Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kang Bejo Balikpapan, Desa Wisata Edukasi yang Mengajarkan Serunya Menanam Kangkung dan Hidroponik!

AdminBTV • Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:50 WIB

Suasana hijau di Desa Wisata Kang Bejo Balikpapan menampilkan area ladang kangkung, gazebo bambu, dan warga yang belajar bertani — destinasi edukatif yang penuh makna.
Suasana hijau di Desa Wisata Kang Bejo Balikpapan menampilkan area ladang kangkung, gazebo bambu, dan warga yang belajar bertani — destinasi edukatif yang penuh makna.

Balikpapan TV – Hai Cess! Pernah bayangin serunya wisata edukatif yang nyatu sama alam tapi tetap deket dari pusat kota? Nah, di Balikpapan ada tempat keren yang namanya Desa Wisata Kang Bejo, singkatan dari Kangkung Sumber Rejo. Letaknya di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, cuma sekitar 20 menit aja dari pusat kota. Deket banget, kan?

Desa wisata ini bukan sekadar tempat rekreasi, tapi juga wadah edukasi yang mengajarkan cara bertani modern dan tradisional. Di sini, pengunjung bisa belajar menanam kangkung, panen langsung, budidaya tauge, sampai kenalan sama tanaman obat. Lengkap, seru, dan pastinya berfaedah buat siapa pun yang datang.

Baca Juga: Menelusuri Daya Tarik Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan, Surga Cendera Mata Khas Kalimantan Timur yang Ramah di Kantong

Dari Ladang ke Edukasi: Wisata Bertani yang Bikin Ketagihan!

Bukan cuma wisata selfie, Kang Bejo hadir buat ngasih pengalaman otentik tentang dunia pertanian. Pengunjung bisa nyelup tangan langsung ke lumpur, menanam kangkung di tanah maupun hidroponik. Rasanya beda banget saat lihat tanaman tumbuh dari hasil tangan sendiri — ada rasa puas, ada rasa bangga. Konsep edukasi di sini juga dirancang santai. Anak-anak sekolah sering diajak praktik langsung belajar tanam-menanam, kenalan sama ketahanan pangan, dan pentingnya menjaga lingkungan. Katanya, “belajar paling seru itu yang bisa kotor bareng tanah.” Dan di Kang Bejo, hal itu terbukti nyata, Cess!

Olahan Unik dari Kangkung: Dari Bakwan sampai Keripik yang Bikin Nagih

Kalau udah puas bertani, jangan buru-buru pulang dulu. Di Kang Bejo, lidahmu juga diajak bertualang! Ada beragam kuliner khas hasil olahan warga sekitar — semua berbahan dasar kangkung. Mulai dari bakwan kangkung renyah, keripik kangkung gurih, sampai cimi-cimi khas kampung yang rasanya susah dilupain.

Setiap gigitan punya cerita tentang kreativitas warga lokal. Mereka nggak cuma menanam, tapi juga mengolah hasil bumi jadi produk bernilai jual tinggi. Selain enak, ini juga jadi cara mereka memperkuat ekonomi keluarga. Jadi, tiap kali nyicipin satu porsi bakwan kangkung, kamu juga ikut mendukung UMKM lokal.

Spot Foto Instagramable & Atraksi Unik di Tengah Alam

Nah, buat kamu yang doyan eksis di medsos, Desa Wisata Kang Bejo punya banyak spot kece buat berfoto. Ada ikon “I Love Kampung Kangkung”, kincir angin warna-warni, sepeda ontel klasik, sampai gazebo bambu yang adem banget buat rebahan santai bareng teman. Suasana desa yang hijau dan sejuk bikin siapa pun betah berlama-lama. Kadang terdengar tawa anak-anak yang sedang belajar tanam, bercampur aroma tanah basah dan suara burung — atmosfer yang jarang banget bisa kamu dapetin di tengah kota. Rasanya kayak ngopi di tengah sawah tapi versi modernnya, Cess!

Homestay Nyaman & Semangat Warga yang Menghidupkan Desa

Buat yang pengen lebih lama menikmati suasana desa, tersedia homestay sederhana seperti Homestay Andi dan Homestay Nabil. Tarifnya terjangkau, mulai Rp200.000 – Rp300.000 per malam tergantung fasilitas. Bangun pagi disambut kabut tipis dan suara ayam jantan? Dijamin jadi pengalaman tak terlupakan.

Lebih dari sekadar tempat singgah, homestay di Kang Bejo juga bagian dari pemberdayaan warga. Mereka dilibatkan langsung dalam pengelolaan wisata, dari urusan pertanian, kuliner, hingga penginapan. Dampaknya terasa — ekonomi meningkat, lahan pertanian tetap produktif, dan semangat gotong royong makin hidup.

Edukasi, Ekonomi, dan Budaya yang Tumbuh Bersama

Program di Kang Bejo ini memang nggak main-main. Selain meningkatkan pendapatan warga, desa wisata ini juga memberi pendidikan non-formal untuk anak-anak dan sekolah. Mereka belajar bagaimana pertanian bisa jadi gaya hidup modern tanpa kehilangan nilai tradisi. Lebih jauh lagi, Kang Bejo membantu mencegah alih fungsi lahan pertanian. Di saat banyak area hijau berubah jadi bangunan, kampung ini tetap teguh menjaga identitasnya sebagai kawasan hijau yang produktif. Seolah ingin bilang: “Kami bisa maju tanpa meninggalkan akar budaya kami.”

Dari Sawah Sunyi Menjadi Wisata Edukasi Hits

Dulu, kawasan Sumber Rejo dikenal sebagai daerah pertanian biasa. Tapi seiring waktu, ide kreatif warga mengubahnya jadi tempat wisata edukatif yang hidup. Dari cuma sawah biasa, kini jadi tempat favorit pelajar, keluarga, hingga komunitas pecinta alam. Semua datang dengan rasa ingin tahu — dan pulang dengan pengalaman baru.

Bagi banyak orang, Kang Bejo bukan sekadar destinasi, tapi simbol semangat warga Balikpapan untuk tetap membumi di tengah kemajuan kota. Sebuah harmoni antara tradisi, edukasi, dan ekonomi yang tumbuh bersama-sama. Desa Wisata Kang Bejo bukan cuma tempat jalan-jalan, tapi ruang belajar yang hidup. Di sini, alam, manusia, dan budaya berpadu jadi satu cerita indah. Yuk, bagikan cerita ini biar makin banyak yang tahu kalau Balikpapan punya wisata edukatif yang keren abis!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!”

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Arya Kusuma
#Ekowisata pertanian Kalimantan Timur #Desa Wisata Kang Bejo Balikpapan #Wisata edukasi Balikpapan