Balikpapan TV – Hai Cess! Siapa sangka, di pesisir Tanjung Jumlai, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), ada surga hijau yang bikin hati adem. Namanya Hutan Mangrove Kampung Baru, spot wisata alam yang lagi banyak diburu pencinta ketenangan dan udara segar.
Berada di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, kawasan ini menghadirkan pemandangan hutan bakau alami yang tumbuh rimbun di sepanjang pesisir Tanjung Jumlai.
Di sini, pengunjung bisa menyusuri jembatan kayu sambil menikmati hembusan angin laut, suara burung liar, dan pantulan cahaya matahari yang menembus sela-sela daun mangrove.
Bukan cuma tempat healing, tapi juga ruang belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Yuk, simak lebih jauh kenapa Hutan Mangrove Kampung Baru ini layak masuk daftar destinasi wajibmu berikutnya!
Baca Juga: Samarinda Gempar, 15 Tahanan Bobol Dinding Kloset dan Kabur
Di mana tepatnya Hutan Mangrove Kampung Baru berada?
Hutan Mangrove Kampung Baru terletak di kawasan pesisir Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara, sekitar beberapa kilometer dari pusat kota Penajam. Aksesnya cukup mudah dilalui kendaraan roda dua maupun empat, dan jalannya pun sudah cukup baik untuk wisata keluarga.
Kawasan ini merupakan salah satu contoh nyata ekowisata berbasis konservasi, di mana alam dan edukasi berpadu jadi satu pengalaman wisata yang berkesan.
“Kami ingin memperkenalkan keindahan mangrove sekaligus mengajak masyarakat mencintai lingkungan,” ujar salah satu pengelola kawasan dengan semangat.
Apa daya tarik utama di kawasan mangrove ini?
Begitu tiba, suasana langsung berubah: hijau, sejuk, dan tenang. Di atas jalur kayu (boardwalk) yang membentang di antara pepohonan bakau, kamu bisa berjalan santai sambil mendengar suara ombak kecil dan nyanyian burung pesisir.
Daya tarik utamanya tentu pada keasrian hutan bakau yang masih alami. Di sela akar-akar mangrove, kamu bisa melihat kepiting kecil, ikan, hingga burung laut yang hidup bebas di habitat aslinya. Sambil jalan, kamu juga bisa menikmati udara laut yang segar—benar-benar tempat yang pas buat menenangkan pikiran.
Aktivitas seru apa saja yang bisa dilakukan di sini?
Buat kamu yang suka eksplor alam, Hutan Mangrove Kampung Baru punya banyak aktivitas seru. Selain jalan santai di jembatan kayu, kamu bisa hunting foto alam liar, menikmati pemandangan senja di atas pepohonan, atau ikut kegiatan edukasi lingkungan yang sering digelar oleh pengelola.
Tempat ini juga sering jadi tujuan wisata edukatif bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar tentang ekosistem mangrove. “Seru, bisa lihat langsung hewan-hewan kecil di habitatnya,” ujar salah satu pengunjung muda. Tak heran kalau banyak yang datang ke sini untuk belajar sekaligus refreshing.
Bagaimana masyarakat menjaga kelestariannya?
Keberhasilan wisata ini tidak lepas dari peran aktif warga sekitar Kampung Baru dan dukungan pemerintah daerah. Mereka rutin melakukan penanaman bibit mangrove baru dan menjaga kebersihan kawasan agar tetap alami.
Gotong royong menjadi kunci. Masyarakat sadar bahwa menjaga hutan mangrove berarti menjaga kehidupan pesisir, termasuk mata pencaharian nelayan. “Kalau mangrove rusak, laut juga akan ikut hilang ikannya,” tutur seorang warga setempat yang ikut aktif dalam kegiatan konservasi.
Tips Singkat buat Kamu yang Mau Berkunjung
-
Datang pagi atau sore, biar dapat suasana adem dan cahaya terbaik untuk foto.
-
Gunakan alas kaki nyaman karena jalur kayu bisa licin kalau habis hujan.
-
Jangan lupa bawa air minum sendiri dan tetap jaga kebersihan.
-
Siapkan kamera, karena spot-spotnya benar-benar natural aesthetic!
Hutan Mangrove Kampung Baru di kawasan pesisir Tanjung Jumlai, Penajam menawarkan keindahan alam yang menenangkan sekaligus edukatif. Selain jadi tempat bersantai, wisata ini juga menjadi simbol upaya masyarakat menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Yuk, bantu sebarkan cerita positif ini dan dukung wisata hijau di Penajam agar makin dikenal luas.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Shifa)
FAQ
1. Apakah Hutan Mangrove Kampung Baru buka setiap hari?
Ya, wisata ini biasanya buka setiap hari dari pagi hingga sore. Namun, sebaiknya datang di jam terang agar lebih aman dan nyaman.
2. Apakah ada biaya masuk?
Biasanya hanya dikenakan biaya kebersihan atau parkir kecil untuk mendukung perawatan kawasan.
3. Apakah cocok untuk anak-anak dan lansia?
Sangat cocok, karena jalur kayu mudah dilalui dan suasananya aman untuk semua usia.