4 Bulan Pakai Honda Prelude Terbaru, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Riafandi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:20 WIB
Honda Prelude terbaru tawarkan desain sporty, hybrid efisien, handling, serta sejumlah kekurangan selama penggunaan (BTV/AI)
Honda Prelude terbaru tawarkan desain sporty, hybrid efisien, handling, serta sejumlah kekurangan selama penggunaan (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Honda Prelude terbaru telah digunakan selama empat bulan. Pengalaman pemilik menunjukkan perpaduan desain sporty, efisiensi hybrid, handling dan sejumlah kekurangan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Honda Prelude terbaru bukan sekadar nama lama yang kembali hadir. Setelah digunakan selama empat bulan, mobil coupe hybrid ini mulai menunjukkan seperti apa rasanya ketika berbagai keunggulan di atas kertas benar-benar dibawa ke penggunaan sehari-hari.

Dalam pengalaman pemilik yang dibagikan melalui sebuah video review, Honda Prelude terbaru mendapat sejumlah pujian, mulai dari desain, konsumsi bahan bakar, karakter tenaga, handling, hingga konektivitas. Namun, ada pula beberapa hal yang dianggap masih kurang, seperti tidak adanya wiper belakang, sunroof, pintu frameless, pilihan mesin yang terbatas, sampai pengoperasian transmisi dan sistem ADAS.

Menariknya, pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa daya tarik Prelude bukan hanya berasal dari performanya. Kelangkaan unit dan waktu tunggu yang panjang turut membuat mobil ini memiliki kesan eksklusif bagi pemiliknya.

Desain Jadi Daya Tarik Utama Honda Prelude

Hal pertama yang membuat pemilik jatuh hati adalah desain eksteriornya.

Honda Prelude terbaru tampil sebagai sedan coupe dengan garis bodi yang sporty tetapi tetap modern. Bagian belakang menjadi salah satu elemen yang paling mencolok karena lampu memanjang dari sisi kiri hingga kanan.

Desain tersebut dianggap berhasil memberikan kesan seperti mobil sport tanpa membuat tampilannya terlalu agresif.

Namun, desain yang menarik bukan berarti tanpa catatan.

Salah satu kekurangannya adalah tidak adanya wiper belakang. Bagi pemilik, keputusan tersebut memang mungkin berkaitan dengan estetika, tetapi dapat mengurangi kepraktisan ketika kaca belakang kotor akibat debu atau kondisi jalan.

Visibilitas ke belakang juga disebut tidak terlalu luas sehingga keberadaan wiper sebenarnya bisa membantu.

Selain itu, unit yang dibahas dalam video tidak dilengkapi spoiler belakang. Pemilik menilai spoiler bawaan Honda sebenarnya dapat memberikan karakter yang lebih sporty dan membuat bagian belakang tidak terlihat terlalu polos.

Baca Juga: Yamaha Ténéré 700 World Raid 2026, Adventure 700 Cc untuk Jalan Jauh

Bagasi Besar, tetapi Ruang Belakang Terbatas

Sebagai mobil coupe, Honda Prelude ternyata masih menawarkan sisi praktis.

Kapasitas bagasinya dinilai cukup besar. Ketika membutuhkan ruang tambahan, kursi belakang dapat dilipat sehingga menghasilkan area penyimpanan yang lebih panjang dan relatif rata.

Bagi mobil yang lebih sering digunakan berdua, konfigurasi tersebut membuat ruang belakang dapat dimanfaatkan untuk membawa barang dalam jumlah cukup banyak, termasuk ketika melakukan perjalanan beberapa hari.

Namun, kepraktisan tersebut tidak berlaku sepenuhnya untuk penumpang belakang.

Akses ke bangku belakang dianggap kurang praktis karena mekanisme kursinya tidak memungkinkan kursi langsung bergeser ke depan hanya dengan satu tarikan. Pengaturan kursi harus dilakukan melalui mekanisme terpisah.

Ruang belakangnya sendiri juga disebut cukup terbatas, terutama untuk area kaki dan kepala. Karakter 2+2 terasa cukup jelas pada bagian ini.

Flush Door Handle Terlihat Modern

Honda Prelude terbaru juga mendapatkan apresiasi karena menggunakan flush door handle.

Gagang pintu yang rata dengan bodi membuat desain terlihat lebih bersih dan futuristis. Sistem walkaway lock juga membuat mobil dapat mengunci secara otomatis ketika pemilik menjauh.

Ketika mendekati mobil, sistem tersebut juga memungkinkan akses dilakukan secara otomatis.

Tetapi lagi-lagi ada kompromi desain.

Pintu Prelude tidak menggunakan desain frameless. Bagi pemilik, pintu tanpa bingkai akan membuat karakter coupe ini terlihat lebih sporty dan premium.

Hal tersebut memang bersifat preferensi desain, tetapi menjadi salah satu detail yang cukup terasa pada mobil dengan bentuk seperti Prelude.

Mesin Hybrid 2.0 Liter Hanya Punya Satu Pilihan

Salah satu hal yang dianggap menarik sekaligus menjadi kekurangan adalah pilihan penggeraknya.

Honda Prelude terbaru yang dibahas menggunakan mesin 2.0 liter hybrid dan hanya tersedia dalam satu pilihan penggerak.

Menurut pemilik, kondisi tersebut berbeda dari sejarah Prelude generasi sebelumnya yang memiliki lebih dari satu pilihan mesin pada sejumlah generasi.

Karena hanya tersedia satu penggerak, konsumen tidak memiliki banyak pilihan karakter mesin atau trim untuk disesuaikan dengan kebutuhan.

Harapan terhadap kemungkinan hadirnya varian lain, termasuk mesin berkarakter lebih performa, masih sebatas keinginan pribadi pemilik dan bukan informasi mengenai rencana Honda.

Honda Prelude hybrid unggulkan konsumsi BBM hingga 30 km/l dan respons tenaga seperti mobil listrik (BTV/AI)
Honda Prelude hybrid unggulkan konsumsi BBM hingga 30 km/l dan respons tenaga seperti mobil listrik (BTV/AI)

Konsumsi BBM Jadi Salah Satu Keunggulan

Masuk ke penggunaan sehari-hari, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu hal yang paling disukai.

Mobil tersebut disebut sering digunakan dalam aktivitas harian, termasuk menghadapi lalu lintas padat Jakarta. Bahkan ketika mobil cukup sering digunakan untuk menunggu dalam waktu lama, catatan konsumsi pada 600 kilometer terakhir masih berada di atas 21 km/l.

Pada perjalanan dengan kondisi jalan yang lebih lancar, konsumsi disebut dapat mendekati 30 km/l.

Angka tersebut merupakan catatan dari penggunaan mobil yang disampaikan pemilik dalam video, bukan angka pengujian laboratorium.

Salah satu faktor yang dianggap berpengaruh adalah sistem hybrid Honda Prelude. Motor listrik disebut lebih dominan dalam memberikan tenaga, sementara mesin bensin dalam banyak kondisi berperan untuk membantu sistem hybrid.

Karakter Tenaga Seperti Mobil Listrik

Meski mengutamakan efisiensi, Honda Prelude terbaru tetap memberikan karakter tenaga yang menyenangkan.

Respons motor listrik membuat akselerasi pada kecepatan rendah terasa spontan. Bahkan ketika berada di mode Comfort dan melaju sekitar 30–40 km/jam, injakan pedal gas langsung menghasilkan respons yang terasa.

Karakter tersebut berbeda dari mobil sport yang memberikan ledakan tenaga besar. Prelude justru menawarkan tenaga yang lebih halus tetapi tetap responsif.

Pemilik juga menyebut hasil pengujian pihak lain yang mencatat akselerasi 0–100 km/jam di kisaran tujuh detik. Angka tersebut tidak berasal dari pengukuran pribadi dalam video, sehingga perlu dibaca sebagai referensi dari pengujian lain.

Menariknya, mode S+ menghadirkan simulasi perpindahan gigi. Sistem tersebut membuat pengalaman berkendara terasa lebih menyerupai mobil sport konvensional.

Simulasi tersebut bahkan menggunakan suara dan respons mesin asli, bukan sekadar suara buatan. Konsekuensinya, penggunaan mode tersebut dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi.

Tombol Transmisi Dinilai Kurang Natural

Di balik karakter berkendara yang menyenangkan, pengoperasian transmisi menjadi salah satu bagian yang tidak disukai.

Honda Prelude menggunakan tombol untuk memilih posisi transmisi. Bagi pemilik, sistem tersebut memang terlihat modern, tetapi terasa kurang intuitif dibandingkan tuas transmisi konvensional.

Posisi D, R dan fungsi lainnya harus dioperasikan melalui tombol, sehingga membutuhkan adaptasi.

Kritik tersebut sepenuhnya berkaitan dengan pengalaman penggunaan pribadi. Bagi pengguna lain, model pengoperasian digital tersebut bisa saja terasa praktis setelah terbiasa.

Handling Tetap Menjadi Nilai Penting

Karakter Honda Prelude tidak berhenti pada efisiensi dan tenaga hybrid.

Handling juga menjadi salah satu bagian yang mendapat pujian. Dalam video tersebut disebutkan bahwa kaki-kaki Prelude mengambil basis dari Honda Civic Type R FL5.

Meski demikian, karakter Prelude dirasakan lebih nyaman dibandingkan Civic Type R FL5.

Pengendaliannya memang tidak dianggap setajam Civic Type R, tetapi tetap memberikan rasa presisi dan keseimbangan.

Karakter tersebut justru dianggap membuat Prelude lebih natural dan forgiving ketika dikendarai. Mobil tidak terasa terlalu sensitif ketika memasuki tikungan, tetapi tetap memberikan respons yang meyakinkan.

Baca Juga: Lexus IS Terbaru: Desain Makin Berani, tapi Karakternya Tetap Nyaman

Rem Parkir Masih Harus Diaktifkan Manual

Salah satu kritik lain muncul ketika mobil diparkir.

Ketika posisi transmisi dipindahkan ke P, rem parkir tidak secara otomatis aktif. Pemilik harus mengaktifkan rem parkir secara terpisah.

Hal tersebut menjadi perhatian terutama ketika mobil berhenti di permukaan menanjak atau menurun.

Menurut pemilik, sistem seperti ini sebenarnya dapat dibuat lebih praktis karena transmisi dan rem parkir sudah menggunakan sistem elektronik. Namun, pada unit yang digunakan, pemilihan P dan aktivasi rem parkir tetap merupakan dua tindakan berbeda.

Audio Bose dan Konektivitas Jadi Nilai Tambah

Untuk sistem hiburan, Honda Prelude terbaru menggunakan audio Bose.

Bagi pemilik, kualitas audio standarnya sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Sistem tersebut juga menambah kesan premium pada interior.

Konektivitas menjadi keunggulan lain.

Mobil memiliki koneksi internet bawaan yang memungkinkan penggunaan Google Assistant dan Google Maps tanpa harus selalu mengandalkan Apple CarPlay atau Android Auto.

Kehadiran Honda Connect juga memungkinkan pemilik terhubung dengan kendaraan melalui smartphone.

Dalam video tersebut, fitur yang disebut antara lain memantau kondisi kendaraan, membuka kunci dari jarak jauh, menyalakan kendaraan dari jarak jauh, hingga menggunakan fitur digital key dengan mekanisme izin kepada pengguna lain.

Sistem ADAS Masih Punya Batasan

Honda Prelude terbaru juga sudah dibekali sistem bantuan pengemudi atau ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control dan Lane Keep Assist.

Namun, pengalaman penggunaan menunjukkan adanya batasan pada Lane Keep Assist.

Menurut pemilik, sistem tersebut tidak bekerja ketika kecepatan berada di bawah 70 km/jam. Ketika kecepatan turun hingga batas tersebut, fitur dapat berhenti bekerja secara otomatis.

Hal ini membuat Lane Keep Assist dianggap kurang membantu ketika kendaraan menghadapi kondisi lalu lintas dengan kecepatan rendah.

Sebaliknya, Adaptive Cruise Control masih dapat digunakan dalam kondisi kemacetan.

Perbedaan kemampuan kedua fitur tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan calon pengguna, terutama jika fitur bantuan pengemudi menjadi pertimbangan penting.

Tidak Ada Sunroof, Padahal Jadi Ciri Prelude Lama

Ketiadaan sunroof juga menjadi salah satu kekurangan yang disoroti.

Pemilik mengakui bahwa sunroof mungkin tidak terlalu sering digunakan di Indonesia karena kondisi cuaca yang panas. Namun, bagi sebuah coupe seperti Prelude, sunroof dianggap bukan sekadar fitur tambahan, tetapi juga bagian dari karakter dan pengalaman memiliki mobil.

Apalagi menurut pemilik, Prelude generasi sebelumnya memiliki sunroof sehingga absennya fitur tersebut pada generasi terbaru terasa cukup berbeda.

Kelangkaan Unit Membuat Prelude Terasa Eksklusif

Salah satu aspek yang tidak berkaitan langsung dengan teknologi atau kemampuan berkendara justru menjadi bagian menarik dari pengalaman memiliki Prelude.

Mobil ini masih relatif sulit didapatkan dan waktu tunggunya panjang. Kondisi tersebut membuat unit Prelude belum banyak terlihat di jalan.

Bagi konsumen yang harus menunggu, kondisi ini tentu menjadi tantangan. Namun, bagi pemilik yang sudah menerima unit, kelangkaan tersebut justru menciptakan kesan eksklusif.

Pemilik juga menilai dukungan jaringan after-sales Honda menjadi salah satu keuntungan karena mobil yang tidak banyak ditemui tersebut tetap berasal dari merek dengan jaringan layanan yang luas.

Eksklusivitas tersebut tentu dapat berubah seiring bertambahnya jumlah unit yang beredar.

Honda Prelude Terbaru Bukan Mobil yang Sempurna

Setelah empat bulan digunakan, Honda Prelude terbaru memperlihatkan karakter yang cukup jelas.

Desain menjadi salah satu kekuatan utama, sementara kepraktisan bagasi membuat karakter coupe-nya tidak sepenuhnya mengorbankan fungsi. Sistem hybrid juga memberikan kombinasi antara efisiensi dan respons tenaga yang menarik.

Handling menjadi bagian lain yang menonjol. Mobil tetap membawa karakter sporty, tetapi dengan rasa berkendara yang lebih nyaman dan tidak terlalu agresif.

Di sisi lain, ada sejumlah kompromi yang perlu diperhatikan. Tidak adanya wiper belakang, spoiler, sunroof dan pintu frameless menjadi catatan dari sisi desain serta kelengkapan. Pilihan mesin yang hanya satu, tombol transmisi, rem parkir yang tidak otomatis aktif ketika memilih P, tampilan instrumen yang kurang variatif, serta keterbatasan Lane Keep Assist juga menjadi bagian dari pengalaman pemilik.

Pada akhirnya, pengalaman empat bulan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Honda Prelude bukan hanya terletak pada angka performa atau nama besarnya.

Mobil ini menawarkan perpaduan desain coupe, teknologi hybrid, efisiensi dan karakter handling yang berbeda dari kebanyakan mobil harian. Tetapi, beberapa keputusan desain dan teknologi juga membuat calon pemilik perlu memahami karakter mobilnya sebelum menentukan pilihan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Honda Prelude terbaru menunjukkan bagaimana sebuah mobil coupe dapat mencoba menggabungkan karakter sporty dengan efisiensi hybrid. Pengalaman pemilik selama empat bulan juga memperlihatkan bahwa teknologi dan desain tidak selalu menghasilkan pengalaman yang sempurna di setiap sisi.

Yang menarik, justru detail-detail kecil seperti mekanisme transmisi, rem parkir, ruang belakang dan fitur ADAS dapat memengaruhi pengalaman sehari-hari sama besar dengan tenaga atau desain.

Bagi calon pengguna, memahami karakter tersebut menjadi bagian penting sebelum melihat Prelude hanya dari sisi tampilan dan nama besar yang dibawanya.

Honda Prelude terbaru hadir dengan identitas yang cukup berbeda: tetap membawa karakter coupe dan DNA sporty, tetapi dikombinasikan dengan sistem hybrid serta teknologi modern.

Pengalaman empat bulan pemilik memperlihatkan bahwa mobil ini punya banyak hal menarik, tetapi juga menyisakan sejumlah kompromi yang mungkin terasa berbeda bagi setiap pengguna.

Nah, Ces, dari desain, efisiensi, handling sampai fitur teknologinya, semuanya kembali pada kebutuhan dan kebiasaan masing-masing pengemudi. Yang jelas, Prelude terbaru tidak hanya menawarkan sebuah nama lama yang kembali, tetapi juga pengalaman baru dengan karakter yang tidak sepenuhnya sama dengan generasi sebelumnya.

FAQ

1. Apakah Honda Prelude terbaru menggunakan mesin hybrid?

Ya. Dalam review tersebut, Honda Prelude terbaru menggunakan mesin 2.0 liter hybrid dengan motor listrik sebagai bagian penting dari sistem penggeraknya.

2. Berapa konsumsi BBM Honda Prelude terbaru?

Dalam pengalaman pemilik, catatan 600 kilometer terakhir berada di atas 21 km/l. Pada perjalanan dengan kondisi jalan lebih lancar, konsumsi disebut dapat mendekati 30 km/l.

3. Apakah Honda Prelude terbaru memiliki sunroof?

Dalam unit yang dibahas pada video, Honda Prelude terbaru tidak memiliki sunroof.

4. Apakah Honda Prelude terbaru memiliki wiper belakang?

Menurut review tersebut, tidak ada wiper belakang pada Honda Prelude terbaru yang digunakan.

5. Bagaimana handling Honda Prelude terbaru?

Handling dinilai presisi, seimbang dan lebih nyaman dibandingkan Civic Type R FL5, meskipun karakter pengendaliannya tidak setajam Civic Type R.

6. Apakah Honda Prelude terbaru memiliki Adaptive Cruise Control?

Ya. Review tersebut menyebut Prelude memiliki Adaptive Cruise Control dan Lane Keep Assist.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Honda Prelude honda otomotif Mobil hybrid