Balikpapan TV - Hai Cess! Siapa sangka, di balik sibuknya kota minyak Balikpapan, tersembunyi surga hijau bernama Meranti Etam. Kawasan wisata alam dan agro ini berlokasi di Jalan Giri Rejo Km 15, Karang Joang, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, dan resmi dibuka sejak 12 Maret 2022.
Dengan luas daratan sekitar 20 hektar dan dikelilingi area perairan mencapai 50 hektar, Meranti Etam menghadirkan pengalaman wisata yang menyejukkan mata sekaligus menyegarkan napas. Kawasan ini berada dalam Hutan Lindung Sungai Manggar, bagian penting dari paru-paru hijau Kota Balikpapan.
Baca Juga: Haylou Solar Ultra: Smartwatch Murah Rasa Flagship dengan GPS Mandiri dan Layar AMOLED HD
Harmoni Alam di Tengah Kota – Udara Segar, Rasa Damai
Begitu melangkah ke kawasan Meranti Etam, pengunjung langsung disambut aroma tanah basah dan rimbunnya pepohonan. Vegetasi di sini didominasi pohon meranti (Shorea johorensis), jati belanda (Gmelina), bambu, rotan, sengon, dan karet—menciptakan kombinasi hijau alami yang jarang ditemui di kawasan perkotaan.
Tak hanya sekadar tempat berfoto, Meranti Etam menawarkan nuansa hening yang menenangkan jiwa. Di sini, suara angin yang berdesir di sela daun dan kicau burung terasa seperti orkestra alam. Banyak pengunjung datang sekadar untuk "me-restart" pikiran setelah lelah bergulat dengan rutinitas kerja dan polusi kota.
Cerita di Balik Nama – Dari Pohon Meranti untuk Balikpapan
Nama “Meranti Etam” bukan tanpa makna. Pohon meranti yang menjulang di kawasan ini menjadi simbol kelestarian dan kekuatan alam Kalimantan. Kata “Etam” sendiri dalam bahasa Kutai berarti “kita”, menggambarkan rasa memiliki bersama terhadap alam dan lingkungan sekitar.
Inisiatif pengembangan kawasan ini juga menjadi bukti nyata komitmen masyarakat lokal menjaga keseimbangan alam. Meski masih dalam tahap pengembangan, antusiasme warga untuk berkunjung terbilang tinggi. “Kami ingin tempat ini jadi pusat wisata edukatif, tempat orang belajar sambil menikmati alam,” ujar salah satu pengelola setempat.
Eduwisata Hijau – Belajar dari Alam, Untuk Alam
Meranti Etam tak hanya mengajak pengunjung menikmati pemandangan, tapi juga belajar menghargai fungsi ekologis hutan. Sebagai bagian dari Hutan Lindung Sungai Manggar, kawasan ini memiliki peran penting menjaga sistem tata air dan keanekaragaman hayati di Balikpapan.
Bagi pengunjung yang membawa anak-anak, tempat ini bisa jadi “kelas alam” yang seru. Mereka bisa mengenal jenis-jenis pepohonan, memahami pentingnya konservasi, hingga belajar bagaimana alam menjaga kita, bukan sebaliknya. Konsep wisata edukatif inilah yang membuat Meranti Etam berbeda dari tempat wisata lainnya.
Wisata Masa Depan – Potensi Besar, Harapan Lebih Hijau
Meski masih terus dikembangkan, prospek Meranti Etam sangat menjanjikan. Dengan luas daratan 20 hektar dan area perairan 50 hektar, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi unggulan berbasis alam dan edukasi. Pemerintah Kota Balikpapan juga mendukung pengelolaan kawasan ini agar tetap sejalan dengan kebijakan RTRW Kota Balikpapan (2012–2032).
Ke depan, Meranti Etam bisa menjadi model wisata berkelanjutan di Kalimantan Timur—tempat yang bukan hanya dikunjungi untuk hiburan, tapi juga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi. Sebuah langkah kecil dari Balikpapan untuk masa depan yang lebih hijau, sejuk, dan lestari.
Menjelajah Meranti Etam bukan sekadar jalan-jalan, tapi perjalanan mengenal diri lewat harmoni alam. Yuk, ajak teman-temanmu datang dan rasakan ketenangan di tengah hijaunya hutan Balikpapan Utara.
Bagikan artikel ini biar makin banyak yang tahu surga hijau di kota minyak!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (Shifa)