Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Suasana Alam dan Budaya Hidup di Pasar Tumpah Pringgondani! Cerita Desa Wisata Unik dari Timur Balikpapan

AdminBTV • Kamis, 9 Oktober 2025 | 18:08 WIB

Suasana Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan Timur
Suasana Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan Timur

Balikpapan TV – Hai Cess! Kalau akhir pekan tiba, suasana Balikpapan Timur tiba-tiba ramai oleh suara musik tradisional, aroma jajanan desa, dan tawa pengunjung. Semua itu berpadu di satu tempat yang belakangan jadi bahan omongan banyak orang — Pasar Tumpah Pringgondani. Sebuah ruang hidup yang bukan sekadar tempat jual beli, tapi juga cerminan budaya, ekonomi kreatif, dan cinta pada alam.

Terletak di Jalan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, pasar ini dulunya hanyalah kebun penelitian yang sunyi sejak tahun 2006. Kini, lahan hijau itu berubah jadi destinasi wisata unik yang menggabungkan konsep pasar Jawa dengan sentuhan tropis khas Kalimantan. Setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, tempat ini hidup — bukan oleh hiruk-pikuk kota, tapi oleh harmoni warga lokal yang menjaga tradisi di tengah kemajuan zaman.

Baca Juga: Langkah Serius El Rumi dan Syifa Hadju: Setelah Lamaran di Swiss Langsung Fitting Baju Pengantin

Suasana Alam, Aroma Tradisional — Harmoni yang Hidup di Tengah Teritip

Begitu kaki melangkah masuk, udara sejuk dan aroma kayu langsung menyambut. Pepohonan rindang menaungi setiap sudut, memberi kesan alami yang bikin siapa pun ingin duduk lama sambil menikmati kopi dari warung kecil di pinggir jalan setapak. Pasar Tumpah Pringgondani memang dibangun untuk membawa pengunjung seolah pulang ke suasana desa di Jawa — lengkap dengan ornamen bambu, tikar pandan, dan musik gamelan yang sayup terdengar.

Namun, ada sentuhan modern di balik kesederhanaannya. Di sinilah UMKM Balikpapan Timur menunjukkan taringnya: mulai dari pedagang kerajinan tangan, penjual buah segar, hingga kuliner khas lokal yang menggoda lidah. Mereka tidak sekadar berjualan, tapi menampilkan karya dan cita rasa daerah dengan penuh kebanggaan.

Uang Kayu dan Transaksi Unik yang Jadi Daya Tarik Wisatawan

Nah, ini dia yang bikin banyak pengunjung penasaran: sistem transaksi di Pasar Tumpah Pringgondani menggunakan uang kayu. Bukan uang mainan, tapi potongan kayu kecil yang menjadi alat tukar resmi di dalam area pasar. Sebelum masuk, pengunjung menukarkan rupiah dengan uang kayu di loket pintu masuk. Seru, kan?

Sistem ini bukan sekadar gimmick. Tujuannya adalah menjaga sirkulasi transaksi tetap lokal dan mendorong pengunjung lebih fokus menikmati suasana tanpa terganggu urusan uang receh. Dengan uang kayu di tangan, pengunjung bisa bebas jajan serabi, beli batik, atau mencicipi kopi racikan khas warga Teritip tanpa repot.

“Konsep uang kayu ini memang kami rancang supaya ada interaksi yang lebih hangat antara pedagang dan pengunjung,” ujar salah satu pengelola Pasar Tumpah. “Jadi bukan cuma jualan, tapi juga pengalaman budaya.”

Dari Kebun Penelitian Jadi Desa Wisata — Jejak Perubahan yang Inspiratif

Sebelum seramai sekarang, kawasan Pringgondani ini dulunya hanyalah kebun penelitian dengan banyak tanaman langka. Seiring waktu, potensi alam dan keunikan flora di sini mulai dikembangkan oleh masyarakat bersama Pemerintah Kota Balikpapan. Lahirlah konsep Desa Wisata Teritip, tempat belajar, berwisata, dan berkreasi yang menjunjung nilai lingkungan.

Kini, pasar ini bukan cuma soal jual beli, tapi juga edukasi. Anak-anak bisa mengenal jenis tanaman lokal, belajar menanam, atau ikut workshop kerajinan. Tak jarang, rombongan sekolah dan komunitas datang untuk belajar soal agronomi dan keberlanjutan. Pemerintah pun aktif membina UMKM serta menjaga standar kebersihan dan fasilitas umum agar wisatawan nyaman.

Di sinilah keindahan Pringgondani bukan hanya terlihat, tapi juga dirasakan — lewat kesederhanaan warga yang hidup berdampingan dengan alam.

Pasar Keramat dan Kafe Pringgondani — Dua Wajah yang Menjaga Jiwa Wisata Lokal

Setiap minggu pertama di bulan, suasana Pringgondani jadi makin spesial. Ada “Pasar Keramat”, event budaya yang menampilkan seni tradisional dan pertunjukan lokal. Mulai dari tarian daerah, musik khas Kalimantan, sampai lomba masak tradisional — semuanya hidup dengan semangat gotong royong. Acara ini sering jadi ajang reuni hangat antara warga dan wisatawan yang datang dari berbagai penjuru kota.

Bagi yang suka nongkrong santai, kawasan Kafe Pringgondani di area yang sama bisa jadi alternatif. Kafe ini buka setiap hari (kecuali Senin) dengan jam 08.00–17.00 WITA, menawarkan suasana hijau dengan kopi robusta lokal. Cocok buat yang mau healing tipis-tipis setelah jalan-jalan di pasar utama. Di sinilah biasanya pengunjung menutup hari mereka — duduk di bawah pohon besar, menyeruput kopi, sambil menikmati angin sore dari arah laut.

Lebih dari Sekadar Pasar — Ruang Hidup bagi UMKM dan Warga

Pasar Tumpah Pringgondani jadi bukti nyata bahwa wisata bisa tumbuh tanpa meninggalkan akar budaya. Dukungan pemerintah, semangat warga, dan kreatifitas UMKM berpadu menciptakan ruang ekonomi baru di Balikpapan Timur. Dari hasil penjualan, pelatihan, hingga kegiatan budaya, semuanya dirancang agar manfaatnya kembali ke masyarakat.

Dengan tiket masuk Rp5.000 per orang dan biaya parkir yang ramah di kantong, tempat ini jadi pilihan pas buat warga yang ingin liburan murah tapi berkesan. Apalagi perjalanan dari pusat kota ke sini, meski memakan waktu hampir satu jam, rasanya terbayar lunas dengan keindahan dan kehangatan yang ditawarkan.

Jadi, kalau kamu lagi butuh suasana baru — jauh dari hiruk pikuk mal atau kafe modern — Pasar Tumpah Pringgondani bisa jadi pelarian sempurna. Tempat di mana alam, budaya, dan ekonomi lokal berjalan seirama.

Yuk, bantu sebarkan kisah inspiratif ini ke teman dan keluarga biar makin banyak yang tahu tentang potensi hebat Balikpapan Timur. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Alya)

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Wisata budaya Balikpapan Timur #Pasar Tumpah Pringgondani #Desa Wisata Teritip Balikpapan