Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Menelusuri Jejak Rumah Dahor! Kisah Warisan Minyak yang Kini Jadi Ruang Edukasi di Balikpapan

AdminBTV • Jumat, 10 Oktober 2025 | 17:09 WIB

Potret Rumah Dahor Heritage Balikpapan — rumah panggung kayu peninggalan BPM dengan arsitektur kolonial tropis yang kini jadi ruang edukasi sejarah.
Potret Rumah Dahor Heritage Balikpapan — rumah panggung kayu peninggalan BPM dengan arsitektur kolonial tropis yang kini jadi ruang edukasi sejarah.

Balikpapan TV – Hai Cess! Siapa sangka, di tengah sibuknya kota minyak, ada sebuah kawasan heritage yang masih berdiri gagah sejak masa kolonial. Namanya Rumah Dahor, kompleks rumah peninggalan Belanda yang kini menjelma jadi ruang edukasi sejarah dan budaya penuh makna di Balikpapan.

Dibangun sekitar tahun 1920 oleh BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij) — perusahaan minyak Belanda yang jadi cikal bakal industri migas Indonesia — Rumah Dahor menyimpan jejak masa lalu yang masih terasa kuat. Kini, pengelolaannya dilakukan oleh PT Kilang Pertamina International (KPI RU V Balikpapan) bersama Komunitas Dahor Heritage, menjadikannya bukan sekadar bangunan tua, tapi tempat hidup bagi cerita dan pembelajaran.

Baca Juga: Baterainya Gede Parah! Poco M7 4G Tawarkan Ketahanan Seharian untuk Pengguna Aktif

Dari Jejak Kolonial ke Ruang Edukasi Modern

Waktu seolah berhenti di sini. Rumah-rumah panggung dari kayu ulin yang berdiri di Jalan Dahor No. 1, Baru Ilir, Balikpapan Barat, ini dulunya dibangun untuk tempat tinggal pekerja kelas menengah BPM. Bayangkan, dulu kompleks ini punya lebih dari dua puluh unit rumah, tapi sekarang tinggal sembilan yang tersisa.

Masing-masing rumah punya karakter kuat: bentuk panggung khas Kalimantan, ventilasi besar untuk sirkulasi udara, dan halaman luas yang bikin suasananya teduh. Untuk satu unit saja, luas bangunannya mencapai 226 meter persegi, berdiri di atas lahan sekitar 1.206 meter persegi. Besar, megah, tapi tetap hangat.

Asal Nama “Dahor” yang Penuh Makna

Nama “Dahor” bukan sekadar sebutan unik. Ia berasal dari istilah “Daerah Operasi Hilir” — sebuah istilah dalam dunia migas yang merujuk pada area pengolahan dan distribusi. Jadi, nama ini bukan kebetulan, tapi melekat erat dengan identitas Balikpapan sebagai kota minyak.

Uniknya, masyarakat setempat kemudian menjadikan “Dahor” sebagai simbol kenangan. Dari sekadar area operasi, kini berubah jadi ruang pertemuan antara masa lalu dan masa kini. Sebuah evolusi yang membumi, tapi tetap menjaga akar sejarahnya.

Dari Rumah Dinas Jadi Rumah Cagar Budaya

Kini, Rumah Dahor telah resmi menjadi Rumah Cagar Budaya. Tapi jangan bayangkan tempat ini kaku dan penuh larangan. Justru sebaliknya, suasananya santai, terbuka, dan edukatif. Sebagian ruangnya difungsikan sebagai museum mini, taman baca, dan ruang edukasi sejarah. Anak-anak sekolah, komunitas, hingga wisatawan bisa datang belajar sambil menikmati nuansa heritage yang menenangkan.

Kolaborasi antara PT Kilang Pertamina International dan Komunitas Dahor Heritage juga jadi kunci keberlanjutan situs ini. Mereka bahu-membahu menjaga, merawat, dan memastikan Rumah Dahor tetap hidup di tengah gempuran modernisasi. Dari pemeliharaan fisik, dokumentasi sejarah, sampai kegiatan edukatif — semuanya dikelola dengan penuh cinta terhadap warisan kota.

Menghidupkan Kembali Warisan Lewat Komunitas

Kalau datang ke sini, kamu bakal ngerasain energi positif dari para relawan komunitas yang menjaga tempat ini. Mereka bukan sekadar penjaga bangunan tua, tapi juga “pencerita masa lalu.” Mereka menghidupkan kembali kisah-kisah lama agar tetap dikenal generasi muda.

Salah satu anggota komunitas pernah bilang, “Kami ingin Rumah Dahor jadi tempat belajar yang menyenangkan, bukan sekadar ruang nostalgia.” Dan itu terasa nyata. Di sinilah kita bisa belajar bahwa sejarah bukan cuma soal masa lalu, tapi juga tentang cara kita menghargai perjalanan waktu.

Pesona Arsitektur yang Tak Lekang Waktu

Arsitektur Rumah Dahor masih mempertahankan gaya kolonial tropis. Tiang-tiang kayunya tinggi, jendela besar untuk sirkulasi udara, dan serambi depan luas — tempat ideal buat duduk santai sore hari. Aura klasiknya berpadu harmonis dengan suasana hijau di sekitarnya.

Setiap sudut rumah punya detail menarik. Dari ukiran pintu, tata letak ruangan, sampai tekstur kayu ulin yang kuat menahan cuaca ekstrem. Tak heran, banyak fotografer dan konten kreator lokal yang menjadikan Rumah Dahor sebagai spot ikonik untuk foto heritage.

Tempat Belajar, Nongkrong, dan Inspirasi

Bagi warga Balikpapan, Rumah Dahor bukan cuma tempat wisata sejarah. Ia sudah jadi ruang komunitas yang aktif. Anak-anak bisa membaca buku di taman baca, mahasiswa bisa riset budaya, dan warga bisa ikut diskusi sejarah. Semua terasa cair, tidak ada sekat antara generasi lama dan muda.

Kehadiran Rumah Dahor juga jadi pengingat bahwa menjaga warisan budaya bukan tugas masa lalu, tapi bagian dari masa depan. Sebuah ruang yang mengajak kita berpikir, berinteraksi, dan berterima kasih pada sejarah yang membentuk kota ini.

Tips Singkat Saat Berkunjung ke Rumah Dahor

Kalau kamu berencana mampir, coba datang sore hari. Cahaya matahari yang lembut bikin foto makin estetik. Jangan lupa bawa air minum sendiri dan tetap jaga kebersihan area heritage ini, ya. Karena meski dibuka untuk umum, Rumah Dahor tetap butuh rasa hormat dari setiap pengunjungnya.

Dan satu lagi: sempatkan ngobrol dengan para pengelola komunitas. Mereka sering punya cerita menarik tentang kehidupan zaman BPM dulu — mulai dari gaya hidup para pekerja minyak, hingga bagaimana warga Balikpapan mulai tumbuh di sekitarnya.

Jejak Sejarah yang Terus Hidup di Tengah Kota

Kini, Rumah Dahor bukan lagi sekadar peninggalan kolonial. Ia telah menjadi saksi perjalanan Balikpapan dari kota kecil pesisir menjadi pusat industri minyak yang dinamis. Lebih dari itu, Rumah Dahor adalah simbol bagaimana warisan sejarah bisa diolah jadi ruang kreatif dan edukatif yang hidup di hati warganya.

Jadi, kalau kamu sedang berada di Balikpapan, jangan hanya mampir ke pantai atau mal. Datanglah ke Rumah Dahor, hirup udara sejarahnya, dan rasakan cerita yang masih berdenyut di setiap kayu ulinnya.

Ayo, bagikan cerita ini ke temanmu biar makin banyak yang kenal Rumah Dahor — warisan kota minyak yang penuh makna!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Shifa)

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Wisata edukasi Balikpapan #Cagar Budaya Balikpapan #Rumah Dahor Heritage Balikpapan