Suzuki S-Presso Arafah Rianti Dimodifikasi Total, Fitur Harian Ikut Naik Kelas

Nasya Syafira • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 22:47 WIB
Suzuki S-Presso Arafah Rianti tampil dengan body kit baru dan perangkat teknologi tambahan untuk kebutuhan berkendara harian.
Suzuki S-Presso Arafah Rianti tampil dengan body kit baru dan perangkat teknologi tambahan untuk kebutuhan berkendara harian.

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Suzuki S-Presso Arafah Rianti mendapat ubahan eksterior, interior, TPMS, dashcam, hingga perangkat pendukung berkendara harian.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Suzuki S-Presso milik Arafah Rianti tampil berbeda setelah mendapat modifikasi eksterior, interior, serta tambahan perangkat teknologi untuk kebutuhan berkendara harian.

Perubahan tersebut bukan cuma soal tampilan. Sejumlah perangkat justru diarahkan untuk membuat mobil mungil ini terasa lebih fungsional saat digunakan di kawasan perkotaan, Ces!

Apa saja yang berubah pada Suzuki S-Presso Arafah?

Modifikasi S-Presso milik Arafah dilakukan cukup menyeluruh. Dari bagian depan sampai kabin, sejumlah komponen bawaan diganti atau ditambahkan.

  1. Body kit GH Style Jo Jimnyo
    Bagian muka dibuat lebih kotak dengan penggantian fender samping, grille, bumper, dan tambahan overfender.

  2. Lampu bergaya rally
    Lampu depan dibuat berbentuk bulat dengan identitas Suzuki, kemudian ditambah lampu rally IPF dari Asco Motorsport.

  3. Pelek TBW dan ban BFG
    Mobil menggunakan pelek produksi Gofar Hilman, TBW atau Turbo Bizard Wheel, dengan ban BFG Advantage Touring berukuran 195/65 R15.

  4. Side skirt dan bagian belakang
    Side skirt ikut diganti, sementara sektor belakang disesuaikan agar tampilan keseluruhan terlihat lebih solid.

  5. Interior kombinasi fabric dan microfiber
    Jok serta bagian interior menggunakan fabric construction dan Vision Leather berbahan microfiber yang dipilih untuk memberikan permukaan lebih nyaman di kulit.

  6. Teknologi tambahan di kabin
    Head unit Mirai S-Series terhubung dengan TPMS, sedangkan dashcam Asuka/Mirai MV 240D merekam area depan dan belakang.

Dari daftar tersebut terlihat bahwa konsep modifikasinya tidak berhenti pada kosmetik. Ada kombinasi antara karakter visual dan perangkat yang memang digunakan selama mobil berjalan.

Baca Juga: Geely EX2 Diajak Jakarta-Surabaya: City Car Listrik Ternyata Bisa Road Trip

Mengapa S-Presso tetap cocok setelah dimodifikasi?

Ukuran menjadi salah satu alasan Arafah mempertahankan S-Presso untuk aktivitas perkotaan. Mobil ini memiliki dimensi 3.565 mm x 1.520 mm x 1.565 mm dengan radius putar 5,5 meter.

Karakter tersebut membuat S-Presso tetap relevan untuk lingkungan dengan ruang parkir terbatas. Suzuki juga mencatat ground clearance 180 mm, sehingga mobil tidak sekadar mengandalkan bodi mungil untuk kebutuhan mobilitas kota.

Di balik kap mesin terdapat mesin K10C tiga silinder berkapasitas 998 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 49 kW atau sekitar 66 hp dan torsi 89 Nm, dengan pilihan transmisi manual lima percepatan serta Auto Gear Shift.

Kombinasi ukuran kompak dan mesin 1.0 liter juga berkaitan dengan penggunaan sehari-hari. Suzuki menyebut konsumsi bahan bakar S-Presso dapat mencapai 21 km per liter dalam kondisi tertentu, sedangkan tangkinya berkapasitas 27 liter.

Itulah konteks yang membuat modifikasi S-Presso Arafah menarik. Basis mobilnya tetap diarahkan untuk mobilitas kota, sementara tampilan dan perangkat kabin dibuat mengikuti kebutuhan pemilik.

TPMS dan dashcam, apa manfaatnya saat berkendara?

Salah satu tambahan yang menarik berada di balik layar head unit. Mirai S-Series pada mobil Arafah terhubung dengan TPMS atau Tire Pressure Monitoring System.

TPMS digunakan untuk memantau tekanan dan suhu ban. Informasi tersebut dapat membantu pengemudi mengetahui kondisi ban tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan secara manual.

Bagi mobil yang sudah memakai pelek dan ban berukuran berbeda dari standar tertentu, pemantauan kondisi ban menjadi bagian yang tidak kalah penting dari urusan penampilan.

Perangkat lain adalah dashcam Asuka atau Mirai MV 240D yang dipasang untuk merekam area depan dan belakang kendaraan. Dalam video, perangkat ini juga disebut dapat mendeteksi benturan dan mencatat titik koordinat lokasi kejadian secara otomatis.

Fungsi seperti ini memberi nilai praktis karena rekaman perjalanan dapat menjadi dokumentasi ketika terjadi insiden. Namun, dashcam tetap merupakan perangkat pendukung dan bukan pengganti kewaspadaan pengemudi maupun bukti tunggal untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Interior S-Presso ikut berubah, tetapi tidak kehilangan fungsi harian

Masuk ke kabin, perubahan paling terasa berada pada material jok dan pelapis interior. Feri dari Ferrari Cibubur/Ergolux menjelaskan penggunaan fabric construction yang kemudian diaplikasikan pada interior mobil.

Material tersebut dipadukan dengan Vision Leather berbahan microfiber. Dalam video, bahan itu dipilih karena permukaannya dinilai nyaman dan terasa adem ketika bersentuhan dengan kulit.

Biaya pengerjaan interior yang dijelaskan dalam video berada pada kisaran Rp5 juta sampai Rp10 jutaan, bergantung pada kebutuhan material dan kombinasi yang dipilih.

Proses pengerjaannya disebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Durasi tersebut menunjukkan bahwa modifikasi interior bukan sekadar mengganti sarung jok, tetapi membutuhkan pengerjaan khusus sesuai konsep kabin.

Sementara itu, sektor eksterior memakai pendekatan berbeda. Body kit, overfender, grille, bumper, lampu, side skirt, pelek, hingga ban diarahkan untuk mengubah karakter visual S-Presso secara signifikan.

Hasil akhirnya membuat mobil kecil tersebut memiliki tampilan lebih berisi tanpa mengubah alasan utama Arafah memilihnya sebagai kendaraan harian.

Baca Juga: Lexus RX300 2019 Bekas: Mewah dan Awet, Tapi Fitur Mulai Ketinggalan

Modifikasi mahal bukan berarti semua komponen harus diganti

Salah satu bagian menarik dari percakapan Gofar Hilman dan Arafah justru muncul ketika membahas komponen sederhana.

Arafah sempat menanyakan wiper belakang. S-Presso memang tidak menggunakan wiper belakang dan mengandalkan defogger berupa pemanas pada kaca untuk membantu mengurangi embun.

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa modifikasi tidak selalu berarti mengganti seluruh komponen kendaraan. Beberapa fitur bawaan memang sudah dirancang sesuai konstruksi dan kebutuhan kendaraan.

Hal yang sama terlihat dari pilihan ban. Gofar menjelaskan BFG Advantage Touring berukuran 195/65 R15 dipilih untuk penggunaan harian, dengan pertimbangan sidewall yang tebal dan karakter yang dinilai nyaman.

Pada akhirnya, konsep modifikasi menjadi persoalan keseimbangan. Tampilan dapat dibuat lebih agresif, tetapi fungsi dasar seperti kenyamanan, pemantauan ban, visibilitas, dan kemudahan penggunaan tetap perlu diperhatikan.

Bagi pemilik mobil perkotaan, pendekatan tersebut cukup masuk akal. Modifikasi yang menarik bukan hanya soal mobil terlihat berbeda, tetapi juga bagaimana perubahan itu tetap mendukung aktivitas sehari-hari.

S-Presso Arafah akan dibawa ke IMX 2026

Mobil S-Presso milik Arafah juga disiapkan untuk tampil di Indonesia Modification & Lifestyle Expo atau IMX 2026.

IMX 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Hall 1, 2, dan 3 ICE BSD, Tangerang, dengan tema “Next Gen Culture”.

Kehadiran S-Presso tersebut memperlihatkan bagaimana mobil berukuran kecil bisa menjadi media personalisasi. Basis kendaraan yang sederhana dapat dikembangkan melalui desain eksterior, material kabin, hingga perangkat elektronik tambahan.

Di sisi lain, pemilik tetap perlu memahami batas setiap modifikasi. Perubahan ukuran roda, material interior, lampu, atau perangkat tambahan sebaiknya mempertimbangkan kompatibilitas, keselamatan, kenyamanan, serta aturan kendaraan yang berlaku.

Dengan begitu, modifikasi tidak berhenti sebagai pajangan. Mobil tetap punya fungsi utama sebagai kendaraan yang digunakan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Baca Juga: SUV Turbo Rp377 Juta Hadir Dengan Mesin Bensin Konvensional di Tengah Tren Mobil Listrik

Poin Penting

Insight Redaksi

Modifikasi S-Presso Arafah menunjukkan bahwa mobil kecil tidak harus kehilangan fungsi ketika tampil personal. Teknologi seperti TPMS dan dashcam justru membuat ubahan terasa relevan untuk harian. Buat pengguna kota, gaya boleh beda, tetapi fungsi tetap nomor satu. Di Balikpapan, konsep seperti ini juga menarik karena ruang parkir dan mobilitas harian punya tantangan sendiri, Ces.

Kalau mau modifikasi, tentukan kebutuhan utama lebih dulu supaya tampilan, kenyamanan, dan fungsi mobil tetap seimbang.

Kalau artikel ini berguna, bagikan ke teman yang lagi kepikiran memodifikasi mobil mungil tanpa mengorbankan fungsi hariannya.

Pantau terus kabar otomotif, teknologi, dan tren modifikasi terbaru hanya di Balikpapan TV. Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa saja perubahan utama pada S-Presso Arafah Rianti?

Perubahan mencakup body kit, grille, bumper, fender, overfender, lampu, side skirt, pelek, ban, interior, head unit, TPMS, dan dashcam.

2. Ban apa yang digunakan pada mobil tersebut?

Mobil menggunakan BFG Advantage Touring berukuran 195/65 R15 dengan pelek TBW atau Turbo Bizard Wheel.

3. Berapa biaya modifikasi interiornya?

Dalam video, biaya interior disebut berada pada kisaran Rp5 juta sampai Rp10 jutaan, tergantung material dan kebutuhan pengerjaan.

4. Apa fungsi TPMS pada S-Presso?

TPMS atau Tire Pressure Monitoring System digunakan untuk memantau tekanan dan suhu ban melalui sistem yang terhubung dengan perangkat kendaraan.

5. Apa fungsi dashcam Mirai MV 240D?

Perangkat tersebut merekam bagian depan dan belakang kendaraan serta disebut dapat mendeteksi benturan dan mencatat koordinat lokasi kejadian.

6. Kapan S-Presso Arafah dijadwalkan tampil di IMX 2026?

Mobil tersebut disiapkan untuk tampil pada IMX 2026 yang berlangsung 9–11 Oktober 2026 di ICE BSD.

Sumber Informasi: Video kanal YouTube Gofar Hilman, “Suzuki S-Presso Terganteng se-Depok #SEKUTOMOTIF”, serta informasi spesifikasi Suzuki S-Presso dari Suzuki Indonesia dan jadwal IMX 2026 dari penyelenggara.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Teknologi Otomotif Suzuki S-Presso Arafah Rianti modifikasi mobil