Durasi Baca: 8 Menit
Ikhtisar: DFSK E5 Plus menawarkan jarak tempuh listrik hingga 140 kilometer, kabin tiga baris yang nyaman, serta fitur modern. Namun, karakter berkendaranya lebih mengutamakan kenyamanan daripada sensasi sport.
Balikpapan TV - Hai Ces! Nama DFSK mungkin sudah cukup lama dikenal di pasar otomotif Indonesia. Namun, kehadiran model terbarunya, DFSK E5 Plus, membawa pendekatan yang berbeda. Mobil plug-in hybrid ini menawarkan pengalaman berkendara yang terasa mendekati mobil listrik, dengan jarak tempuh menggunakan tenaga baterai yang diklaim mencapai 140 kilometer dalam sekali pengisian.
Dalam video pengujian yang menjadi bahan ulasan ini, perhatian bukan hanya tertuju pada desain dan kelengkapan fitur. Ada sejumlah hal menarik yang ditemukan saat menelusuri sistem penggerak, mencoba ruang kabin, hingga menguji kemampuan mobil di jalan tol.
Salah satu hal paling menonjol adalah karakter E5 Plus yang terasa seperti mobil listrik ketika dikendarai. Mesin bensinnya terdengar bekerja, tetapi penguji beberapa kali merasakan tenaga ke roda lebih banyak berasal dari motor listrik.
Lantas, seberapa menarik DFSK E5 Plus jika dilihat dari kenyamanan, fitur, dan pengalaman berkendaranya?
DFSK E5 Plus dan Perubahan Identitas Merek
DFSK merupakan merek otomotif yang memiliki sejarah hubungan dengan Dongfeng dan Sokon. Dalam penjelasan pada video, penguji menguraikan perubahan struktur perusahaan serta penggunaan identitas DFSK yang tetap dipertahankan karena sudah dikenal di Indonesia.
Di China, kendaraan yang menjadi basis E5 Plus dikenal sebagai Seres Landian i5 Plus. Model tersebut juga disebut memiliki hubungan desain dengan AITO M7 generasi sebelumnya, kendaraan yang dikembangkan melalui kolaborasi Seres dan Huawei.
Perbedaan pendekatan ini menjadi konteks penting untuk memahami posisi E5 Plus. Model tersebut digambarkan sebagai pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan kendaraan dalam lini AITO yang diposisikan lebih mewah.
Namun, kesamaan basis atau kemiripan desain tidak berarti seluruh perangkatnya identik. Penguji menegaskan bahwa sistem operasi, chipset, ADAS, dan perangkat audio E5 Plus tidak menggunakan teknologi Huawei seperti yang ditemukan pada model AITO.
Baca Juga: Ferrari SF90 XX Le Mans Edition di Indonesia, Hanya 100 Unit dan Nilainya Diperkirakan di Atas Rp50
Sistem Plug-in Hybrid dan Baterai 25 kWh
Salah satu bagian yang paling menarik dari E5 Plus berada di balik kap mesinnya. Mobil ini menggunakan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid.
Penguji membedakan sistem tersebut dari range extender electric vehicle (REEV). Pada sistem range extender, mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk memasok energi listrik, bukan menjadi penggerak langsung roda.
Sementara itu, plug-in hybrid pada prinsipnya memungkinkan mesin bensin dan motor listrik berperan dalam menggerakkan kendaraan, bergantung pada rancangan sistemnya.
Menariknya, pengalaman penguji ketika menggunakan beberapa mode berkendara justru terasa lebih menyerupai mobil listrik dengan sistem range extender. Ketika mode mesin diprioritaskan, penguji mengamati mesin lebih banyak bekerja untuk mengisi baterai, bukan memberikan dorongan langsung yang terasa ke roda.
Pengalaman tersebut juga diceritakan oleh rekan kantor penguji yang membawa mobil dari Jakarta menuju Klaten. Menurut cerita yang disampaikan dalam video, mesin bensin jarang terdengar menyala selain ketika menjalankan fungsi pengisian energi.
Dari sisi baterai, E5 Plus disebut membawa kapasitas 25 kWh. Penguji menyebut jarak tempuh listriknya mencapai sekitar 140 kilometer dalam sekali pengisian.
Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama, terutama ketika dibandingkan dengan sejumlah model plug-in hybrid lain yang disebut dalam video memiliki jarak tempuh listrik sekitar 90–100 kilometer.
Kapasitas baterai yang relatif besar membuat E5 Plus menarik bagi pengguna yang ingin lebih sering melakukan perjalanan harian menggunakan tenaga listrik, tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin bensin.
Desain Eksterior: Tampilan Modern dengan Kesan Mobil Listrik
Dari sisi tampilan, DFSK E5 Plus mengusung desain yang cenderung modern. Bagian depan dibuat relatif rata tanpa grille besar, sehingga sekilas memberikan kesan seperti mobil listrik murni.
Lampu depan memanjang dari satu sisi ke sisi lain. Pada bagian bawah bumper juga terdapat saluran udara yang diarahkan ke samping untuk membantu mengelola aliran udara di sekitar roda.
Mobil ini menggunakan ban GT Comfort berukuran 235/50 R19. Desain pelek turut dibuat dengan pendekatan aerodinamis, mengikuti karakter kendaraan elektrifikasi.
Beralih ke bagian belakang, penguji menyoroti penggunaan suspensi multilink. Bagian buritan juga memiliki beberapa elemen seperti spoiler, antena, lampu rem atas, defogger, dan wiper belakang.
Pintu bagasi sudah menggunakan mekanisme elektrik. Meski begitu, ruang bagasinya dinilai tidak terlalu besar. Area di bawah lantai bagasi juga tidak menyediakan kompartemen penyimpanan tambahan karena digunakan untuk menempatkan aki dan sejumlah komponen elektrikal, termasuk bagian dari sistem pengisian daya.
Kursi belakang dapat dilipat hingga rata dengan lantai. Fitur ini memberikan fleksibilitas tambahan ketika pengguna membutuhkan ruang lebih luas untuk membawa barang.
Kabin Tiga Baris: Ruang Belakang dan Kenyamanan Penumpang
Ketika masuk ke kabin belakang, penguji menemukan akses menuju baris ketiga terasa kurang praktis. Tidak tersedia tombol khusus untuk memudahkan pelipatan atau penggeseran kursi dari sisi yang dicoba. Penumpang perlu melewati bagian tengah atau menggeser kursi baris kedua secara elektrik sebelum melipatnya.
Meski aksesnya tidak terlalu leluasa, ruang duduk baris ketiga ternyata masih cukup untuk penguji dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter. Dalam posisi kursi baris kedua paling mundur, masih tersedia ruang untuk kaki masuk ke bawah kursi depan.
Penguji menilai ruang belakang E5 Plus cukup menjanjikan dibandingkan salah satu model pembanding yang disebut dalam video. Namun, fasilitas pendingin di baris ketiga belum berupa double blower. Kisi-kisi yang terlihat ternyata merupakan bagian dari speaker.
Beranjak ke baris kedua, kenyamanan menjadi salah satu nilai jual utama. Kursinya dapat digeser dan direbahkan secara elektrik. Tersedia pula armrest yang ketinggiannya bisa diatur.
Material microfiber digunakan pada beberapa bagian jok dan door trim. Selain memberikan sentuhan lembut, kursi baris kedua juga dilengkapi ventilated seat.
Fitur ventilasi tersebut cukup relevan untuk penggunaan di negara beriklim panas seperti Indonesia. Aliran udara pada kursi membantu memberikan sensasi lebih sejuk ketika penumpang duduk dalam perjalanan.
Pada bagian belakang juga tersedia kisi-kisi AC, port USB Type-A, dan tempat penyimpanan. Pengaturan power window sudah tersedia hingga baris belakang.
Rear Seat Entertainment: Layar Tambahan yang Ternyata Berguna
Salah satu fitur yang sempat diragukan penguji justru menjadi kejutan menarik. DFSK E5 Plus memiliki layar tambahan untuk penumpang belakang yang terintegrasi dengan area panoramic sunroof.
Layar tersebut dapat dilepas dan ternyata mendukung kendali layar sentuh. Penguji mencoba memutar YouTube setelah perangkat terhubung dengan jaringan internet.
Hasilnya, tampilan gambar dinilai cukup jernih dan nyaman ditonton. Tingkat kecerahan layar juga dapat diturunkan sehingga tidak terlalu menyilaukan ketika digunakan pada malam hari.
Fitur ini menjadi nilai tambah bagi penumpang yang ingin menikmati hiburan selama perjalanan. Terlebih, penguji sempat membandingkan pengalaman tersebut dengan sistem hiburan belakang pada kendaraan lain yang menurutnya kurang praktis digunakan.
Meski demikian, ada beberapa kekurangan. Audio dari layar hiburan belakang terhubung dengan sistem suara utama mobil. Ketika digunakan untuk menonton, suara dinilai menjadi lebih kecil dan terdengar lebih cempreng.
Penguji juga tidak menemukan pilihan untuk menghubungkan headphone Bluetooth melalui pengaturan yang dicoba. Artinya, pengalaman menonton sudah cukup baik dari sisi visual, tetapi kualitas audio dan fleksibilitas koneksinya masih bisa ditingkatkan.
Interior Depan dan Sistem Audio 13 Speaker
Masuk ke bagian pengemudi, desain interior E5 Plus kembali menonjolkan nuansa kendaraan elektrifikasi. Penguji menilai sejumlah material terasa empuk karena dilengkapi lapisan busa, bukan sekadar plastik keras.
Namun, tidak semua bagian mendapat penilaian positif. Beberapa aksen plastik berwarna silver pada setir dan panel tertentu dianggap kurang mewah dibandingkan material lain di dalam kabin.
Salah satu pembeda E5 Plus dari kendaraan yang memiliki hubungan desain dengannya adalah penggunaan perangkat elektronik dan sistem hiburan yang berbeda. Penguji menjelaskan bahwa mobil ini tidak menggunakan sistem operasi, chipset, maupun ADAS Huawei.
Untuk sistem audio, tersedia 13 speaker yang tersebar di berbagai bagian kabin. Penempatan tersebut dinilai mampu membangun arah suara atau sound staging yang cukup baik.
Meski begitu, karakter suara bawaan dianggap terlalu menonjolkan frekuensi menengah dan tinggi. Bass sebenarnya dinilai cukup empuk, tetapi terasa tertutup oleh suara pada frekuensi lain.
Penguji mencoba mengatur equalizer untuk mendapatkan karakter suara yang lebih seimbang. Menurutnya, keberadaan banyak speaker bawaan berpotensi menjadi modal bagi pengguna yang ingin melakukan peningkatan sistem audio tanpa harus membuat dudukan tambahan dari awal.
Baca Juga: Toyota Veloz Hybrid Diajak Road Trip ke Ciletuh, Tanjakan dan Turunan Dini Jadi Tantangan
ADAS, Pengaturan Berkendara, dan Fitur Kabin
Fitur keselamatan dan bantuan berkendara menjadi bagian lain yang cukup diperhatikan. DFSK E5 Plus disebut memiliki sejumlah fitur, seperti lane cruise assist, automatic lane change assistance, departure warning, serta peringatan tabrakan depan dan belakang.
Penguji juga menunjukkan pengaturan mode berkendara, regenerative braking, dan power steering. Untuk penggunaan sehari-hari, mode Comfort menjadi pilihan yang disukai karena sesuai dengan karakter mobil.
Sementara itu, regenerative braking disarankan berada pada tingkat rendah oleh penguji. Tingkat tinggi dianggap membuat respons pedal terasa kurang natural ketika mobil melambat.
Di bagian konsol tengah, tersedia wireless charging untuk ponsel dengan daya hingga 50 watt serta sistem pendingin. Posisi pendingin AC di area tersebut membantu mengurangi panas ponsel saat pengisian daya berlangsung.
Fitur lain yang ditampilkan mencakup cup holder, ruang penyimpanan, kompartemen dengan pendingin, setir tilt dan telescopic, serta pengaturan spion elektrik.
Mobil ini juga memiliki panoramic sunroof dengan pengaturan penutupan otomatis ketika kendaraan dikunci, sesuai pengaturan yang ditunjukkan dalam video.
Untuk konektivitas, Apple CarPlay sudah mendukung sambungan nirkabel. Namun, Android Auto belum tersedia melalui cara yang sama. Pengguna Android diarahkan menggunakan koneksi melalui kabel atau Bluetooth pada sistem yang ditampilkan.
Fitur camping mode juga diperlihatkan. Dalam video, penguji menyebut kemampuan vehicle-to-load (V2L) hingga 3.300 watt, sehingga kendaraan dapat digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal. Tersedia pula pengaturan agar sistem memperhitungkan jarak menuju rumah sebelum mode tersebut digunakan terlalu lama.
Akselerasi dan Sensasi Berkendara: Terasa Seperti Mobil Listrik
Pengujian di jalan dimulai dengan mode force charging untuk melihat performa mobil ketika mesin bensin bekerja mengisi baterai.
Saat pedal akselerator diinjak, penguji merasakan mobil tetap memberikan dorongan yang kuat. Namun, dari tampilan aliran energi yang diamati, tenaga menuju roda tampak lebih banyak berasal dari baterai dan motor listrik.
Karakter tersebut membuat E5 Plus terasa seperti mobil listrik. Respons akselerasinya dinilai spontan dan tidak terasa memiliki perpindahan transmisi seperti mobil konvensional.
Penguji juga mencatat bahwa suara mesin dapat meningkat ketika mode pengisian daya dipaksakan. Akan tetapi, peningkatan suara tersebut tidak selalu diikuti sensasi tambahan tenaga yang terasa langsung pada roda.
Dari sisi suspensi, E5 Plus lebih mengutamakan kenyamanan. Bantingannya terasa empuk dengan ayunan yang masih terkendali dalam penggunaan normal. Ketika melintasi jalan tol, karakter ini dinilai cocok untuk perjalanan santai bersama keluarga.
Namun, pada kondisi jalan tertentu yang memiliki gelombang atau permukaan kurang rata, ayunan bagian belakang masih bisa terasa lebih besar.
Penguji juga mencoba akselerasi dari posisi diam. Hasil yang ditampilkan dalam video berada di kisaran 7,9 detik untuk mencapai 100 kilometer per jam.
Angka tersebut menunjukkan performa yang cukup cepat untuk kendaraan dengan orientasi kenyamanan. Meski begitu, penguji menilai karakter kemudi dan suspensinya belum diarahkan untuk memberikan sensasi berkendara sporty.
ADAS dan Lane Change Assist di Jalan Tol
Ketika melaju di jalan tol, penguji mencoba fitur bantuan berkendara dengan mengatur kecepatan jelajah sekitar 110 kilometer per jam.
Sistem mampu membantu menjaga kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depan. Respons pengereman otomatis dinilai cukup halus dalam kondisi pengujian tersebut.
Fitur yang paling menarik perhatian adalah lane change assist. Pengemudi dapat memberikan sinyal belok, kemudian sistem membantu mengarahkan mobil berpindah jalur ketika kondisi di sekitarnya memungkinkan.
Meski mobil dapat melakukan manuver tersebut, pengemudi tetap harus memegang setir dan memberikan perhatian penuh. Sistem juga tidak langsung berpindah jalur ketika terdeteksi kendaraan lain berada di area yang berisiko.
Pengujian tersebut memperlihatkan bahwa fitur bantuan berkendara E5 Plus bukan sekadar cruise control biasa. Namun, teknologi ini tetap merupakan sistem pendukung, bukan pengganti kendali pengemudi.
Secara keseluruhan, penguji menilai E5 Plus menyenangkan untuk perjalanan santai, terutama ketika digunakan untuk perjalanan luar kota atau aktivitas harian.
Catatan Pengereman dan Parkir Otomatis
Di balik sejumlah fitur yang menarik, penguji menemukan karakter pedal rem yang perlu mendapat perhatian.
Daya pengeremannya dinilai kuat. Namun, tekanan pedal terasa relatif ringan bahkan ketika diinjak lebih dalam. Kondisi tersebut membuat penguji merasa perlu membiasakan diri agar tidak memberikan tekanan berlebihan.
Menurut penguji, karakter pedal akan lebih mudah dikendalikan apabila bobotnya meningkat secara bertahap ketika diinjak lebih dalam. Dengan begitu, pengemudi bisa memperkirakan respons pengereman secara lebih natural.
Fitur parkir otomatis juga dicoba setelah perjalanan. Penguji membuka kamera 360 derajat dan masuk ke menu parkir untuk mencari ruang yang tersedia.
Dalam percobaan tersebut, sistem tidak langsung menemukan tempat parkir yang sesuai. Penguji kemudian mencoba fitur custom parking space.
Namun, fungsi tersebut memiliki keterbatasan. Sistem membutuhkan garis parkir atau kendaraan di sisi kiri dan kanan sebagai acuan. Ketika kondisi ruang parkir tidak memenuhi kriteria, proses parkir otomatis tidak dapat dilanjutkan.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa fitur parkir otomatis tetap bergantung pada kondisi lingkungan dan marka yang dapat dibaca sistem.
Kesimpulan: DFSK E5 Plus Lebih Cocok untuk Keluarga yang Mengutamakan Kenyamanan
Setelah mencoba berbagai aspek kendaraan, penguji menyebut DFSK E5 Plus sebagai model DFSK terbaik yang pernah dicobanya dibandingkan Glory 580, Glory 560, dan Seres i1.
Kekuatan utamanya terletak pada karakter berkendara yang nyaman, baterai berkapasitas 25 kWh, serta jarak tempuh listrik yang disebut mencapai 140 kilometer. Kabin tiga baris juga menawarkan sejumlah fitur menarik, mulai dari ventilated seat, layar hiburan belakang, hingga sistem audio 13 speaker.
Di sisi teknologi, fitur bantuan berkendara dan lane change assist memberikan nilai tambah. Kemampuan akselerasi sekitar 7,9 detik menuju 100 kilometer per jam juga memperlihatkan bahwa mobil ini tidak kekurangan tenaga untuk penggunaan sehari-hari.
Namun, E5 Plus bukan pilihan utama bagi pengguna yang mencari sensasi sporty. Karakter setir, suspensi, dan pedal rem masih menyisakan ruang untuk penyempurnaan. Beberapa fitur hiburan dan konektivitas juga belum sepenuhnya sesuai harapan penguji.
Bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan, ruang kabin, dan kesempatan berkendara lebih sering menggunakan tenaga listrik, DFSK E5 Plus menawarkan kombinasi yang menarik untuk dipertimbangkan.
Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan. Ces yang mencari mobil untuk perjalanan santai bersama keluarga mungkin akan lebih menghargai karakter E5 Plus dibandingkan pengemudi yang mengutamakan handling agresif dan sensasi fun to drive.
Poin Penting DFSK E5 Plus
-
Menggunakan sistem plug-in hybrid dengan mesin bensin 1.500 cc.
-
Kapasitas baterai disebut mencapai 25 kWh.
-
Jarak tempuh listrik diklaim dalam video mencapai sekitar 140 kilometer.
-
Akselerasi 0–100 km/jam tercatat sekitar 7,9 detik dalam pengujian.
-
Memiliki kabin tiga baris dengan ventilated seat pada baris kedua.
-
Dilengkapi layar hiburan belakang yang dapat dilepas dan mendukung sentuhan.
-
Sistem audio menggunakan 13 speaker.
-
Apple CarPlay tersedia secara nirkabel, sedangkan Android Auto belum tersedia melalui koneksi serupa.
-
Memiliki lane change assist dan fitur parkir otomatis dengan kondisi penggunaan tertentu.
-
Karakter suspensi dan kemudi lebih mengutamakan kenyamanan daripada berkendara sporty.
Insight Redaksi
DFSK E5 Plus memperlihatkan bahwa daya tarik mobil elektrifikasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya baterai atau kecepatan akselerasi. Pengalaman penumpang, kenyamanan suspensi, kemudahan penggunaan fitur, dan karakter sistem penggerak juga menjadi bagian penting dalam menentukan apakah sebuah kendaraan cocok untuk kebutuhan keluarga.
Jarak tempuh listrik sekitar 140 kilometer yang disebut dalam pengujian menjadi nilai menarik. Namun, calon pembeli tetap perlu membedakan angka hasil klaim atau pengujian tertentu dengan jarak tempuh aktual yang bisa berubah mengikuti kecepatan, kondisi jalan, muatan, suhu, dan gaya berkendara.
Hal serupa berlaku untuk fitur ADAS dan parkir otomatis. Teknologi tersebut dapat membantu pengemudi, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengawasi jalan dan mengendalikan kendaraan.
FAQ
1. DFSK E5 Plus menggunakan mesin apa?
DFSK E5 Plus menggunakan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid.
2. Berapa kapasitas baterai DFSK E5 Plus?
Dalam video pengujian, kapasitas baterainya disebut sebesar 25 kWh.
3. Berapa jarak tempuh listrik DFSK E5 Plus?
Penguji menyebut mobil ini mampu menempuh sekitar 140 kilometer menggunakan tenaga baterai dalam sekali pengisian. Hasil aktual dapat berubah sesuai kondisi penggunaan.
4. Apakah DFSK E5 Plus memiliki ventilated seat?
Ya. Kursi baris kedua dilengkapi fitur ventilated seat untuk membantu memberikan sensasi lebih sejuk bagi penumpang.
5. Apakah DFSK E5 Plus memiliki layar hiburan belakang?
Ya. Mobil ini dilengkapi layar tambahan untuk penumpang belakang yang dapat dilepas dan digunakan sebagai layar sentuh.
6. Apakah DFSK E5 Plus mendukung Apple CarPlay dan Android Auto?
Apple CarPlay sudah tersedia dan dapat terhubung secara nirkabel. Sementara itu, Android Auto belum tersedia melalui koneksi nirkabel seperti yang dicoba dalam video.
7. Apakah DFSK E5 Plus cocok untuk perjalanan keluarga?
Karakter suspensi yang mengutamakan kenyamanan, kabin tiga baris, dan fitur untuk penumpang belakang membuatnya menarik untuk penggunaan keluarga. Namun, calon pembeli tetap perlu mencoba langsung ruang kabin dan akses baris ketiga.
8. Apakah DFSK E5 Plus cocok untuk pengemudi yang suka mobil sporty?
Menurut hasil pengujian, karakter E5 Plus lebih berorientasi pada kenyamanan. Pengemudi yang mencari handling tajam dan sensasi fun to drive mungkin perlu mempertimbangkan karakter tersebut sebelum memilih.
Editor : Arya Kusuma