Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Wuling Eksion PHEV menawarkan konfigurasi tujuh penumpang, tenaga motor listrik 195 HP, jarak listrik 125 km berdasarkan CLTC, serta sejumlah catatan kenyamanan saat dikendarai.
Balikpapan TV - Hai Ces! Wuling Eksion PHEV menjadi pilihan menarik di segmen SUV keluarga tujuh penumpang. Mobil ini mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), sehingga penggunanya dapat mengisi daya baterai melalui sumber listrik sekaligus memanfaatkan mesin bensin ketika dibutuhkan.Dalam pengujian yang ditampilkan pada video, Eksion PHEV memiliki banyak kemiripan dengan Wuling Darion, terutama pada platform dan interior. Namun, sebagai SUV, mobil ini menawarkan karakter berbeda, mulai dari ruang kabin hingga pengaturan suspensi.
Lantas, seperti apa kemampuan dan kenyamanan Wuling Eksion PHEV ketika digunakan? Berikut rangkuman pengujiannya.
Wuling Eksion PHEV Menggabungkan Mesin Bensin dan Motor Listrik
Pada awal pengujian, reviewer menjelaskan bahwa unit yang datang bukan versi kendaraan listrik murni atau EV, melainkan PHEV.
Teknologi ini memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik dengan jarak tertentu. Ketika daya baterai berkurang, mesin bensin dapat membantu menggerakkan kendaraan maupun mengisi daya baterai.
Wuling Eksion disebut sebagai saudara kembar Wuling Darion, tetapi hadir dalam bentuk SUV. Kesamaan keduanya terlihat dari platform, desain lampu, hingga sejumlah elemen interior.
Perbedaan tampilan antara versi EV dan PHEV terlihat pada bagian grille depan. Varian PHEV memiliki area hitam yang lebih lebar hingga ke bagian samping, termasuk bukaan udara yang lebih besar.
Dari sisi mesin, Eksion PHEV menggunakan mesin bensin 1.500 cc tanpa turbo. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 105 HP dan torsi 130 Nm. Sementara motor listriknya memiliki tenaga 195 HP dengan torsi 230 Nm.
Tenaga disalurkan melalui transmisi DHT. Berdasarkan klaim pengujian CLTC yang disebutkan dalam video, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 125 kilometer menggunakan tenaga baterai saja.
Jika tangki bensin dan baterai terisi penuh, jarak tempuh gabungannya diklaim dapat melampaui 1.000 kilometer.
Sistem pendingin mobil ini juga memiliki tiga bagian, yakni radiator mesin, pendingin baterai, serta pendingin motor listrik. Reviewer turut menyoroti penggunaan Wuling Magic Battery Pro yang disebut memiliki ketahanan terhadap kondisi terendam air.
Baca Juga: QJ Motor Turino 250 Harga Rp52 Jutaan, Motor Adventure untuk Touring dengan Catatan Getaran
Eksterior, Roda, dan Bagasi yang Menjadi Daya Tarik
Beralih ke bagian samping, reviewer menyukai pilihan warna biru dengan kombinasi atap putih. Tampilan dua warna tersebut dinilai memberikan karakter tersendiri dibandingkan konfigurasi atap hitam yang umum ditemukan pada mobil lain.
Pada bagian kaki-kaki, mobil ini menggunakan ban bermerek Leao dengan ukuran 215/65 R18 berdasarkan penyebutan dalam video. Desain pelek juga mendapat penilaian positif dari reviewer.
Eksion PHEV turut dilengkapi roof rail yang dapat digunakan, spion dengan desain futuristis, serta fitur blind spot monitoring. Kamera 540 derajat juga menjadi salah satu kelengkapan yang disebutkan.
Namun, reviewer mencatat tidak adanya lampu proyeksi ke bawah atau puddle lamp pada bagian spion. Fitur tersebut biasanya membantu pengemudi melihat kondisi permukaan tanah ketika hendak masuk atau keluar kendaraan.
Pada bagian belakang, desainnya disebut tidak memiliki perbedaan berarti dibandingkan versi EV. Mobil ini dilengkapi spoiler terintegrasi dengan bodi, defogger, dan wiper belakang.
Bagasi menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Ruang penyimpanannya dinilai cukup besar untuk SUV tujuh penumpang. Bahkan ketika kursi baris ketiga digunakan, masih tersedia ruang penyimpanan di bagian belakang.
Pengaturan sandaran kursi juga memiliki beberapa tingkat kemiringan. Reviewer menilai fleksibilitas tersebut membantu pengguna menyesuaikan kebutuhan ruang penumpang dan kapasitas bagasi.
Baris Ketiga Dilengkapi AC dan Lampu Kabin
Salah satu hal yang menarik dari kabin Eksion PHEV adalah perhatian terhadap penumpang baris ketiga.
Tidak seperti beberapa SUV tujuh penumpang yang menyediakan fasilitas terbatas di bagian belakang, mobil ini sudah memiliki AC hingga baris ketiga dan lampu kabin.
Ketika reviewer mencoba duduk di baris ketiga, tinggi badannya disebut sekitar 170 cm. Dengan kursi tengah berada pada posisi paling maju, ruang kaki masih tersedia meskipun tidak terlalu luas.
Ruang kepala juga dinilai cukup baik karena kepala tidak langsung menyentuh plafon. Selain itu, tersedia sabuk pengaman dan cup holder.
Keterbatasannya, baris ketiga tidak menyediakan colokan untuk mengisi daya ponsel. Akses masuk dan keluar juga hanya dapat dilakukan melalui sisi kiri, sedangkan sisi kanan digunakan untuk melipat kursi.
Ketika kursi tengah dimundurkan, ruang kaki penumpang baris ketiga memang menjadi lebih terbatas. Namun, reviewer masih dapat duduk dengan posisi yang relatif nyaman.
Sebaliknya, ketika kursi tengah dimajukan, ruang di belakang menjadi lebih lega. Pengaturan posisi kursi tersebut memberikan fleksibilitas bagi keluarga yang membawa penumpang dalam jumlah berbeda.
Untuk baris kedua, tersedia panoramic sunroof berukuran besar, ventilasi AC dengan lima tingkat pengaturan, lampu LED, serta port USB-A dan USB-C.
Fasilitas lainnya mencakup tempat penyimpanan ponsel, dua cup holder, dan ruang penyimpanan pada door trim. Material bagian atas pintu juga menggunakan bahan berlapis kulit yang terasa empuk ketika disentuh.
Interior Depan Mirip Wuling Darion, tetapi Ada Perbedaan Fitur
Masuk ke bagian depan, desain interior Wuling Eksion PHEV terlihat sangat mirip dengan Darion. Kesamaan tersebut mencakup pemilihan warna, setir, panel instrumen, head unit, hingga sebagian besar tombol pengoperasian.
Perbedaan yang terlihat antara lain desain ventilasi AC samping dan keberadaan panoramic sunroof. Posisi duduk pengemudi juga terasa lebih tinggi karena karakter bodinya sebagai SUV.
Reviewer menyayangkan belum adanya ambient light pada unit yang diuji. Menurutnya, pencahayaan tambahan dapat membuat suasana kabin terasa lebih hidup, terutama ketika berkendara pada malam hari.
Pengaturan AC depan masih menggunakan sistem sederhana dan belum dilengkapi pengaturan dual zone. Sementara itu, tombol pembuka penutup tangki bensin tersedia di bagian kanan.
Kursi depan sudah menggunakan pengaturan elektrik enam arah. Reviewer juga mencatat bahwa kursi penumpang depan mendapatkan pengaturan elektrik, berbeda dengan konfigurasi yang ia temukan pada Wuling Darion.
Material interior menjadi salah satu bagian yang mendapat apresiasi. Area yang sering disentuh menggunakan bahan empuk dan berlapis kulit, sementara beberapa bagian lain masih memakai plastik keras.
Pada bagian atas kabin, terdapat kaca dan lampu dengan desain yang disebut sudah mengalami perbaikan dibandingkan temuan reviewer pada Darion sebelumnya.
Untuk sistem hiburan, Eksion PHEV sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel. Kualitas audio standar dinilai cukup baik dengan suara bass dan treble yang terdengar.
Meski begitu, reviewer mengingatkan bahwa sistem audio bawaan tersebut tidak bisa disamakan dengan sistem audio bermerek yang tersedia pada beberapa mobil lain.
Head Unit dan Fitur Hiburan Masih Memiliki Catatan
Sistem antarmuka head unit Eksion PHEV masih memiliki tampilan sederhana seperti Wuling Darion. Namun, reviewer menemukan sejumlah tulisan terjemahan yang kurang rapi setelah bahasa sistem diubah dari bahasa Mandarin ke bahasa Inggris.
Salah satu hal yang dianggap mengganggu adalah pengaturan volume berdasarkan kecepatan kendaraan atau speed-dependent volume.
Fitur tersebut membuat volume audio meningkat ketika mobil melaju lebih cepat dan mengecil ketika kendaraan berjalan pelan. Menurut reviewer, perubahan volumenya terasa terlalu mendadak.
Ia juga tidak menemukan pengaturan untuk menonaktifkan fitur tersebut pada menu suara yang diperiksa. Karena itu, reviewer berharap persoalan tersebut dapat diperbaiki melalui pembaruan perangkat lunak.
Kamera 360 derajat atau AVM turut tersedia dengan kualitas gambar yang dinilai cukup baik. Head unit juga menyediakan beberapa mode, termasuk pet mode yang memungkinkan kabin tetap sejuk ketika mobil diparkir.
Pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi My Wuling Plus untuk menyalakan pendingin kabin dari jarak jauh sebelum masuk ke kendaraan.
Fitur tersebut dinilai praktis ketika mobil terparkir di luar ruangan dalam kondisi cuaca panas. Pengguna dapat mengaktifkan AC lebih dahulu melalui ponsel agar kabin terasa lebih nyaman ketika digunakan.
Di bagian konsol tengah, tersedia ruang penyimpanan berukuran cukup besar. Mobil ini juga menyediakan soket 12 volt, USB-A, dan USB-C.
Pengoperasian kendaraan dibuat sederhana. Pengemudi cukup menginjak pedal rem untuk mengaktifkan mobil dan dapat langsung berkendara tanpa harus selalu menekan tombol start-stop secara manual.
Suspensi Belakang Menjadi Catatan Saat Berkendara
Ketika mulai dikendarai, reviewer langsung membandingkan karakter Eksion PHEV dengan Wuling Darion yang menggunakan platform serupa.
Menurut hasil pengujian tersebut, suspensi Eksion terasa sedikit lebih keras dibandingkan Darion. Suspensi depan dinilai cukup baik, tetapi bagian belakang justru menjadi catatan utama.
Ketika melewati polisi tidur atau lubang dengan kecepatan agak tinggi, bagian belakang terasa memantul cukup keras. Kondisi tersebut membuat perjalanan terasa kurang nyaman, terutama ketika melewati jalan bergelombang atau berkendara di jalan tol.
Reviewer menilai karakter kenyamanan yang sebelumnya ia rasakan pada beberapa model Wuling belum sepenuhnya ditemukan pada Eksion PHEV.
Karena itu, ia menyarankan agar pengaturan suspensi belakang menjadi salah satu bagian yang diperbaiki apabila mobil ini mendapatkan penyegaran atau facelift.
Di luar catatan tersebut, posisi duduk dinilai nyaman dan empuk. Visibilitas juga dianggap baik, sementara suara dari luar kabin relatif tidak terlalu mengganggu.
Handling mobil dinilai cukup baik untuk SUV keluarga. Bobot setir dan akurasinya juga mendapat penilaian positif, meskipun kendaraan ini bukan dirancang untuk memberikan sensasi berkendara sporty.
Performa Motor Listrik Terasa Kuat dan Responsif
Dari sisi performa, Eksion PHEV mendapat respons positif. Reviewer menyebut akselerasinya terasa seperti mobil listrik, bahkan ketika kendaraan sudah melaju hingga sekitar 100 km/jam, sistem masih dapat menggunakan tenaga listrik.
Namun, pengujian tersebut tidak menyertakan pengukuran akselerasi 0–100 km/jam. Karena itu, belum ada angka waktu akselerasi yang dapat dijadikan patokan dari video tersebut.
Ketika mode Sport diaktifkan, respons pedal gas terasa sangat sensitif. Sedikit injakan saja dapat menghasilkan dorongan yang cukup kuat sehingga reviewer lebih memilih menggunakan mode Eco atau Standard untuk penggunaan sehari-hari.
Karakter pedal rem juga mendapat catatan. Ketika diinjak perlahan, pengereman terasa aman. Namun, ketika pedal diinjak lebih dalam secara tiba-tiba, responsnya dinilai kurang bertahap.
Meski demikian, body roll ketika mobil berbelok masih dianggap cukup terkendali untuk kendaraan dengan bodi setinggi ini.
Reviewer menyimpulkan bahwa beberapa bagian masih membutuhkan penyempurnaan, terutama respons pedal gas, pedal rem, dan suspensi belakang.
Baca Juga: Toyota Veloz Hybrid vs BYD M6 DM: Beda Teknologi, Fitur, dan Kenyamanan Kabin
Jarak Tempuh Listrik, Konsumsi Bensin, dan ADAS
Pada kecepatan di atas 100 km/jam, reviewer juga menemukan suara gemuruh dari bagian depan kendaraan. Suaranya dinilai berbeda dari kebisingan ban biasa dan diduga berkaitan dengan suara angin atau karakter ban. Namun, penyebab pastinya belum dapat dipastikan.
Mengenai jarak tempuh, angka 125 kilometer yang disebutkan Wuling menggunakan metode pengujian CLTC. Reviewer mengingatkan bahwa angka tersebut tidak bisa langsung disamakan dengan hasil pengujian WLTP atau NEDC karena setiap metode memiliki kondisi pengujian berbeda.
Ia memperkirakan jarak tempuh berdasarkan WLTP dapat berada di sekitar 90 kilometer. Angka tersebut merupakan perkiraan reviewer, bukan hasil pengukuran langsung dalam pengujian video.
Menurutnya, penggunaan PHEV akan lebih menguntungkan apabila baterai rutin diisi untuk perjalanan dalam kota. Sementara itu, mesin bensin dapat dimanfaatkan ketika melakukan perjalanan luar kota atau ketika daya baterai tidak mencukupi.
Saat mesin bensin aktif, kendaraan tetap bekerja sebagai sistem hybrid. Dengan demikian, mobil tidak serta-merta berubah menjadi kendaraan bermesin bensin konvensional.
Wuling juga mengklaim jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 kilometer ketika baterai dan tangki bensin terisi penuh.
Fitur bantuan berkendara atau ADAS turut tersedia, termasuk adaptive cruise control dan lane keeping assist. Namun, beberapa fitur perlu diaktifkan terlebih dahulu melalui menu pengaturan kendaraan.
Setelah aktif, pengemudi dapat menggunakan cruise control dan bantuan penjagaan jalur ketika berkendara. Reviewer menilai sistem tersebut cukup membantu untuk perjalanan jarak jauh.
Meski begitu, ia menemukan satu kekurangan pada area kaki pengemudi. Tidak tersedia footrest yang memadai untuk kaki kiri ketika pengemudi menggunakan pedal gas dan rem dengan kaki kanan.
Transkrip pengujian berakhir ketika reviewer masih membahas posisi pedal, setir, dan ruang kaki pengemudi. Karena itu, belum ada kesimpulan akhir mengenai bagian tersebut dalam materi yang tersedia.
Poin Penting Wuling Eksion PHEV
-
Menggunakan teknologi plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin 1.500 cc dan motor listrik.
-
Mesin bensin menghasilkan tenaga 105 HP dan torsi 130 Nm.
-
Motor listrik menghasilkan tenaga 195 HP dan torsi 230 Nm.
-
Menggunakan transmisi DHT.
-
Jarak tempuh listrik diklaim mencapai 125 kilometer berdasarkan CLTC.
-
Jarak tempuh gabungan diklaim lebih dari 1.000 kilometer dengan baterai dan bensin penuh.
-
Memiliki konfigurasi tujuh penumpang dengan AC hingga baris ketiga.
-
Mendukung Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel.
-
Dilengkapi kamera 360 derajat, adaptive cruise control, dan lane keeping assist.
-
Catatan pengujian meliputi suspensi belakang yang terasa keras, respons pedal gas dan rem, serta pengaturan volume audio otomatis.
Insight Redaksi
Wuling Eksion PHEV menawarkan kombinasi menarik antara tenaga listrik, mesin bensin, dan kabin tujuh penumpang. Namun, angka jarak tempuh CLTC perlu dipahami sesuai metode pengujiannya. Catatan suspensi belakang dan respons pedal juga penting diperhatikan karena kenyamanan tetap menjadi faktor utama bagi SUV keluarga.
Informasi warga bisa jadi awal pengungkapan kasus, perkembangan daerah, hingga pengalaman penggunaan kendaraan yang bermanfaat bagi publik. Sampaikan informasi dan pengalaman yang relevan agar bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu Wuling Eksion PHEV?
Wuling Eksion PHEV merupakan SUV tujuh penumpang dengan teknologi plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Baterainya dapat diisi melalui sumber listrik.
2. Berapa tenaga motor listrik Wuling Eksion PHEV?
Motor listriknya menghasilkan tenaga 195 HP dengan torsi 230 Nm berdasarkan spesifikasi yang disebutkan dalam video.
3. Berapa jarak tempuh listrik Wuling Eksion PHEV?
Jarak tempuh listriknya diklaim mencapai 125 kilometer berdasarkan metode pengujian CLTC. Angka tersebut bukan hasil pengukuran WLTP.
4. Apakah Wuling Eksion PHEV memiliki tujuh tempat duduk?
Ya. Mobil ini memiliki konfigurasi tujuh penumpang dengan fasilitas AC hingga baris ketiga.
5. Apakah Wuling Eksion PHEV mendukung Apple CarPlay dan Android Auto?
Ya. Sistem hiburannya sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel.
6. Apa kekurangan Wuling Eksion PHEV berdasarkan pengujian?
Reviewer mencatat suspensi belakang terasa keras ketika melewati jalan tidak rata. Respons pedal gas dan rem serta pengaturan volume audio otomatis juga dinilai masih membutuhkan penyempurnaan.
7. Berapa jarak tempuh gabungan Wuling Eksion PHEV?
Wuling mengklaim jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 kilometer ketika baterai dan tangki bensin terisi penuh.
Editor : Arya Kusuma