Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Bugatti Tourbillon membawa mesin V16 8,3 liter naturally aspirated yang dipadukan tiga motor listrik dengan tenaga gabungan mencapai 1.800 HP.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau ngomongin mobil Bugatti, yang terbayang tentu bukan sekadar mobil mewah dengan harga fantastis. Bugatti sudah lama dikenal lewat teknologi mesin, performa ekstrem, dan desain yang dibuat dengan perhatian detail.
Kini, perhatian tertuju pada Bugatti Tourbillon, generasi hypercar terbaru yang membawa pendekatan berbeda setelah era Veyron dan Chiron. Bugatti membekali Tourbillon dengan mesin V16 naturally aspirated dan sistem hybrid yang menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.800 HP.
Bugatti Tourbillon, Generasi Baru Setelah Chiron
Tourbillon diperkenalkan Bugatti pada Juni 2024 sebagai hyper sports car generasi baru. Model ini tidak sekadar meneruskan Chiron, tetapi menggunakan platform dan sistem penggerak yang benar-benar baru.
Kalau Veyron dan Chiron dikenal dengan mesin W16 8,0 liter quad-turbo, Tourbillon justru mengambil arah berbeda dengan mesin V16 8,3 liter tanpa turbo.
Mesin pembakaran tersebut kemudian dipadukan dengan tiga motor listrik.
Hasilnya?
Tenaga gabungan mencapai 1.800 HP.
Sebanyak 1.000 HP berasal dari mesin V16, sementara motor listrik menyumbang total 800 HP.
1. Mesin V16 8,3 Liter Tanpa Turbo
Bagian paling menarik dari Tourbillon tentu ada pada mesinnya.
Bugatti menggunakan mesin V16 berkapasitas 8,3 liter naturally aspirated yang dikembangkan dengan bantuan Cosworth.
Mesin tersebut mampu menghasilkan 1.000 HP pada 9.000 rpm dan torsi 900 Nm.
Pilihan naturally aspirated menjadi menarik karena saat banyak mobil performa tinggi mengandalkan turbo atau elektrifikasi besar, Bugatti justru mempertahankan karakter mesin berkapasitas besar dengan putaran tinggi.
Buat penggemar otomotif, suara dan respons mesin seperti ini menjadi bagian dari pengalaman berkendara, bukan hanya soal angka tenaga.
2. Tiga Motor Listrik Menambah 800 HP
Tourbillon bukan hypercar konvensional karena mesin V16-nya bekerja bersama sistem listrik.
Dua motor listrik ditempatkan pada bagian depan, sedangkan satu motor lainnya berada di bagian belakang.
Ketiganya menghasilkan tambahan tenaga hingga 800 HP. Sistem ini juga memberikan respons torsi secara instan yang menjadi salah satu keunggulan motor listrik.
Dengan konfigurasi tersebut, Tourbillon tidak hanya mengejar tenaga maksimum, tetapi juga bagaimana tenaga dapat disalurkan secara efektif ke roda.
3. Akselerasi 0-100 Km/Jam Hanya 2 Detik
Dengan kombinasi mesin V16 dan motor listrik, Bugatti mengklaim Tourbillon mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam 2,0 detik.
Angka tersebut menunjukkan betapa ekstremnya performa hypercar ini.
Top speed-nya juga diklaim mencapai 445 km/jam.
Namun, angka tersebut tidak hanya ditentukan oleh tenaga mesin. Ban, aerodinamika, sistem traksi, transmisi, distribusi bobot, hingga sistem pengereman semuanya harus mampu bekerja secara harmonis.
4. Menggunakan Transmisi Dual-Clutch 8 Percepatan
Tenaga besar membutuhkan sistem transmisi yang mampu mengelolanya secara presisi.
Tourbillon menggunakan transmisi dual-clutch 8-percepatan dengan torque vectoring. Pada bagian belakang juga terdapat motor listrik 250 kW yang mampu berputar hingga 24.000 rpm.
Teknologi tersebut menunjukkan bahwa performa hypercar bukan hanya perkara memasang mesin besar.
Setiap komponen harus dirancang supaya tenaga dapat digunakan secara terkontrol.
Baca Juga: Honda NS150GX 2027 Bawa Dashcam dan TFT 7 Inci, Siap Ganggu Kelas Skutik 150cc?
5. Sistem Pendinginan Jadi Bagian Penting
Mesin dengan tenaga sebesar itu tentu menghasilkan panas yang tidak sedikit.
Bugatti merancang sistem pendinginan Tourbillon dengan total delapan radiator. Lima di antaranya ditempatkan di bagian depan untuk mendukung kebutuhan pendinginan mesin dan berbagai komponen lainnya.
Ini menjadi gambaran menarik dalam dunia otomotif: semakin tinggi performa kendaraan, semakin besar pula tantangan dalam mengelola panas.
6. Diuji di Kondisi Ekstrem
Tourbillon tidak hanya diuji dalam kondisi jalan biasa.
Pada 2026, Bugatti melakukan pengujian musim dingin di Arjeplog, Swedia, dengan kondisi suhu yang dapat mencapai sekitar -30 derajat Celsius pada tahap pengujian tertentu.
Pengujian tersebut mencakup sistem HVAC, ABS, ESC, traction control, hingga dinamika kendaraan.
Tujuannya bukan sekadar membuktikan mobil bisa melaju cepat.
Bugatti ingin memastikan seluruh sistem tetap dapat bekerja ketika kondisi permukaan jalan berubah drastis.
7. Apa Artinya untuk Dunia Otomotif?
Tourbillon menarik karena memperlihatkan bagaimana produsen hypercar mencoba mempertahankan karakter mesin pembakaran sekaligus memanfaatkan teknologi listrik.
Alih-alih memilih antara mesin bensin atau motor listrik, Bugatti menggabungkan keduanya.
Hasilnya adalah sebuah sistem hybrid yang mengutamakan performa, respons, dan karakter mesin V16.
Buat industri otomotif, pendekatan ini memperlihatkan bahwa teknologi elektrifikasi tidak selalu berarti menghilangkan seluruh karakter mesin konvensional.
Baca Juga: Rolls-Royce La Rose Noire Droptail: Mobil Mewah V12 dengan 1.603 Potongan Kayu yang Bikin Terpukau
Spesifikasi Utama Bugatti Tourbillon
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Mesin | V16 naturally aspirated |
| Kapasitas | 8,3 liter |
| Tenaga mesin | 1.000 HP |
| Motor listrik | 3 unit |
| Tenaga listrik | 800 HP |
| Total tenaga | 1.800 HP |
| Transmisi | Dual-clutch 8-percepatan |
| 0-100 km/jam | 2,0 detik |
| Top speed | 445 km/jam |
Data spesifikasi utama tersebut berasal dari informasi resmi Bugatti.
Poin Penting
- Bugatti Tourbillon menghasilkan tenaga hingga 1.800 HP dari kombinasi mesin V16 dan tiga motor listrik.
- Mesinnya menggunakan V16 8,3 liter naturally aspirated, bukan turbo.
- Tiga motor listrik menyumbang 800 HP, sekaligus memberikan respons torsi secara instan.
- Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya 2 detik.
- Kecepatan maksimum Tourbillon dapat mencapai 445 km/jam.
- Mobil ini memakai transmisi dual-clutch 8-percepatan dengan teknologi torque vectoring.
- Sistem pendinginan menjadi bagian penting karena performanya ekstrem, dengan delapan radiator.
- Tourbillon menunjukkan bagaimana mesin pembakaran dan teknologi hybrid dapat dipadukan dalam sebuah hypercar modern.
- Bagi penggemar otomotif di Balikpapan dan Kalimantan Timur, teknologi Tourbillon menarik dipelajari bukan hanya dari kecepatannya, tetapi juga dari engineering di baliknya.
Insight Redaksi
Tourbillon memperlihatkan bahwa perkembangan otomotif tidak selalu berjalan dalam satu arah. Ketika industri bergerak menuju elektrifikasi, Bugatti justru mencoba mempertahankan karakter emosional mesin V16 sambil memanfaatkan motor listrik sebagai pendukung performa. Bagi dunia otomotif, pendekatan ini menarik karena mempertemukan dua karakter berbeda dalam satu kendaraan: suara dan respons mesin pembakaran dengan torsi instan dari sistem listrik.
FAQ
1. Berapa tenaga Bugatti Tourbillon?
Bugatti Tourbillon memiliki tenaga gabungan hingga 1.800 HP, terdiri dari 1.000 HP dari mesin V16 dan 800 HP dari tiga motor listrik.
2. Berapa kapasitas mesin Bugatti Tourbillon?
Tourbillon menggunakan mesin V16 naturally aspirated 8,3 liter.
3. Apakah Bugatti Tourbillon menggunakan turbo?
Tidak. Mesin V16 Tourbillon menggunakan sistem naturally aspirated, berbeda dari W16 quad-turbo yang digunakan Veyron dan Chiron.
5. Seberapa cepat Bugatti Tourbillon?
Bugatti menyebut akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam 2,0 detik, dengan top speed hingga 445 km/jam.
6. Apakah Bugatti Tourbillon mobil listrik?
Bukan. Tourbillon merupakan hybrid, yang menggabungkan mesin V16 dengan tiga motor listrik.
Editor : Arya Kusuma