GWM Wey G9 High4, MPV Premium Plug-in Hybrid 442 PS dengan Baterai 44 kWh

Riafandi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:28 WIB
GWM Wey G9 High4 hadir sebagai MPV premium plug-in hybrid dengan AWD dan tenaga 442 PS (BTV/AI)
GWM Wey G9 High4 hadir sebagai MPV premium plug-in hybrid dengan AWD dan tenaga 442 PS (BTV/AI)

Durasi Baca: 9 Menit

Ikhtisar: GWM Wey G9 High4 menawarkan MPV premium plug-in hybrid dengan tenaga 442 PS, AWD, baterai 44 kWh, dan kabin mewah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bubuhan yang selama ini mengira GWM cuma punya SUV Tank atau mobil listrik Ora, ternyata ada satu subbrand premium yang membawa MPV electrified.Namanya Wey G9 High4.

Menariknya, mobil ini bukan EV murni. GWM membekalinya dengan sistem plug-in hybrid, jadi bisa dicas sekaligus tetap mengandalkan bensin ketika dibutuhkan.

Nah, seperti apa isi dan kemampuan MPV premium ini? Yuk kita lihat.

Subbrand Premium GWM

Wey merupakan salah satu subbrand GWM yang diarahkan ke kendaraan premium. Jika Tank bermain di SUV off-road, Ora di kendaraan listrik, dan Haval di crossover perkotaan, Wey membawa karakter kendaraan yang lebih mewah.

G9 High4 sendiri merupakan MPV electrified yang menawarkan konfigurasi penggerak AWD.

Baca Juga: Rolls-Royce Sweptail: Ketika Mobil Mewah Dibuat Seperti Kapal Pesiar Darat

Eksterior dan Roda

Dari depan, G9 High4 membawa grille bergaya waterfall yang menjadi salah satu ciri desainnya.

Ada pula aksesoris di bagian depan yang menurut reviewer mengingatkan pada Toyota Alphard atau Vellfire generasi lama. Fungsi detail tersebut disebut kemungkinan berkaitan dengan aerodinamika atau NVH, meski dalam video tidak dipastikan.

Bodinya terlihat besar dan menggunakan pelek 18 inci dengan ban 245/50 R18. Karena ukuran bodinya besar, pelek 18 inci justru terlihat relatif kecil.

Reviewer juga menilai desainnya masih memiliki kemiripan dengan sejumlah MPV premium China lainnya.

GWM Wey G9 High4 dibekali pintu geser elektrik, kamera 360 derajat, dan jok baris ketiga fleksibel (BTV/AI)
GWM Wey G9 High4 dibekali pintu geser elektrik, kamera 360 derajat, dan jok baris ketiga fleksibel (BTV/AI)

Fitur Eksterior dan Pintu Geser

G9 High4 sudah dibekali kamera 360 derajat. Namun, pintu depan masih menggunakan mekanisme biasa sehingga tidak memiliki soft closing.

Sementara itu, sebagai MPV premium, pintu gesernya sudah otomatis. Pintu dapat dibuka dan ditutup secara elektrik.

Secara kelas, mobil ini disebut berada di area persaingan MPV premium China seperti Denza D9 dan X9.

Bedanya, G9 High4 masih menggunakan sistem elektrifikasi yang memungkinkan mobil mengonsumsi bensin.

Bagasi dan Fleksibilitas Jok Baris Ketiga

Bagian belakang memiliki pintu bagasi berukuran besar. Kapasitasnya disebut masih berada pada kisaran yang umum untuk MPV premium tiga baris.

Jok baris ketiga dapat digeser menggunakan tuas. Bahkan terdapat mekanisme yang memungkinkan jok dilipat sehingga ruang bagasi bisa diperbesar.

Di bawah lantai bagasi terdapat aki serta controller untuk sistem hybrid.

Pada bagian atas pintu bagasi tersedia kompartemen untuk segitiga darurat sekaligus mekanisme pembukaan manual jika terjadi kondisi tertentu.

Menariknya, wiper belakang tersembunyi di bagian atas seperti desain yang ditemukan pada sejumlah SUV premium.

Plug-in Hybrid dengan Baterai 44 kWh

G9 High4 merupakan plug-in hybrid. Artinya, mobil bisa diisi bensin sekaligus dicas menggunakan sumber listrik eksternal.

Menurut video, pengisian menggunakan wall charger membutuhkan sekitar 4–5 jam atau lebih, sedangkan DC fast charging disebut dapat mencapai 80 persen dalam sekitar 30 menit.

Sistemnya menggunakan baterai berkapasitas sekitar 44 kWh.

G9 High4 tersedia dalam dua pilihan sistem elektrifikasi:

Untuk versi hybrid biasa, mesin yang digunakan disebut 2.000 cc turbo dengan tambahan motor hybrid.

Kedua versi sama-sama menggunakan sistem AWD.

Klaim Jarak Tempuh hingga 1.000 Km Lebih

Untuk versi hybrid biasa, jarak tempuh dengan tangki bensin penuh disebut berada di kisaran 800–900 km.

Sementara versi plug-in hybrid diklaim GWM mampu menempuh lebih dari 1.000 km ketika bensin dan baterai sama-sama penuh.

Bahkan, menurut klaim yang disampaikan dalam video, baterai 44 kWh dapat memberikan jarak tempuh hingga sekitar 170 km hanya menggunakan tenaga baterai.

Jika angka tersebut sesuai kondisi penggunaan nyata, mobil ini memungkinkan penggunaan harian di dalam kota dengan lebih sedikit ketergantungan pada bensin.

Interior: Mewah, tapi Ada Detail yang Dipertanyakan

Masuk ke kabin, G9 High4 menawarkan material kulit, panel bernuansa kayu, serta berbagai trim yang memberikan kesan premium.

Namun, desain setir dianggap kurang menyatu dengan konsep kemewahan yang ditawarkan.

Fitur kabinnya cukup lengkap. Ada sunroof depan dan bagian belakang, tombol fisik untuk sejumlah fungsi AC, kamera 360 derajat, serta wireless charging dengan pendingin.

Tersedia pula area untuk meletakkan smartphone dan jalur kabel menuju port USB.

Baca Juga: BMW 330i M Sport Pro Menarik untuk Penggemar Driving Experience? Bukan Sekadar Sedan Kencang

Kursi Depan dengan Fitur Lengkap

Posisi duduk pengemudi dibuat cukup tinggi, bahkan terasa seperti SUV. Setir dapat diatur tilt dan telescopic.

Kedua jok depan sudah elektrik serta memiliki lumbar support.

Fitur kenyamanannya juga mencakup ventilated seat dan fungsi pijat.

Namun, fungsi pijat tidak tersedia pada jok penumpang depan. Dalam video, fitur tersebut tersedia untuk jok pengemudi dan jok baris kedua.

Reviewer menilai pembagian fitur tersebut cukup janggal untuk sebuah MPV premium.

Kedap Kabin dan Kulkas

Sejumlah fungsi seperti pelipatan spion masih menggunakan tombol fisik.

Kaca depan menggunakan double glazing, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kekedapan kabin.

Di bagian tengah terdapat ruang penyimpanan yang relatif dangkal karena bagian bawahnya digunakan untuk kulkas.

Kulkas tersebut disebut dapat digunakan untuk mendinginkan maupun menghangatkan makanan atau minuman, dengan rentang suhu sekitar 0–50 derajat Celsius menurut video.

Spion tengah juga dapat berubah menjadi tampilan kamera. Fitur ini berguna ketika pandangan ke belakang terhalang penumpang atau barang.

Layar Tengah dan Sistem Infotainment

Layar tengah menyediakan berbagai menu untuk mengatur kendaraan, mulai dari memory seat, regenerative braking, spion, drive mode, hingga energy flow.

Reviewer menilai respons layar masih sedikit patah-patah dan tidak seresponsif X9.

Namun, untuk penggunaan sehari-hari, performanya disebut masih dapat diterima.

Tersedia pula berbagai mode seperti:

Sistem AC sudah menggunakan dual-zone climate control.

Mode EV dan Hybrid

Sejumlah fungsi kendaraan juga dapat diatur melalui layar, termasuk mode daya.

Pengguna dapat memilih prioritas EV, EV only, maupun Hybrid.

Pengaturan regenerative braking tersedia dalam pilihan lemah, normal, dan kuat.

Terdapat pula fitur downhill assist, pengaturan stabilitas, emergency braking, cruise control, serta fitur bantuan parkir.

G9 High4 juga memiliki fitur hands-free untuk pintu bagasi. Dengan gerakan kaki di bawah bumper, pintu bagasi dapat dibuka.

Kabin Baris Kedua

Baris kedua menjadi salah satu bagian yang menarik dari G9 High4.

Pintu geser dapat dikendalikan melalui handle maupun tombol di plafon. Penumpang juga dapat membantu membuka atau menutup pintu.

Tersedia tirai manual serta meja yang menurut catatan video mampu menahan beban hingga 10 kg.

Pada bagian belakang jok terdapat tempat untuk meletakkan smartphone, tetapi bukan wireless charger.

Untuk pengisian daya tersedia USB.

Jok captain seat memberikan posisi duduk yang nyaman. Pengaturannya mencakup maju-mundur, reclining, sandaran kaki, serta mode zero gravity.

Jok baris kedua juga sudah ventilated dan memiliki sekitar enam pilihan gaya pijat.

Headrest dapat ditekuk mengikuti kontur kepala, mirip dengan konsep headrest pada kursi pesawat.

Di bagian tengah tersedia kontrol AC serta area kulkas.

Baris Ketiga Masih Layak untuk Dewasa

Masuk ke baris ketiga, reviewer dengan tinggi sekitar 178 cm menyebut ruang kepala masih cukup baik.

Ruang kaki bergantung pada posisi jok baris kedua.

Walaupun pengaturan jok baris ketiga tidak elektrik, fasilitas yang tersedia masih cukup lengkap.

Ada AC, empat port USB yang terdiri dari dua Type-A dan dua Type-C, tirai, cup holder, serta kantong penyimpanan.

Dengan begitu, penumpang di baris paling belakang masih mendapatkan sejumlah fasilitas kenyamanan.

Mesin 1.500 cc Turbo + Plug-in Hybrid

Ini bagian yang menjadi salah satu daya tarik utama G9 High4.

Versi plug-in hybrid menggunakan mesin 1.500 cc turbo yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid.

Tenaganya disebut mencapai 442 PS, dengan torsi 642 Nm.

Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya sekitar 5,7 detik.

Angka tersebut membuat MPV premium ini memiliki performa yang cukup tinggi untuk ukuran kendaraan keluarga besar.

Perbedaan konsepnya juga jelas:

Plug-in hybrid: penggerak utama listrik, dibantu mesin bensin.

Hybrid biasa: penggerak utama bensin, dibantu sistem listrik.

Status di Indonesia dan Harga

Dalam video disebutkan GWM Tank 300, Tank 500, dan Ora sudah tersedia di Indonesia, sementara Wey G9 High4 masih berstatus CBU dari Malaysia.

Harga yang disebut dalam video:

Angka harga tersebut merupakan informasi yang disampaikan dalam video.

Posisi G9 High4 di Pasar MPV Premium

21:08–21:49

Dengan harga tersebut, G9 High4 masuk ke area persaingan MPV premium China seperti Denza D9, Maxus MIFA 7, MIFA 9, dan X9 yang disebut dalam video.

Perbedaan utama G9 High4 adalah penggunaan sistem plug-in hybrid, sehingga selain tenaga listrik, mobil masih memiliki mesin bensin.

Konsep ini memberikan pilihan penggunaan yang berbeda dibanding MPV listrik murni, terutama bagi pengguna yang masih mempertimbangkan kebutuhan perjalanan jarak jauh.

Dari sisi fitur, G9 High4 membawa kabin yang cukup mewah, tenaga besar, AWD, baterai 44 kWh, serta klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 km.

Poin Penting

Insight Redaksi

GWM Wey G9 High4 menunjukkan bagaimana MPV premium China mulai menawarkan pendekatan elektrifikasi yang tidak hanya mengandalkan EV murni.

Kombinasi mesin bensin, baterai besar, AWD, serta kabin tiga baris membuat konsep plug-in hybrid menjadi salah satu daya tarik utama mobil ini.

Namun, selain spesifikasi dan fitur, posisi harga akan menjadi faktor penting ketika G9 High4 dibandingkan dengan MPV premium lain yang sudah tersedia di pasar.

Rekomendasi

Bagi calon pengguna yang mencari MPV premium dengan kabin tiga baris, fitur kenyamanan lengkap, tenaga besar, dan fleksibilitas antara listrik serta bensin, G9 High4 menawarkan konsep yang cukup berbeda.

Sementara bagi yang lebih mengutamakan EV murni, pilihan seperti MPV listrik yang disebut dalam video memiliki pendekatan elektrifikasi yang berbeda.

Jadi, bubuhan tinggal melihat kebutuhan masing-masing: mau full listrik atau masih ingin punya mesin bensin sebagai pendamping.

Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu GWM Wey G9 High4?

GWM Wey G9 High4 adalah MPV premium dari subbrand Wey milik Great Wall Motors dengan sistem elektrifikasi hybrid.

2. Apakah G9 High4 mobil listrik murni?

Tidak. Versi yang dibahas merupakan plug-in hybrid sehingga dapat menggunakan tenaga listrik sekaligus bensin.

3. Berapa tenaga G9 High4?

Versi plug-in hybrid dalam video disebut menghasilkan tenaga hingga 442 PS dan torsi 642 Nm.

4. Berapa kapasitas baterainya?

Baterai versi plug-in hybrid disebut memiliki kapasitas sekitar 44 kWh.

5. Berapa jarak tempuh G9 High4?

Dalam video, GWM mengklaim versi plug-in hybrid mampu menempuh lebih dari 1.000 km ketika baterai dan bensin penuh. Jarak menggunakan baterai saja diklaim sekitar 170 km.

6. Apakah G9 High4 menggunakan AWD?

Ya. Baik versi hybrid maupun plug-in hybrid disebut menggunakan sistem AWD.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
GWM Wey G9 High4 otomotif Mobil hybrid