Balikpapantv.id - Hai Cess! Udah pernah denger belum soal Museum Kayu Tenggarong? Nah, kalau belum, mending dengerin cerita serunya dulu di sini deh.
Siapa sangka, di balik megahnya bangunan museum ini, tersimpan kisah legendaris tentang buaya pemangsa manusia dan kayu purba yang usianya ribuan tahun. Yuk, kita bongkar bareng-bareng ceritanya, Cess!
Museum Kayu Tenggarong: Jejak Budaya dan Alam Bumi Etam
Berdiri gagah di jantung kota Tenggarong, Museum Kayu bukan cuma ruang pamer barang jadul.
Sejak diresmikan tahun 1996, tempat ini udah jadi saksi bisu tentang hutan Kalimantan, budaya lokal, sampai kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara.
Nggak heran kalau museum ini selalu masuk list wajib kalau lagi main ke Kalimantan Timur.
Koordinator Museum Kayu, Sopyan Hadi, S.Sos, cerita kalau museum ini butuh waktu 2 tahun buat ngumpulin koleksi-koleksi kayu dan benda bersejarahnya.
"Kita fokus pada berbagai jenis kayu, sesuai tema utama. Tapi untuk menarik minat pengunjung, ada tambahan koleksi istimewa, seperti dua ekor buaya yang dulunya pernah memangsa manusia," ujarnya, Sabtu (26/04/2025).
Kisah Dua Buaya Pemangsa Manusia yang Bikin Merinding
Bukan cuma kayu ulin dan kayu batu yang jadi daya tarik utama. Ada 2 ekor buaya legendaris di sini yang kisahnya bikin bulu kuduk berdiri.
Buaya jantan dari Sangatta, usianya diperkirakan 70 tahun, dan betina dari Muara Badak, sekitar 60 tahun. Keduanya diawetkan sejak 1996 dan masih utuh sampai sekarang.
"Buaya Sangatta masuk bulan Maret, Muara Badak bulan April. Walau berbeda tempat dan waktu, kisahnya sama, keduanya pernah memangsa manusia," tutur Sopyan.
Wah, kebayang nggak tuh, Cess, serem tapi penasaran buat liat langsung, kan?
Koleksi Kayu Purba yang Super Langka
Ikon utamanya tentu kayu-kayu langka Kalimantan. Salah satunya kayu ulin yang dijuluki ‘raja kayu’, kuat banget dan tahan banting sampai ratusan tahun.
Selain itu ada kayu batu, fosil kayu purba yang usianya ribuan tahun, udah jadi batu tapi masih menyimpan tekstur serat kayu aslinya. Spot ini cocok banget buat yang suka hunting foto unik!
Harga Tiket Masuk yang Super Ramah Kantong
Tenang aja Cess, buat bisa menikmati semua koleksi bersejarah ini, tiket masuknya super terjangkau.
Dewasa cuma Rp10.000 dan anak-anak Rp5.000 aja, sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2024. Cocok nih buat agenda healing tipis-tipis bareng keluarga atau temen-temen.
Baca Juga: 5 Surga Tersembunyi di Kalimantan Timur yang Bikin Kamu Ogah Pulang
Dukungan Pemerintah Daerah Buat Museum Kayu Tenggarong
Sopyan juga bilang, perhatian pemerintah daerah nggak pernah pudar buat Museum Kayu.
Sekarang pengelolaannya dipegang Dinas Pendidikan, tapi tetap dalam koordinasi langsung dengan Bupati Kutai Kartanegara. “Pak Bupati tetap memperhatikan dan mendukung,” jelasnya.
Wisata Edukasi yang Sarat Nilai Budaya
Museum Kayu bukan cuma soal koleksi, tapi juga pelestarian budaya dan edukasi tentang keharmonisan manusia dengan alam Kalimantan.
Jadi selain bisa seru-seruan liat buaya dan kayu purba, pengunjung juga bisa belajar tentang pentingnya jaga hutan dan kearifan lokal Benua Etam.
Spot Foto Favorit yang Instagramable
Buat yang doyan upload story dan feed estetik, museum ini punya beberapa spot kece. Mulai dari patung buaya raksasa, kayu batu gede, sampai ruang pamer kayu ulin dengan pencahayaan alami yang oke banget buat selfie.
Tips Berkunjung ke Museum Kayu Tenggarong
Kalau mau ke sini, datanglah di pagi atau sore hari biar nggak terlalu panas. Jangan lupa bawa air minum, kamera, dan pastikan baterai HP full.
Soalnya sayang banget kalau momen kece di sini nggak diabadikan. Pasti bakal jadi cerita seru buat dibagi ke temen-temen.
Baca Juga: Liburan ke Balikpapan? Ini dia 10 Tempat Wisata Hits yang Wajib Masuk Bucket List Kamu!
Nah, itu dia Cess cerita seru dari Museum Kayu Tenggarong yang nggak cuma berisi benda bersejarah, tapi juga kisah buaya pemangsa manusia yang legendaris.
Kalau kamu suka wisata unik, penuh edukasi, tapi tetap seru, wajib banget deh masukin museum ini ke bucket list liburanmu!
Yuk, share artikel ini ke temen-temenmu yang doyan explore tempat anti mainstream, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'