Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Mitsubishi Xforce perlahan berubah dari SUV yang menuai kritik menjadi model yang makin diterima setelah mendapat fitur ADAS, panoramic roof, dan teknologi hybrid.
Balikpapan TV - Hai Ces! Mitsubishi punya satu identitas desain yang cukup mudah dikenali, yakni Dynamic Shield. Konsep ini mulai diperkenalkan Mitsubishi pada 2015 melalui Outlander facelift, sebelum semakin dikenal di Indonesia ketika diterapkan pada Xpander pada 2017.
Saat pertama hadir, Dynamic Shield menawarkan tampilan yang dianggap futuristik dengan garis-garis tegas. Desain seperti ini pun disebut cocok dengan selera pasar Indonesia yang kala itu cukup menyukai tampilan mobil yang tajam dan sporty.
Mitsubishi kemudian terus mengembangkan bahasa desain tersebut. Salah satu hasil pengembangannya hadir pada Xforce yang diperkenalkan pada 2023.
Namun, kehadiran Xforce tidak langsung diterima semua kalangan.
Xforce Sempat Mendapat Kritik
Ketika pertama diperkenalkan, desain Xforce mendapat sejumlah kritik. Ada yang menilai Mitsubishi mulai kehilangan ciri khasnya, sementara sebagian lainnya menganggap desain tersebut terlalu mengarah ke gaya mobil China.
Di sisi lain, perubahan desain tersebut merupakan bagian dari upaya Mitsubishi mengikuti perkembangan selera pasar.
Respons pasar terhadap Xforce pun cukup beragam. Berdasarkan data yang disebut dalam materi sumber, Xforce mencatat 1.078 SPK ketika diperkenalkan di GIIAS 2023. Pada November hingga Desember, penjualannya disebut mencapai sekitar 2.000 unit.
Namun, angka tersebut kemudian mengalami penurunan pada 2024. Penjualan disebut berada di kisaran 500–600 unit pada Januari hingga Februari, kemudian sekitar 80 unit pada Maret dan kembali berada di atas 400 unit pada April.
Kehadiran varian Ultimate DS pada November kemudian disebut mendorong penjualan sekitar 10–20 persen.
Memasuki 2025, penjualan Xforce dalam materi sumber disebut relatif stabil di sekitar 500 unit per bulan.
Baca Juga: Harley-Davidson Pan America 1250 Special 2026: Bukan Sekadar Harley, Ini Teknologi Adventure Touring
Fitur Jadi Salah Satu Titik Lemah Xforce
Salah satu kritik yang muncul bukan hanya soal desain. Xforce juga dinilai memiliki fitur yang belum cukup banyak untuk harga yang ditawarkan.
Mitsubishi kemudian merespons keluhan tersebut dengan menghadirkan Xforce Ultimate DS pada 2024.
Varian tersebut mendapatkan sejumlah fitur bantuan berkendara, termasuk Advanced Driver Assistance System (ADAS), adaptive cruise control dengan low speed follow, forward collision mitigation, dan blind spot warning.
Menurut materi sumber, penambahan fitur tersebut ikut mendorong kenaikan penjualan sekitar 10–20 persen.
Langkah ini menunjukkan bagaimana Mitsubishi mencoba menutup salah satu celah yang sebelumnya menjadi perhatian konsumen.
Xforce Hybrid Membawa Perubahan Baru
Perubahan yang lebih besar datang pada 2026 ketika Mitsubishi menghadirkan Xforce hybrid dengan panoramic roof.
Fitur panoramic roof menjadi salah satu tambahan yang cukup signifikan karena sebelumnya ketiadaan panoramic roof disebut sebagai salah satu kelemahan Xforce di mata sebagian konsumen.
Pada varian hybrid tersebut, panoramic roof juga sudah menggunakan mekanisme elektrik.
Selain menambah fitur, Mitsubishi juga disebut melakukan penyempurnaan pada sektor noise, vibration, dan harshness (NVH) untuk mengimbangi penggunaan atap kaca.
Material peredam suara ekstra tebal disebut digunakan pada area dashboard, door trim, panel pintu, hingga lantai kabin. Atap kaca yang digunakan juga disebut berupa frameless panoramic glass roof.
Namun, efektivitas peningkatan peredaman tersebut merupakan klaim yang berasal dari materi sumber dan tidak diuji secara langsung dalam transkrip.
Teknologi Hybrid Jadi Daya Tarik Baru
Selain panoramic roof, Xforce kini memiliki pilihan teknologi hybrid.
Dalam materi sumber, Xforce disebut menggunakan sistem full hybrid dengan motor listrik sebagai penggerak. Motor listrik tersebut diklaim menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi 255 Nm serta menggunakan baterai lithium-ion.
Sistem tersebut kemudian dibandingkan dalam materi dengan teknologi hybrid Honda dan Toyota. Narasi sumber menyebut sistem hybrid Xforce terasa responsif dengan tenaga yang datang secara instan.
Dengan hadirnya teknologi hybrid, Xforce tidak lagi hanya mengandalkan mesin konvensional untuk bersaing di segmennya.
Harga dan Diskon Ikut Memengaruhi Penjualan
Materi sumber juga menyebut harga Xforce berada di kisaran Rp300 jutaan hingga Rp400 jutaan lebih untuk varian tertinggi.
Namun, terdapat bagian transkrip yang menyebut angka harga secara tidak jelas, sehingga angka tersebut tidak bisa dipastikan lebih detail hanya berdasarkan sumber yang diberikan.
Selain harga, penjualan Xforce juga disebut sempat terdorong program diskon. Diskon hingga Rp85 juta disebut pernah diberikan, khususnya untuk varian non-hybrid.
Artinya, selain pembaruan produk, strategi harga juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan penjualan.
Destinator Ikut Membantu Penerimaan Desain Baru
Ada faktor lain yang disebut ikut memengaruhi penerimaan terhadap Xforce, yakni kehadiran Mitsubishi Destinator.
Desain Destinator dinilai memiliki sejumlah kemiripan dengan Xforce, terutama dalam penggunaan bahasa desain Dynamic Shield generasi terbaru.
Mitsubishi sendiri disebut membantah anggapan bahwa Destinator hanya merupakan Xforce dengan ukuran lebih besar. Namun, kehadiran Destinator yang disebut mendapat respons positif di pasar membuat desain Dynamic Shield terbaru semakin familiar bagi konsumen Indonesia.
Bahkan, desain serupa juga disebut mulai digunakan pada generasi terbaru Pajero.
Hal ini membuat bahasa desain baru Mitsubishi semakin sering terlihat di jalan dan berpotensi membantu masyarakat beradaptasi dengan tampilan tersebut.
Xforce Mulai Mendapat Momentum pada 2026
Berdasarkan angka yang disampaikan dalam materi sumber, penjualan Xforce pada Januari hingga Juni 2026 masih berada di kisaran 500 unit.
Perubahan disebut terjadi pada Juli ketika penjualan Xforce mencapai lebih dari 1.000 unit. Angka tersebut kemudian diklaim tetap bertahan hingga periode berikutnya.
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar.
Namun, angka penjualan dalam transkrip merupakan data yang disampaikan oleh pembuat video dan tidak disertai sumber data resmi dalam materi yang diberikan. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai data berdasarkan sumber video, bukan sebagai verifikasi independen BTV.
Baca Juga: 4 Bulan Pakai Honda Prelude Terbaru, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Persaingan dengan Honda HR-V
Dalam materi sumber, Xforce juga dibandingkan dengan Honda HR-V dan Suzuki Grand Vitara.
Untuk periode Juli–Agustus 2026, sumber menyebut Honda HR-V mencatat 4.224 unit, sementara Xforce disebut sekitar 2.500 unit dan Grand Vitara sekitar 500–600 unit.
Angka tersebut menunjukkan Xforce berada di bawah HR-V dalam perbandingan yang disampaikan sumber, tetapi masih memiliki ruang untuk bersaing di segmen yang sama.
Pembaruan fitur, teknologi hybrid, panoramic roof, serta semakin dikenalnya desain Dynamic Shield menjadi bagian dari perubahan yang dibawa Xforce.
Apakah Xforce Kini Lebih Mudah Diterima?
Perjalanan Xforce menunjukkan bahwa penerimaan sebuah desain tidak selalu berhenti pada kesan pertama.
Saat pertama hadir, desainnya memang mendapat kritik dari sebagian pihak. Namun, Mitsubishi kemudian melakukan sejumlah pembaruan yang menyasar keluhan konsumen, mulai dari penambahan ADAS hingga panoramic roof dan teknologi hybrid.
Di saat yang sama, model Mitsubishi lain seperti Destinator dan Pajero generasi terbaru turut membawa bahasa desain Dynamic Shield yang lebih modern.
Dengan begitu, Xforce tidak hanya mengandalkan perubahan tampilan. Mitsubishi juga berusaha menambah fitur dan teknologi agar produknya semakin sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar.
Poin Penting
-
Dynamic Shield mulai diperkenalkan Mitsubishi pada 2015 dan semakin dikenal di Indonesia melalui Xpander pada 2017.
-
Xforce diperkenalkan pada 2023 dan sempat mendapat kritik terkait desain serta kelengkapan fitur.
-
Varian Ultimate DS membawa sejumlah fitur ADAS pada 2024.
-
Xforce hybrid hadir pada 2026 dengan panoramic roof dan sistem full hybrid.
-
Materi sumber menyebut Xforce hybrid menggunakan motor listrik 116 PS dengan torsi 255 Nm.
-
Penjualan Xforce disebut meningkat hingga lebih dari 1.000 unit pada Juli 2026.
-
Kehadiran Destinator dan Pajero generasi terbaru ikut membawa bahasa desain Dynamic Shield modern.
Insight Redaksi
Perjalanan Xforce memperlihatkan bahwa penerimaan pasar bisa berubah ketika produsen tidak hanya mempertahankan desain, tetapi juga merespons keluhan konsumen melalui fitur dan teknologi. Di pasar Indonesia yang cepat berubah, pembaruan produk menjadi bagian penting agar sebuah model tetap relevan.
Kalau ikam lagi cari SUV Mitsubishi, cek dulu kebutuhan fitur, teknologi hybrid, dan harga aktualnya sebelum menentukan pilihan.
Bubuhan yang punya pandangan soal desain Xforce sekarang, boleh bagikan pengalaman dan pendapat ikam. Nah, menurut ikam, Dynamic Shield terbaru sudah makin cocok atau belum?
FAQ
1. Apa itu Dynamic Shield Mitsubishi?
Dynamic Shield merupakan konsep bahasa desain Mitsubishi yang menjadi salah satu ciri khas pada sejumlah kendaraan Mitsubishi.
2. Kapan Dynamic Shield mulai diperkenalkan?
Dalam materi sumber, Dynamic Shield mulai diperkenalkan pada 2015 melalui Outlander facelift.
3. Kapan Xforce diperkenalkan?
Xforce diperkenalkan Mitsubishi pada 2023.
4. Apa perubahan penting pada Xforce 2026?
Materi sumber menyoroti hadirnya varian hybrid dan panoramic roof sebagai dua pembaruan penting pada Xforce.
5. Berapa tenaga motor listrik Xforce hybrid?
Menurut materi sumber, motor listrik Xforce hybrid memiliki tenaga 116 PS dan torsi 255 Nm.
6. Apakah Xforce sudah memiliki ADAS?
Varian Ultimate DS yang disebut dalam materi sumber mendapatkan sejumlah fitur ADAS, termasuk adaptive cruise control dengan low speed follow, forward collision mitigation, dan blind spot warning.
Editor : Arya Kusuma