Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Museum Mulawarman, Warisan Kerajaan yang Hidup di Tengah Tenggarong Simbol Kejayaan dan Kebanggaan Kutai Kartanegara

AdminBTV • Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:51 WIB

Tampak depan Museum Mulawarman Tenggarong dengan arsitektur kolonial elegan berpadu ornamen tradisional Kutai, memancarkan aura sejarah yang hidup.
Tampak depan Museum Mulawarman Tenggarong dengan arsitektur kolonial elegan berpadu ornamen tradisional Kutai, memancarkan aura sejarah yang hidup.

Balikpapan TV - Hai Cess! Di tengah pesona budaya Kutai Kartanegara, berdiri megah Museum Mulawarman—jejak istana megah yang kini jadi pusat pengetahuan sejarah dan warisan kerajaan tertua di Indonesia. Berlokasi di Jalan P. Diponegoro No.26, Panji, Tenggarong, Kalimantan Timur, museum ini menyimpan ribuan artefak bersejarah yang menuturkan kisah kejayaan masa lampau.

Bangunan yang dulunya Istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini dibangun tahun 1936–1937 oleh Sultan Aji Muhammad Parikesit. Dengan arsitek Belanda HLJM Estourgie dan kontraktor Hollandsche Beton Maatschappij (HBM), nuansa kolonial berpadu apik dengan sentuhan budaya lokal. Dari sinilah, sejarah Kutai berbicara melalui dinding, artefak, dan aura klasik yang tetap terasa hangat hingga kini. Yuk, kita kulik lebih dalam pesona Museum Mulawarman yang penuh makna ini!

Baca Juga: Ketika Curhat Berujung Petaka: Kisah Dina Oktaviani yang Hilang dan Ditemukan Tanpa Nyawa

Apa yang Membuat Museum Mulawarman Begitu Istimewa?

Sejak resmi beroperasi pada 25 November 1971, museum ini awalnya dikenal sebagai Museum Kutai. Lima tahun kemudian, tepatnya 18 Februari 1976, pengelolaannya diambil alih oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, lalu namanya berubah menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur “Mulawarman”.
Nama “Mulawarman” sendiri diambil dari Raja terkenal dalam sejarah Kutai yang dikenal adil dan bijak. Dan kini, nama itu menjadi simbol kejayaan serta kebanggaan masyarakat Kutai.

Museum ini menyimpan sekitar 5.200–5.700 koleksi artefak, menjadikannya salah satu museum terlengkap di Kalimantan Timur. Setiap koleksi membawa cerita, dari masa prasejarah hingga era kesultanan. Bagi pecinta sejarah dan budaya, ini bukan sekadar tempat wisata—tapi perjalanan waktu yang menghidupkan masa lalu.

Koleksi Apa Saja yang Bisa Kita Temukan di Dalamnya?

Masuk ke ruang pameran Museum Mulawarman seperti membuka lembaran sejarah Kutai Kartanegara. Koleksinya terbagi menjadi beberapa kategori utama: arkeologika, etnografika, filologika, numismatika, heraldika, keramika, seni rupa, teknologika, dan historika.
Setiap kategori punya nilai dan keunikan tersendiri. Misalnya, koleksi keramik kuno dari Dinasti Tiongkok, guci berusia ratusan tahun, serta naskah-naskah kuno yang menjadi saksi perkembangan kebudayaan lokal.

Namun yang paling memikat tentu koleksi khasnya: singgasana Sultan Kutai, replika ketopong dan mahkota kerajaan, kalung uncal, serta keris pusaka. Tak ketinggalan, ada pula alat-alat upacara Erau, dan benda-benda hadiah dari kerajaan sahabat.
“Setiap benda di sini punya roh cerita. Kami menjaga agar kisah itu tetap hidup dan bisa dirasakan pengunjung,” ujar salah satu petugas museum dengan nada penuh semangat.

Bagaimana Keunikan Arsitektur Museum Ini?

Bangunan Museum Mulawarman bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, tapi juga mahakarya arsitektur. Bergaya Eropa klasik modern dengan kombinasi ornamen tradisional Kesultanan Kutai, museum ini menampilkan harmoni antara kemegahan kolonial dan nuansa lokal.
Dengan luas bangunan sekitar 2.300 meter persegi di atas lahan 35.100 meter persegi, area ini terasa lapang namun tetap hangat.

Di halamannya berdiri totem kayu ulin setinggi 13 meter, simbol budaya Dayak yang menggambarkan perjalanan hidup manusia. Ada pula replika Lambusuwana—makhluk mitologi bersayap simbol kekuasaan raja—serta kolam naga yang menjadi lambang penjaga spiritual masyarakat Kutai.
Tak jauh dari area utama, terdapat kompleks makam raja-raja Kutai Kartanegara, menambah nuansa historis dan sakral di sekitar museum.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Museum Mulawarman?

Museum Mulawarman buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA. Pengunjung dewasa cukup membayar tiket sekitar Rp10.000, sementara anak-anak atau pelajar bisa masuk dengan harga lebih murah.
Kalau kamu ingin suasana tenang dan leluasa, datanglah di pagi hari. Cahaya matahari yang masuk lewat jendela kolonialnya menciptakan efek dramatis yang memperkuat kesan nostalgia.

Selain itu, kamu juga bisa sekaligus menjelajahi kawasan wisata budaya Tenggarong, karena di sekitar museum terdapat taman, sungai, dan situs sejarah lainnya. Jadi, satu perjalanan bisa penuh cerita dan wawasan baru.

Museum Mulawarman bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah penjaga warisan budaya Kutai Kartanegara, menyimpan ribuan cerita dalam bentuk artefak, arsitektur, dan simbol kehidupan masyarakat masa lampau. Dari istana kerajaan menjadi pusat edukasi sejarah, tempat ini mengajarkan kita arti menghormati asal-usul.

Kalau kamu suka hal bersejarah tapi ingin tetap santai menjelajah, museum ini wajib masuk daftar destinasi berikutnya. Yuk, dukung pelestarian budaya dengan cara paling sederhana—berkunjung dan belajar.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Shifa)

 

FAQ

1. Di mana lokasi Museum Mulawarman?
Museum Mulawarman berada di Jalan P. Diponegoro No.26, Panji, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

2. Apakah museum ini masih aktif dan bisa dikunjungi setiap hari?
Ya, museum buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.

3. Koleksi apa yang paling terkenal di Museum Mulawarman?
Singgasana Sultan Kutai, replika mahkota kerajaan, dan alat upacara Erau adalah daya tarik utama yang sering dibicarakan pengunjung.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Museum Mulawarman #Wisata sejarah Tenggarong #Kutai Kartanegara