalimat sederhana, tapi dalam maknanya, Cess. Menyadarkan kita bahwa menjaga alam bukan sekadar tren, tapi kewajiban bersama.
Tips Singkat Buat Kamu yang Mau ke Desa Pela
-
Datang pagi atau sore hari biar bisa lihat pesut Mahakam lebih jelas.
-
Gunakan jasa perahu lokal — sekaligus bantu ekonomi warga.
-
Bawa botol minum sendiri & hindari plastik sekali pakai.
-
Siapkan kamera — sunset di Mahakam itu juara!
Desa Wisata Pela di Kutai Kartanegara bukan hanya destinasi, tapi cerita hidup tentang keharmonisan manusia dan alam. Di sini, kamu bisa menikmati wisata susur sungai, kuliner khas, budaya lokal, dan tentu saja, pesona pesut Mahakam yang jadi ikon Kalimantan Timur.
Jadi, kalau mau healing dengan makna, Desa Pela bisa jadi pilihan yang pas.
Bagikan artikel ini ke temanmu biar makin banyak yang tahu tentang surga kecil di tepian Mahakam!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Shifa)
FAQ
1. Kapan waktu terbaik melihat pesut Mahakam di Desa Pela?
Pagi hari sekitar pukul 07.00–09.00 dan sore menjelang senja jadi waktu terbaik melihat pesut muncul di permukaan.
2. Apakah perlu izin khusus untuk wisata susur sungai?
Tidak perlu, cukup hubungi pemandu lokal atau kelompok sadar wisata setempat sebelum berangkat.
3. Apakah ada penginapan di Desa Pela?
Beberapa homestay sederhana tersedia, dikelola warga setempat dengan suasana hangat dan harga terjangkau.